Share

34. Tak Tahu Diri

Author: Dinis Selmara
last update Last Updated: 2025-10-07 21:35:06
Abra membawa Aileen kembali ke rumah sakit dengan wajah tegang dan langkah tergesa. Sejak Aileen sempat tak sadarkan diri, kekhawatiran jelas tergambar di matanya. Ada ketakutan yang tak bisa disembunyikan—seolah ia takut kehilangan sesuatu yang berharga. Itulah sudut pandang Serayu dari tempatnya duduk di bed IGD sebelah Aileen, Serayu memperhatikan dalam diam. Ia melihat Abra berdiskusi dengan dokter jaga, nada suaranya rendah tapi tergesa.

Pemeriksaan selesai. Dokter menyampaikan bahwa kondisi Aileen baik-baik saja. Tidak ada luka serius yang membahayakan. Hanya pelipisnya yang perlu mendapat beberapa jahitan.

Serayu duduk di bed sebelah Aileen, hanya dipisahkan oleh tirai tipis ruang IGD. Ia berusaha menenangkan diri. Tubuhnya baik-baik saja, tapi pikirannya jauh dari tenang.

“Harusnya dr. Abra yang bertanggung jawab atas semua ini,” sindir Aileen pada dokter jaga, dengan nada setengah manja.

Dokter jaga hanya tersenyum kecil, lalu mundur meninggalkan mereka begitu pekerjaannya
Dinis Selmara

Ramaikan doong cerita ini. Entah itu, meninggalkan komentar, like, atau GEM butuh moodbooster banget :( Btw, enaknya Aileen kita apain ya ~_~

| 47
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (25)
goodnovel comment avatar
Iren
berti yg mau nabrak Serayu suruhan mamanya Abra dong
goodnovel comment avatar
Juata Laut
goreng aja tu c alieen thor bikin hilang mood aku aja
goodnovel comment avatar
Selly CM
berat perjuanganmu, Serayu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   158. Menunggu

    Sementara itu di rumah sakit, Abra akhirnya keluar dari ruang operasi malam sudah pekat saja. Ia sedang bertukar pesan dengan Serayu yang memamerkan hidangan malam itu. Serayu mengambil alih dapur dari Bibi sengaja ingin memanjakan suaminya.Sudut bibir Abra terangkat tipis. Ia membalas pesan singkat itu mengatakan akan segera pulang, lalu menyimpan ponselnya di saku jaketnya. Tadi ia sudah meminta Aksa lebih dulu meninggalkan rumah sakit.Langkahnya baru beberapa meter menuju area parkir seketika sebuah suara lembut memanggil namanya.“Dokter Abra.”Abra menoleh. Wajahnya tetap datar meski mengenali sosok yang berdiri tak jauh darinya. Ia hanya mengangguk singkat, sekadar membalas sapaan tanpa bersuara.“Masih ingat saya, kan?” tanya wanita itu, kini berdiri di sampingnya.Abra tidak menjawab pertanyaan itu, hanya mengangguk saja. “Ryan sudah pulang sejak tadi,” katanya datar.Ara tertawa kecil, mememarkan lesung pipinya yang membuat wajahnya makin cantik. “Saya tidak sedang mencari

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   157. Teman Lama

    “Dokter Sedanu?” “Twin?” Keduanya terkejut bersamaan, mata mereka membulat dengan ekspresi yang nyaris serupa. Sepersekian detik kemudian, Serayu tersenyum. Senyum yang entah bagaimana berhasil menggetarkan hati Sedanu. Usai menuntaskan PPDS, Sedanu baru beberapa bulan mengabdi di rumah sakit ini. Ia tak menyangka, di antara hiruk pikuk rutinitas barunya, ia justru bertemu dengan wajah ini lagi. “Kenal?” tanya Amran heran menatap keduanya bergantian. “Oh, jelas. Ini playboy cap kapak. Semua cewek kenal dia,” canda Amran disusul tawa yang lain. Sedanu hanya menggeleng malas. Sejak bergabung di rumah sakit ini, memang banyak perempuan yang mendekatinya setelah identitasnya terbuka sebagai bagian dari keluarga besar yang namanya cukup disegani di dunia kedokteran. Namun tak satu pun yang benar-benar mampu menarik hatinya. Itu pula alasan ia memilih tidak melanjutkan karier di rumah sakit milik keluarga Abra, meski punya bagian di sana. Ia tak ingin disangka menumpang nama besar kelua

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   156. First Day of Intership

    Serayu duduk di depan meja rias memoles wajahnya tipis. Sementara Abra menatap istrinya dengan tatapan tak suka. “Mau tugas apa mau ngapain kamu?” tanya Abra sinis. Hari ini akhirnya tiba, hari pertama internship yang sudah lama Serayu tunggu. “Ayo, Mas. Saya sudah siap,” ajaknya sambil meraih lengan suaminya yang berjalan sedikit malas. Serayu sudah rapi mengenakan setelan intern. Wajahnya tampak tegang, gugupnya tidak bisa disembunyikan. Tangannya berkali-kali merapikan name tag. Di sampingnya, Abra mengemudi dengan santai, meski sesekali matanya melirik ke arah istrinya yang gelisah. “Waktu koas dulu kamu se-excited ini juga?” tanya Abra sinis. Serayu mengerutkan kening, berpikir sejenak. “Iya… iya juga sih.” “Sih?” ulang Abra, tidak puas. “Maksudnya deg-degannya sama, Mas,” jawab Serayu. Abra tetap saja tidak puas dengan jawaban istrinya. Mobil yang dikemudikan Abra akhirnya berhenti tepat di depan rumah sakit. Serayu menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, lalu b

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   155. Sweet Abra

    “Siapa, Mas?” tanya Serayu begitu Abra masuk ke dalam mobil. “Serius sekali.” Abra tidak menjawab. Ia hanya tersenyum kaku, lalu mengusap puncak kepala kesayangannya. Setelah itu, ia pun menyalakan mesin mobil. “Kita berangkat sekarang ya,” katanya, jelas sekali mengalihkan pembicaraan. Serayu menangkap hal itu. Ia tahu suaminya sengaja menghindar, tapi memilih diam. Jalan yang Abra pilih terasa lebih jauh, berputar dan sedikit memakan waktu. Lampu-lampu kota berderet seperti garis samar di balik kaca jendela. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah restoran yang tidak terlalu ramai. Abra melangkah lebih dulu, memilih meja yang agak jauh dari pintu utama. “Di sini saja, Sayang,” sarannya. Serayu duduk dan langsung membuka buku menu, matanya menyapu daftar hidangan. Di seberangnya, Abra justru sibuk dengan ponselnya. Wajahnya serius, membuat alis Serayu mengernyit. Tak lama kemudian, ponsel itu berdering. Abra sontak berdiri. “Sayang, tunggu di sini sebentar ya. Saya terima

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   154. Istri Seorang Dokter

    Ara menyentuh pelipisnya, jari-jarinya sedikit gemetar meski napasnya sudah jauh lebih teratur dibanding beberapa menit lalu. “Dok… bisa ke RS Husada saja?” pintanya pelan, suaranya terdengar lebih stabil. “Saya sudah lebih baik. Di sana ada kenalan saya.” Abra melirik sekilas, memastikan perempuan itu benar-benar sadar dan tidak tampak semakin lemah. Ia mengangguk tanpa banyak tanya. Dalam pikirannya, yang penting perempuan itu mendapat penanganan medis secepatnya, di mana pun tempatnya. “Baik,” jawab Abra singkat. Ia membelokkan setir, mengubah arah menuju RS Husada. Tidak ada niat lain, semua ia lakukan semata karena refleks seorang dokter yang melihat orang lain terluka. Di tempat lain, di sisi jalan yang mulai lengang, Serayu duduk sendirian di halte. Ia sudah mencoba memesan taksi online berkali-kali, tapi lucunya tidak ada yang menerima pesanannya Ia menghela napas kesal, menengadah sebentar menatap langit yang berubah keemasan. “Kok bisa nggak lewat sih…,” gumamnya lir

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   153. Salah Paham

    Abra kembali ke rumah sakit lebih dulu, meninggalkan Ara dan Ryan di restoran. Bukan Abra banget yang mau basa-basi. Lelaki itu bahkan pergi tanpa berpamitan pada Ara yang sempat memperhatikan punggung tegap lelaki itu menjauh. Di kantornya, Abra langsung menutup pintu dan merebahkan punggung sebentar ke sandaran kursi. Kepalanya terasa penuh, bukan oleh pekerjaan, melainkan oleh rindu yang datang tiba-tiba. Tanpa ragu, ia meraih ponsel dan menekan video call. Layar ponselnya memperlihatkan Serayu di sana dengan kaus kebesaran yang ia kenali. Wanita itu mengenakan celana pendek sederhana, rambut diikat asal. Wajahnya segar, tanpa riasan, tapi justru itu yang membuat Abra tersenyum lebar. “Hai… Mas sayang …,” sapa Serayu ceria. “Mana boleh cantik tiap hari,” kata Abra sambil menyandarkan kepala, matanya menyapu layar dengan puas. Serayu mendengus kecil. “Cantik tiap hari buat suami, kan?” “Bagus,” jawab Abra singkat, tapi nadanya penuh bangga. “Pakai kaos saya?” Serayu menganggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status