Share

Pengakuan Alina

Author: Nona Lee
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-26 09:50:49

"Memangnya kenapa aku harus menikahimu? Kau kan tadi bilang lebih sayang Sean daripada aku."

Reynard memasang raut wajah dingin, menarik tubuhnya sedikit menjauh lalu bersedekap di atas dada tegapnya. Pria itu memicingkan mata, berpura-pura menimbang-nimbang pertanyaan yang baru saja meluncur dari bibir Alina.

Alina yang polos dan sedang diselimuti rasa canggung seketika panik setengah mati. Ia mengira Reynard benar-benar ragu dan enggan berkomitmen dengannya.

"T-Tuan... bukan begitu maksud
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Memperebutkan Alina

    "Astaga... Sean! Tuan, cepat panggil perawat!" Teriakan panik Alina memecah keheningan kamar VIP itu. Reynard yang sempat terpaku langsung melesat keluar kamar, berlari kencang menuju ruangan perawat tanpa peduli pada gengsinya. Tak butuh waktu lama, seorang perawat wanita bergegas masuk mengekor di belakang Reynard dengan membawa peralatan medis lengkap. Alina sudah lebih dulu menuntun Sean duduk di tepi sofa, menekan bekas tusukan jarum di punggung tangan mungil itu menggunakan tisu steril. "Tahan sebentar ya, Sayang... Jangan takut, ada Tante di sini," bisik Alina lembut seraya mengusap air mata dingin yang mulai menggenang di sudut mata Sean. Anak laki-laki itu mengangguk pelan, menggigit bibir bawahnya rapat-rapat. Ia berusaha keras menahan rasa takut dan nyeri saat perawat mulai membersihkan sisa darah lalu memasangkan kembali jarum infus ke tangannya yang lain. "Sudah selesai, Jagoan. Pinter banget, tidak menangis sama sekali," puji perawat itu ramah seraya merapikan sisa

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Pengakuan Alina

    "Memangnya kenapa aku harus menikahimu? Kau kan tadi bilang lebih sayang Sean daripada aku." Reynard memasang raut wajah dingin, menarik tubuhnya sedikit menjauh lalu bersedekap di atas dada tegapnya. Pria itu memicingkan mata, berpura-pura menimbang-nimbang pertanyaan yang baru saja meluncur dari bibir Alina. Alina yang polos dan sedang diselimuti rasa canggung seketika panik setengah mati. Ia mengira Reynard benar-benar ragu dan enggan berkomitmen dengannya. "T-Tuan... bukan begitu maksud saya," ucap Alina dengan suara bergetar dan makin gugup. Jemarinya saling bertaut erat di atas pangkuan. "Saya... saya hanya memikirkan Sean. Anak itu butuh sosok ibu yang selalu ada di sisinya. Nyonya Ella juga bilang, kalau kita... kalau kita punya ikatan yang sah, masa depan Sean akan jauh lebih terjamin dan tidak akan ada orang lain yang bisa mengusik keberadaannya di rumah Tuan." Alina dengan polosnya terus mengoceh panjang lebar, sengaja menyimpan rapat-rapat fakta bahwa Angel sempat meng

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Perdebatan Panas

    "Jangan sentuh! Lepaskan tanganmu dari kakiku!" Cetus Tuan Richard kencang, berusaha menarik kakinya dari cengkeraman Alina. Pria paruh baya itu menatap Alina dengan tatapan tajam nan penuh permusuhan. "Kau pikir apa yang kau lakukan, hah?! Jangan coba-coba menyentuhku dengan tanganmu itu!" Alina sama sekali tidak menyurutkan keberaniannya. Ia tidak mengindahkan omelan dan tatapan galak sang patriarch keluarga Dirgantara. Jemari halusnya justru mulai menekan titik-titik saraf di sekitar pergelangan kaki hingga betis Richard yang terasa amat tegang. "Tuan diam saja sebentar," ujar Alina tenang, terus menggerakkan jemarinya dengan ritme yang stabil. "Saya tahu Tuan pasti sangat pegal karena seharian bolak-balik mengurus pekerjaan. Kalau tidak dipijat, besok pagi kaki Tuan bisa bengkak dan semakin sakit." "Kau—" Richard sempat hendak menyembur lagi, namun kata-katanya tertahan di tenggorokan saat rasa hangat dan lega yang luar biasa mendadak menjalar dari betis hingga ke lututnya.

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Cepat Menikah!

    "Ehh... apa, menikah?!" Alina membulatkan matanya, melotot tak percaya mendengar cetusan yang baru saja meluncur dari bibir Nyonya Ella. Napasnya bahkan sempat tertahan di tenggorokan saat melihat kesungguhan yang memancar jelas dari binar mata paruh baya itu. "Iya, Alina. Menikah," panggil Nyonya Ella lagi, menepuk-nepuk punggung tangan Alina dengan lembut namun mengikat. "Kalian harus cepat menikah. Ini demi Sean." Alina menarik jemarinya pelan dari genggaman Nyonya Ella, memalingkan wajahnya yang mendadak panas akibat gelombang cemas dan canggung. "Nyonya... tolong jangan bercanda seperti ini. Ini... ini terlalu mendadak." "Aku sama sekali tidak bercanda, Alina!" tegas Nyonya Ella, memajukan tubuhnya untuk memastikan pandangan mereka saling terkunci. "Kau lihat sendiri kan hari ini? Angel kembali muncul. Wanita gila itu bisa saja sewaktu-waktu berubah pikiran dan menuntut hak asuh atas Sean. Tapi kalau kau resmi menjadi istri Reynard dan menjadi ibu bersurat bagi Sean, wanit

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Jejak Ketakutan

    "Sean! Sean, kau tidak apa-apa, Sayang?!" Suara jeritan panik Nyonya Ella menggelegar di ambang pintu, memotong keheningan kamar VIP. Wanita paruh baya itu berlari kecil dengan langkah tergesa-gesa, napasnya memburu kencang bagai habis dikejar sesuatu. Namun, pemandangan di dalam kamar seketika menghentikan pergerakannya. Di atas ranjang, Alina dan Sean sedang duduk bersisian dengan santai. Tak ada tangisan, tak ada keributan, apalagi kepanikan. Keduanya tampak begitu tenang dan baik-baik saja. Sean mengerutkan dahinya bingung melihat kedatangan sang nenek. "Nenek? Kok Nenek sudah kembali lagi? Bukannya Nenek mau pulang untuk mandi?" Nyonya Ella menelan ludahnya yang terasa menyumbat tenggorokan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang berdebar liar. "A-Iya... Nenek tiba-tiba kangen sekali sama Sean, jadi Nenek langsung balik lagi ke sini..." Melihat raut cemas yang begitu ketara di wajah Nyonya Ella, Alina bergegas bangkit dari sisi ranjang. Ia melangkah mendekati mantan ibu m

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Bayangan Masa Lalu

    "Mama... itu siapa?" Pertanyaan polos yang keluar dari bibir mungil Sean terasa begitu membeku di udara. Ketika anak laki-laki itu memanggil Alina dengan sebutan Mama, insting kecilnya bekerja memanggil sang pengasuh sebagai tempat perlindungan dari aura berbahaya wanita asing di hadapan mereka. Sean bergeser cepat, memeluk pinggang Alina erat-erat seraya menyembunyikan wajahnya. Alina tersentak mendengar panggilan itu, namun naluri pengayomnya bergerak lebih cepat. Ia langsung berdiri pasang badan, menyilangkan sebelah tangannya untuk menghalangi akses wanita bergaun hitam itu mendekati ranjang. Mendengar bisikan anak kecil itu, wanita asing yang berdiri semampai di tengah ruangan justru menipiskan bibirnya, mengukir senyum kecil yang begitu misterius. "Mama, ya?" cicit wanita itu dengan nada suara rendah nan berkelas. Pandangannya yang dingin sempat bergeser mengamati Alina dari ujung kepala hingga ujung kaki, sebelum kembali terkunci pada sosok Sean. "Aku hanya kenalan lama Rey

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status