Share

Bab 1117

Author: Ayesha
Di ruang rapat, Smith menjelaskan perkembangan terbaru kondisi Meira. Karena usianya serta penyakit bawaan yang dimilikinya, dalam hal pemulihan masih perlu penyesuaian yang fleksibel. Namun, semua tanda menunjukkan bahwa kondisinya sedang membaik.

"Aku sudah menyusun daftar data. Beberapa titik penanda ini punya tingkat kecocokan yang tinggi dengan Bu Meira." Brielle membuka laptopnya.

Raka segera berdiri dan mendekat. Dia mencondongkan tubuhnya ke layar. Bahu mereka hampir bersentuhan.

Alis Br
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Cattleya
Kasihan Raka, tp dia tdk akan menyesali pilihannya karena semua yang dia lakukan bukan untuk dirinya tapi buat semua yang dia sayangi..its ok Raka setiap ketulusan akan menemukan jalannya ...
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
betul ka...s raka ga selingkuh dan ga mengkhianati pernikahan..salah nya dia cuman satu g jujur dr awal
goodnovel comment avatar
Yantii Daok
g ada yg salah Raka,, walau aku di pihakmu aku akan melakukan hal yg sama demi keselamatan ibu, adek, bahkan anakmu,, sakit gpp ,, yg penting TDK ada kata penghianatan dlm pernikahanmu,, biarkan brile membencimu,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1344

    "Baik!" Lastri mengangguk.Brielle berjongkok dan mengusap kepala Gaga beberapa kali sebelum naik ke lantai atas untuk mandi. Setelah mandi, dia berganti pakaian dengan kaus panjang yang longgar. Kemudian, dia turun kembali sambil membawa iPad untuk memeriksa email.Setelah proyek BCI selesai, seluruh sistem akan diserahkan kepada pihak militer. Kemungkinan masih akan ada masa transisi dan koordinasi selama beberapa waktu.Pukul delapan lewat tiga puluh malam, bel pintu rumah berbunyi. Lastri segera berjalan membukakan pintu. Raka masuk sambil menggandeng tangan Anya. Begitu mengganti sepatu, Anya langsung berlari dan memeluk Brielle."Mama, aku rindu sekali sama Mama."Brielle mengusap kepala putrinya. "Mama juga rindu Anya."Setelah itu, dia mengambil sebuah kotak hadiah yang sudah dibungkus rapi lalu menyerahkannya. "Coba buka."Anya membukanya dengan penuh semangat. Matanya langsung berbinar. "Wow! Tank kecil!""Itu hadiah dari Paman Niro untukmu," kata Brielle."Benaran? Aku suka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1343

    Di bawah langit malam, lalu lintas di bandara begitu padat. Namun di antara dua mobil SUV hitam, sebuah Rolls-Royce terparkir tenang menunggu.Begitu keluar dari gedung bandara, Devina melihat Raka mengawal Brielle masuk ke dalam mobil. Brielle juga tidak menolak perhatian serta perlakuan penuh perhatian darinya.Freyna yang berdiri di samping menyaksikan semuanya. Hatinya juga dipenuhi keterkejutan.Mungkinkah berita yang beredar di internet itu benar? Apakah Raka benar-benar akan menikah kembali dengan Brielle? Dia melihat tiga kendaraan itu melaju dengan gagah meninggalkan area penjemputan.Tak lama kemudian, kendaraan-kendaraan itu menghilang di antara arus mobil yang ramai. Devina memaksa dirinya mengalihkan pandangan. Lalu, dia berjalan menuju mobil pribadinya.Begitu masuk ke dalam mobil, dia melepas kacamata hitamnya. Matanya dipenuhi kesuraman. Kali ini dia pergi ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Beberapa waktu lagi, dia berencana kembali ke luar negeri unt

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1342

    "Sumber pendanaan yayasan itu sangat beragam." Raka menjawab dengan sengaja menghindari inti persoalan, "Selain dana dari Kamar Dagang sendiri, ada juga sumbangan tahunan dari banyak perusahaan anggota.""Lagi pula, penelitian ilmiah memang merupakan salah satu bidang dengan prospek terbaik."Brielle menatap ekspresinya yang tenang dan santai. Dia berkedip beberapa kali. Kemudian menggigit ringan bibir bawahnya sambil menoleh ke luar jendela, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Namun, pemandangan itu di mata pria yang duduk di hadapannya terasa seperti melihat seekor kelinci putih yang polos di dunia bisnis.Sudut bibir Raka sedikit terangkat. Seolah sedang bersyukur atas sesuatu.Untungnya, Brielle adalah seorang genius penelitian, bukan genius bisnis. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa dengan tenang merajut kebohongan yang penuh niat baik ini?Sejak sebulan lalu, setelah berbicara dengan Profesor Derrick, dia sudah mulai menjalankan rencananya. Dia mengatur agar sebuah perusahaa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1341

    Raka memandang ekspresi terkejut di wajah Brielle. Lalu dia berkata dengan serius, "Tapi, aku punya sebuah usulan yang mungkin bisa membantu penelitianmu ke depan."Brielle langsung tertarik. "Usulan apa?""Kamar Dagang berencana mendirikan sebuah yayasan penelitian ilmu saraf yang independen." Raka berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Tujuannya adalah mendukung penelitian mutakhir di bidang ilmu otak.""Yayasan itu akan menyediakan dukungan dana yang memadai. Arah penelitiannya juga mencakup penyakit neurodegeneratif yang baru saja kamu sebutkan. Tentu saja, yayasan hanya memberikan dukungan.""Kami nggak akan ikut campur dalam penelitian apa pun. Kamu bisa mempertimbangkannya."Brielle mengernyit dan menatapnya."Yayasan ini ...."Raka langsung menambahkan, "Beroperasi sepenuhnya secara independen. Nggak akan dipengaruhi oleh kepentingan bisnis apa pun."Brielle sedikit tertegun. Harus diakui, syarat seperti itu memang sangat menggoda. Dia sangat memahami bahwa di dunia akademis, k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1340

    Entah sejak kapan, tatapan mabuk di mata Raka sudah menghilang. Yang tersisa hanyalah keseriusan yang belum pernah Brielle lihat sebelumnya. Dia baru saja hendak mengatakan sesuatu lagi.Namun tepat saat itu, lift berbunyi.Ding.Lift telah tiba di lantai tujuan.Percakapan mereka pun terputus.Brielle melangkah keluar lebih dulu. Raka mengikuti dari belakang. Sesampainya di depan pintu kamar, Brielle hendak membuka pintu dengan kartu akses. Tiba-tiba suara rendah Raka terdengar dari belakangnya, "Selamat malam."Meski Brielle tidak menjawab pertanyaannya tadi, jelas suasana hati Raka sedang sangat baik. Bahkan bisa dikatakan cukup bahagia.Brielle menjawab dengan sopan dan pelan, "Selamat malam.""Pesawat berangkat pukul sepuluh besok pagi," timpal Raka. Maksudnya jelas. Brielle tidak perlu memikirkan perjalanan pulang sendiri. Dia bisa kembali dengan jet pribadinya.Brielle membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar.Setelah pintu tertutup, sudut bibir Raka perlahan terangkat. Kemudian

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1339

    Brielle merasakan seseorang masuk ke ruang teh. Dia mengangkat kepala, dan seketika pandangannya bertemu dengan Raka. Hanya dari satu tatapan itu saja, Brielle langsung mengerti. Niro pasti sudah memberitahukan keputusan mereka kepadanya.Raka tidak langsung berjalan ke arahnya. Dia lebih dulu menghampiri Faisal dan berbincang beberapa saat. Dibanding sebelumnya, dia tampak jauh lebih tenang dan sadar. Tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh malam.Acara minum teh pun mendekati akhir.Setelah menerima sebuah panggilan telepon penting, Faisal meminta maaf kepada semua tamu. "Maaf semuanya. Ada keadaan darurat yang harus segera aku tangani. Malam ini kita akhiri sampai di sini. Kalau ada kekurangan dalam penyambutan kami, mohon dimaklumi."Semua orang menyatakan pengertian mereka. Jelas terlihat bahwa Faisal benar-benar memiliki urusan mendesak. Dia memanggil putranya, "Niro, tolong bantu aku antarin tamu."Kemudian, dia secara khusus menghampiri Brielle dan Raka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 786

    Raline menoleh dengan terkejut. "Jadi, kali ini dia ke Kyoza untuk berkencan dengan orang lain?""Aku dan kakakmu bertemu mereka di Universitas Medis Militer. Pria itu memperlakukan Brielle dengan sangat baik, merangkul dan memeluknya, lebih seperti hubungan sepasang kekasih.""Jadi maksudnya, Briel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 794

    Brielle mengerutkan kening dan memanggil putrinya, "Anya, kita harus pulang."Jakun Raka bergerak naik turun. Reaksi Brielle sudah cukup menjelaskan bahwa dia tidak membutuhkan hadiah dari Raka."Papa kali ini lupa. Nanti Papa ganti hadiahnya buat Mama, ya," kata Raka. Setelah itu, dia menggendong p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 766

    Jamuan malam memasuki pertengahan acara. Brielle mengambil ponsel yang tadi dia letakkan dalam mode senyap dan meliriknya sekilas. Ada satu pesan masuk. Dia buru-buru membacanya. Pesan itu dari Niro.[ Ayahku sangat mengagumimu. ]Brielle mengangkat kepala. Niro menatap ke arahnya dengan mata yang m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 760

    Di kafe, Niro bertanya kepada Brielle, "Mau menghindari mereka? Kita bisa ganti jadwal penerbangan."Brielle sudah memeriksa, penerbangan berikutnya pukul 11 siang. Dia ingin tiba lebih awal untuk melakukan persiapan. Lagi pula, Derrick juga ada. Tidak ada alasan baginya untuk menghindari siapa pun.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status