Share

Bab 1321

Penulis: Ayesha
"Sudahlah, kalau kamu nggak mau cerita, aku juga nggak akan tanya lagi." Harvis sengaja mengalihkan topik. "Sudah malam juga, biar aku antar kamu pulang. Kebetulan aku ada urusan di dekat rumahmu."

Brielle tahu alasan pergi mengurus sesuatu itu cuma alasan. Yang sebenarnya, Harvis hanya mengkhawatirkannya.

"Kak Harvis, aku masih bisa nyetir sendiri."

"Kamu hari ini sempat pingsan di rumah sakit, begadang tiga malam berturut-turut, sekarang juga sudah hampir jam 10 malam. Kamu pikir aku bisa tena
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
ayo raka move on dr brielle..km psti bisa..brielle bkn hnya move on dr kamu tp sdh ubah perasaannya jd muak n jijik lho ke km..ngapain km msh trs ngarepin brielle trs..ayok move on..cari gadis baik n mulia di luar sana psti ada..brielle sdh bhgia dg hidupnya n km jg hrs bhgia dg hidupmu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1344

    "Baik!" Lastri mengangguk.Brielle berjongkok dan mengusap kepala Gaga beberapa kali sebelum naik ke lantai atas untuk mandi. Setelah mandi, dia berganti pakaian dengan kaus panjang yang longgar. Kemudian, dia turun kembali sambil membawa iPad untuk memeriksa email.Setelah proyek BCI selesai, seluruh sistem akan diserahkan kepada pihak militer. Kemungkinan masih akan ada masa transisi dan koordinasi selama beberapa waktu.Pukul delapan lewat tiga puluh malam, bel pintu rumah berbunyi. Lastri segera berjalan membukakan pintu. Raka masuk sambil menggandeng tangan Anya. Begitu mengganti sepatu, Anya langsung berlari dan memeluk Brielle."Mama, aku rindu sekali sama Mama."Brielle mengusap kepala putrinya. "Mama juga rindu Anya."Setelah itu, dia mengambil sebuah kotak hadiah yang sudah dibungkus rapi lalu menyerahkannya. "Coba buka."Anya membukanya dengan penuh semangat. Matanya langsung berbinar. "Wow! Tank kecil!""Itu hadiah dari Paman Niro untukmu," kata Brielle."Benaran? Aku suka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1343

    Di bawah langit malam, lalu lintas di bandara begitu padat. Namun di antara dua mobil SUV hitam, sebuah Rolls-Royce terparkir tenang menunggu.Begitu keluar dari gedung bandara, Devina melihat Raka mengawal Brielle masuk ke dalam mobil. Brielle juga tidak menolak perhatian serta perlakuan penuh perhatian darinya.Freyna yang berdiri di samping menyaksikan semuanya. Hatinya juga dipenuhi keterkejutan.Mungkinkah berita yang beredar di internet itu benar? Apakah Raka benar-benar akan menikah kembali dengan Brielle? Dia melihat tiga kendaraan itu melaju dengan gagah meninggalkan area penjemputan.Tak lama kemudian, kendaraan-kendaraan itu menghilang di antara arus mobil yang ramai. Devina memaksa dirinya mengalihkan pandangan. Lalu, dia berjalan menuju mobil pribadinya.Begitu masuk ke dalam mobil, dia melepas kacamata hitamnya. Matanya dipenuhi kesuraman. Kali ini dia pergi ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Beberapa waktu lagi, dia berencana kembali ke luar negeri unt

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1342

    "Sumber pendanaan yayasan itu sangat beragam." Raka menjawab dengan sengaja menghindari inti persoalan, "Selain dana dari Kamar Dagang sendiri, ada juga sumbangan tahunan dari banyak perusahaan anggota.""Lagi pula, penelitian ilmiah memang merupakan salah satu bidang dengan prospek terbaik."Brielle menatap ekspresinya yang tenang dan santai. Dia berkedip beberapa kali. Kemudian menggigit ringan bibir bawahnya sambil menoleh ke luar jendela, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Namun, pemandangan itu di mata pria yang duduk di hadapannya terasa seperti melihat seekor kelinci putih yang polos di dunia bisnis.Sudut bibir Raka sedikit terangkat. Seolah sedang bersyukur atas sesuatu.Untungnya, Brielle adalah seorang genius penelitian, bukan genius bisnis. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa dengan tenang merajut kebohongan yang penuh niat baik ini?Sejak sebulan lalu, setelah berbicara dengan Profesor Derrick, dia sudah mulai menjalankan rencananya. Dia mengatur agar sebuah perusahaa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1341

    Raka memandang ekspresi terkejut di wajah Brielle. Lalu dia berkata dengan serius, "Tapi, aku punya sebuah usulan yang mungkin bisa membantu penelitianmu ke depan."Brielle langsung tertarik. "Usulan apa?""Kamar Dagang berencana mendirikan sebuah yayasan penelitian ilmu saraf yang independen." Raka berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Tujuannya adalah mendukung penelitian mutakhir di bidang ilmu otak.""Yayasan itu akan menyediakan dukungan dana yang memadai. Arah penelitiannya juga mencakup penyakit neurodegeneratif yang baru saja kamu sebutkan. Tentu saja, yayasan hanya memberikan dukungan.""Kami nggak akan ikut campur dalam penelitian apa pun. Kamu bisa mempertimbangkannya."Brielle mengernyit dan menatapnya."Yayasan ini ...."Raka langsung menambahkan, "Beroperasi sepenuhnya secara independen. Nggak akan dipengaruhi oleh kepentingan bisnis apa pun."Brielle sedikit tertegun. Harus diakui, syarat seperti itu memang sangat menggoda. Dia sangat memahami bahwa di dunia akademis, k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1340

    Entah sejak kapan, tatapan mabuk di mata Raka sudah menghilang. Yang tersisa hanyalah keseriusan yang belum pernah Brielle lihat sebelumnya. Dia baru saja hendak mengatakan sesuatu lagi.Namun tepat saat itu, lift berbunyi.Ding.Lift telah tiba di lantai tujuan.Percakapan mereka pun terputus.Brielle melangkah keluar lebih dulu. Raka mengikuti dari belakang. Sesampainya di depan pintu kamar, Brielle hendak membuka pintu dengan kartu akses. Tiba-tiba suara rendah Raka terdengar dari belakangnya, "Selamat malam."Meski Brielle tidak menjawab pertanyaannya tadi, jelas suasana hati Raka sedang sangat baik. Bahkan bisa dikatakan cukup bahagia.Brielle menjawab dengan sopan dan pelan, "Selamat malam.""Pesawat berangkat pukul sepuluh besok pagi," timpal Raka. Maksudnya jelas. Brielle tidak perlu memikirkan perjalanan pulang sendiri. Dia bisa kembali dengan jet pribadinya.Brielle membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar.Setelah pintu tertutup, sudut bibir Raka perlahan terangkat. Kemudian

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1339

    Brielle merasakan seseorang masuk ke ruang teh. Dia mengangkat kepala, dan seketika pandangannya bertemu dengan Raka. Hanya dari satu tatapan itu saja, Brielle langsung mengerti. Niro pasti sudah memberitahukan keputusan mereka kepadanya.Raka tidak langsung berjalan ke arahnya. Dia lebih dulu menghampiri Faisal dan berbincang beberapa saat. Dibanding sebelumnya, dia tampak jauh lebih tenang dan sadar. Tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh malam.Acara minum teh pun mendekati akhir.Setelah menerima sebuah panggilan telepon penting, Faisal meminta maaf kepada semua tamu. "Maaf semuanya. Ada keadaan darurat yang harus segera aku tangani. Malam ini kita akhiri sampai di sini. Kalau ada kekurangan dalam penyambutan kami, mohon dimaklumi."Semua orang menyatakan pengertian mereka. Jelas terlihat bahwa Faisal benar-benar memiliki urusan mendesak. Dia memanggil putranya, "Niro, tolong bantu aku antarin tamu."Kemudian, dia secara khusus menghampiri Brielle dan Raka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 665

    Harvis menanyakan hal itu karena dia ingin tahu apakah Brielle masih akan memberi kesempatan pada Raka.Brielle menunduk. Suaranya tenang tetapi tegas. "Nggak ada kemungkinan seperti itu."Harvis mengembuskan napas lega, tetapi segera mengerutkan kening. Brielle jelas tidak akan rujuk, tetapi bagaim

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 681

    Perbaikan rumah jelas membutuhkan waktu. Brielle pun mengambil keputusan untuk pindah rumah.Dia tidak bisa membiarkan putrinya tinggal di rumah yang memiliki potensi bahaya. Sudah saatnya berpindah ke tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Lagi pula, dengan kemampuan finansialnya sekarang, memb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 684

    Pfftt!Brielle sampai menyemburkan seteguk air ke lantai karena kesal."Dari mana kamu tahu?"Lastri lalu menceritakan bagaimana dia bertemu Gavin hari ini. Dada Brielle naik turun beberapa kali. Apa sebenarnya maksud Raka? Dia memang memiliki delapan kali hak kunjungan, tetapi itu sama sekali bukan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 697

    Raka membawa hadiah itu dan duduk di sofa. Jemarinya yang panjang tanpa sadar mengusap tepi kotak hadiah.Beberapa detik kemudian, dia mengangkat tangan melihat waktu di jam tangannya, lalu berdiri dan melangkah keluar.Raka tidak naik lift, melainkan berjalan melalui tangga. Namun, baru saja dia me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status