공유

Bab 339

작가: Ayesha
Brielle mengernyit, lalu berbalik kembali ke laboratorium untuk melihat isi flashdisk itu.

Musim semi perlahan tiba. Akhir pekan itu, Brielle sudah menyiapkan perlengkapan untuk piknik. Dia berniat pergi ke taman untuk bersantai.

Sejak hari Kamis, Brielle sudah memutuskan akan membawa putrinya pergi piknik ke padang rumput Gunung Sohar. Tak disangka, putrinya justru memberi tahu Vivian soal rencana itu.

Brielle bahkan belum berangkat ketika telepon dari Lambert masuk. "Halo, Pak Lambert."

"Bu Br
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
dah ada nyamuk dtg...eh tawon ikut dtg...batal dah Lambert piknik berdua sama brielle.....wkwkwkw
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
mau nya sakiti istri sah dan manjakan Krn terlalu cinta dgn sundal
goodnovel comment avatar
Suryat
Raka..maunya apa sih...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1086

    Meira gemetar saat mengulurkan tangan untuk meraih Brielle, tetapi Brielle ragu sejenak dan tidak menyingkir."Maafkan aku, Brielle. Ini semua salahku. Aku telah mencelakai Anya, mungkin juga menurunkan penyakit ini padaku. Aku membuatmu repot meneliti obat untuk kami. Keluarga Pramudita benar-benar bersalah padamu."Brielle menarik tangannya kembali. "Nggak perlu minta maaf lagi. Semua sudah berlalu. Sekarang, tolong bekerja sama dengan pengobatan supaya cepat sembuh."Di sampingnya, mata Raline juga memerah. Dia duduk di tepi tempat tidur ibunya dan berkata, "Ibu, karena Kak Brielle juga ada di sini, ada sesuatu yang harus kuberi tahu."Brielle langsung menatap Raline, bisa menebak maksudnya. Dengan lembut, dia berkata, "Raline, sekarang ...."Brielle tidak ingin Raline mengatakan hal-hal yang bisa memicu emosi Meira."Kak Brielle, sudah sampai pada titik ini, Ibu harus tahu. Biar aku saja yang bicara," pinta Raline dengan sungguh-sungguh.Meira yang melihat keseriusan putrinya meras

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1085

    Raline melihat ekspresi kakaknya yang muram. Hatinya semakin terasa sakit. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. "Kak, karena Kak Brielle sudah nggak mau dengar penjelasanmu, kenapa nggak buktikan saja dengan tindakan nyata? Pakai hatimu untuk menyentuhnya, biar dia bisa melihat kebaikanmu lagi."Mata Raka bergerak sedikit, lalu dia menatap adiknya. "Aku sudah punya rencana sendiri. Jangan khawatir."Raline tak bisa menahan gumamannya. "Kak, jangan-jangan kamu pikir aku ini masih bodoh? Takut aku mengganggu rencanamu mengejar Kak Brielle ya?"Raka merasa agak pusing. "Kamu cukup urus urusanmu sendiri."Raline mengangguk, lalu menambahkan, "Kak, kamu harus bertindak nyata. Jangan sok tinggi hati. Kak Brielle sekarang diperebutkan banyak orang, kamu 'kan tahu itu."Raka hanya mengangguk tak berdaya.Tiba-tiba, Raline teringat sesuatu dan mendekat. Dia bertanya, "Jujur dulu, kamu dan Devina sudah pernah ...."Raline menahan kata "bersetubuh", tetapi yakin kakaknya mengerti maksudnya.Wajah Rak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1084

    Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. Brielle menengok dan berkata, "Silakan masuk."Raka mendorong pintu masuk. Mendengar suara itu, Brielle mengangkat kepala, sedikit mengerutkan alisnya.Melihat wanita yang duduk dengan tenang di depan meja kerjanya, hati Raka sedikit mencelos."Brielle," ucapnya dengan nada sedikit gugup. "Apa yang Devina katakan tadi, semuanya bisa kujelaskan.""Nggak perlu." Brielle menatapnya dengan tenang. "Biarkan semua yang terjadi dulu berlalu saja."Meskipun suaranya terdengar tenang, hati Raka seperti dicengkeram erat oleh sesuatu. Ketenangan Brielle jauh lebih menyakitkan daripada semua tuduhan.Brielle menutup dokumen di tangannya dan melanjutkan, "Dari posisimu, kamu nggak salah. Kamu hanya melakukan ini demi ibumu, adikmu, dan Anya yang berada di bawah tekanan. Aku ngerti. Tapi urusanmu dengan Devina nggak ada hubungannya denganku."Raka tiba-tiba melangkah maju, menatapnya dengan tajam, mencoba menemukan sedikit reaksi di matanya, sekadar sedikit gelomb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1083

    Seluruh tubuh Devina gemetar karena ancaman dalam kata-kata Raka. Apa maksudnya? Apakah dia akan membuat Grup Datau bangkrut suatu saat nanti?Kesadaran itu membuat Devina terguncang. Dia menatap pria di hadapannya dengan jelas. Dia tahu bahwa begitu Raka membuat keputusan, dia benar-benar bisa melakukannya."Raka, aku salah. Aku nggak seharusnya mengatakan hal-hal itu untuk memprovokasi Brielle, tolong jangan ganggu perusahaan ayahku ya?" Devina tiba-tiba meraih lengan Raka dengan ekspresi memohon.Raka menarik tangannya. Matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa tergerak, hanya muncul kilatan jijik sesaat.Pandangan Raka tertuju ke koridor tempat Brielle tadi menghilang. Suaranya dingin. "Singkirkan semua pikiran yang nggak pantas itu. Kalau kamu berani ikut campur dalam urusan aku dan Brielle lagi, aku pastikan Grup Datau akan lenyap total dari Kota Amadeus."Devina ketakutan oleh kata-katanya. Suaranya terdengar serak dan menahan tangis. "Raka, kamu nggak bisa begitu padaku. Aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 58

    Brielle tertawa dingin. "Kenapa? Harusnya aku yang tanya, kamu ke mana saja beberapa hari ini?"Raka mengusap pelipisnya. "Ke rumah sakit.""Raka, kalau kamu memang sudah nggak mau terusin pernikahan ini, kita bisa cerai," ujar Brielle dengan nada marah yang disengaja.Raka menyipitkan matanya menat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 105

    Brielle sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata tegas, "Faye, meskipun kamu nggak suka aku, tolong jaga ucapanmu. Hubunganku dengan Kak Harvis murni urusan pekerjaan, bukan hubungan nggak pantas seperti yang kamu tuduhkan."Selesai bicara, dia berbalik untuk pergi."Aku dengar kamu punya ana

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 73

    Saat berjalan di lingkungan Universitas Kedokteran, Faye sering dikelilingi oleh adik-adik kelas. Beberapa bahkan memintanya tanda tangannya. Faye merasa agak canggung, tetapi perasaan dipuja dan dihormati itu tetap menyenangkan baginya.Hanya saja, setiap kali ditanya bagaimana dia menemukan formul

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 42

    Raline benar-benar mulai panik. "Anya, Anya, Bibi minta maaf ya. Bibi juga minta maaf ke Mama kamu, boleh ya? Maaf ya ...."Anya tampaknya tidak menyangka bibinya akan minta maaf dengan begitu rendah hati. Dia berkedip menatap Raline, lalu akhirnya mengangguk pelan. Raline pun menghela napas lega. N

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status