Share

Bab 366

Author: Ayesha
Brielle menurunkan pandangan, menghindari tatapan Lambert.

Saat itu, pintu utama kembali terbuka. Frederick membawa Jonathan masuk dengan penuh hormat.

Melihatnya, Brielle segera berkata kepada Lambert, "Aku permisi sebentar."

Brielle mengambil segelas sampanye dan melangkah menghampiri mereka. Tak lama kemudian, Raka juga beranjak dari kerumunan tamu dan berjalan ke arah yang sama.

Frederick dengan sigap memperkenalkan, "Pak Jonathan, ini adalah Bu Brielle, presdir dari Hotel Muse."

Brielle men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
Yuyun Yuningsih1008
kesel banget sm s raka egois dia s brili dekat dengan siapun slalu ikut campur s akan ng boleh tp dia sendiri selingkuh sampai hamil apa mau nya s raka ini bikin jengkel,s brengsek raka sm pelakor slalu d puji2 hadeh
goodnovel comment avatar
Oliva Loda
ya eslah,rakaaaa,Raka..mau briele dekat dengan siapa saja bukan urusanmu kan.mengapa kamu jadi tukang sewot? ap kabar kamu??saat masih jadi suaminya briele,kamu sudah selingkuh selama bertahun-tahun,sampai hamil malah??
goodnovel comment avatar
Binar Praseya
bikin emosi aja baca nya najis liat karakter Raka dan devina
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1545

    Raka yang menyetir, sementara Brielle menunjukkan arah. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan, mereka sudah tiba di restoran.Matahari tengah hari terasa cukup terik. Setelah turun dari mobil, Brielle mengangkat tangan untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan. Saat itu juga, sebuah tangan ikut menaungi kepalanya.Brielle mendongak. Raka tersenyum. Wajahnya yang diterpa cahaya matahari tampak semakin tampan."Ayo."Mereka berjalan memasuki halaman restoran bergaya rumah pribadi itu.Hari itu pengunjung cukup ramai. Untungnya masih tersisa dua meja kosong.Di sana juga ada cukup banyak rekan kerja dari laboratorium. Beberapa meja yang sebelumnya ramai dengan tawa dan obrolan mendadak menjadi sangat hening saat melihat mereka berdua masuk.Brielle merasakan tatapan dari beberapa meja. Bagaimanapun juga, Raka memang terlalu mudah dikenali.Setelah mereka duduk, Brielle melihat para tamu yang tadi berbicara dengan suara keras kini langsung beralih menjadi berbisik-bisik.Setelah B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1544

    Anya mengangguk patuh, lalu kembali bermain. Raka menuangkan segelas air untuk Brielle. Kebetulan Brielle memang sedang haus. Dia menerimanya."Terima kasih."Tatapan Raka tertuju padanya."Brielle, penelitian ilmiah adalah sesuatu yang sangat mulia dan sangat berarti. Jangan merasa bersalah hanya karena nggak bisa selalu menemani putrimu. Mungkin sekarang dia belum sepenuhnya mengerti, tetapi saat dia tumbuh dewasa nanti, dia akan memahami bahwa ibunya sedang melakukan sesuatu yang luar biasa."Brielle tertegun. Dia tidak menyangka Raka bisa melihat perasaan itu.Namun, ucapan Raka benar-benar menghiburnya."Suatu hari nanti, dia akan merasa bangga memiliki ibu sepertimu. Itu juga akan menjadi teladan yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya."Brielle kembali terdiam. Ucapan Raka dipenuhi dorongan, kekuatan, sekaligus dukungan untuknya.Selama ini, dia selalu berusaha mencari keseimbangan antara karier dan perannya sebagai seorang ibu. Terkadang, ketika terlalu banyak waktu dicu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1543

    Malam itu sebenarnya Raka juga tidak minum banyak. Seingatnya, Raka hanya minum dua gelas anggur merah. Namun, apa pun maksud perkataannya, Brielle tidak ingin menanggapi apa pun sekarang. Dia mengernyit lalu berkata, "Sudah malam. Kamu pulang saja dulu."Brielle membuka pintu.Tiba-tiba Gaga berlari keluar dan berputar-putar dengan riang di sekitar kaki mereka. Raka mengusap kepala Gaga, lalu mengangkat kepala menatap Brielle."Gaga kubawa turun dulu."Brielle benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Namun melihat Gaga seolah mengerti, bahkan dengan antusias terus mengitari Raka, dia hanya mengangguk.Keesokan paginya.Brielle pergi menjenguk Harvis. Kondisi lukanya sudah pulih dengan baik dan keadaan mentalnya juga telah kembali seperti biasa. Bahkan asistennya membawa pekerjaan ke ruang rawatnya.Brielle sebenarnya ingin membujuknya untuk beristirahat, tetapi dia tahu seperti apa sikap Harvis terhadap pekerjaan. Harvis selalu mengejar kesempurnaan. Kalau hanya diminta beristirahat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1542

    "Harvis kali ini mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Budi itu terlalu besar. Aku butuh waktu untuk memikirkan cara terbaik membalasnya, tapi jelas bukan dengan cara yang kamu maksud."Sorot mata Raka seketika berbinar. "Aku mengerti."Ternyata memang dirinya terlalu larut dalam pikirannya sendiri dan terlalu tergesa-gesa mendesak Brielle dengan pertanyaan itu.Mereka masuk ke dalam lift. Brielle menekan tombol lantai 28, sementara Raka tidak menekan tombol lantai 27. Brielle pun mengulurkan tangan dan menekannya untuknya."Di rumahmu masih ada obat tidur? Beri aku satu strip lagi," tanya Raka tiba-tiba.Brielle menoleh menatapnya, matanya dipenuhi keterkejutan. "Strip yang kuberikan waktu itu sudah kamu habiskan?"Mata Raka dipenuhi senyum. "Kenapa? Memangnya ada masalah?""Menurutku kamu jangan minum obat tidur lagi, lebih baik pergi periksa ke dokter. Kondisimu sudah cukup serius. Aku sudah pernah bilang, obat tidur nggak boleh dikonsumsi berlebihan."Brielle benar-benar t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1541

    Anya juga memberikan kartu ucapan ulang tahun yang dibuatnya sendiri kepada Raka. Raka melihat tulisan tangan putrinya yang ditulis dengan sungguh-sungguh.[ Papa, selamat ulang tahun. Aku akan selalu, selalu mencintaimu! ]Mata Raka langsung memerah.Melihat putri kecilnya, dia baru benar-benar menyadari bahwa Anya telah tumbuh besar. Dia bukan lagi anak kecil yang setiap saat harus digendong dan dibujuk olehnya.Raka mengusap lembut puncak kepala putrinya dan berkata, "Terima kasih, sayangnya Papa."Setelah lewat pukul sembilan, Brielle juga harus pulang. Halaman rumah malam ini dihias dengan sangat indah dan Anya masih belum ingin pulang. Brielle pun mengizinkannya tetap tinggal, lalu membawa tasnya dan keluar lebih dulu.Baru saja melangkah keluar, dia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Saat menoleh, dia melihat Raka membawa kantong hadiah dan menyusulnya."Boleh nebeng mobilmu?" tanya Raka sambil tersenyum. Lalu dia menambahkan, "Aku minum alkohol malam ini."Brielle meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1540

    Kini, melihat pemandangan di hadapannya, dia akhirnya mengerti. Semua yang telah dia lakukan adalah demi saat seperti ini. Agar keluarganya dapat hidup tenang, bahagia, dan tanpa kekhawatiran."Kak, kok melamun sih? Ini ulang tahunmu, 'kan? Cepat ke sini!" Raline melambaikan tangannya sambil memanggil Raka."Raka, kami tinggal menunggumu." Emily juga melambaikan tangan kepadanya.Raka pun tersadar. Senyum lembut perlahan muncul di matanya. Dia melangkah maju, lalu berjalan menuju cahaya hangat yang seakan memang menyala untuk dirinya."Papa!" Anya turun dari kursinya, lalu berlari menghampiri seperti seekor burung kecil yang riang.Raka langsung mengangkat putrinya ke dalam pelukan, lalu menggendongnya menuju meja makan dan mendudukkannya di samping Brielle. Setelah itu, dia duduk di kursi yang berada tepat di seberang Brielle. Tatapannya secara alami tertuju pada wanita itu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Kali ini, dia tidak menghindari pandangan Raka. Dengan suara pelan, dia b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 718

    Larut malam menjelang dini hari, Raline mengantar Devina pulang untuk beristirahat. Saat dia menopang pergelangan tangan Devina, tiba-tiba jarinya meraba dua bekas lipatan yang tidak rata. Tanpa sadar, Raline membalik pergelangan tangan Devina dan melihatnya.Di pergelangan tangan kiri Devina, terny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 724

    Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence."Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?""Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 714

    Keindahan Brielle memang berbeda. Dia bukan tipe wanita ambisius yang agresif. Kelembutannya bagaikan bunga yang tenang, tetapi menyimpan ketajaman. Dia memiliki sebuah kekuatan yang bahkan membuat para pria terpukau.Sejak bertemu dengannya, pandangan Niro seolah tak bisa lagi berpaling. Selama Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 706

    Brielle melangkah ke arah lift dan menjawab singkat, "Ya."Raka mengikutinya masuk ke dalam lift. Jari-jarinya yang panjang menekan tombol lantai 27. Suasana di dalam lift terasa mencekam. Begitu tiba di lantai 27, Raka melangkah keluar lebih dulu.Brielle kembali ke apartemennya untuk merapikan bar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status