Share

Bab 398

Penulis: Ayesha
Meskipun saat itu lampu pejalan kaki sedang hijau, dari suara motor yang melaju kencang saja sudah bisa ditebak bahwa pengendaranya jelas adalah orang yang suka mengebut dan menerobos lampu merah.

Benar saja, sebuah motor melesat ke arah zebra cross. Saat jaraknya tinggal sekitar tiga meter dari Brielle, Harvis refleks menariknya ke dalam pelukan.

Motor itu melintas kencang di depan Brielle. Angin kencang yang ditinggalkan bahkan membuat rambut panjangnya berhamburan.

Lengan Harvis melindungi ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
setuju briele nikah dgn Lambert atau niro setia juga sayang dgn Anya drpd pecundang sama Anya aja Ndak sayang yg diotaknya cuma selakangan sundal hamil koq perutnya kempes ya keguguran la diforsir diranjang terus nempel dikantor dirmh diruang kerja dihotel KL keluar negeri selalu dibawa
goodnovel comment avatar
Muhammad Qolbi Jefri
kenapa brie kerja sama raka. jadi sering ketemu. aku mendukung raka sama davina. jangan sampai brie balikan lagi sama raka yg udh selingkuh dan hamilin davina. brielle berhak dapat laki laki yg lebih baik, mencintainya, setia dan perhatian sama dia. sama niro, lambert atau havis
goodnovel comment avatar
Andi Sary Nova
lama lama bikin bosan nich cerita masih muter-muter ditempat seolah-olah dunia ini sempit nanget hingga Brielle dan pecundang Raka selalu aja ketemu ade author please Brielle dikasih nikah aja sama salah satu pria" yg kagum dgnya biar pecundang Raka patah hati tiada obatnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1208

    "Apa? Kenapa dia melakukan ini? Kapan Keluarga Datau pernah menyinggungnya?" Flora juga terkejut dan tidak percaya."Aku ini bahkan menganggapnya calon menantu, tapi dia justru menusuk dari belakang seperti ini." Dada Declan naik turun dengan hebat. Mengingat bagaimana dulu dia menghormati dan menjilat Raka, kini yang tersisa hanya kebencian dan amarah.Kalau dipikir-pikir, sejak dulu Raka membantunya go public, lalu membantunya mengurus investasi luar negeri, setiap langkah seperti jebakan yang dirancang rapi. Dari awal sampai akhir, semuanya adalah bagian dari rencananya, hanya untuk membuat Grup Datau bangkrut."Bagaimana bisa Pak Raka melakukan ini? Bukankah dia dan Devina ...." Mata Flora memancarkan amarah besar. "Jangan-jangan semua ini disuruh oleh gadis sialan itu, Devina?"Baru saat itu Declan teringat pada putrinya, anak haramnya, orang yang dulu menjadi penghubung antara Keluarga Datau dan Raka.Declan langsung mengambil jaketnya dan keluar. Dia harus menanyakan semuanya de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1207

    Di rumah Keluarga Datau.Declan duduk di sofa, dalam semalam seolah-olah menua sepuluh tahun. Rambutnya berantakan, matanya cekung, sebatang rokok terselip di mulutnya, sementara sorot matanya dipenuhi amarah dan ketidakrelaan.Flora turun dari lantai dua. Sampai sekarang dia masih belum bisa menerima kenyataan. Bagaimana mungkin perusahaan yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba jatuh ke jurang kehancuran?Declan sedang menelepon. Begitu panggilan tersambung, dia langsung merendahkan sikapnya dan memohon, "Halo! Akhirnya kamu angkat juga. Bisa nggak kasih aku dana talangan jangka pendek? Begitu perusahaanku pulih, pasti langsung aku kembalikan.""Maaf sekali, kali ini aku benar-benar nggak bisa bantu.""Demi hubungan kita ....""Maaf ya, Pak Declan."Telepon langsung ditutup.Brak! Declan menggebrak meja dan meraung, "Dasar sekumpulan pengkhianat! Dulu sok akrab panggil saudara, sekarang satu per satu nggak angkat telepon atau bilang nggak punya uang! Sialan!"Dia masih ingat beberapa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1206

    Setelah keluar dari laboratorium, Brielle kembali ke kantor. Cherlina menjulurkan kepala masuk. "Kak Brielle, tadi kamu lihat Pak Raka nggak?"Gerakan Brielle yang hendak minum air sempat terhenti, "Dia sempat ke sini?""Ya, setengah jam yang lalu dia masuk ke ruang laboratorium, sekitar 20 menit baru keluar. Mungkin kalian lagi sibuk semua," kata Cherlina.Brielle sama sekali tidak menyadarinya. Namun, Raka memperhatikan perkembangan eksperimen itu sepenuhnya karena dia juga memikul tekanan, tekanan dari negara.Hari ini ada kabar baik dari perkembangan eksperimen. Brielle melirik waktu, sudah pukul 3.30 sore, sementara dia masih harus pergi ke laboratorium Derrick untuk rapat. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Raka.[ Malam ini aku ada rapat, kamu sempat jaga Anya? ][ Fokus kerja saja, Anya biar aku yang urus. ]Balasan singkat dan lugas, gaya khas Raka.Melihat pesan itu, hati Brielle sedikit lega. Terlepas dari bagaimana masa lalu mereka, dalam hal menjaga anak, Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1205

    Faye kembali ke dalam mobil, pikirannya masih kosong. Mengingat keberaniannya tadi memanggil Raka "kakak ipar" di depan umum, kini semuanya berubah menjadi rasa malu yang tak tertahankan.Tatapan dingin Raka masih terbayang di benaknya, seperti kutukan yang tak bisa dihapus, membuat rasa malunya semakin menjadi-jadi.Bagaimana sebenarnya Devina menjaga hubungan dengan Raka? Bukankah saham Grup Pramudita di Grup Datau juga diberikan kepadanya? Bukankah itu juga bentuk cinta?Apalagi, 6 triliun bagi Raka sama sekali bukan angka besar.Baru sekarang Faye menyadari, hubungan Raka dan Devina benar-benar sudah sampai di ujung jalan. Artinya, mimpi Devina menjadi Nyonya Pramudita benar-benar sudah hancur.Kesadaran ini justru seperti suntikan penenang dalam dirinya, membuatnya sedikit merasa lega.Dulu, saat mengetahui hubungan Raka dan Devina, dia memang sangat iri. Memikirkan seorang anak haram justru memiliki kehidupan yang lebih baik darinya, dia sama sekali tidak rela.Baru saja tadi, si

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1204

    Faye yang masih hendak memohon tiba-tiba mendengar sekelompok orang berjalan dari arah lobi lift. Dia langsung mengangkat kepala dan menoleh.Terlihat sekelompok pria berjas mengelilingi seorang pria muda dengan aura kuat yang berjalan di tengah. Sosok pria itu tegap, rambut putihnya sangat mencolok. Kalau bukan Raka, siapa lagi?Raka sedikit menoleh mendengarkan pria di sampingnya berbicara. Tatapannya tajam, langkahnya mantap.Jantung Faye langsung berdegup kencang. Hampir tanpa berpikir, dia berlari ke arah Raka dan berteriak, "Kakak Ipar!"Panggilan itu begitu keras dan mendadak, langsung memecah suasana tertib di lobi. Semua orang berhenti dan menatap gadis yang berteriak itu dengan heran.Langkah Raka terhenti. Dia menoleh ke arah wanita yang berlari dari depan resepsionis. Tatapannya yang dalam dan dingin tertuju pada Faye, seperti pisau tajam tanpa sedikit pun kehangatan.Tubuh Faye langsung merinding karena tatapannya, tetapi dia tetap memaksakan diri berbicara, "Kak Raka, tol

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1203

    Faye menggigit bibirnya erat-erat. Dia berjalan menuju toilet untuk menenangkan diri. Baru saja masuk ke bilik, dia mendengar rekan-rekan kantor masuk."Kalian lihat berita tentang Grup Datau? Katanya Keluarga Datau sudah mau bangkrut.""Dari dulu juga sudah banyak kabar buruk tentang mereka, aku saja heran mereka bisa sampai go public.""Bukan cuma bangkrut, di berita katanya bisa terkait masalah ekonomi serius, mungkin ada yang sampai masuk penjara.""Gelar putri kaya Faye itu sudah nggak bakal bertahan lagi, lihat saja dulu dia betapa sombongnya.""Dulu posisinya tinggi sekali, tapi sekarang? Hah, asal nggak terlilit utang saja sudah bagus."Di dalam bilik, Faye menahan emosinya sekuat tenaga. Dulu orang-orang ini selalu mengagumi dan menjilatnya, sekarang justru menghinanya saat dia jatuh. Bahkan untuk keluar membantah mereka pun dia tidak punya keberanian.Setelah masuk ke mobil, Faye menelepon Devina. Meskipun membenci Devina karena mengambil saham perusahaan, sekarang perusahaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 375

    Brielle melirik jam tangan dan berkata pelan, "Nenek, sudah cukup malam. Aku harus mengantar Anya pulang."Emily menepuk tangannya dengan lembut. "Jangan buru-buru, Nenek ada hadiah untukmu." Dia lalu mengambil sebuah kotak kayu berukir indah dari tas di sampingnya. "Ini gelang giok yang sengaja Nen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 366

    Brielle menurunkan pandangan, menghindari tatapan Lambert.Saat itu, pintu utama kembali terbuka. Frederick membawa Jonathan masuk dengan penuh hormat.Melihatnya, Brielle segera berkata kepada Lambert, "Aku permisi sebentar."Brielle mengambil segelas sampanye dan melangkah menghampiri mereka. Tak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 402

    "Pak Lambert, Pak Liam sudah pergi ke Negara Frensis.""Segera pesan tiket pesawat untukku ke sana.""Pak Lambert, Anda masih mau menemuinya? Dia sudah mantap mendukung paman Anda dalam rapat dewan. Lagi pula, Anda sudah tiga kali memohon padanya, tapi dia tidak pernah menunjukkan sikap ramah sediki

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 384

    Di ruang rapat, lebih dari sepuluh perwira tinggi militer dan pakar medis sudah menunggu cukup lama. Raka masuk bersama seorang jenderal dan duduk di kursi utama masing-masing tim.Di seberang meja, seorang pria paruh baya segera berdiri menyambut. "Dokter Brielle, akhirnya bisa bertemu langsung den

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status