Share

Bab 620

Penulis: Ayesha
"Barusan, buket bunga yang aku lempar ... sebenarnya aku ingin sekali memberikannya padamu. Tapi begitu melihat kamu nggak ada di tempat dudukmu, kamu pergi ke mana?" tanya Syahira.

"Aku keluar sebentar untuk angkat telepon."

"Sayang sekali! Padahal aku benar-benar ingin kamu yang menerimanya, tepat di depan Raka!" ujar Syahira sambil tertawa.

Brielle hanya menggeleng sambil tersenyum. "Lebih baik diberikan ke wanita lain yang memang ingin menikah."

Malam itu, Brielle tetap menginap di hotel ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
wah seru padahal kalau sampai brielle bnr2 dpt buket bunga dr syahira didepan mata Raka lgs....wkwkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1060

    Raka memejamkan mata, bahkan kelopak matanya tidak terangkat sedikit pun."Kamu yang tangani." Suaranya dingin, tanpa sedikit pun emosi.Gavin langsung mengerti maksudnya. Dia mengambil ponsel, lalu berjalan ke arah balkon untuk menjawab panggilan itu."Bu Devina, ada perlu apa?" tanya Gavin dengan nada sopan."Di mana Raka? Aku sudah berkali-kali meneleponnya, tapi nggak tersambung. Apa dia lagi sibuk?" Suara Devina seperti biasa, lembut dan ramah."Pak Raka lagi rapat dan nggak bisa menerima telepon. Kalau ada sesuatu, bisa sampaikan padaku," jawab Gavin."Sebenarnya nggak ada apa-apa. Aku cuma ingin tanya kabarnya," ucap Devina sambil tersenyum."Pak Raka baik-baik saja. Bu Devina nggak perlu khawatir.""Baiklah, kalau begitu aku nggak akan ganggu." Devina pun menutup telepon.Gavin memegang ponsel itu, lalu kembali duduk. Dulu, tidak peduli seberapa tidak sabarnya Raka, di permukaan dia tetap menjaga formalitas. Setidaknya hubungan sosial dasar masih dipertahankan.Sekarang, setela

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1059

    Kata-kata Brielle dari awal sampai akhir sepenuhnya berdiri di sudut pandang objektif dan rasional. Tidak terdengar sedikit pun emosi pribadi di dalamnya.Bagaimana mungkin Raka tidak mengerti? Dari sudut pandang medis, dia memang benar."Aku mengerti maksudmu," kata Raka dengan suara serak. Namun kemudian, dia melanjutkan dengan nada rendah dan tegas, "Tapi aku nggak membutuhkannya."Nada suaranya mengandung keteguhan yang tak bisa digoyahkan.Suara Brielle yang semula tenang tiba-tiba mengandung sedikit kejengkelan. "Raka, sekarang kalau cuma mengandalkanmu seorang sebagai donor, risikonya sangat besar. Lagi pula, kamu baru beberapa kali diambil darah saja sudah jatuh sakit. Jangan terlalu melebih-lebihkan kondisi fisik sendiri."Kerutan di antara alis Raka tiba-tiba mengendur. Bahkan tanpa sadar, sebuah senyuman yang sangat tipis muncul di sudut bibirnya. Jadi, alasan Brielle bersikeras mempertahankan Devina sebenarnya juga karena diam-diam mengkhawatirkan kondisi tubuhnya?"Kamu ..

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1058

    Di pihak laboratorium, Brielle baru saja keluar dari laboratorium. Ada beberapa data yang perlu dia diskusikan dengan Smith. Saat baru sampai di depan pintu, dia mendengar Smith sedang menelepon.Brielle berniat datang lagi nanti, tetapi tepat saat itu dia mendengar Smith berkata kepada orang di seberang telepon,"Pastikan bawa dokumen aslinya. Kali ini Pak Raka ingin benar-benar mengakhiri transaksi dengan Bu Devina. Jangan sampai terjadi kesalahan."Langkah Brielle langsung terhenti. Dia menoleh kembali ke arah kantor dan mengerutkan kening. Raka ingin mengakhiri transaksi dengan Devina?Saat itu, asisten Smith datang dan bertanya kepadanya, "Profesor Brielle, cari Doktor Smith ya?"Smith yang sedang menelepon juga melihat Brielle melalui jendela besar, lalu mengatakan sesuatu kepada orang di ujung telepon sebelum menutup panggilan."Brielle, ada perlu denganku?" tanya Smith sambil keluar dari kantor.Brielle mengangguk. "Ada beberapa set data yang ingin kudiskusikan. Apa Doktor puny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1057

    Sepertinya Brielle hanya bisa menunggu sampai dokter dan Gavin datang sebelum pergi.Brielle berdiri di depan jendela besar, bersabar menunggu. Sambil menunggu, dia juga memandangi langit biru cerah di luar jendela, dengan awan putih yang melayang perlahan.Meskipun Raka memejamkan mata, rasa pusing dan sakit kepala akibat demam tinggi terus menyerangnya. Namun, dia bisa merasakan bahwa Brielle masih berada di dekatnya. Dia memaksa membuka kelopak mata yang terasa berat, tidak ingin benar-benar tertidur."Uhuk!" Raka terbatuk pelan.Brielle berbalik. Melihat Raka sudah duduk kembali, dia berjalan ke meja minum, menuangkan segelas air hangat, lalu menyodorkannya.Wajah Raka terlihat agak pucat. Karena demam tinggi, ujung matanya sedikit merah. Di mata yang dalam itu berkurang sedikit ketajamannya.Raka menerima air itu, menatap Brielle, lalu berkata pelan, "Terima kasih."Brielle membalas dengan nada datar, "Dokternya seharusnya sudah dalam perjalanan."Setelah mengatakan itu, dia tanpa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1056

    Brielle mengerutkan kening dan berkata, "Asistenmu nggak bisa menghubungimu. Dia sangat khawatir, jadi menyuruhku datang melihatmu."Raka mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut, lalu bersandar pada kusen pintu. "Nggak apa-apa, hanya sedikit ... demam."Melihat keadaannya, Brielle memang merasa dia seperti sedang demam."Suruh orang antar kamu ke rumah sakit," usul Brielle."Nggak perlu. Setelah tidur sebentar juga akan membaik." Raka menggeleng. Setelah itu, dia juga tidak menutup pintu dan langsung berjalan menuju ruang tamu.Brielle mengernyit. Cara pria ini menghadapi sakit masih saja begitu asal-asalan. Namun, Brielle tidak ingin ikut campur. Kemungkinan besar panggilan Gavin tidak diangkat hanya karena tadi dia sedang mandi dan tidak mendengarnya.Brielle berbalik hendak pergi. Tiba-tiba, dari dalam rumah terdengar suara kaca pecah. Langkahnya langsung terhenti. Dia kembali ke pintu dan melangkah masuk ke area foyer.Di ruang tamu, Raka menahan tubuhnya dengan satu tangan di me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1055

    [ Jadi, ini berarti kamu setuju? ][ Setuju apa? ][ Setuju jadi pacarku. ]Jay menarik napas dalam-dalam lalu menekan kirim.Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu, Jay tidak mendapat balasan. Dia langsung menekan nomor Siria dan meneleponnya."Halo!" Terdengar suara Siria dari seberang."Siria." Suara Jay begitu bersemangat sampai sedikit serak. "Aku ... aku menyukaimu. Kamu mau jadi pacarku?""Jay, sekarang sudah hampir jam 2 pagi. Kamu mabuk ya? Jangan-jangan kamu salah orang lagi?" Siria bertanya dengan nada serius.Kepala Jay langsung berdengung. Dia teringat malam ketika dia pernah salah mengira Siria sebagai Devina. Dengan nada cemas tetapi tulus, dia berkata, "Nggak. Siria, aku nggak salah orang.""Aku ingin mengatakan langsung padamu kalau yang kusukai adalah kamu. Kamu, Siria. Aku ingin secara resmi dan sungguh-sungguh memintamu menjadi pacarku."Di sana, Siria terdengar tertawa. Akhirnya, dengan sedikit nada tak berdaya tetapi juga geli, dia berkata, "Aku belum pernah de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 594

    Brielle buru-buru menutup mulut setelah bersin. Saat ini seluruh tamu sudah hadir dan Brielle tidak mungkin meminta pindah tempat. Jika harus duduk di sini selama dua jam penuh, dia pasti akan benar-benar masuk angin.Saat itu, Lambert melepas jasnya. Tanpa bertanya apa pun, dia langsung menyampirka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 563

    Seiring musik pengiring mengalun, jari-jari kecil Anya menari lincah di atas tuts hitam-putih. Alunan nada mengalir mulus dan merdu memenuhi seluruh aula.Brielle diam-diam mengikuti ritme dan menghitung ketukan putrinya. Dia mendapati bahwa kali ini Anya bermain sangat stabil. Malah Brielle sendiri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 591

    Derrick mengangguk, "Dari luar, tampaknya cuma sebatas kerja sama komersial dalam bidang teknologi. Tapi pertukaran teknologi yang lebih mendalam, tentu akan terbentuk secara alami di dalam kerja sama tersebut."Selesai berbicara, dia menatap Brielle secara khusus.Brielle langsung memahami pola ker

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 568

    "Alasan aku mengumpulkan semua orang hari ini adalah untuk mengumumkan sebuah kabar baik." Suara Madeline terdengar jelas dan lantang. "Melalui keputusan bulat dewan universitas, diputuskan untuk memberikan gelar profesor secara khusus kepada Brielle, juga merekrutnya sebagai dosen tamu di universit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status