مشاركة

Bab 636

مؤلف: Ayesha
Dengan begitu, dua orang itu duduk di ruang rawat yang tenang sambil membaca buku masing-masing. Sesekali, mereka juga membicarakan urusan pekerjaan.

Pukul 2 siang, Brielle membaca sampai merasa sedikit mengantuk. Dia sedang menopang kening dan memejamkan mata sedikit ketika pintu tiba-tiba terbuka.

Raka mengenakan mantel panjang hitam, membawa hawa dingin saat melangkah masuk. Pandangannya berhenti dua detik pada Brielle, lalu seketika beralih ke Lambert di ranjang. "Gimana kondisimu?"

Brielle
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (5)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ya iyalah...yakin brielle sdh melepaskanmu..walau msh ada rasa sakit kdg2 wkt meliat mu dan pelakor itu..tp hati brielle sdh mantap melepasmu sepenuhnya....jgn telalu PD blg brielle msh ga melepakan....buktinya kamu ajak bicara aja dia ga jwb., semangat Lambert semoga berhasil mendapatkan hati brei
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Krn Raka yg selalu ada buat Davina juga membelikan dress yg super mahal uang rmh dan segala kemewahan dan hub kan dgn juri2 terkenal dgn ancaman mungkin JD bisa dpt pengjargaan
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Raka kan buncin dan selalu ada u jalang JD jalang arogan sombong kayaknya Raka yg mendampingi Davina dpt penghargaan international dan plg ke.negara sama2 terus kunjungi lambert
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1244

    Ekspresi Raka seketika membeku beberapa detik, tapi hampir secara refleks dia menolak, "Nggak bisa."Reaksi itu sudah diduga Brielle. Dia lebih memilih melewatkan kesempatan berdamai daripada mengungkapkannya, ya?"Kenapa?" Brielle menatap lurus ke matanya, suaranya tenang tapi tidak memberi ruang untuk menghindar. "Sebenarnya apa yang disembunyikan di dalamnya? Sampai kamu rela membiarkan aku terus membencimu demi merahasiakannya?"Jakun Raka kembali bergerak, sorot matanya rumit dan sulit dibaca. "Kamu bisa mengajukan syarat lain untuk ditukar, tapi yang ini nggak bisa. Tapi aku bisa jamin, rahasia ini nggak ada hubungannya dengan kamu, dan nggak akan menyakiti siapa pun."Brielle menggigit bibirnya. Meskipun sudah bercerai dan Brielle sudah tumbuh lebih dewasa, setiap kali berhadapan langsung dengan Raka, sudut matanya tetap saja memerah."Raka, kamu selalu seperti ini. Kamu merasa berhak menentukan apa yang boleh aku tahu dan apa yang harus kamu sembunyikan dariku. Ini masalah terb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1243

    "Tuan Raka, kecap di rumah habis, aku mau ke supermarket untuk beli. Tolong jaga Nyonya, ya!" Setelah berkata demikian, Lastri meletakkan hadiah di atas lemari, lalu berjalan ke arah pintu. Tak lama kemudian, dia sudah keluar.Brielle mengernyit. Lastri jelas sengaja mencari alasan untuk pergi. Tiba-tiba dia merasa canggung, lalu menutup laptopnya. Raka duduk di sofa seberangnya, tatapannya masih tertuju pada lengan Brielle yang dibalut perban. "Lukanya masih sakit?""Nggak lagi," jawab Brielle sambil menunduk."Rapat kali ini berjalan sangat lancar, aku juga dapat banyak hal." Raka menatapnya. "Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal investasi selanjutnya."Brielle memalingkan wajah, melihat ke arah pemandangan di luar jendela, lalu menjawab pelan, "Aku tahu."Raka menunduk. "Aku tahu sekarang aku sudah nggak punya hak untuk menjelaskan apa pun kepadamu, tapi ada beberapa hal yang tetap harus aku katakan."Brielle menoleh kembali menatapnya. Dia tidak tahu apa yang ingin dijelaskan Raka,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1242

    Raline menggigit bibirnya dan melanjutkan, "Kak Brielle, aku bisa jamin, benaran nggak ada apa pun di antara kakakku dan Devina. Selama ini dia membiarkan Devina tetap di dekatnya hanya karena penyakit Ibu."Brielle menghela napas pelan. "Semuanya sudah lama berlalu, nggak perlu dibahas lagi.""Nggak, belum berlalu." Raline menatapnya dengan tegas. "Di hati kakakku cuma ada kamu. Kulihat hidupnya juga nggak baik setelah bercerai. Kadang dia sering sendirian di ruang kerja. Bahkan, aku pernah lihat dia sedang membaca catatan kamu menemaninya di rumah sakit."Brielle mengernyit. Mengingat catatan itu, dia malah ingin mengambilnya kembali dan menghapusnya.Raline tidak menyadari Brielle sedang melamun, dia terus bicara, "Kak Brielle, aku tahu aku sudah nggak pantas lagi mengatakan ini, tapi kakakku sudah tahu dia salah, dia juga sedang berusaha berubah.""Raline." Brielle memotongnya dengan lembut, "Aku tahu dia sedang berubah, tapi ada banyak hal yang memang nggak bisa kembali seperti du

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1241

    Hari keempat pagi-pagi, Brielle sudah pulang ke rumah. Anya pergi ke sekolah, Lastri membuatkan bubur bergizi untuk memulihkan tubuhnya. Walaupun Brielle ada di rumah, pikirannya tetap tertuju pada laboratorium. Di sofa ruang tamu, dia tidak pernah lepas dari laptop. Di sampingnya, Gaga juga sudah melepas perban dan luka di tubuhnya sudah mulai mengering dan membentuk keropeng.Mulai sekarang, Lastri hanya akan mengajaknya jalan-jalan di area kompleks bawah, tidak lagi membawanya ke taman luar.Pukul lima sore, Raline menggandeng Anya pulang. Dengan tas kecil di punggungnya, Anya melompat-lompat dengan ceria."Mama sudah pulang!" seru Anya sambil berjalan mendekat.Brielle mengenakan baju lengan panjang, jadi Anya tidak menyadari bahwa lengan ibunya terluka. Raline kemudian berkata, "Anya, bilang ke Mama, malam ini kamu mau tidur sama siapa?""Mama, aku masih boleh tidur sama Tante nggak?" tanya Anya langsung dengan nada memohon. Dia pikir karena Brielle sudah pulang, dia tidak bisa la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1240

    Devina menggigit bibir merahnya. Raka pergi ke luar negeri? Untuk apa?Tepat saat itu, dia mendengar suara mobil dari luar. Dia segera menghapus riwayat obrolan dengan Gavin di ponselnya. Jangan sampai Ignas tahu dia meminta hadiah dari Raka.Devina mengenakan gaun tali tipis berwarna merah anggur yang seksi, lalu dia melangkah turun dari lantai dua dengan anggun. Namun, begitu melihat Ignas masuk dengan wajah muram tanpa meliriknya sama sekali, hatinya langsung berdegup kencang."Ignas, ada apa?" Devina mendekat dengan nada khawatir.Ignas duduk di sofa, lalu tiba-tiba meninju bantal dengan keras. Nada suaranya suram. "Raka diundang ke konferensi Solar Valley. Kali ini, entah berapa banyak lagi sumber daya yang akan dia dapatkan."Jantung Devina langsung berdegup keras. Konferensi Solar Valley diadakan tiga tahun sekali. Itu adalah pertemuan para pemimpin bisnis top dunia. Yang diundang semuanya tokoh berpengaruh di bidangnya. Dia ingat tiga tahun lalu Raka sudah pernah ikut, tak disa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1239

    Gavin berbalik untuk menerima telepon. Cherlina baru sadar kalau ponselnya tertinggal, lalu dia berkata kepada Brielle, "Brielle, tunggu aku sebentar, ponselku ketinggalan."Brielle mengangguk. Tak lama kemudian, terdengar suara Gavin. "Bu Devina, ada perlu?"Brielle tanpa sadar menoleh ke arah Gavin. Lalu, Brielle mendengar dia tetap berbicara dengan nada profesional, "Pak Raka lagi dinas di luar negeri. Untuk jadwal detailnya nggak bisa kami beri tahu.""Saat ini aku juga nggak bisa menghubungi Pak Raka, mohon maaf.""Daftar hadiah?" Suara Gavin terdengar agak terkejut. "Maksudnya hadiah seperti apa?""Maaf, soal itu aku nggak bisa ambil keputusan atas nama Pak Raka. Silakan tunggu sampai beliau kembali ke dalam negeri."Entah apa yang dikatakan Devina di sana, nada suara Gavin mulai terdengar sedikit tidak sabar. "Aku mengerti perasaanmu, tapi urusan pribadi Pak Raka bukan wewenangku untuk campur tangan. Maaf ya, aku masih ada urusan."Gavin langsung menutup telepon lebih dulu. Saat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 763

    Tak lama kemudian, pelayan yang tadi mengantarkan minuman kembali membawa segelas air lemon untuk Brielle. Brielle meliriknya sekilas, tetapi tidak menyentuhnya.Sepanjang makan siang, Brielle sama sekali tidak meminum air lemon itu. Raka jelas menyadarinya, tetapi ekspresi wajahnya tidak memperliha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 759

    Malam hari, Brielle sedang membereskan beberapa urusan pekerjaan. Pukul 9 malam, dia menerima pesan dari Niro yang mengatakan bahwa dirinya sudah tiba di Amadeus dan besok pagi akan menemaninya terbang ke Kyoza.[ Besok jam 8 pagi aku jemput kamu ke bandara. ]Brielle sebenarnya tidak ingin merepotk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 784

    Xena berdiri di samping, menatap Brielle yang sudah melangkah masuk ke lobi. Dia tak kuasa bertanya kepada Faye, "Faye, tadi yang antar Brielle pulang itu siapa?"Naik mobil mewah dan juga tampan.Faye menjawab singkat, "Lambert, presdir Grup Seraphine."Xena langsung terkejut dalam hati. Tak disang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 756

    Jari-jari Faye tanpa sadar mengepal dengan kuat. "Aku tahu."Setelah Madeline pergi, Faye menarik napas dalam-dalam. Sekarang Brielle sudah dikenal secara internasional, sementara dirinya masih hanya bekerja sebagai asisten peneliti.Tak lama kemudian, Harvis masuk ke laboratorium bersama Brielle. M

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status