Share

Bab 93

Penulis: Ayesha
Ekspresi Brielle langsung berubah.

Malam ini, Devina mengenakan gaun malam ungu rancangan khusus yang harganya selangit. Dengan postur tubuhnya yang tinggi semampai dan aura memikatnya, dia langsung menjadi pusat perhatian begitu muncul.

Pria yang berdiri di sampingnya, Raka, bak bulan purnama yang memudarkan cahaya pria-pria lain di sekitarnya.

Kehadiran mereka langsung menarik seluruh perhatian di aula pesta malam itu. Devina tampak menikmati tatapan semua orang. Dia tampil percaya diri dan an
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Brielle disuruh ganti baju jg sok ga mau ...
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kan...jd suami tolol ga berguna...malah sama selingkuhan...istri dihin2 di depan mata....cocoknya mmg buang ke sampah tu suami
goodnovel comment avatar
Ivan Williams
emang bodoh dia mAh mau keacara gala Amal biar kerja juga harus p3rhariin penampilan dengerin omongan harvis yg cupu itu, jenius Dr mama si harvis apa2 ga B's juga ,
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1523

    Melihat Raka baru saja selesai mandi, Brielle tahu pria itu pasti tidak akan bisa bersiap secepat itu.Dia pun langsung berkata, "Aku turun duluan."Melihat wanita itu melangkah pergi dengan tergesa-gesa, sudut bibir Raka sedikit terangkat. Seulas senyum melintas di bibirnya.Saat tiba di lobi lantai satu, Brielle melihat Gavin sedang memeluk laptop dan menyapanya, "Selamat pagi, Bu Brielle.""Selamat pagi." Brielle membalas dengan sebuah senyuman, lalu berjalan menuju pantai.Baru sekitar pukul 10 pagi, Raka akhirnya datang ke pantai. Dia sudah mengenakan setelan olahraga berwarna abu-abu muda. Senyum tipis yang nyaris tak terlihat menghiasi sudut bibirnya, menandakan suasana hatinya sedang sangat baik."Papa!" Anya berlari menghampirinya seperti seekor burung kecil.Raka langsung mengangkat putrinya dengan kedua tangan, lalu memutarnya satu kali di udara. Tawa renyah Anya terdengar hingga jauh.Brielle duduk di bawah payung pantai. Mendengar tawa putrinya, tanpa sadar sudut bibirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1522

    Raka tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam kembali berdiri di sisi Brielle. Cahaya api unggun yang menari di kejauhan membuat sorot matanya tampak makin dalam.Kali ini, dia tak lagi menghalangi pandangan Brielle. Pada akhirnya, tatapannya tertuju pada buket bunga yang dipeluk Brielle. Seolah dari sanalah dia memperoleh sedikit penghiburan."Dulu kamu jarang mengidolakan artis." Raka menunduk menatapnya.Brielle sedikit tertegun. Memang benar. Dahulu, hampir seluruh hidupnya dipenuhi oleh Raka dan putri mereka. Dia bahkan tidak punya waktu ataupun keinginan untuk mengidolakan selebritas."Orang pasti berubah," jawab Brielle. "Dulu aku nggak punya waktu, juga nggak punya suasana hati untuk itu."Hati Raka terasa seperti ditusuk jarum. Dia teringat, dahulu ketika beberapa foto dirinya menghadiri forum bisnis beredar di internet, banyak netizen perempuan meninggalkan komentar di bawahnya.Malam itu, ketika dia pulang ke rumah, Brielle langsung melingkarkan kedua tangan di lehernya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1521

    Raline menggandeng Anya menuju sebuah kios yang menjual bunga. Mawar-mawar yang dibungkus dengan kertas warna-warni itu tetap tampak segar dan indah meski di bawah langit malam.Dia membeli satu buket, lalu menarik Anya mendekat dan berbisik, "Anya, kasih bunga ini ke Papa, terus suruh Papa kasih ke Mama."Anya langsung mengangguk. Sambil memeluk buket bunga itu, dia berlari menghampiri Raka bak burung kecil yang riang. Dia mendongakkan wajah mungilnya dan berkata, "Papa, ini buat Papa."Raka sedikit terkejut melihat buket bunga di tangan putrinya. Tak lama kemudian, dia melihat Raline yang berdiri tidak jauh dari sana tersenyum penuh kelicikan sambil menggerakkan bibir tanpa suara. 'Kasih ... ke ... Kak Brielle.'"Terima kasih, Sayang." Raka menerima buket bunga itu. Tatapannya dipenuhi senyuman, bercampur sedikit rasa tak berdaya sekaligus kasih sayang.Tentu saja dia mengerti maksud adiknya. Dia menunduk melihat buket bunga di tangannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Brielle ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1520

    Namun, waktu telah berlalu. Segalanya sudah berubah. Kini, Brielle menyukainya atau tidak, rasanya sudah tidak lagi berarti. Terlebih lagi, tato itu pernah menjadi sesuatu yang membuatnya sangat menderita.Permukaan air kolam bergoyang pelan, sementara sinar matahari terasa sedikit menyilaukan. Tatapan Raka tetap terkunci padanya, seolah masih menunggu jawabannya.Bulu matanya yang lebat dipenuhi butiran air, bagai deretan kipas kecil, membuat sorot matanya tampak makin dalam bak lautan."Yang penting kamu suka." Brielle menundukkan pandangannya. Jawabannya tetap sama seperti tadi. Cahaya di mata Raka sedikit meredup.Raka tahu Brielle sedang menghindari pertanyaannya, jadi dia tidak memaksanya untuk menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku suka."Dua kata itu diucapkan dengan pelan tetapi jelas, mengandung keyakinan yang tak perlu diragukan lagi.Brielle tetap menunduk sambil menggerakkan air dengan ujung jarinya. Raka mengambilkan pelampungnya, meny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1519

    Di seberang kolam, Anya langsung panik. "Mama, Mama nggak apa-apa?"Anak kecil itu langsung hendak mengayuh pelampungnya untuk menghampiri. Namun, sebuah tangan segera menariknya."Nggak apa-apa. Ada Papa yang melindungi Mama."Dalam situasi seperti ini, mana mungkin Raline membiarkan si kecil mengganggu? Tentu harus ditahan.Sambil mengusap air di wajahnya, Brielle menenangkan putrinya. "Anya, Mama nggak apa-apa. Jangan khawatir."Brielle menyeka tetesan air yang menutupi matanya. Begitu membuka mata, yang pertama kali dilihatnya adalah garis-garis tubuh yang kencang dan kekar tepat di hadapannya.Tubuhnya seketika membeku. Wajahnya pun mulai terasa panas.Tangan Raka masih melingkari pinggangnya dengan erat. Telapak tangannya pun memancarkan kehangatan yang begitu nyata.Posisi mereka terlalu dekat. Begitu dekat hingga seolah membawa mereka kembali ke tahun-tahun ketika mereka masih sangat mesra.Tepat pada saat itu, Brielle melihat tato di dekat jantung Raka. Tatapannya langsung mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1518

    Kolam renang berada di teras yang memanjang dari lantai satu vila dan terhubung langsung dengan bagian dalam rumah melalui pintu kaca besar.Air kolam yang jernih berkilauan diterpa sinar matahari sore. Anya mengenakan pelampung dan sedang asyik bermain air."Papa, Mama, kalian datang!" Dia menatap orang tuanya yang datang bersama dengan wajah penuh kegembiraan.Raline juga tampak terkejut sekaligus senang melihat pemandangan itu. Sebulan yang lalu, dia bahkan tidak berani membayangkan momen seperti ini.Sekarang, dia merasa harapan yang selama ini dinantikannya benar-benar memiliki peluang untuk menjadi kenyataan.Raka melempar handuk ke kursi santai, lalu berjalan ke tepi kolam. Dengan gerakan yang lincah, dia langsung melompat ke dalam air, memercikkan cipratan yang cukup besar.Dalam sekejap, dia sudah menyelam beberapa meter sebelum akhirnya muncul kembali di samping putrinya. Tetesan air mengalir dari rambut pendeknya yang rapi hingga ke wajahnya yang tampan."Papa hebat sekali!"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 51

    Malam ini adalah perayaan ulang tahun perusahaan ayah Devina. Brielle jelas tidak termasuk dalam daftar undangan!Pramusaji berjongkok memungut gelas yang pecah, lalu Brielle berkata dengan tulus, "Hati-hati, jangan sampai tanganmu terluka."Sikap Brielle yang perhatian membuat pramusaji itu merasa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 30

    Tatapan Brielle tiba-tiba berubah dingin. "Raka, aku nggak mau dengar penjelasan, apalagi bertengkar denganmu. Kalau kamu mau pergi, silakan pergi. Kepalaku sakit sekali, jangan ganggu aku lagi." Selesai bicara, Brielle langsung melangkah naik ke lantai atas.Pria di lantai bawah sempat terdiam, tap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 63

    Kepala sekolah dan para guru yang berada di samping pun diam-diam menghela napas lega. Untungnya, ayah Bobby adalah orang yang tahu diri dan peka terhadap situasi."Biasanya aku suruh kamu didik anak dengan baik, tapi kamu malah sibuk main mahjong setiap hari! Lihat sekarang, anak nggak tahu sopan s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 23

    "Tidur di ranjang saja," kata Raka datar.Brielle melirik ponselnya, saat ini baru lewat tengah malam. Dia langsung mengambil keputusan untuk pulang.Kemudian, dia mengambil jaket dan menyampirkannya ke bahu, lalu menggenggam ponselnya. "Nggak perlu, aku pulang saja tidur di rumah."Gerakan Raka yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status