แชร์

Bab 1190

ผู้เขียน: Ayesha
Pria ini memang sangat pandai menyembunyikan semua emosinya di balik ketenangan, membuat orang lain sulit menebak isi hatinya.

"Baik, besok aku kembali ke tim BCI," akhirnya Brielle mengangguk.

Raka terdiam sejenak, lalu tetap mendesak, "Hari ini kamu serahkan dulu pekerjaanmu, sore ini langsung kembali ke tim itu."

Rasa heran muncul di mata Brielle. Kenapa sampai terburu-buru begini? Bagaimanapun, sikap Raka hari ini memang terasa aneh. Bukan hanya tiba-tiba memulai proyek baru, dia juga secara
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Nisa Nisa
kapa ya si raka bisa bahagia....terlalu besar beban yg dipikulnya
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
iyaa....thor jgn banyak teuing mengarangmya...bisa2 mpe th depan gak tamat2...hadeuuuh
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
kasihan Raka.. harus memikul beban mental yang besar..
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1539

    "Sudahlah, jangan asal bicara. Ayo, temani aku beli pena untuknya," kata Brielle sambil menarik tangan Syahira.Syahira tidak melanjutkan godaannya. Meski dia tidak mengatakannya, Brielle sebenarnya juga tahu. Raka sudah melakukan begitu banyak hal. Tujuannya sudah sangat jelas."Ayo. Tapi kamu yakin mau kasih dia pena?""Ya." Brielle mengangguk dengan mantap. "Aku sudah yakin.""Pena juga boleh sih. Siapa tahu Raka malah berpikir suatu hari nanti dia akan pakai pena itu untuk menandatangani surat rujuk kalian."Makin dipikirkan, tebakan Syahira makin tidak masuk akal.Brielle meliriknya. "Syahira.""Ya, ya, aku nggak akan bercanda lagi. Ayo, di depan ada toko Montblanc." Kali ini Syahira benar-benar berhenti menggodanya.Setelah membeli pena itu, Brielle menemani Syahira berkeliling toko pakaian anak. Brielle juga membeli tiga set pakaian untuk bayi Syahira.Pukul 3 sore, Brielle pulang ke rumah. Dia tidak berniat datang terlalu awal ke rumah Keluarga Pramudita. Dia baru berangkat set

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1538

    Tatapan Raka seketika menjadi makin dalam.Brielle mengenakan pakaian kasual dengan warna-warna lembut yang membuat sosoknya memancarkan aura wanita yang anggun dan cocok menjadi istri serta ibu dalam sebuah keluarga.Tak lama kemudian, Lastri pulang. Ketika melihat Brielle sudah berada di rumah, dia tersenyum."Nyonya, silakan duduk dulu. Sebentar lagi aku buatkan pangsit untuk kalian.""Bi Lastri, ada yang bisa kubantu?" tanya Brielle."Nggak usah. Masih belum terlalu malam, aku masih sanggup mengerjakannya sendiri."Lastri sama sekali tidak ingin mengganggu kebersamaan keluarga kecil mereka. Setelah masuk ke dapur, dia bahkan menutup pintu.Brielle duduk di samping putrinya tanpa mengganggu Anya yang sedang berkonsentrasi berpikir.Saat itu, Raka menoleh kepadanya. "Lusa malam ... apa kamu ada waktu?"Brielle langsung mengerti apa yang dia maksud. Itu hari ulang tahun Raka. "Ada," jawab Brielle pelan.Anya mengangkat kepala dan memandang ayahnya dengan heran. "Papa, kenapa Papa ngga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1537

    Di dalam negeri, hari sudah pagi. Brielle merapikan dokumen yang semalam belum sempat dia selesaikan karena lembur, lalu memasukkannya ke tas laptop.Saat turun ke lantai bawah, Anya masih bermain tebak benda bersama Gaga di sofa ruang tamu.Rasa bersalah seketika menyelimuti hati Brielle. Karena pekerjaan, waktu yang bisa dia habiskan bersama putrinya memang masih terlalu sedikit.Dia meletakkan tas laptopnya, lalu menghampiri Anya. "Hari ini Mama akan pulang lebih cepat supaya bisa menemani kamu, ya.""Ma, ulang tahun Papa sebentar lagi. Apa Mama akan menyiapkan hadiah ulang tahun untuk Papa?" Anya mendongak dan bertanya.Brielle sedikit tertegun. Ulang tahun Raka? Benar .... Tanggal 12 Agustus adalah hari ulang tahunnya.Selama mereka masih menikah, setiap tahun dia selalu mengingat tanggal itu. Namun, setelah bercerai selama tiga tahun, dia sudah hampir melupakannya. Atau lebih tepatnya, dia memang tak lagi sengaja mengingat tanggal itu."Ya, Mama akan siapkan hadiah buat Papa." Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1536

    Sejak kecil, yang dia terima hanyalah pukulan dan bentakan.Saat beranjak remaja, ibunya membiarkannya hidup tanpa perhatian. Baru setelah Devina berhasil mengubah nasib dengan berada di sisi Raka, sang ibu perlahan mulai bersikap baik kepadanya.Namun, kini ucapan ibunya membuat Devina akhirnya mengerti. Selama bertahun-tahun, meski dia telah memberi ibunya kehidupan yang serba berkecukupan, pada akhirnya dia tetap tidak pernah mendapatkan sedikit pun perhatian atau kasih sayang dari ibunya.Padahal dirinya pernah dipuja oleh jutaan penggemar, pernah dijuluki sebagai dewi piano kelas dunia. Bagaimana bisa harga dirinya yang begitu tinggi harus jatuh hingga ke titik seperti ini?"Devina, Jay ... Jay itu dulu pernah suka sama kamu, 'kan? Memang sekarang dia sudah menikah, tapi kamu masih bisa mencarinya! Minta saja sedikit belas kasihan darinya. Pasti sudah cukup untuk melunasi utang Ibu, 'kan?""Diam!" Devina membentak dengan marah. Suara tajamnya hampir memekakkan telinga. Dia menatap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1535

    "Kalau nggak percaya, tanyakan saja ke ibumu! Dia sendiri yang paling tahu berapa utangnya."Devina percaya pemilik toko itu tidak sedang berbohong. Bagaimanapun, pria itu sudah membuka usaha di daerah ini selama tujuh-delapan tahun."Aku yang akan bayar." Setelah berkata begitu, Devina mengeluarkan ponselnya.Melihat itu, pemilik toko juga segera mengeluarkan ponselnya untuk menerima pembayaran.Setelah notifikasi penerimaan uang sebesar 600 juta berbunyi, pria itu berkata dengan niat baik, "Lain kali nasihati ibumu. Kalau nggak punya uang, jangan berjudi lagi."Setelah menutup pintu, hati Devina tenggelam ke dasar. Dalam waktu kurang dari setengah bulan, dia sudah dua kali membantu ibunya menghadapi kejaran penagih utang.Meski masih memiliki uang, dia sama sekali tidak ingin menggunakannya untuk menutupi utang judi sang ibu.Setengah jam kemudian, Ivony pulang. Melihat putrinya duduk di sofa, wajahnya langsung memperlihatkan sedikit rasa bersalah. "Devina, kamu sudah makan?"Tatapan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1534

    Raka menerimanya, lalu menyampirkannya di lengan dengan santai. Dia mengambil iPad dan berkata, "Ayo, kita jenguk Harvis."Keduanya berjalan ke luar ruang istirahat satu demi satu.Di kursi lorong luar, Gavin yang sejak tadi menunggu segera berdiri dan menerima iPad yang diserahkan Raka.Harvis juga sudah sadar. Dia sedang membaca dokumen. Kondisinya tampak jauh lebih baik."Brielle, kamu dan Pak Raka kembali bekerja saja. Aku nggak perlu dijaga lagi," kata Harvis kepadanya.Brielle sempat ragu.Cherlina ikut menimpali, "Ya, Brielle. Kamu kembali ke laboratorium saja. Biar aku yang jaga di sini. Kalau ada apa-apa, nanti aku langsung hubungi kamu."Raka juga berkata kepada Brielle, "Ayo, aku antar kamu ke laboratorium."Brielle akhirnya hanya bisa mengangguk. "Baiklah. Kak Harvis, kalau begitu aku pergi dulu."Dia menoleh kepada Cherlina. "Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku."Setelah keluar dari rumah sakit, Raka mengantar Brielle kembali ke laboratorium dengan mengemudikan mobilny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 755

    Pagi-pagi sekali keesokan harinya, setelah mengantar putrinya ke sekolah, Brielle pun datang ke laboratorium. Perjalanan ke konferensi puncak di Negara Danmark kali ini memberinya banyak manfaat. Selanjutnya, dia bisa fokus menuntaskan penelitian yang sedang dikerjakannya.Harvis mengadakan rapat pa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 796

    Selesai makan, waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Brielle menggandeng putrinya dan berkata, "Pamit dulu sama Papa."Anya memang anak yang pengertian. Dia tahu ayahnya bisa datang menemaninya makan saja sudah cukup, tidak boleh meminta lebih."Papa, sampai jumpa," Anya melambaikan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 768

    Brielle mengerutkan kening. Dengan ekspresi dingin, dia melangkah melewati Raka tanpa menoleh."Sepertinya aku harus mengucapkan selamat padamu," ujar Raka. Ujung alisnya yang tajam terangkat, sorot matanya yang gelap memancarkan dingin.Brielle tahu apa maksudnya. Raka mengira hubungannya dengan Ni

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 773

    "Lepaskan aku." Brielle meronta dan berusaha mendorong Raka menjauh.Pada saat itu, di kursi sebelah, seorang penumpang wanita tampaknya tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar. Tubuhnya terlempar ke arah lorong dan dia menjerit histeris.Lengan Raka mengunci pinggang Brielle dengan kuat. Satu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status