Compartir

pelacakan

Autor: Indri hasrun
last update Fecha de publicación: 2026-09-24 14:05:48

Kegelapan di dalam gudang tua itu tempat Ashana disekap kian pekat, memperlihatkan setiap sisa cahaya sore yang tersisa. Ashana menyandarkan kepalanya yang berdenyut ke tiang kayu mencoba menahan napas agar isaknya tidak terdengar ke luar. Setiap detik terasa bagai siksaan yang menggerogoti mentalnya.

Di balik dinding kayu lapuk yang memenjarakannya, dua pria suruhan Natasya masih berjaga dengan sikap dingin, merasa yakin bahwa rencana mereka telah berjalan tanpa cela. Namun, dugaan mereka ada
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bukan Pengantin Pilihan   pelacakan

    Kegelapan di dalam gudang tua itu tempat Ashana disekap kian pekat, memperlihatkan setiap sisa cahaya sore yang tersisa. Ashana menyandarkan kepalanya yang berdenyut ke tiang kayu mencoba menahan napas agar isaknya tidak terdengar ke luar. Setiap detik terasa bagai siksaan yang menggerogoti mentalnya. Di balik dinding kayu lapuk yang memenjarakannya, dua pria suruhan Natasya masih berjaga dengan sikap dingin, merasa yakin bahwa rencana mereka telah berjalan tanpa cela. Namun, dugaan mereka adalah kesalahan terbesar.Jauh di luar area bandara tadi, beberapa ratus meter dari tempat koper Ashana yang tertinggal di atas aspal dingin, sebuah mobil sedan perak terparkir samar di balik pepohonan. Dua pria berjaket gelap di dalamnya memandangi layar tablet yang merekam kejadian beberapa menit lalu secara detail. Mereka adalah tim pengawas rahasia yang diutus langsung oleh Gibran untuk menjaga Ashana dari kejauhan tanpa sepengetahuan wanita itu."Sialan! Siapa mereka? Kenapa mereka membawa Bu

  • Bukan Pengantin Pilihan   aksi penculikan

    Rencana licik Natasya mulai bergulir, tapi kenyataan di lapangan rupanya berjalan jauh lebih cepat dari kalkulasi dinginnya. Tanpa membuang waktu untuk menunggu penderitaan Ashana datang dengan sendirinya. Natasya memerintahkan anak buahnya untuk mulai melacak keberadaan wanita muda itu.Natasya pun mulai mencari tau keberadaan Ashana hingga suatu hari ia tidak sengaja melihat Ashana berjalan seorang diri. Ashana berjalan sendirian keluar dari Bandara ia baru pulang dari singapura seorang diri karena Dea sudah pulang duluan dari singapura. Sore itu, langit di luar terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta tampak mendung berawan kelabu. Ashana berjalan perlahan sambil menarik koper kecilnya. Wajahnya yang pucat menyiratkan kelelahan fisik dan batin yang luar biasa setelah pelariannya ke Singapura. Sendirian tanpa Dea yang harus kembali lebih awal karena urusan mendadak, Ashana merasa sangat ringkih. Tatapannya kosong memandangi lalu lalang kendaraan, mencoba menenangkan gemuruh di d

  • Bukan Pengantin Pilihan   Membuat rencana kembali

    Gibran mengepalkan tangannya kuat-kuat. Kepalanya berdenyut hebat menahan beban pikiran dan rasa bersalah yang kian menghimpit dadanya. "Rio, segera pesan tiket. Kita terbang ke Singapura menyusul Ashana!" perintah Gibran tegas, mata merahnya menatap tajam ke arah sang sahabat.Rio mengangguk cepat dan berdiri hendak mengambil ponselnya dari saku. Namun, belum sempat membuka applikasi memesan tiket, ponsel Gibran yang tergeletak di meja bergetar hebat. Sebuah panggilan darurat masuk dari kepala proyek pembangunan villanya di luar kota dengan napas terengah dan kasar, Gibran mengangkat telepon tersebut."Pak Gibran! Mohon maaf mengganggu waktu Anda, tapi ini kondisi darurat!" suara di ujung telepon terdengar panik bercampur bisingnya suara alat berat. "Pondasi utama area timur vila roboh akibat tanah longsor! Ada pipa gas utama yang retak dan menolak inspeksi warga. Pihak kontraktor saling tuduh dan warga lokal mulai beralih anarki. Anda harus ada di lokasi sekarang, Pak, sebelum beri

  • Bukan Pengantin Pilihan   kecolongan

    Tanpa membuang waktu, Gibran dan Rio langsung berangkat menembus gelombang laut menuju pulau yang Ashana datangi. Harapan besar melubungi dada Gibran, membayangkan ia bisa melingkarkan tangannya di tubuh Ashana, memeluknya erat, dan memohon maaf atas kebodohannya. Namun, kenyataan di lapangan justru menghantam tanpa ampun.Di pulau berpasir putih itu, Villa tempat Ashana menginap sudah sepi. Gibran terus gelisah dan tidak tenang mencari keberadaan Ashana karena saat berada di pulau yang Rio beri tau ternyata dia tidak menemukan Ashana ataupun Dea."Permisi, apa ada tamu bernama Ashana dan Dea di sini?" tanya Gibran panik pada petugas front desk resor.Petugas itu mengecek daftar tamu sebentar lalu mengangguk. "Ada, Pak tapi mereka baru saja check-out dan naik speedboat menuju daratan sekitar dua jam yang lalu."Gibran meremas rambutnya frustrasi. "Dua jam yang lalu? Mereka akan pergi ke mana lagi?""Maaf, Pak, kami tidak tahu tujuan mereka selanjutnya," jawab petugas itu penuh penyesa

  • Bukan Pengantin Pilihan   Liburan dan linglung

    Malam itu, di ruangan kerja kantor megah milik Gibran. Pria itu berjalan mondar-mandir di atas karpet tebalnya, sambil memegangi kepala yang terasa ingin pecah. Ponsel di genggamannya terus-menerus memperdengarkan nada dering yang tidak aktif. Ashana benar-benar melenyapkan diri,sudah dua hari istrinya itu hilang bagai ditelan bumi."Masih belum ada kabar tentang Ashana?" suara Rio memecah kesunyian ruangan. Sahabat sekaligus asistennya itu berdiri di dekat pintu dengan wajah prihatin.Gibran membanting ponselnya kasar ke atas meja kaca. "Nihil, nomornya tidak aktif terus, akun media sosialnya juga tidak ada yang aktif bahkan nomor Dea sahabatnya juga tidak aktif ! Rio, tolong bantu aku. Cari keberadaan Ashana sampai ketemu, sekarang juga, pakai semua orangmu!"Rio menghela napas panjang, berjalan mendekat. "Kamu sudah coba ingat-ingat lagi? Cewek seusia Ashana tidak akan pergi begitu saja tanpa alasan. Apa yang sebenarnya terjadi sebelum kamu pergi dinas kemarin?"Pertanyaan Rio meng

  • Bukan Pengantin Pilihan   Hilang dan healing

    Sudah tak terhitung berapa kali Ashana memencet tombol daya ponselnya hanya untuk melihat layar ponsel karena diam-diam berharap ada satu pesan atau panggilan masuk dari Gibran. Namun, nihil suaminya itu tiba-tiba hilang tanpa jejak sejak kemari, tidak pulang ke rumah tanpa pesan apapun."Sebenarnya dia anggap aku apa sih? Masa hanya gara-gara kesalahpahaman begitu langsung tidak pulang rumah," gumam Ashana, melempar ponselnya ke atas tempat tidur dengan napas memburu. Dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi membuat jantung Ashana melonjak. Namun, nama Dea yang malah muncul di layar, bukan Gibran."Halo, Cha?" suara Dea terdengar riang dari balik telepon. "Kamu lagi sibuk tidak? Mumpung akhir pekan, ikut aku liburan yuk! Aku dapat voucher penginapan di pulau terpencil daerah Kepulauan Seribu. Tenang saja, masih masuk wilayah Jakarta kok, tapi pantainya sepi banget. Cocok buat refreshing!"Ashana terdiam sejenak,pikirannya berputar cepat. Kebetulan sekali, Aliyah, baru saja keluar dari

  • Bukan Pengantin Pilihan   Menemukannya

    Setelah membuat alasan main dengan Dea setelah pulang magang, akhirnya Ashana terlepas dari cecaran Gibran. Entah suaminya percaya beneran atau pura-pura yang jelas ia bisa segera pergi dari hadapan Gibran saat ini. Ashana pun melakukan bersih-bersih sebelum istirahat. Sekitar jam 10 malam, Ashana

  • Bukan Pengantin Pilihan   Pengantin pengganti

    Subuh-subuh Ashana, sudah bangun lebih awal dari biasanya. Setelah mandi, ia bersiap menuju kamar kakaknya untuk melihat persiapan sang kakak.Namun, langkah kakinya terhenti kala melihat orang tuanya, om dan tantenya kini duduk melingkar di ruang keluarga lantai 2. Ashana dengan ceria dan semangat

  • Bukan Pengantin Pilihan   Kabur

    Gibran langsung menjauhkan wajahnya dengan tenang dari Syakilla saat Rio memergoki mereka. Sementara Ashana terus menunduk malu seakan baru ketahuan berbuat mesum padahal tidak terjadi apa-apa."Maaf Bos, saya mengganggu. Cuman mau mengantar kopi ini saja," ujar Rio menggaruk kepalanya yang tak gat

  • Bukan Pengantin Pilihan   Bos dan anak magang

    Seorang gadis muda berusia 19 tahun bernama, Ashana melangkah memasuki gedung pencakar langit dengan buru-buru. Ia memperlihatkan sebuah id card yang tergantung di lehernya ke satpam, tanda ia sudah punya akses untuk masuk.Setelah berhasil masuk, ia langsung mencari toilet karena saat ini ia kebel

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status