LOGINAlzera Senja Maharani, gadis pintar yang mempunyai banyak mimpi bersama Langit Septian Dirgantara. Senja, yang banyak menyimpan rahasia di dalam dirinya. Dan, Langit yang banyak mengetahui rahasia tentang Senja. Keduanya selalu bertukar cerita, menghabiskan waktu bersama. Namun, satu waktu takdir membawa Senja pergi begitu jauh dari Langit. Senja harus terlibat dalam hubungan perjodohan, ia terpaksa merelakan begitu banyak mimpi dan masa remajanya. Dari mimpinya bersama Langit selamanya, dan mimpinya untuk menjadi seorang guru muda hilang begitu saja. Perjodohan yang terjadi, ternyata membuat Senja berpaling hati. Lantas, siapa laki-laki yang akan menjadi tempat singgah seorang Senja? Apakah, Senja bisa bertahan dalam hubungan perjodohan itu, tanpa sosok Langit di sampingnya?
View More***
"Devan Mahendra Aditama, siswa pindahan dari SMA Rajawali."
"Alzera Senja Maharani, siswi terpintar di SMA Nusa Bangsa." Senja menerima jabatan tangan itu.
Devan mengangguk dan lebih dulu memutus jabatan tangan keduanya. "Buku diary? Lo suka nulis dibuku diary?"
Senja berdiri dari duduknya, dan menutup buku diary yang ada di tangannya. "Banyak mimpi yang nggak semuanya dapat terwujud, dan banyak cerita yang nggak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Jadi, Senja lebih suka menuliskan mimpi dan cerita di dalam buku diary ini."
Devan mematung, setelah menjawab pertanyaan Devan. Senja pun berlalu pergi, namun satu langkahnya terhenti karena seorang laki-laki telah menghadangnya.
"Ja, kamu menjadi juara satu lomba olimpiade sains tingkat provinsi, yang diadakan minggu lalu."
"Senja!! Selamat, atas kemenangan kamu."
Langit Septian Dirgantara, laki-laki yang selama ini menjadi teman setia bagi Senja. Langit, bagaikan tempat bercerita untuk Senja meskipun ada buku diary yang menyimpan segala cerita Senja. Tetapi, karena adanya Langit kehidupan Senja menjadi lengkap. Begitu juga dengan, Aura Margareta satu-satunya sahabat Senja sejak SMP. Keduanya bersatu kembali, di sekolah SMA Nusa Bangsa.
"Senja, itu anak yang pintar. Dia punya banyak mimpi, karena itu senja selalu mengikuti perlombaan yang ada di sekolah. Senja, satu-satunya anak perempuan yang mandiri di dalam keluarga ini."
Satu waktu, takdir telah mengubah alur perjalanan hidup seorang Alzera Senja Maharani. Lima mimpi yang tertulis di buku diary Senja, terhapus dengan satu mimpi yang tidak pernah Senja harapkan sebelumnya. Senja anak tunggal di keluarganya, sebab itu Senja begitu ingin membahagiakan kedua orang tuanya.
"Bagaimana, kalo kita jodohkan anak-anak kita?"
"Perjodohan?!"
Kepulangan Senja membawa kabar bahagia, karena ia telah memenangkan lomba olimpiade sains ditingkat provinsi. Tetapi, justru kepulangan Senja membawa satu per satu mimpinya hilang berterbangan di udara. Buku diary itu menjadi saksi, atas semua mimpi-mimpinya yang hilang. Dan, keempat mimpi Senja harus tertunda akibat satu mimpinya yang lain.
"Senja, nggak setuju!" tegasnya.
"Senja, duduk dulu. Kita bisa bicarakan ini semua sama-sama, ya."
"Nggak, Bu! Senja, nggak mau ada perjodohan!" Senja merengut, ia menghentakan kaki memasuki kamarnya.
"Memang satu mimpi Senja itu, menikah. Tapi, nggak dengan perjodohan. Dan, masih banyak mimpi Senja yang harus terwujud, sebelum Senja menikah." Air mata terus mengalir deras, membanjiri pipi tirus itu.
"Senja, itu berharga. Dia sempurna, karena ada Langit yang selalu menjadi tempatnya bermuara. Senja, itu indah saat warna Langit membaur bersama warna jingga yang merona. Senja dan Langit, akan terus bersatu meski badai dan hujan menghapus warna Senja dan Langit, hanya dalam satu waktu."
"Senja, sayang sama Langit." Foto dalam pigura, didekap hangat oleh Senja.
***
***Aura langsung menatap Senja. "Bukan gitu, Ja. Maksud aku ... kenapa Langit harus pacaran sama Neysa, kenapa nggak sama Perempuan lain.""Atau jangan-jangan, Aura suka sama Langit?" tuduh Senja."Ja, aku sama Langit itu sahabatan. Jadi, nggak mungkin aku suka sama dia," bantah Aura langsung meminta supir angkutan umum, untuk berhenti saat akan melewati persimpangan kompleks rumahnya."Aura, tunggu!" seru Senja menyusul Aura, yang sudah turun lebih dulu."Ja, Aura nggak mau bahas apa pun lagi tentang Langit. Jadi, kalo Senja tetap mau berteman sama Aura, jangan sebut-sebut nama Langit lagi, ya." Kening Senja berkerut, ia berjalan mengikuti langkah panjang dari kaki Aura. Lantas, Aura memasuki rumahnya tanpa berbicara kembali pada Senja. "Kenapa persahabatan kita bertiga, jadi berantakan kaya gini? Karena Senja menikah dengan Devan, semuanya jadi pergi meninggalkan Senja. Pertama, Langit dan sekarang Aura."Embusan napas kasar keluar dari hidung Senja, ia kembali berjalan gontai unt
***"Kapan acaranya, Van?" tanya Haikal."Setelah kelulusan gue bilang!" tegas Devan, lantas beranjak pergi dari ruang kelasnya."Devan, kenapa tiba-tiba membuat pesta kelulusan di rumahnya? Dan, mengajak seluruh kelas IPA?" tanya Aura bingung, begitu pun dengan Senja yang mulai berhenti menangis."Senja, harus bicara sama Devan," ujar Senja pergi menyusul Devan, yang sudah berada di ruang ujian."Devan, kenapa tiba-tiba membuat pesta kelulusan di rumah? Kita belum membicarakan sama orang tua kamu, dan belum ada persiapan juga. Ujian nasional tinggal dua hari lagi, dan setelah itu kita langsung mengadakan pesta kelulusan?""Gue cuman mau buat pesta kelulusan, sekalian merayakan pernikahan kita. Dan, lo nggak perlu pusing memikirkan persiapan buat pesta itu, gue yang akan mengatur semuanya," balas Devan tanpa ekspresi di wajahnya.Ujian nasional dilaksanakan selama tiga hari, dan hanya beberapa mata pelajaran saja yang diujikan, sesuai dengan jurusan yang ada di SMA Nusa Bangsa. Mata p
***"Kemarin waktu kamu nggak berangkat sekolah, karena menikah sama Devan. Langit sama Neysa udah resmi berpacaran."Senja hanya terdiam, ia enggan berkomentar saat ini tentang hubungan Langit dan Neysa, yang terjalin begitu cepat. Bel masuk pun berbunyi, membuat beberapa murid mulai mengeluarkan buku-bukunya, untuk mengikuti mata pelajaran di jam pertama.Senja, nggak percaya. Kalo Langit sama Neysa pacaran, karena Neysa pasti masih mencintai Devan. Nggak mungkin secepat itu, perasaan Neysa berpaling dari Devan, secara mereka berdua teman dari kecil, dan udah kenal lama, batin Senja."Ja, gimana malam pertama kamu sama Devan? Hum, pasti romantis 'kan," bisik Aura membuat lamunan Senja menghilang."Biasa aja," balas Senja datar, ia melanjutkan menulis materi, yang sudah diterangkan oleh guru di depan kelasnya."Nggak mungkin, biasa aja dong. Pasti kamu sama Devan udah melakukan itu 'kan?" tanya Aura membuat Senja berdiri dari duduknya."Senja, ada apa?" tegur guru itu."Ah, Bu. Senja
***"Bahagia kok," jawab Senja dengan senyuman kali ini."Yaudah, kalo gitu gue mau mandi dulu." Devan berlalu pergi dari hadapan Senja, tetapi sebelum memasuki kamar mandi. Devan lebih dulu melepas seluruh kancing kemejanya, dan membiarkan tubuh bagian atas terbuka begitu saja."Devan!!" seru Senja langsung menutup matanya dengan kedua tangan. Devan pun berbalik, keningnya berkerut karena teriakan dari Senja."Ada apa?" tanyanya santai."Buka bajunya 'kan bisa di dalam kamar mandi," protes Senja enggan membuka mata, apalagi mengalihkan kedua tangan dari depan matanya."Kenapa memangnya? Gue gerah, jadi gue bukan di luar sekalian." Senja terdiam, diamnya Senja justru membuat Devan melangkah mendekat.Senja yang mendengar langkah kaki Devan, langsung menghentikannya. "Stop! Devan, mau ngapain ke sini?!"Langkah Devan terhenti, saat Senja memintanya. "Lo sendiri kenapa tutup mata gitu? Apa badan gue seburuk itu?"Senja menggeleng, lalu merunduk malu. "Ja, lo lupa kalo kita berdua udah j
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews