/ Romansa / CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku / 66 | Karangan Bunga Raksasa

공유

66 | Karangan Bunga Raksasa

작가: Eliyen Author
last update 게시일: 2025-09-04 22:00:41

“Duh, kenapa dompet pakai ketinggalan segala?”

Gista kembali ke apartemen. Namun, di depan pintu dia berhenti. Sayup-sayup terdengar suara Akash bicara. Telinganya langsung menempel ke daun pintu, sengaja menguping pembicaraan Akash.

“Ya, aku paham. Aku sudah atur semuanya.”

Nada bicara Akash sangat kaku, bukan seperti Akash yang biasa menggodanya, apalagi seperti Akash yang beberapa menit lalu bersitegang dengannya di apartemen.

“Anda

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   198 | Ujian Camer

    “Aku sudah bertemu calon menantu pertamaku. Sekarang aku ingin memastikan kamu bukan kesalahan kedua.”Gista bengong. Ponsel masih menempel di telinganya. “Anda ….”“Mama Akash,” jawab suara di seberang.Gista hampir saja menyenggol mug kopi di samping laptop. Jantungnya berdegup kencang. Buru-buru dia duduk tegak, meski sadar gesturnya tak bakal dilihat oleh wanita itu.“Ibu–”“Makan siang nanti di The Atrium. Sopir akan jemput kamu.”Klik.Telepon diputus. Gista mengerjap. Bengong. Sampai kesadarannya ditarik kembali oleh Adel yang mengguncang keras-keras bahunya.“Woi, Kak Gista! Buset, dipanggil dari tadi malah bengong.”Gista menoleh. “Jam berapa sekarang?”“Setengah dua belas. Kenapa? Eh, tunggu. Gue diminta sama Direktur buat ngasih draf promo–”“Mbak Gista.”Dua kepala menoleh. Kepala Gista dan Adel. Office boy berdiri di depan kubikel. Cengirannya lebar.“Mbak Gista order limosin? Tumben, mau makan siang aja mewah banget. Fine dining di mana, Mbak? Nggak nitip saya lagi?”Gi

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   197 | Kejujuran

    “Kenapa kamu nggak cerita kalau punya adik? Kenapa kamu tinggal sendirian di rumah bobrok itu? Kenapa kamu bekerja sangat keras di level rendah Megalitera? Kenapa kamu lakukan itu saat bisa menggenggam dunia, Gis?”Mulut Gista terbuka lebar-lebar mendengar rentetan pertanyaan Akash. Di restoran tadi, dia berhasil menghindari pertanyaan pria itu. Namun, setelah tiba di rumah, Gista tak bisa mengelak lagi.“Hidupmu sangat sederhana, padahal punya keluarga konglomerat.” Akash mengernyitkan dahi. “Kalau dipikir-pikir, keluargamu bisa jadi lebih kaya dibanding keluargaku. Laporan kekayaan Adinata sepuluh tahun lalu jelas lebih besar dibanding Salim.”Gista menelan ludah. Dia beringsut menjauh, tetapi Akash menariknya ke pangkuan. Gista tak bisa berkonsentrasi sama sekali.“Kamu nggak pernah ngomongin keluargamu sama sekali. Kukira kamu yatim piatu.” Akash menyibak poni yang menutupi dahi Gista.“Kalau tahu kamu dari keluarga Adinata, Papa pasti nggak akan ganggu kamu,” imbuh pria itu lagi.

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   196 | G-Ash Media

    “Kamu bikin G-Ash Media?” Daging yang hendak disuap Gista terhenti di udara. Di sampingnya Akash mengangguk.“Gista & Akash. Nama kita bersama. Website buku itu adalah proyek pertama. Novelmu selanjutnya adalah proyek gabungan Megalitera dan G-Ash.”“Tunggu dulu.” Gista terperangah. “Tapi kamu CEO Salim!”“Posisiku genting,” senyum Akash tipis.Gista tertegun, tiba-tiba teringat perkataan Leo yang memintanya bersabar atas sikap Akash.“Jadi, ini yang dimaksud kondisi khususmu?” gumam Gista.Seolah mengerti maksud perkataan Gista, pria itu mengangguk. “Leo yang kasih tahu kamu?”“Iya, juga hubungan dia sama Adel.”“Ah, itu. Ada gunanya juga punya pacar yang baik hati. Pacarnya bisa menolong pacarku.” Akash mengangguk-angguk. “Akan kusuruh direktur Mega menaikkan gaji Adel.”“Nepotisme banget, sih,” kelakar Gista.“Siapa saja yang sudah bantu pacarku wajib diapresiasi.” Akash tersenyum lagi.Gista meraih tangan Akash. “Ini karena aku? Karena kamu bertengkar sama papa-mu gara-gara aku?”

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   195 | Bercumbu di Restoran

    Silakan lewati bab ini bila Readers belum 18 tahun. ^^~~~~~“Sekali lagi kamu nempelin mata ke layar itu, Gista, aku akan pastikan ponselmu hancur di bawah sepatuku.”Gista langsung mendongak. Belum apa-apa, satu ciuman kuat langsung hinggap di bibirnya.“Akash!” seru Gista kaget, “Kita lagi di kafe ini.”“Bodo amat,” gerutu Akash. “Aku nggak mau diduakan dengan ponselmu. Kita sudah susah-payah ketemuan, kenapa masih harus ada ponsel di antara kita?”Gista tertawa dalam hati. Ucapan pacarnya ini benar. Setelah akhirnya bisa bertemu lagi, sesudah Akash menghindari Gista beberapa hari, rasanya sangat berbahaya kalau dia sibuk dengan ponsel.Masalahnya notifikasi di ponsel saat ini jauh lebih menarik dibanding pertemuan dengan Akash. Karena itulah, Gista menunjukkan layar ponselnya kepada pria itu.“Lihat,” tunjuk Gista mengabaikan ekspresi masam dan cemberut di wajah pacarnya, “novelku “naik”, nih.”Akash menyipitkan mata. Anehnya, respons pria itu sangat datar alih-alih ikut histeris

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   194 | Pengakuan Leo

    “Kalian pacaran? Kapan? Kenapa nggak ngomong sama aku? Emang niat privat, ya?” Gista memberondong Leo dan Adel dengan pertanyaan-pertanyaan. Dia duduk di depan dua orang itu layaknya hakim yang sedang mengadili terdakwa. “Udah lama,” jawab Leo. “Masih barusan, kok,” ujar Adel. Gista menaikkan sebelah alis. Pandangannya bergantian menatap tajam Adel dan Leo. Yang ditatap saling melempar pandangan. “Jadi, yang bener yang mana?” Sejurus kemudian, Leo memberikan senyum lebarnya. “Biar gue yang ngomong.” “Tapi–” “Miss Gista berhak tahu. Gue udah ngomong ke Akash juga.” Ada denyut sakit di hati Gista mendengar nama Akash disebut. Sudah tiga hari ini pacarnya menghilang. Ponselnya aktif, tetapi telepon dan pesannya tak direspons sama sekali. “Kita udah pacaran lama,” suara Leo memecah lamunan Gista. “Sebelum Adel datang ke Mega.” Gista berkedip cepat. “Sebelum … ke Mega?” “Benar. Maafin aku, Kak Gista. Awalnya aku diutus buat melindungi Kak Gista di sini. Perlindungan diam-diam de

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   193 | Ciuman di Rooftop

    “Terima kasih sudah angkat teleponku, Sayang.”Ponsel di genggaman Gista berpindah tangan. Wanita itu tertegun melihat Akash berjalan pergi.“Kapan dia keluar kamar mandi?” Gista penasaran.Namun, rasa bingungnya berganti dengan rasa ingin tahu. Rupanya Pak Adam berkomunikasi intens dengan putranya soal Gista.“Jadi, apa kamu mau kita putus?” Gista blak-blakan setelah Akash menyelesaikan teleponnya.“Gista, apa yang kamu bicarakan?”“Nggak usah polos gitu, Kash. Aku tahu kok, papa-mu minta kita putus.” Gista berkata santai, meski hatinya berdentum-dentum.Cukup lama Akash terdiam, sampai dia menjawab pertanyaan Gista. “Kamu mau kita putus?”“Akash, jangan mutar balik fakta, deh.”“Nggak. Aku nggak mutar balik fakta. Aku hanya ingin tahu seberapa besar kamu berjuang buat hubungan kita.”Gista tersentak kaget. Kekesalannya dengan cepat memuncak. “Maksudmu, aku yang harus nentukan arah hubungan kita?”“Gista, kamu tahu maksudku,” desis Akash. Ketenangannya sedikit terganggu. “Aku sedang

  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   94 | Segel Bercinta

    “Rumahmu kebakaran?”Gista menggeleng. “Hanya bagian dapur, tapi harus renovasi.”“Terus tinggal di mana sekarang? Rumah nggak bisa ditinggali, kan?”Gista menjawab sesantai mungkin dengan nada datar. “Rumah teman.”Arvin menatap Gista cukup lama, sebelum kembali ke laptop. “Untunglah masih ada tem

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   89 | Ciuman yang Dipaksakan

    “Kasihani Miss Gista, Kash. Dia nggak bersalah. Lo tega bener mojokin dia sampai jadi public enemy gitu. Salah Gista apa ke lo sampai dia harus terima hate comments dari penggemar lo?”Akash menunggu di dalam mobil. Di luar hujan turun sangat deras. Dia sudah berada di depan rumah Gista dua jam lam

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   95 | Omongan Cabul

    “Aku sudah menepati janji. Investasi penuh ke Megalitera untukmu,” suara Akash rendah dengan bisikan tepat di telinga Gista. Akash meniup udara panas ke telinga wanita itu. “Sekarang giliranmu menepati bagianmu.”Gista menelan ludah, mencoba tetap tenang, meski jantungnya berdentum kencang. Ini han

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku   90 | Kutunggu di Tempat Tidurku

    “Oh, jadi ini hasi tidur sama bos investor?”Gista pasang wajah datar. Dia tetap santai mengetik di laptop, padahal batinnya sudah muak parah.Gosip itu lagi. Sampai kapan dia harus bertahan menjadi ‘simpanan’ Akash Salim di Megalitera?[Mbak Lola: Congrats, Gis! Lo berhasil jadi flagship writer, n

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status