Home / Romansa / CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA / 2. Berbuat Kegaduhan Untuk Mencari Perhatian

Share

2. Berbuat Kegaduhan Untuk Mencari Perhatian

last update Last Updated: 2025-02-22 18:26:15

Maid Lilis sebagai kepala pelayan di rumah Keluarga Mosha, segera menghubungi Nonya Kemala atas mengamuknya Gideon kepada para asisten rumah tangga lainnya.

"Gideon! Kamu bikin ulah apa lagi?" geram sang ibu yang baru saja mendapatkan telepon dari Lilis.

"Pak, putar balik! Kita kembali ke rumah," perintah Nyonya Kemala kepada sopirnya.

Padahal tadinya, Nyonya Kemala ingin mengikuti meeting penting dengan kliennya. Namun karena putra tunggalnya sedang mengamuk. Dia pun segera mengundurkan jadwal meeting tersebut.

Nyonya Kemala akhirnya tiba di rumahnya yang besar itu. Dia pun mulai mendengarkan suara piring berjatuhan dari arah dapur. Sang ibu pun sangat yakin jika putranya memang sedang mengamuk saat ini.

"Gideon ... Sayang! Kamu kenapa marah-marah begini?" ucap sang ibu lalu segera menghampiri anaknya dengan berjalan secara hati-hati karena begitu banyak pecahan gelas dan piring berjatuhan di bawah lantai dapur.

Nyonya Kemala segera memeluk putranya dalam dekapannya.

"Gideon, putra Mami. Sudah ya ... kamu tenang sekarang."

"Iya, Mami." sahut Gideon.

Lalu dengan lembut, sambil masih memeluk putranya Nyonya Kemala segera membawa Gideon menjauh dari dapur yang seperti kapal pecah itu. Seraya berkata kepada Maid Lilis,

"Maid, tolong segera bereskan kekacauan ini."

"Siap, Nyonya." jawab Maid Lilis lalu segera memerintahkan maid lainnya untuk membersihkan dapur.

Di dalam kamar, Gideon dan ibunya sedang duduk di sofa. Sang putra terlihat sibuk memesan makanan favoritnya di aplikasi pengantar makanan secara online.

Sementara sang ibu terlihat sibuk menelepon para klien nya.

Selalu begini setiap Gideon mengamuk dan memecahkan semua barang-barang mewah di rumahnya, tapi pria itu akan tenang setelah melihat ibunya datang menghampirinya.

Sifatnya sangat kekanakan diusianya yang hampir dua puluh dua tahun. Sejak kecil, Gideon banyak menghabiskan waktu di rumah megah ini. Tidak pernah sekalipun dia ke luar rumah.

Bahkan untuk menempuh pendidikannya sejak dulu kedua orang tuanya menerapkan kegiatan belajar mengajar secara home schooling. Nyonya Kemala membeli sebuah kurikulum internasional dan menyewa guru privat pribadi untuk mengajari anaknya.

Hidup Gideon sangat dikekang oleh kedua orang tuanya sejak dirinya kecil. Hal itu dilakukan oleh kedua orang tuanya karena dulu saat Gideon menginjak usia balita, sang putra telah mengalami beberapa kali penculikan oleh orang tak dikenal.

Hal tersebutlah yang membuat Gideon sampai sekarang tidak diizinkan keluar rumah. Tentu saja kedua orang tuanya tidak mau terjadi sesuatu kepada satu-satunya pewaris dari tahtah kerajaan bisnis Mosha Corp, perusahaan yang sangat terkenal itu.

Untuk membuat sang putra nyaman di rumah. Tuan Deris pun menyediakan berbagai fasilitas mewah yang dapat dinikmati oleh Gideon.

Rumah mewah ini adalah sebuah perwujudan kekayaan dan kemewahan yang luar biasa. Dengan desain arsitektur yang menakjubkan, properti rumah sangat menonjol sebagai simbol status high class dan gaya hidup eksklusif.

Ketika memasuki gerbangnya yang megah, tamu akan disambut oleh taman indah yang dipenuhi dengan bunga-bunga eksotis dan patung-patung seni yang mempesona. Setapak batu bermotif artistik membawa menuju pintu masuk yang elegan.

Di dalam rumah ini, terdapat sebuah bioskop pribadi yang menghadirkan pengalaman menonton film sekelas hollywood dengan layar lebar dan kursi-kursi yang sangat nyaman. Ruang ini dilengkapi dengan teknologi audio dan visual terbaru untuk memanjakan penghuninya.

Orang tua Gideon juga sangat memperhatikan kesehatan dan kebugaran pribadi, putranya. Sehingga rumah ini memiliki ruang gym yang lengkap dengan peralatan olahraga terkini. Tidak hanya itu, ada juga ring tinju pribadi di mana Gideon bisa melatih kemampuan tinjunya tanpa harus pergi ke gym umum.

Namun, puncak kemewahan dari rumah ini adalah kolam renang luar ruangan yang menghadap ke pemandangan alam yang menakjubkan. Dikelilingi oleh taman tropis yang dirancang dengan indah, kolam renang ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati sinar matahari bagi Tuan Muda Gideon.

Orang tua Gideon sangat menghargai privasi, dan itulah mengapa rumah ini memiliki perpustakaan pribadi khusus untuk putra nya. Tempat ini sangat ideal untuk merenung, membaca, atau sekadar bersantai.

Selain itu, ada arena permainan yang dilengkapi dengan permainan klasik seperti biliar, tenis meja, dan ruang khusus untuk koleksi permainan papan skate board yang langka. Semua ruang di rumah ini dirancang dengan teliti untuk memberikan kenyamanan dan hiburan tanpa batas bagi Gideon, sang tuan muda.

Dengan desain interior yang dipenuhi dengan furnitur mewah, bahan-bahan berkualitas, dan seni yang menakjubkan, rumah mewah Gideon adalah perwujudan cita-cita kemewahan. Dari bioskop pribadi hingga kolam renang luar ruangan yang menakjubkan. Rumah megah ini adalah tempat yang sempurna untuk hidup dalam kemewahan dan kenyamanan yang tiada tara bagi Gideon seorang.

Akan tetapi walaupun rumahnya sangat mewah dan elit, Gideon sering sekali melakukan berbagai macam kekacauan di rumahnya untuk menarik perhatian kedua orangtuanya, terutama perhatian dari sang ibu, yang terus saja sibuk mengurus perusahaan.

"Mami ... aku sangat banyak memesan makanannya." serunya kepada sang ibu lalu menyodorkan ponselnya kepada sang ibu.

Bahkan untuk memegang ponsel pribadinya pun, Gideon diberi jadwal ketat oleh kedua orang tuanya. Semuanya telah diatur oleh Nyonya Kemala.

Sang ibu lalu menatap ponsel itu. Sembari berkata,

"Lho, Gideon. Makanannya kok banyak banget?" tanya Mami Kemala bingung.

"Aku ingin membagi-bagikannya dengan para Maid, Mami." sahut Gideon.

"Good job, Gideon! Putra Mami memang yang terbaik! Lain kali kamu jangan sering-sering berbuat seperti tadi. Kamu menakuti semua orang. Bahkan tadi Maid Lilis menghubungi Mami dengan suara bergetar," jelas sang ibu panjang lebar.

"Tapi aku sangat merindukan Mami. Mami malah selalu saja sibuk di luar rumah!" ketus Gideon.

"Iya, Sayang. Kamu tahu Mami dan Papi sangat sibuk di perusahaan. Jadi kami mohon pengertian darimu." Satu kecupan dari sang ibu di kening putranya.

"Selalu saja begitu, deh!" gerutu Gideon tak dapat berbuat apa-apa.

Gideon terus bercengkerama dengan ibunya. Semua dibahas olehnya. Namun pria itu sangat bingung. Karena sang ibu tidak menyinggung apapun tentang pengasuh baru untuknya.

"Kenapa Mami tidak memberitahukan kepadaku tentang pengasuh baru itu? Kenapa Mami sepertinya menyembunyikan semuanya dari ku? Ada apa ini sebenarnya?" Otak cerdas Gideon mulai bekerja. Apalagi yang ingin direncanakan oleh sang ibu kepadanya.

Padahal yang Gideon tidak tahu, jika sang ibu sengaja tidak menceritakan tentang Septin. Karena Nyonya Kemala tahu betul tabiat anaknya yang tidak pernah mau memiliki seorang pengasuh pribadi.

Sebelumnya telah banyak para pengasuh yang mengundurkan diri secara tiba-tiba karena dijahili oleh sang tuan muda.

Sepertinya kali ini Gideon akan kembali menjahili pengasuh barunya agar tidak betah bekerja.

"Aku harus merencanakan sesuatu hal besar kali ini! Agar perempuan itu tidak betah!" gumam Gideon dalam hati.

Seringai licik mulai terlihat di sudut bibirnya saat ini.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    18. Liciknya Gideon

    Tuan Muda Gideon masih duduk di atas ranjangnya dengan wajah yang dipenuhi dengan kekesalan dan keheranan dengan permintaan sang pengasuhnya. Dia menatap pengasuhnya, Septin, dengan ekspresi kemarahan yang hakiki. Septin, yang hampir sebaya dengannya, berdiri di depannya dengan pandangan mata penuh harap."Tuan Muda Gideon, bagaimana dengan tawaran saya tadi? Jika next saya akan menemani Anda berpetualang di malam hari?" ucap Septin dengan nada penuh antusiasme, demi untuk mematahkan keegoisan sang tuan muda.Gideon menatap Septin dengan matanya yang masih memancarkan kekesalan kepada gadis itu. "Cih! Memangnya Lo sanggup mengikuti kegiatan gue di malam hari di luar rumah? Serius Lo, Pengasuh Septin?"Septin mengangguk pasti, dan tetap mempertahankan keinginannya. "Ya … saya serius, Tuan Muda. Kenapa kita tidak menjelajahi malam bersama-sama, seperti yang selalu Anda lakukan sendiri sebelumnya?"Gideon menahan diri untuk tidak langsung menolak tawaran itu. Dia mencoba memahami apa

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    17. Mencoba Bernegosiasi

    “Tuan Muda, saya tahu kok kalau kita hampir sebaya. Tapi Anda juga harus tahu jika saya adalah pengasuh yang ditunjuk langsung oleh Nyonya Kemala,” tutur Septin kepada Gideon yang sangat keras kepala.“Terus … maksud Lo apa, hah?” hardik Gideon.“Ya ampun … Tuan Muda. Hanya ada kita berdua di dalam ruangan ini. Anda tidak perlu membentak saya,” ucap Septin sambil balik menatap Gideon yang dari tadi melirik ke arahnya dengan sangat sinis.“Katakan mau Lo Septin! Jangan kebanyakan bacot, Lo! Jangan sok mengatur gue!” Gideon bukannya mengecilkan suaranya. Pria itu malah menambah satu oktaf nada suaranya saat ini.“OMG! Ternyata Tuan Muda Gideon, sangatlah pemarah. Sabar … sabar Septin. Tarik napas dalam-dalam lalu buang perlahan,” gumam sang gadis dari dalam hatinya.“Maksud saya, kita harus saling menghargai, Tuan Muda. Anda sebagai anak asuh saya, dan saya sebagai pengasuh Anda. Sesimpel itu kok,” ucapnya mencoba menjelaskan semuanya kepada Gideon.“Kalau gue nggak mau, Lo mau apa?” ta

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    16. Tak Dapat Mengelak Lagi

    Gideon dan Septin mulai meraba-raba di kegelapan gudang. Mereka bersembunyi di balik tumpukan kotak-kotak kardus dan barang-barang usang. Bunyi langkah kaki para sekuriti yang berpatroli di sekitar kediaman keluarga Mosha menggetarkan udara di dini hari itu. Gideon tahu bahwa jika dia tertangkap, pria itu tak hanya akan menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri, akan tetapi juga bagi Septin. Pengasuh barunya yang baru saja direkrut oleh sang ibu, Nyonya Kemala."Dengar, Pengasuh Septin," bisik Arjuna dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar di antara suara derap langkah kaki di luar gudang. "Kita harus bersabar. Jangan bergerak sampai mereka benar-benar pergi."Septin yang masih belum paham tentang situasi itu, hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya kepada sang tuan muda.Gideon, dengan napasnya yang terengah-engah, berkata lagi, "Dengarkan, Pengasuh Septin. Kita harus tetap diam dan berharap mereka melewati gudang tanpa curiga."Lagi-lagi Septin menganggukkan kepalanya.

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    15. Ketahuan Septin

    Petrus dan Lukas tersenyum, merasa terharu mendengar kata-kata Gideon. Mereka merasa senang bisa menjadi bagian dari setiap pencapaian Gideon.Perjalanan pulang mereka berlangsung dengan penuh keceriaan. Ketiganya berbicara tentang balapan tadi, membagikan pengalaman dan cerita seru satu sama lain. Mereka tertawa dan saling menggoda, menciptakan suasana yang penuh keakraban."Tahu tidak, Guys, saat gue melihat kalian berdua di sisi arena, memberikan dukungan dan semangat, membuat gue merasa lebih semangat dan yakin akan menang," seru Gideon dengan penuh semangat. "Kalian adalah sahabat sejati, gue!”Petrus dan Lukas tersenyum lagi. Keduanya merasa terharu mendengar kata-kata Gideon. Mereka tahu betapa pentingnya dukungan dan persahabatan dalam mencapai kesuksesan.Saat mobil yang disetir oleh Lukas akhirnya tiba di area belakang rumah Gideon, mereka pun turun dari mobil dengan perasaan yang penuh kebahagiaan. Ketiganya berdiri di sana, saling berpelukan sebagai tanda persahabatan dan

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    14. Menjadi Pemenang

    Akhirnya, Gideon melintasi garis finish sebagai orang pertama yang mencapai garis akhir arena balapan dan menjadi juara dalam balapan itu. Dia merasakan kegembiraan yang tak tergambarkan, diiringi sorak sorai penonton dan tepuk tangan yang meriah.Petrus dan Lukas berlari mendekatinya, memberikan pelukan dan ucapan selamat. Mereka benar-benar bangga dengan pencapaian Gideon.“Lo adalah pembalap yang luar biasa, Bro Gideon!" ucap Petrus dengan penuh kagum.“Gue tidak pernah meragukan kemampuanmu, Bro Gideon!" tambah Lukas dengan senyuman lebar.Ketiganya lalu berpelukan sebagai tanda persahabatan dan kebersamaan mereka dalam petualangan ini. Gideon merasa begitu beruntung memiliki teman-teman seperti Petrus dan Lukas yang selalu mendukungku.Petualangan malam ini benar-benar tak terlupakan. Gideon belajar bahwa keberanian dan keahlian yang dirinya miliki dalam bermain game balap di rumahnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Sang tuan muda merasa semakin percaya diri dan siap

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    13. Balapan Motor Liar

    Petualangan malam terus berlanjut setelah ketiganya menikmati waktu yang menyenangkan di Pantai Ancol. Petrus, Lukas, dan Gideon, memutuskan untuk melanjutkan petualangan mereka ke sebuah arena balap liar di pinggiran kota Jakarta.“Bro … bagaimana kalau kita ke suatu tempat yang istimewa?” ajak Petrus.“Suatu tempat? Kenapa tempat itu bisa dikatakan sebagai tempat istimewa?” tukas Gideon penasaran.“Ha-ha-ha! Karena tempat itu adalah arena balap!” tutur Lukas.“Wow! What a surprise! Ayo kita ke sana! Gue nggak sabar ingin mencoba balapan motor yang sesungguhnya bukan hanya di depan layar saja!” ujar Gideon antusias.Perjalanan ketiga pemuda tersebut menuju arena balap liar dimulai dengan suasana yang penuh sukacita. Dengan Petrus yang menyetir mobil, mereka berangkat dari Pantai Ancol, menyusuri jalan-jalan kota Jakarta yang semarak dengan lampu-lampu malam yang berkelip-kelip.Mobil bergerak meluncur di jalan tol yang mulus, melaju dengan kecepatan yang tepat, seiring dengan irama l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status