Share

BAB 31

Author: Dhia Dharma
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-07 20:00:14

“Makasih.” Ucap Dita begitu mobil Daffa berhenti di depan rumahnya.

“Sama-sama Kak,” jawab Kayla dan Vano di bangku belakang, sementara Daffa hanya berdehem singkat.

Begitu Dita keluar dari mobil, Kayla dan Vano kompak mengulurkan buket yang tadi ditangkap Daffa dan mendorong pria itu ikut keluar.

Daffa hanya menghela nafas pelan, kesal dengan diri sendiri yang tak bisa menolak permintaan kedua bocah SMA itu.

Dita menautkan alis, heran mengapa Daffa ikut keluar, “Kenapa?” Tanyanya.

Dengan cangg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 133

    "Lo yakin, Rin?" Ayyana menggenggam erat sabuk pengamannya ketika menatap gedung menjulang di hadapan mereka."Percaya sama gue." Ririn membukakan sabuk pengaman Ayyana dan menarik perempuan itu keluar."Selamat pagi Bu Ayyana, Bu Ririn," sambut resepsionis kantor tersebut dengan ramah meski sempat menampilkan guratan wajah bingung saat mereka mendekat.Mungkin heran karena biasanya jika Ayyana datang, ia akan langsung naik saja ke ruangan Fakhri tanpa perlu melalui perantara mereka.Begitu pula dengan Ririn yang biasanya akan langsung disambut oleh Bayu. Tapi kali ini mereka justru mendatangi resepsionis lebih dulu."Pak Bayu ada?" tanya Ririn basa basi.Si resepsionis mengangguk sopan, "Ada, Ibu. Mau saya panggilkan, atau Ibu ingin langsung naik saja?""Nggak usah. Kalau Pak Fakhri?" tanya Ririn lagi."Oh, kalau Pak Fakhri, beliau tadi keluar menjelang makan siang, Bu. Katanya sih, ada keperluan ke kantor pusat."Kantor pusat yang dimaksud adalah kantor yang dipimpin langsung oleh P

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 132

    "Loh, Ibu habis keluar?" tanya Ayyana mencomot satu potong brownies coklat yang ada diatas meja makan.Dari packaging-nya, Ayyana bisa tahu bahwa itu adalah kue dari toko langganan keluarga mereka. Tapi tumben-tumbenan Ibunya keluar membeli kue sepagi ini?Ayu mengulas senyum tipis seraya menyimpan nasi goreng yang baru dibuatnya ke atas meja, duduk berhadapan dengan Ayyana seraya menjawab, "Itu kiriman suami mu.""Mas Fakhri?""Iya," angguk Ayu. Tatapannya lalu beralih ke sebuah meja dekat dinding masuk ruang makan, "Itu, dia bawa bunga juga buat kamu."Ayyana mengikuti arah yang ditunjuk Ibunya, ada sebuah buket berukuran lumayan besar disana. Buket berwarna hijau dengan bunga mawar putih didalamnya."Kapan Mas Fakhri ke sini?" Ayyana bertanya seraya beranjak mendekati buket tersebut."Tadi. Dia mampir sebelum berangkat ke kantor."Dengusan pelan terdengar dari Ayyana. Apa sih yang ada di pikiran suaminya itu?

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 131

    Setelah melepas mukena yang ia pakai untuk sholat Isya, Ayyana menghempaskan tubuh ke ranjang, berbaring dengan tatapan tertuju pada langit-langit kamar.Dulu tempat ini selalu menjadi ruang favoritnya, Ayyana bisa menghabiskan waktu seharian di kamar tanpa merasa jenuh atau bosan.Tapi sekarang semuanya berbeda, tempat ini sudah tergantikan oleh tempat lain bahkan pun ia merasa kamar ini sudah sangat amat membosankan.Ayyana justru malah merindukan suasana kamar dan rumah yang ditempatinya bersama Fakhri setelah menikah, padahal rumah itu baru ia tempati.Ditengah suasana hatinya yang makin kesini makin tak karuan, panggilan masuk dari sang suami terdengar.Ayyana beranjak untuk meraih ponselnya yang tergeletak asal di sofa, menekan tombol jawab atas panggilan video yang Fakhri lakukan tanpa berniat memakai hijab lebih dulu."Assalamu'alaikum, sayang," sapa pria itu dengan senyum manis.Melihat Fakhri yang tampak nyaman

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 130

    "Gimana kondisi, lo?" tanya Ilham duduk berseberangan dengan Ayyana di sofa ruang tengah.Sejak kembali dari rumah sakit, Ilham memang baru sempat datang ke sana lantaran juga sibuk dengan tugas utamanya sebagai dokter dan tugas tambahan untuk menjadi dokter Jihan, plus membantu Fakhri menemukan Haikal beberapa waktu lalu."Alhamdulillah, baik. Gue bahkan udah masuk kantor beberapa hari ini.""Kalau kondisi hati?" usil Ilham.Ayyana mendelik pelan, "Menurut lo?""Kayaknya lagi butuh perawatan intens," tanggap pria itu disertai kekehan. "Obat sama dokternya kan udah sepaket, kenapa belum sembuh juga?""Gue nggak pernah disamperin sama dokternya, jadi gimana mungkin gue bisa konsumsi obatnya?""Lah, Pak Fakhri nggak pernah temuin lo?" Alis Ilham bertaut dalam."Nggak," sungut Ayyana. "Nggak tau deh itu suami gue kena virus apa, dia setiap saat nelpon gue bilang kangen tapi nggak sekalipun datang ke sini."

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 129

    Menyanggupi tantangan Adrie dengan percaya diri seakan bukan hal besar, untuk mempertahankan harga dirinya di depan pria itu, nyatanya Fakhri seolah menenggelamkan diri sendiri ke dasar lautan paling dalam.Bayangkan saja, baru tiga hari semenjak kesepakatan untuk tidak menemui Ayyana, kondisi hati Fakhri sudah makin amburadul.Parahnya, Adrie membebani uji kelayakan sebagai adik ipar ini dengan melepas jeratan pada Ayyana.Perempuan yang berstatus sebagai istri sahnya itu, dibebaskan oleh Adrie untuk bisa keluar rumah, bahkan bebas berangkat bekerja dan beraktivitas seperti biasa.Fakhri rasanya sudah mau gila dan butuh borgol seperti Jihan untuk tidak kelepasan menginjak gas mobil dan menghampiri istrinya ke kantor milik perempuan itu."Udah lah, temui ajah, dari pada lo gila sendiri." Daffa yang menyaksikan sendiri kondisi Fakhri yang dipaksa melakukan hubungan Long Distance Marriage atau LDM–padahal jelas jarak diantara mereka sama se

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 128

    Di minggu pagi ini, ia sudah memantapkan diri untuk datang ke rumah mertuanya, berharap bisa bicara baik-baik dengan Adrie.Kedatangan Fakhri cukup disambut baik oleh kedua mertuanya, meski tanggapan Ayah Ayyana tak sehangat dulu. Hal yang cukup bisa Fakhri pahami mengingat kualifikasinya sebagai menantu yang tidak cukup memuaskan.Meski demikian, Ayu tetap tak berubah. Mertua perempuannya itu dengan senyum merekah menyambutnya masuk dan menyajikan minuman.“Om Fakhri.”Fakhri yang sejak tadi cukup tegang, merasa sedikit mencair kala kehadiran Gio memecah suasana canggung disana."Hai, sayang." Fakhri meraih tubuh Gio dan mendekapnya sebentar.Dengan tatapan berbinar, Gio bertanya, "Om Fakhri udah berhasil menyelesaikan misi?"Senyum Fakhri merekah sedikit, "Hampir. Gio sendiri bagaimana?""Gio berhasil dong," katanya bangga. "Tante Aya, aman sama Gio."Namun obrolan keduanya disela oleh suara tajam dari Adrie di ujung tangga, "Gue harap kedatangan lo kali ini untuk memenuhi permintaa

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 45

    Jika biasanya sepulang kantor Ayyana akan langsung disambut dengan makanan jadi di meja makan, setelah menikah kebiasaan itu seakan hilang ditelan bumi. Kali ini semuanya harus ia siapkan sendiri, memasak, merapikan rumah, semuanya.Seperti sekarang, begitu sampai ia langsung bergegas ma

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 44

    "Bagaimana keadaan Jihan?" Tanya Papi Fakhri sembari menikmati secangkir kopi di ruang tengah."Dia baik." Singkat Fakhri."Papi dengar dia sakit?"Fakhri menautkan alis, "Papi tahu dari mana?"Seingatnya, ia tidak pernah membicarakan soal itu dengan sang Papi. Atau mungkin Daffa yang memberi tahu.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 39

    Ayyana menggeleng, "Nggak apa-apa, itu kan tanggung jawab kamu." Fakhri menurunkan badan, berlutut di depan Ayyana yang duduk di kasur. Ia menatap Ayyana dengan perasaan bersalah yang amat dalam. "Maaf Aya," ucapnya meraih tangan Ayyana. Kalimat itu bu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 40

    "Nah, kamu nginap disini aja sampai suamimu pulang, jangan tinggal di rumah sendiri." Ucap Winda begitu mereka sampai di rumahnya. Mertuanya itu mengajak Ayyana ke rumahnya tanpa menerima penolakan, kesal dengan tindakan Fakhri yang menurutnya sangat tidak bertanggung jawab.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status