공유

BAB 64

작가: Dhia Dharma
last update 게시일: 2025-11-07 20:00:37

'Assalamu'alaikum, Mas.'

"Wa'alaikumussalam. Sayang tolong lihat di kamar, kayaknya ada berkas aku yang ketinggalan."

'Map biru bukan?'

"Iya bener. Aku minta karyawan aku kesana buat ambil, kamu tolong kasih ya."

'Nggak usah Mas, ini aku udah di jalan buat nganter berkasnya.'

"Kamu kesini? Ya Allah, kan tadi aku bilang jangan kemana-mana."

'Aku bosen, lagian cuman nganter ini kan. Boleh ya?'

"Kamu udah di jalan, baru nanya boleh."

Ayyana cengengesan di
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 98

    Seperti apa yang Fakhri katakan, ia sekarang sudah berada di halaman rumah mertuanya. Ayyana masih juga belum kembali dan masih belum bisa ia temukan sampai hari ini, jadi Fakhri memutuskan untuk menemui mertuanya.Ia duduk di dalam mobil selama beberapa menit, menguatkan diri untuk menerima bagaimanapun tanggapan mereka.Tapi yang nyalinya sempat menciut adalah keberadaan Ilham di sana, duduk di ruang tengah bersama Ayahnya.Ayu menyambut Fakhri dengan ramah layaknya anak sendiri begitu pula dengan Hilman dan Ilham.Mereka duduk sembari mengobrol ringan, bahkan Ayu dengan santainya sempat melontarkan ucapan basa basi dengan berkata, "Gini dong, meskipun Aya nggak ikut kamu tetap harus rajin tengokin Ibu, nggak usah sungkan."Kalimat yang hanya di tanggapi dengan senyum singkat oleh Fakhri sebelum Ayu beranjak ke dapur untuk menyajikan minuman.Di tengah-tengah mereka, Fakhri merasa cukup tertekan apalagi dengan tatapan Ilham yan

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 97

    Di ruang tengah rumah keluarga Dania, perempuan itu tidak hentinya meluapkan amarah sejak tadi. Menceramahi Fakhri yang sudah membuat Ayyana sampai pergi dari rumah. Saat sampai di sana, kondisi rumah sudah gelap, Mami, Papi bahkan Kayla yang hobi begadang pun sudah terlelap. Tapi ia tidak tenang dan membangunkan Maminya, sampai Kayla yang sama sekali tak ia ganggu ikut terusik mendengar riuh dari ruang tengah. Suasana larut malam yang tadinya hening dan sejuk kini berubah panas, berbaur emosi yang tidak bisa Dania tahan. "Mami sudah peringatkan dari dulu untuk jaga jarak dari Jihan, kamu tuh sudah menikah. Persoalan tanggung jawab, Jihan itu sudah dewasa. Apa selama bertahun-tahun ini semua yang kamu dan Daffa lakukan masih belum cukup?" "Mami pikir kepergian anak kalian bisa merubah banyak hal tapi kamu masih saja begini." Murka Dania. Ia tidak pernah sekalipun menyalakan Fakhri atas insiden itu sebelumnya, tetapi hari in

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 96

    Mobil yang dikendarai Fakhri memasuki gerbang dan hanya di parkirnya di halaman rumah. Ia pergi hampir setengah jam lamanya, khawatir Ayyana akan semakin marah jika tahu ia keluar. Tanpa menunggu lama, ia segera turun dan memasuki rumah. Tak ada yang berbeda, semua masih sama seperti saat ia tinggal tadi. Fakhri menenangkan diri sejenak sebelum beranjak naik ke lantai atas, menuju kamar. Sama seperti tadi, ia mulai mengetuk pintu lagi dan menyerukan nama Ayyana pelan, takut mengganggu jika kemungkinan istrinya sudah terlelap. "Sayang?" Seru Fakhri berulang kali tapi tak kunjung ada jawaban. "Kamu udah tidur? Sayang?" Suara Fakhri seolah hanya di sambut oleh angin, pria itu menghela napas pendek, mencoba membujuk Ayyana yang ia pikir masih ada di balik pintu. Merasa Ayyana tak berniat membuka pintu tersebut, ia memilih mundur, mungkin istrinya masih butuh waktu sendiri. Tapi tepat saat ia berbalik hendak

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 95

    Ayyana menarik napas panjang, menyeka air matanya dan membalas tatapan Fakhri, "Aku kasih kamu kesempatan untuk jujur sekarang Mas, nggak usah tutupin apapun lagi sama aku. Jujur dan buka semuanya tentang hubungan kamu dan Jihan selama ini." Jika pun kebenaran yang diucapkan Fakhri adalah sebuah fakta menyakitkan, itu jelas lebih baik jika ia mendengarnya secara langsung dari Fakhri bukan dari orang lain. "Sayang, aku memang pernah membohongi kamu soal Jihan, tapi untuk hal ini, aku berani bersumpah, aku nggak pernah sekali pun menyentuh Jihan melewati batas, apalagi sampai berzinah dengan dia sayang." Fakhri putus asa, entah harus menjelaskan dengan cara bagaimana lagi untuk membuat Ayyana kembali percaya padanya. Di saat mereka kembali bersitegang, ponsel Fakhri tiba-tiba berdering, menandakan satu notifikasi pesan baru. Tak ia hiraukan, tak ada yang lebih penting saat ini selain mendapatkan kembali kepercayan sang istri. "Buka pesan kamu Mas," pinta Ayyana. "Itu nggak penting

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 94

    Ayyana berusaha mengabaikan panggilan Fakhri, namun suaminya itu tak berhenti memanggil dan mengetuk. Ia yang sedang berbaring di kasur membalikkan tubuh, hingga tanpa sengaja menatap obat yang di dapatnya dari rumah sakit tadi. Perasaan bersalah menyeruak dalam hati Ayyana, ada getaran dalam dirinya yang mengingatkannya untuk menjadi ibu yang baik. Karena itulah ia bangkit dan keluar dari kamar. Hal pertama yang dilihatnya begitu membuka pintu, tentu saja Fakhri. Pria itu masih berdiri di sana, namun kali ini ada sebuah piring berisi makanan lengkap dengan segelas air ditangannya. Tanpa mengatakan apapun, Ayyana segera merebut kedua benda itu dan kembali menutup pintu. Tapi Fakhri berhasil menerobos masuk karena Ayyana kesulitan menguncinya. Fakhri berusaha mengulas senyum meski Ayyana menatapnya horor, lalu merebut piring dan gelas di tangan Ayyana, menyimpannya di atas meja depan sofa. "Makan dulu sayang," ajak Fakhri.

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 93

    Untungnya Fakhri dengan sigap bisa mengentikan Jihan dan menahan tangannya untuk tidak bertindak lebih brutal.Ia lalu menyeret Jihan keluar dari sana, tidak ingin Ayyana kembali mendengar pertengkaran mereka."Lepas! Aku akan tinggal di sini sama perempuan itu, aku nggak mau pergi." Jerit Jihan seraya meronta, namun tenaga Fakhri masih lebih kuat.Fakhri mendorong tubuh Jihan memasuki mobil dengan sedikit kasar karena Jihan terus berontak, "Kalau kamu masih tidak bisa diam, saya nggak akan segan mengirim kamu pulang ke luar negeri sekarang juga."Ancaman itu berhasil, Jihan menyentak tangan Fakhri dan duduk dengan tenang di kursi belakang. Fakhri kembali mengambil koper Jihan dan memasukkannya ke bagasi sebelum membawa mobilnya menjauh dari sana.Kedatangan Jihan hari ini pun sama sekali diluar kendalinya, bahkan semalam pun Daffa tidak mengatakan apapun. Tiba-tiba saja beberapa saat setelah ia sampai di kantor, Daffa baru menghubunginya bahwa Jihan menghilang.

  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 75

    "Ayy?""Hm?"Dita tampak menimbang sejenak seakan ragu dengan apa yang akan ia sampaikan."Kenapa sih? Ada masalah?" Tanya Ayyana melihat keraguan di mata perempuan itu."Gimana ya ngomongnya." Dita menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Tapi lo jangan ketawain gue ya?"Ker

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 74

    Fakhri menyusul di sofa seberangnya, "Jujur aku kaget waktu Aya cerita, Papi tau sendiri kan gimana sikap Mami."Setelah kejadian Ayyana kecelakaan saat itu, Fakhri memang sempat meminta Papinya untuk tidak memberi tahu Maminya terkait foto yang membuat Ayyana marah.Yang Fakhri

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 69

    Di ruang tengah, Dania hanyut dalam pikirannya sendiri. Ada beberapa hal yang terasa menggajal dalam hatinya, tapi juga tidak bisa memecahkan kejanggalan itu.Dari arah tangga, Rama yang melihatnya mendekat dan memecah keheningan yang menyelimuti sang istri."Mami lagi mikirin a

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Calon Istri Untuk Klien WO   BAB 70

    "Tidur sama Ayah aja, sempit di situ.""Nggak, aku akan tetap jagain kamu disini." Kata Fakhri mantap. "Aku izinin kamu tidur sama Ibu sama Gio, tapi syaratnya aku tetap di kamar yang sama.""Tapi__""Kalau kamu keberatan ya udah, Ibu nggak usah tidur disini."

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status