Share

BAB 60

Author: Langit Parama
last update publish date: 2025-12-16 06:56:30

“Mami lihat, Mi? Mami sadar sekarang? Ini konsekuensinya kalau kita satu frame sama rakyat jelata. Kita kelihatan buruk di mata orang lain, di cap gak punya empati.”

Inggrit berseru pada ibu mertuanya usai sarapan sebelumnya. Setelah dia mendapatkan ultimatum pagi dari Radja yang tak memandang ibu kandung dan istri sendiri.

“Orang miskin itu gak pernah tahu diri, Mi. Dia itu penjilat. Sama kayak anjing, setelah dirawat dengan baik, dia bakal ngegigit tuannya. Lihat sekarang Djiwa,” lanjutnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Bacakan Bang Yudi
iklan oh iklan
goodnovel comment avatar
niayaya
jangan2 udah smbuh... semoga....
goodnovel comment avatar
muhammad maksum
kakek kemana hilang kemana
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 495

    Sekar baru saja memejamkan mata, mencoba menenangkan pikirannya, ketika ketukan keras di pintu kamarnya memecah keheningan. Tok! Tok! Tok! Ia tersentak, refleks langsung bangkit duduk. “Mi, buka pintunya!” suara Kaisar terdengar tergesa dari luar. Sekar menghela napas berat, lalu turun dari ranjang dengan langkah hati-hati. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya. Pintu dibuka. “Ada apa, Kai?” tanyanya. “Kita ke rumah sakit sekarang,” jawab Kaisar tanpa basa-basi. Sekar mengernyit. “Ngapain ke rumah sakit?” Namun tatapannya teralihkan. Ke arah Karin yang berdiri di samping Kaisar, menggenggam sesuatu di tangannya. “Loh, itu apa?” Sekar melangkah mendekat, lalu mengambil benda tersebut. Matanya menyipit, membaca hasilnya. Detik berikutnya. “Kamu … hamil, Rin?” Karin tersenyum kecil. “Iya, Mi. Aku hamil.” Wajah Sekar langsung berubah. Kaget, lalu bahagia. “Ya Tuhan …,” ia langsung menarik Karin ke dalam pelukan hangat. “Akhirnya kamu hamil anak Kai juga. Kai

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 494

    “Daddy … kecelakaan.” Kalimat itu jatuh pelan, tapi dampaknya seperti menghantam keras. “Hah?!” Ratu langsung menangis. “Mommy bohong, kan?! Daddy gak apa-apa, kan?!” Air matanya mengalir deras, tubuh kecilnya gemetar. Naren ikut panik. “Gimana maksudnya kecelakaan, Mom?! Daddy di mana sekarang?! Kita ke sana, kan?! Kita ke sana sekarang?!” Suasana langsung kacau. Hanya Regan yang tetap diam. Wajahnya tegang, tapi ia tidak menangis. Tatapannya langsung tertuju pada ibunya—mencari kepastian. Djiwa sendiri nyaris kehilangan keseimbangan. Kakinya terasa lemas, tangannya gemetar hebat. Namun ia menahan diri. Ia tidak boleh runtuh, tidak di depan anak-anaknya. “Iya, kita ke sana sekarang,” ucapnya pelan, berusaha menguatkan suara yang hampir pecah. Ia meraih tangan Ratu yang menangis, lalu menoleh pada Naren dan Regan. “Ayo … kita ke rumah sakit.” Regan langsung berdiri, sigap. Ia menggenggam tangan Ratu, mencoba menenangkan adiknya yang terus terisak. “Ratu … kita ke Daddy seka

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 493

    Kamar Sankara kembali sunyi. Djiwa masih berdiri di sana, di tempat yang sama, seolah kakinya enggan melangkah pergi. Matanya menatap kosong ke arah jendela, namun pikirannya berputar ke mana-mana. Ucapan Radja sebelumnya terus terngiang. Tentang anak-anak. Tentang keluarga. Tentang bagaimana semuanya pernah baik-baik saja. Napasnya perlahan memburu. “Aku … keterlaluan,” gumamnya lirih, hampir tak terdengar. Tangannya terangkat, menutup mulutnya sendiri, seakan menahan sesal yang tiba-tiba datang tanpa permisi. “Tadi aku bilang cerai.” Kata itu terasa asing sekarang. “Aku marah, aku kecewa, aku sakit, tapi …,” suaranya bergetar, “Aku gak seharusnya bilang itu.” Ia menggeleng pelan, tubuhnya melemah. Dalam bayangannya, terlintas wajah anak-anaknya. Ratu yang selalu memeluknya tanpa alasan. Naren yang cerewet. Regan yang diam tapi selalu memperhatikan. Lalu Radja. Cara laki-laki itu menatapnya tadi. Cara dia menahan emosi. Cara dia tetap berdiri tanpa mundur. Djiwa mengusap wa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 492

    Radja baru saja tiba di mansion Reinard, rumah besar yang sejak dulu selalu terasa megah namun dingin. Ia sebenarnya tidak berniat datang. Namun ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, sesuatu yang harus ia pastikan sendiri. Mobilnya berhenti tepat di depan teras. Begitu turun, langkahnya langsung terhenti. Karin berdiri di sana, menggenggam sebuah paper bag di tangannya. “Mas ….” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Radja lebih dulu memotong. “Kamu tahu dari istri saya, lalu menyampaikannya pada Mami?” serbunya dingin, tanpa basa-basi. Karin terdiam sejenak, menelan ludah dengan susah payah. “Maaf, Mas …,” ucapnya pelan. “Karena semuanya sudah terbongkar ke Djiwa, saya pikir lebih baik Mami juga tahu.” “Kenapa?” tanya Radja singkat, tatapannya dingin. Karin mengangkat wajahnya, mencoba tetap teguh meski jelas gugup. “Karena saya tidak mau Djiwa terus disalahkan,” jawabnya. “Selama ini … Mami selalu menuding dia. Saya cuma ingin Mami tahu, kalau Djiwa tidak sepenuhnya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 491

    Radja terdiam sesaat. Namun hanya sepersekian detik. Setelah itu emosinya benar-benar naik. “Apa saja yang bocah itu katakan pada kamu, Djiwa …,” suaranya rendah, namun sarat tekanan. “Sampai kamu bisa berpikir sejauh ini?” Tatapannya menajam, rahangnya mengeras. “Sampai kamu dengan mudahnya melempar kata cerai di depan saya.” Djiwa tidak mundur. Ia justru menatap balik, sama kerasnya. “Bukan Bagas yang bikin aku seperti ini, Mas,” jawabnya dingin. “Kamu yang bikin aku seperti ini.” Kalimat itu menghantam. Radja menggeleng pelan, napasnya mulai tak teratur. “Semudah itu kamu mengatakannya, hah?” desisnya. “Semudah itu kamu ingin mengakhiri semuanya?” “Karena kamu salah,” balas Djiwa tanpa ragu. “Lalu?” Radja tertawa pendek tanpa humor. “Karena saya salah, maka solusinya cerai?” Ia melangkah cepat, mempersempit jarak di antara mereka. “Begitu cara kamu menyelesaikan masalah rumah tangga kita?” lanjutnya, suaranya semakin dalam. “Dengan lari dan memilih berpisah?” Djiwa henda

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 490

    “Adeknya Kak Binar kapan ya keluar dari perutnya Tante Fairish ya, Mas?” tanya Ratu polos, matanya berbinar penuh rasa penasaran. Sore itu, mereka bertiga berkumpul di kamar Regan. Buku-buku sudah tersingkir ke sudut meja, berganti dengan suasana santai setelah les selesai. “Nggak tahu, Dek,” jawab Regan sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur. “Mungkin … nanti, waktu kita mau naik kelas dua. Mirip kayak Mommy dulu, kan? Lahiran pas kita udah mulai sekolah SD.” “Iya juga ya ….” Ratu mengangguk-angguk kecil, seolah membayangkan. Naren yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bersuara. “Kalau adeknya Binar, berarti adek kita juga, kan, Mas?” Regan tersenyum tipis, lalu mengangguk. “Iya, adek kita juga. Daddy pernah bilang waktu itu, kalau adek Sankara lahir … dia juga jadi adeknya Binar. Nggak cuma punya kita.” Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih lembut. “Dan sebaliknya juga sama.” “Yeay!” Ratu berseru senang, kedua tangannya terangkat. “Berarti w

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 112

    Mbok Iyam ikut terhenti. Alisnya berkerut saat menyadari apa yang baru saja mereka dengar. “Non ….” suaranya lirih, penuh iba. Djiwa tak sanggup melangkah maju. Tak juga sanggup mundur. Dadanya sesak, perutnya terasa mengencang halus—seolah janin kecil di dalam sana ikut merasakan sakit yang sama

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 95

    “Om, awas Anggi mau lewat,” keluh bocah itu pada sosok bertubuh tinggi yang menghadang jalannya. Kepalanya mendongak, sampai lehernya terasa pegal. Dante menyeringai miring. Tatapannya beralih pada Inggrit yang masih di dalam mobil. Wanita itu jelas melayangkan tatapan tajam dan dingin padanya.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 111

    “Anggita, babay ....” seru Celine, anak kecil itu, sambil melambaikan tangan pada temannya yang sudah dijemput orang tuanya lebih dulu. Anggita tersenyum lebar, membalas lambaian Celine dengan senyum lebar. Kemudian tatapannya kembali mencari-cari mobil jemputannya. Akhir-akhir ini, semenjak Radj

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 99

    Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikiran Djiwa tak lepas dari sikap Radja terhadap Anggita. Ia bisa memahami alasan Radja menjaga jarak dari Inggrit, karena sikap wanita itu memang kerap tak pantas dijadikan teladan. Namun Anggita? Anak kecil itu sama sekali tak bersalah. Tak ada satu pun ala

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status