Share

Candu Obsesi Sahabatku
Candu Obsesi Sahabatku
Author: Dea Saputri

Bab 1

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-03-26 22:26:30

“Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya.

“Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.”

“Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline punya pacar si Galuh itu.”

Adeline mengendus pelan ocehan sahabatnya, Bella dan Sisil. Mereka masih menatap Kenzo yang menghampiri Adeline, bahkan bicara dengan gadis cantik itu begitu pelan walau terkesan dingin dan datar.

“Gue udah dijemput sama Galuh, bentar lagi dia nyampe!” Adeline menolak, soal dijemput Galuh memang benar kekasihnya akan datang sebentar lagi.

“Papi suruh gue jemput lo dan bawa ke kantor, katanya lagi cari sekretaris. Lo yang minta kan?” tanya Kenzo, benar Adeline baru lulus bulan lalu. Walaupun keluarga besar sudah menawarkan pekerjaan, ia menolak tawaran mereka.

Adeline ingin mencari pekerjaan sendiri, bahkan mengikuti prosesnya seperti biasanya walaupun berat ia penasaran saja. Katanya, setelah lulus banyak orang pengangguran. Dia merasakan sekarang, tidak bekerja bukan berarti tak ada uang. Papi dan maminya kaya raya, bahkan tidak akan jatuh miskin jika dirinya belum bekerja.

“Gue ke sana dengan Galuh, lo duluan aja. Ngapain jemput gue tanpa kabarin duluan,” ucap Adeline membuat Kenzo tersenyum tipis bahkan tak terlihat sama sekali.

“Lo bareng gue,” seketika tangan Adeline ditarik oleh Kenzo lngsung masuk kedalam mobil.

“Ken, lo apaan sih. Hobi banget maksa gue, ngeselin tahu gak!” tatapan permusuhan bahkan penuh benci Adeline ke Kenzo.

“Kalau gak dipaksa, lo bahkan tetap bareng Galuh sialan itu. Berapa kali gue bilang, dia bukan pria baik Adeline. Kenapa lo gak dengerin yang gue omongin sih!”

Kenzo sudah mengingat Adeline jika Galuh bukan pria baik, tapi Adeline tidak mendengarkan sama sekali. Yang ia tahu, Galuh baik, perhatian bahkan sejak menjalani hubungan tidak aneh - aneh. Walaupun sudah hampir 3 bulan hubungan Adeline dengan Galuh ia tak merasa curiga atau sesuatu yang janggal. Maka Adeline tak menggubris ucapan Kenzo yang mengatakan jika Galuh bukan laki-laki baik.

“Jangan asal nuduh sehingga lo, gak punya bukti. Diem bisa gak sih, selalu ikut campur hubungan gue. Emang pernah saat lo punya pacar gue gangguin lo? Gak pernah kan,” cecar Adeline langsung membuang muka menatap jendela mobil.

Kenzo diam, bahkan ia mengeratkan stir mobil menahan emosi. Ia tak menjawab ucapan Adeline dan fokus menuju perusahaan dimana orang tua mereka sudah menunggu untuk pertemuan kali ini.

Kenzo, laki-laki yang sejak kecil bersama dengan Adeline. Bahkan mereka tumbuh bersama, dan hidup dalam lingkungan yang sama. Dimana orang tua mereka saling mengenal dan bersahabat sejak kecil. Menikah pun mereka bersama, namun Kenzo lahir lebih dulu dan selang 3 tahun baru Adeline yang lahir karena orangtua baru diberikan kepercayaan selama pernikahan tersebut.

Kenzo menghela nafas, tahu jika Adeline sedang marah dan keras kepala ia memilih mengalah dan membiarkan sesuka Adeline sendiri.

“Please Ken, jangan ganggu hubungan gue. Bahkan gue gak pernah ikut campur hubungan lo, harusnya lo ngerti. Bukan kayak gini, gue tahu kita emang sahabatan tapi soal pasangan lo gak berhak ikut campur urusan pasangan.”

Adeline yang emosi bahkan marah dengan Kenzo langsung berkaca - kaca membuat Kenzo menepikan mobil. Ia tak ingin melihat gadis cantik itu menangis, apalagi Papinya nanti jika tahu habis nangis ia akan kena omelan.

“Jangan nangis, gue gak mau lo dapet pria brengsek kayak dia. Gue tahu dia kayak apa, Adeline.”

“Jalan, gue gak mau denger lo ngomong.”

“Gak, lo harus tenang dulu. Baru gue jalani mobilnya,” ucapan Kenzo membuat Adeline semakin berkaca - kaca ingin menangis.

Tanpa banyak kata, Kenzo segera memeluk tubuh Adeline. Bahkan Adeline tidak menolak dan semakin mengeratkan pelukannya. Pelukan seperti ini, baginya biasa. Kenzo langsung mengusap punggungnya untuk lebih tenang.

“Udah tenang? Gue bakal buktiin kalau dia bukan pria baik buat lo,” bisik Kenzo membuat Adeline tetap memeluknya dengan nyaman.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Candu Obsesi Sahabatku    Bab 9

    Bab 9 “Kamu disentuh dimana?” tanya Kenzo dengan tegas dengan aura yang dingin membuat Adeline menatapnya langsung. “Dia cengkram wajahku, ini…, dia tarik tangan bahkan dia hampir lepasin baju aku.” Bukan Adeline yang keras kepala, kali ini hanya sisi manja dan manis di depan Kenzo, menggunakan kata aku – kamu. Bukan lo – gue seperti biasa yang tidak akur saling adu mulut. Tanpa menunggu lama, Kenzo menyentuh tangan bahkan mencium tangan Adeline. Tidak hanya itu saja, ia mencium wajah Adeline dengan ciuman lembut dan usapan lembut seolah menghilangkan bekas menjijikan yang baru saja di dapatkan oleh Adeline. CUP. CUP. CUP. Entah berapa kali kecupan, Adeline hanya memejamkan mata. Membiarkan Kenzo menghapus jejak menjijikan yang membuat dirinya kotor dan tidak suci kembali. Adeline yang bisa keras kepala, bahkan kini hanya menangis dengan ketakutan. Takut, bayangan Kenzo datang terlambat pasti dia sudah hancur. “Aku sudah hilangkan semuanya, tidak ada bekas sia*alan itu lagi!

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 8

    Bab 8Adeline mengalami trauma berat di otaknya, bukan benturan tentang dia jatuh melainkan ingatan Ketika hampir dilec*ehkan. Mami Angelin hanya bisa menangis melihat Adeline dengan tatapan kosong. Hampir 4 jam lebih ia tidak sadar dan dokter berhasil memberikan obat yang cocok untuk memulihkan kondisinya. Adeline dengan diam, tidak bersuara. Hanya geleng kepala, bahkan sesekali menutup mata takut.Papi Aditya sudah mendengar semuanya jelas, jika Adeline dijual dengan Galuh yang katanya kekasihnya. Bahkan Galuh mencuri uang Adeline sebanyak 500 juta. Jelas Kenzo tidak terima bahkan langsung mencari laki – laki sia*alan itu kemana dia sekarang.“Sementara, jangan tanyakan hal berat dengan pasien. Beliau akan histeris dan menangis, biarkan dia tenang.”“Baik dok, untuk semua hasil pemeriksaan bagaimana? Ada kekerasan dok?” tanya Kenzo, matanya tidak lepas dengan Adeline yang memeluk Mami Angelin.“Tidak ada, tapi…, hanya trauma. Sejujurnya, trauma bisa membuat pasien lebih merasa tidak

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 7

    Bab 7Brak!Rahang Kenzo mengeras melihat Adeline, gadis yang tumbuh dan hidup bersamanya begitu hancur. Gadis yang tidak biasa menangis, kini histeris ketakutan dengan penampilan yang kacau.Kenzo tidak menunggu lama, ia menghajar Rio bertubi-tubi. Tangan di darahnya mengalir, karna tidak sadar wajah Rio hampir hancur di tangannya langsung.Kenzo tidak diam, ia mengambil lampu tidur dan melemparkan ke Rio seketika.Byar!!!Hancur, pecah bahkan kepala Rio langsung berdarah - darah. Kenzo sama sekali tidak peduli, ia menarik rambutnya bahkan tak berdaya sama sekali dihadapnya.“Lo…, berani menyentuh milik gue! Bahkan lo perlakukan milik gue seperti binatang. Lo sadar, sekarang lo berhadapan dengan siapa?!” amarah Kenzo meluap, bahkan ia memukul wajah Rio hingga tak sadar.Kenzo menginjak perutnya dengan keras, tanpa ampun bahkan toleransi dan rasa kasihan. Kenzo marah, nyaris sebentar lagi Adeline di lecehkan.Adeline terisak hebat, ia menutupi tubuhnya dengan tangan yang memerah. Enta

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 6

    Bab 6“100 juta? Lo bilang di awal Cuma 60 juta Gal, gak 100!” pekik Rio kesal bahkan ia bisa saja membayar lebih dengan hasil yang didapat nanti.“Gue bahkan udah nyuruh dia dandan cantik kayak gini, lo gak mungkin tertarik dong? Bahkan kalau lo mau, lo bisa ambil. Lihat, gue putusin dia langsung. Anggap, lo bisa pakai seterusnya, inget bro..., soal rasa kalau udah enak mah ketagihan!” ucapan Galuh membuat Rio benar.Soal enak, pasti nagih.“Gue bakal bayar lunas sekarang, kirim chat jika lo udah putus sama dia. Gue mau kalau besok pagi, dia sadar nyariin lo!” tatapan tajam namun penuh nafsu melihat Adeline hampir tak sadarkan diri.“Aman itu, bukti dia ama lo gue jamin aman. Gue udah bayar mahal club ini.”“Bawa dia ke kamar, gue tunggu di kamar nomor 1082, gue kesana duluan. Lo mau ikut gak?” tanya Rio dengan teman di sampingnya, tangan full tato hanya geleng kepala.“Jujur gue udah pengen sama dia, sayang banget gue udah bayar orang buat gue, gue ke urusan gue dulu. Kalau mau, gue

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 5

    Bab 5Adeline mendengar ucapan mereka menegang, apa maksudnya? Tidak sabar apa, ia ingin membuka suara namun tubuhnya mendadak pusing dan berat.“Kenapa baby?” tanya Galuh mengusap lembut pipiku, aku langsung menepisnya.“Jangan sentuh, gue gak suka disentuh. Apalagi lo berani pegang pegang gue!” tatapan Adeline mulai sayu, namun ia masih bisa menjawab ucapan Galuh dengan menusuk.“Oke – oke, sorry baby…, lagian kita pacaran. Aku pegang kamu juga hal normal dan wajar,” ucap Galuh tersenyum kecil melihat Adeline semakin memegangi kepalanya karena pusing.“Sama aja, gue gak suka ada sentuhan fisik!”“Gila, galak woy gimana kalau nanti main galak dan liar? Apa gak makin mantap tuh,” bisik salah satu teman Galuh membuat perasaan Adeline tidak nyaman.Takut terjadi sesuatu.Bahkan tangannya bergetar menyentuh ponsel, ingin mencari Bella dan Sisil.“Mau mau hubungin siapa baby? Aku ada disini, ngapain sibuk pegang ponsel.”“Balikin ponsel gue Galuh, lo apaan sih!” sentak Adeline lalu Galuh

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 4

    Bab 4Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Sisil. Mami gak tahu dia kemana, kamu temani dia ya? Kamu gak sibuk kan?”]“Baik, aku akan menyusulnya.”Hanya itu yang dia katakana dengan Mami Angelin, tatapannya kembali dingin. Ia segera menyelesaikan meeting beruntung semua sudah selesai dan Zack segera mengikutinya.“Ada apa?” tanay Zack, tangan kanan sekaligus sekretaris yang membantu Kenzo dalam hal apapun. Namun, ia masih butuh bantuan mencari sekretaris yang cocok masih dalam tahap pemilihan.“Adeline pergi, ayo susul.”“Ken, gue gak bisa tutupin lagi dengan tingkah lo semakin hari semakin menjadi. Untuk apa lo lakuin kayak gini? Sikap lo, udah buktiin kalau lo suka dengan Adeline.”Zack, teman sekaligus partner kerja untuk Kenzo. Ji

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status