Share

Bab 84

Author: Phoenixclaa
last update publish date: 2026-02-28 22:04:46

Robby tertawa keras, tawa yang menggema penuh dengan rasa benci yang menggema di ruangan itu.

“Kalian pikir aku melakukan semua ini sendirian?” Ia menunduk sedikit, senyumnya melebar kecam.

“Tanpa bantuan Elena, aku tidak mungkin bisa mencuri formula pil, obat-obatan farmasi Blackwood, dan rahasia dagang lainnya!”

DEGGG

Jantung Elena seperti berhenti berdetak.

Wajah-wajah para eksekutif menoleh padanya dengan shock dan kecurigaan.

Vior langsung menyingkapkan senyuman sinisnya, lalu langsung ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 142 (Inara)

    Noah masih menahan kedua pergelangan tangan Elena di depan tubuh wanita itu, membuat Elena sulit bergerak apalagi melarikan diri.“Noah… cukup…ada orang diluar.” napas Elena mulai tidak teratur saat pria itu kembali mendekat.Namun Noah seperti tidak mendengar. Pria itu justru menunduk perlahan, mengecup bahu Elena yang lembut dengan bibir panasnya. Sentuhan itu membuat tubuh Elena langsung menegang.“Noah, ah…” Elena refleks menghentakkan tubuhnya geli ketika Noah sengaja menggigit kecil kulit bahunya lalu meninggalkan bekas kemerahan di sana.Tatapan Noah langsung menggelap menikmati reaksi itu.“Kau terlalu sensitif…” bisiknya rendah di telinga Elena.“Noah, berhenti…” Elena mencoba menarik tangannya, namun pria itu malah makin erat menahannya.Kecupan Noah berpindah perlahan ke leher Elena. Napas hangat pria itu menyapu kulit putih wanita itu sebelum kembali meninggalkan jejak kemerahan lain di sana. Tangannya mengusap pinggang Elena pelan seolah menikmati setiap reaksi kecil yang

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 141 (Terjebak Di Ranjang Mantan)

    Cairan wine itu mengalir paksa melewati bibir Elena.“UGH…khh…” Elena langsung terbatuk hebat, namun Noah tidak berhenti. Tangan besarnya mencengkeram rahang Elena kuat sementara gelas kristal itu terus dimiringkan hingga tetes terakhir habis.“Noah…berhenti…!” Pekik Elena menahan bahu kekar mantan pacarnya itu. Namun pria itu justru menatap Elena tanpa berkedip. Tatapannya gelap, liar, dan penuh obsesi.Baru setelah gelas itu kosong, Noah melepaskannya perlahan.BRAK!Elena langsung mendorong dada Noah sekuat tenaga hingga pria itu sedikit mundur. Elena berdiri sempoyongan sambil memegangi lehernya yang terasa panas.“Apa…yang kau berikan padaku?” suaranya gemetar marah.Noah malah tersenyum tipis. Pria itu mendekat lagi. Jari-jarinya yang panjang menyelip lembut ke rambut Elena, membelainya penuh rasa memiliki.“Hanya sesuatu…” bisiknya rendah di dekat wajah Elena. “Untuk membuat tubuhmu jujur.”DEGGG.Elena langsung menepis tangan Noah dan berlari menuju pintu. Namun saat ia memuta

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 140 (Kontrak Besar)

    Namun tepat saat Arga tinggal beberapa langkah lagi…Noah tiba-tiba membalik tubuh Elena dengan kasar namun tetap menahan pinggangnya erat.Tubuh mereka kini berhadapan begitu dekat sampai Elena bisa merasakan napas panas pria itu menyapu wajahnya.“Noah, jangan buat masalah lagi—” Kalimat Elena terputus.Karena Noah langsung menariknya ke tembok samping lalu mengangkat salah satu kaki Elena ke pinggangnya dengan mudah. Tangan besarnya mencengkeram paha wanita itu kuat, menahannya agar tidak turun sementara tubuh Elena hampir kehilangan keseimbangan.DEGGG!“Elena…” bisiknya rendah dan serak. “Aku sudah sangat lama merindukan tubuhmu.” Ucap Noah penuh dengan napsu tak tertahankan.Elena bahkan bisa merasakan sesuatu yang keras ingin menembus gaunnya, jadi ia berusaha melepaskan diri, namun mendadak…Cup.Bibir Noah menghantam bibir Elena penuh rasa lapar yang brutal. Bukan ciuman lembut… melainkan penuh obsesi, penuh amarah karena kehilangan selama empat tahun.“Elena…” gumamnya lagi d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 139 (Tidak Terduga)

    “Noah…” Suasana masih tegang saat Arga berdiri di depan Elena, melindunginya. Namun Noah justru tersenyum miring.“Istrimu…?” ulangnya pelan.Tatapannya turun sekilas ke tangan Arga yang menggenggam Elena… lalu kembali naik. Namun anehnya, ia tidak memancing konflik berlanjutan. Sebaliknya…Noah melangkah maju lalu dengan tangan terulur menepuk bahu Arga kasar.Seketika Arga terdiam sepersekian detik… lalu—“Lama tidak bertemu, bruh.”DEGGGG!!!Elena membeku di tempatnya, dengan mata membelalak kaget.“Apa…yang baru saja terjadi?!” bisiknya bingung.Karena detik berikutnya…Keduanya malah saling menarik dan BERPELUKAN.“Masih hidup juga kau,” sahut Noah dengan tawa rendah.“Tuan Noah sepertinya kecewa yaa?” balas Arga santai.Elena benar-benar kehilangan kata-kata. Otaknya seperti berhenti bekerja. Tatapannya berpindah dari satu pria ke pria lain… mencoba mencerna kenyataan yang terlalu absurd.Mereka…bahkan terlihat seperti sahabat akrab…dan tepat saat itu, Elena baru menyadari. Jika d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 138 (Dansa Obsesi)

    Elena yang kini sedang berbincang ringan dengan beberapa kenalannya langsung menoleh. Matanya sedikit melebar… lalu perlahan melembut.“Nyonya Garli…”Wanita tua itu tersenyum lebar, benar-benar tulus.“Astaga, benar kamu!” Ia langsung mendekat dan meraih tangan Elena dengan hangat. “Saya tidak salah lihat.”Arga yang berdiri di samping hanya mengamati dengan tenang.“Kalian saling kenal?” tanyanya pelan.Elena mengangguk tipis. “Kami pernah bertemu… tidak sengaja.”Nyonya Garli terkekeh pelan.“Bukan sekadar bertemu. Dia menyelamatkan saya.”Arga mengangkat alis.Elena langsung terlihat sedikit canggung.“Itu hanya kebetulan…”Namun Nyonya Garli justru mulai bercerita, matanya berbinar.“Waktu itu di bandara Singapura. Saya transit… dan tiba-tiba kondisi saya kacau. Salah satu implan saya bermasalah, pecah. Saya panik, staf saya tidak sigap, dan saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana…”Elena menunduk sedikit, mengingat momen itu.“Saya hanya melihat beliau kesakitan,” ucapnya pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 137 (Gala Dinner)

    Elena tidak menjawab pertanyaan Nela, ia hanya segera menoleh ke arah para staf.“Semuanya kembali kerja,” ucapnya tenang, tegas, seolah barusan tidak terjadi apa-apa. “Pesanan belum selesai.”Suasana dapur yang sempat membeku perlahan bergerak kembali. Satu per satu staf kembali ke posisi masing-masing, meski masih diliputi rasa tegang.Elena kemudian melangkah mendekati Nela, menepuk bahunya pelan.“Aku pulang lebih dulu,” bisiknya lirih. “Tolong bantu Dinda handle semuanya.”Nela menatapnya khawatir.“Elena, kamu—” bisik wanita itu khawatir.“Aku baik-baik saja.” Jawab Elena cepat tak ingin membuat Nela terbebani.Tanpa memberi ruang untuk dibantah, Elena sudah mengambil tasnya. Ia memakai kembali maskernya, lalu menambahkan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian wajahnya.Dinda hanya bisa menghela napas.“Serahkan saja di sini Bu Bos. Aku urus.”Elena pun tersenyum dan mengangguk singkat.Sementara itu…Lexia yang tadi berdiri di dekat Noah dengan lagi-lagi penuh perdebatan se

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 35

    Noah langsung membungkuk dan menggendong Elena tanpa menunggu persetujuan.“Kita ke rumah sakit. Sekarang,” ucapnya tegas, tanpa ruang tawar-menawar.Elena yang hampir kehilangan tenaga hanya mampu mencengkeram kerah baju Noah. Jemarinya lemah, napasnya tak beraturan.Tapi begitu sampai di bawah. Su

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 34

    Begitu mereka sudah di dalam mobil, Noah tiba-tiba meraih pipi Elena, memaksanya menoleh.Tubuhnya ikut merapat sampai Elena bisa merasakan otot dada Noah menghimpitnya.Elena juga langsung bisa mencium bau darah bercampur keringat Noah, anehnya justru menciptakan aura liar yang membuat napasnya ter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 33

    Elena langsung memalingkan wajah dengan gugup.“Mungkin Mas Harli salah dengar,” katanya cepat, suaranya dibuat serendah mungkin. “Saya hanya bilang… saya capek.”Harli menatapnya beberapa detik. Lalu bibirnya melengkung tipis.“Oh.”Hanya satu kata. Tapi bersamaan dengan itu, jemarinya mencengkeram

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 29

    Elena membeku di ambang pintu.Suara Harli terdengar serak, lebih rendah dari biasanya yang membuat Elena semakin panik.Ia perlahan menoleh… dan mendapati Harli sudah setengah duduk di tempat tidur. Rambutnya berantakan, matanya merah karena baru bangun, tapi tatapannya langsung mengunci pada Elena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status