Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 35 : Labirin Kecurigaan Pria Bodoh

Share

BAB 35 : Labirin Kecurigaan Pria Bodoh

Author: Zakia
last update publish date: 2026-04-01 15:12:55

Sore itu, suasana di kamar utama kediaman Rahady terasa mencekam. Zain terduduk kaku di tepi kasur, kepalanya tertunduk sementara telinganya terasa panas dan memerah.

Di hadapannya, Laila berdiri dengan napas memburu, jari telunjuknya teracung tepat ke arah wajah putranya.

Kata-kata ibunya menghujam bertubi-tubi, namun bagi Zain, itu hanyalah kebisingan yang mengganggu egonya.

"Zain, kamu denger Ibu, kan?!" seru Laila sembari mengguncang pelan bahu Zain, mencoba menarik kesadaran putranya dari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 422 : Luka dan Ketenangan di Dalam Ruangan

    ​Malam hari menyelimuti lanskap rumah sakit J-City dengan keheningan yang dingin. Bima mengayunkan langkahnya menyusuri koridor lantai perawatan dengan hembusan napas yang berulang kali lolos dari bibirnya.Di dalam benaknya, bayangan trauma serta nestapa yang baru saja menimpa Saifanny di panti jompo terus membayangi.Rasa iba dan amarah pada kebiadaban Marcus bergolak hebat, menuntut pembalasan hukum yang tak boleh tertunda lagi.​Pria itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kayu berpelat nomor kamar. Tangannya terulur meraih gagang pintu, lalu memutarnya perlahan.​Ckrek!​Pintu kamar rawat inap Ghina terbuka. Di dalam ruangan yang hangat itu, tampak Ghina tengah mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan sebuah jeruk yang separuh terkelupas di genggamannya.Di samping tempat tidur, duduk seorang wanita paruh baya berhijab hitam yang tampak anggun, tengah tertawa renyah menikmati percakapan hangat bersama Ghina.​"Ah, maaf... saya mengganggu," Kata Bima merasa canggung, r

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 421 : Kursi dan Pintu IGD

    Adrian terus melancarkan pukulan bertubi-tubi pada wajah Marcus yang kian tak berbentuk, dipenuhi cairan darah merah segar.Manik matanya menyalang tajam membara, menyalurkan seluruh gelombang emosi, penyesalan, dan amarah luar biasa yang meledak dari dadanya.Setiap hantaman buku jarinya seolah-olah menjadi pelepasan atas teror dan penderitaan yang baru saja menimpa wanita yang dicintainya.​Buk! Buk! Buk!​Sepasang mata Marcus mulai terlihat kosong dan sayup. Tubuhnya meloyot lemas, kehilangan sisa-sisa daya untuk mempertahankan diri atau sekadar memfokuskan pandangannya.Namun, Adrian yang berada di bawah cengkeraman amarah tak terkendali terus melayangkan serangan tanpa ampun.​"Adrian... berhenti..." Ucap Saifanny dengan nada suara yang teramat lemah, hampir tenggelam di antara napasnya yang tersengal.​Panggilan parau itu bagai sentakan listrik yang menembus kesadaran Adrian. Suara Saifanny seketika memadamkan amarah liar yang menguasai kepalanya.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 420 : Amarah Di Balik Pintu

    Genggaman tangan Marcus yang brutal dan bertekanan tinggi menarik paksa Saifanny melintasi koridor panti jompo, hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu ruang kerja wanita itu. Tanpa membuang waktu, Marcus membanting pintu kayu tersebut hingga membentur dinding, menyeret Saifanny masuk ke dalam, lalu mengunci engsel pintu itu dengan gerakan yang kilat. ​Klik! ​Bunyi desel engsel pintu yang terkunci rapat bergema bagai vonis eksekusi di dalam ruangan. Gelombang kepanikan murni meledak di dalam dada Saifanny; cengkeraman pergelangan tangan Marcus yang mengekang kulitnya terasa sekeras besi dingin yang tak tergoyahkan. ​"Marcus, aku bisa melaporkanmu ke polisi! Lepaskan aku sekarang!" Teriak Saifanny histeris, menyuarakan ancaman di tengah kepungan rasa takut. ​Namun, Marcus sama sekali tidak mengindahkan gertakan tersebut. Tak ada riak ketakutan atau keraguan di wajah sosiopatnya. Sebaliknya, jemari tangannya justru makin erat meremas pergelangan tangan Saifanny, menekan pembuluh

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 419 : Topeng Yang Akhirnya Tanggal

    Sore hari yang tenang di halaman panti jompo. Udara sejuk berhembus lembut, membelai paras Saifanny yang sedang terduduk melamun di atas kursi kayu teras depan.Wanita itu duduk dengan posisi anggun, melemparkan pandangan kosong ke arah deretan tanaman hias yang berjejer rapi di pelataran.Kabar mengenai Ririn yang menderita amnesia sempat menyuntikkan rasa kaget di benaknya. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Saifanny memandang amnesia sebagai sebuah celah puitis—sebuah peluang murni untuk memulai lembaran hidup baru.Jika saja takdir memberinya kesempatan serupa, alangkah indahnya jika ia bisa mengikis tuntas seluruh lilitan trauma dan masalah yang menghimpit jiwanya.​Tap! Tap!​Langkah kaki bersepatu kulit yang berat dan mantap terdengar mengikis hening, melintasi jalan setapak berkerikil. Saifanny mendongakkan kepala, dan seketika itu pula seluruh otot-otot tubuhnya menegang kaku.​Marcus berjalan santai menghampirinya. Di tangan kanannya, pria itu menjinjing s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 418 : Masa Lalu Seorang Buronan

    Siang menjelang sore yang cerah menyelimuti pelataran panti jompo milik Saifanny. Cahaya matahari menerobos celah-celah rindang pepohonan, membiaskan pendar keemasan di atas kap mobil Bima tatkala pria itu perlahan memarkirkan kendaraannya.​Bima melangkah keluar dari kabin, berdiri sejenak menghirup udara luar seraya menghembuskan napas panjang yang sarat akan beban mental.Setelah menata kembali benteng pertahanan emosinya yang melelahkan, ia mengayunkan langkah mantap menuju pintu depan bangunan tersebut.​Kini, Bima duduk berhadapan dengan Saifanny di ruang kerja wanita itu. Di antara mereka, kepulan asap tipis membumbung dari dua cangkir teh hangat, mengudara lambat di tengah keheningan yang serasa menghimpit.​"Aku ke sini hanya ingin menanyakan beberapa hal soal Ririn," Mulai Bima, memaksakan nada suaranya terdengar setenang mungkin meski gejolak penasaran membakar dadanya.​Saifanny menegakkan posisi duduknya di balik kursi kebesarannya. Sorot matanya berubah serius, menyiratk

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 417 : Rasa Yang Tertinggal

    ​Siang yang menyengat menyelimuti lanskap pencakar langit J-City. Namun, di dalam ruang rapat utama gedung Utama Group, atmosfer terasa begitu dingin dan membeku.Bima dan Adrian duduk berseberangan di meja kayu jati yang luas, dikurung hening yang menekan jiwa.​"Jadi... Ririn benar-benar amnesia?" Tanya Adrian begitu Bima selesai menceritakan secara terperinci seluruh kejadian medis yang disaksikannya pagi tadi.​Bima mengangguk pelan. Dengan perasaan tegang dan berat yang menggelayuti dadanya, jemarinya meraih cangkir kopi hitam yang mengepul tipis di hadapannya, lalu menyesap cairan pahit itu perlahan demi menutupi kecemasan yang bergejolak.​"Awalnya aku memang tidak percaya, tapi dokter itu menjelaskan semuanya dengan sangat rinci. Dan... Ririn memang terlihat teramat berbeda dari dirinya yang biasanya," Kata Bima parau.Hati kecilnya menolak mentah-mentah mengakui realita bahwasanya buronan yang ia buru dengan pertaruhan nyawa itu kini melupakan seluruh rekam jejak kejahatan ya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status