Home / Zaman Kuno / Cara Penjahat Bertahan Hidup / Chapter 05 – Silvernera Axelane (1)

Share

Chapter 05 – Silvernera Axelane (1)

Author: Bunnywind
last update publish date: 2026-08-07 20:30:11

Bertemu calon Tunangan.

Yara mengingatnya dengan jelas dalam buku kalau hari ini adalah hari di mana mereka akan bertemu. Tepat di hari keempat, Yara bertemu calon Tunangannya dan jatuh cinta secara sepihak dengannya.

Chinayara yang memang besar di desa, begitu bodoh dan tamak. Dia langsung memakai semua perhiasan yang diberikan Dellchaira saat pertemuan mereka. Penampilannya yang luar biasa mencolok itu, tentu saja membuat calon Tunangannya muak dan merasa risih bukan main. Ditambah tata krama yang sangat jauh dari keanggunan, membuatnya semakin dijauhi.

Namun … dia bukan Chinayara yang asli. Ini adalah Yara, orang dari dunia modern. Orang yang sudah membaca dan menonton banyak kisah romansa kerajaan yang seperti ini.

Tadi, Dellchaira memang memberikan banyak perhiasan pada Yara seraya berkata, “Ini semua untuk Kakak. Semua perhiasan ini sangat mahal harganya. Kalau Kakak memakainya, Duke Muda pasti akan menyukainya, karena rumornya … Duke Muda menyukai barag-barang mewah. Jadi, Kakak jangan lupa memakainya ya!”

Yara hanya bisa mengangguk begitu saja dan membiarkan dia pergi lebih dulu.

Di posisinya, duduk di depan meja riasnya, Yara menatap wajah cantik yang terpantul di dalam cermin. Memuji betapa cantik wajahnya dalam hati.

Beberapa pelayan masuk untuk membantunya bersiap atas perintah Marquess.

“Apakah perhiasan ini sangat mahal?” tanya Yara tiba-tiba kepada semua pelayan yang sedang meriasnya. Semua menghentikan gerakan dan menatap Yara dengan bingung.

Salah seorang pelayan mencoba memperhatikan kotak perhiasan itu dengan seksama, lalu dia menatap Yara dengan tatapan cemas.

“Dari mana Anda mendapatkan semua perhiasan ini, Lady?” tatapannya terlihat sedang mengkhawatirkan Yara.

“Bukankah itu perhiasan palsu?”

“Ssttt …, jangan mengatakan yang aneh-aneh,”

“Palsu?” tanya Yara, pura-pura sedikit terkejut.

Sejujurnya Yara tahu perhiasan ini imitasi, bukan asli yang harganya sangat mahal.

Tadinya Yara tidak ingin mempercayainya, karena Dellchaira adalah tokoh utama yang digambarkan lugu dan baik hati. Namun sampai sejauh ini pun, Yara sama sekali tidak pernah menemukan ketulusan yang dimaksudkan dalam cerita.

Dia memberikan Chinayara perhiasan palsu dan memintanya untuk memakaianya agar dia terlihat mencolok hingga membuat semua orang risih. Chinayara yang bodoh akan marah pada semua pelayan yang mencoba memperingatinya, membuatnya dianggap sombong hingga mereka tidak mau melayaninya lagi.

Untuk rencana seperti itu … sepertinya tidak akan pernah terpikir oleh orang yang lugu dan baik hati, bukan?

Pelayan yang tadi menatap Yara khawatir meraih sebuah kalung dan mengatakan, “Ini perhiasan imitasi, Lady. Kalung ini hanya ada satu di dunia. Dan semua orang tahu kalau hanya Duchess Silvernera yang memilikinya. Kalau Anda memakai kalung ini, Duke Muda pasti akan mengetahuinya. Saya sarankan, Anda tidak memakainya, Lady,”

“Ah … jadi, begitu ya …,” Yara berpura-pura terlihat kecewa.

“Maaf kalau saya lancang, tapi … dari mana Lady mendapatkan semua ini?” tanya satu orang yang lain.

“Sepertinya kami tidak pernah melihat ada yang mengunjungi Anda,” Yang lain segera ikut menimpali.

“Oh, ini semua dari Dell—Ah, maksudku …,” Yara pura-pura tak sengaja keceplosan. “Maksudku, ini dari temanku. Kalian tidak mengenalnya meski aku menyebutkan siapa dia,”

Mendengar ucapan Yara, yang sangat terlihat kalau ingin menutupi bahwa Dellchaira yang memberikannya, para pelayan langsung lirik seolah berbicara lewat telepati. Padahal Yara tetap bisa mengerti arti tatapan dan lirikan mereka semua.

Dan kali ini pun, Yara berhasil menggagalkan rencana Dellchaira.

Dellchaira harus tahu kalau Yara bukanlah lawan yang mudah.

***

Ketika Yara turun dari kereta kuda, semua mata langsung menatapnya.

Bukan salah Yara kalau mereka memilih menghentikan aktivitasnya dan memandangi Yara dengan tatapan kagum. Namun Yara berusaha mencoba untuk terlihat tidak mengetahui hal itu, dengan tetap melangkah anggun memasuki salon.

Yara menghentikan langkahnya, mencoba mencari di mana keberadaan sepasang insan itu. Sengaja membiarkan beberapa orang bimbang untuk menghampiri dan bertanya padanya. Meski begitu, Yara mendapatkan satu ikan yang berani menghampirinya.

“Apa ada yang bisa saya bantu, Lady?” tanyanya seketika. “Ah. Saya Shan. Saya Putra kedua dari Count Nederlich. Apa saya boleh tahu, siapa Anda?”

“Oh! Tentu,” Yara pura-pura ramah. Lalu memberikan salam hormat padanya, “Salam kenal, Tuan Shan. Saya Roscheana Chinayara,”

Dia tampak tertegun. “Jadi … Anda yang sedang ramai diperbincangkan itu, kan?”

Yara tertegun. Kali ini dia benar-benar tertegun karena terkejut dengan informasi yang telah diberikan.

Jadi begitu. Sepertinya mereka semua sangat penasaran dengan sosok Putri Marquess yang telah kembali setelah lama menghilang. Mereka pasti menebak-nebak bagaimana rupanya itu, yang dikatakan cantik tiada duanya.

“Anda cantik sekali, persis seperti rumor yang beredar,” ungkapnya kemudian.

Yara menunduk, pura-pura tersipu malu. “Ti-tidak sampai begitu,”

“Apa yang Anda lakukan di sini?” tanyanya lagi, tampak penasaran.

Yara mendongak lagi. Dia sengaja terlihat gugup. “Eum … Apakah Anda, melihat Tuan Axelane?” Lalu pura-pura tertegun seolah salah ucap. “Maksud saya, Duke Muda Silvernera,”

Shan mengangguk. Dia tampak keheranan, seolah menemukan sesuatu yang janggal.

Tangannya menunjuk ke arah ruangan yang tertutup di ujung sana. “Sepertinya Duke Muda tidak menunggu sendirian di dalam sana,”

“Ah,” Yara terlihat lega. “Sepertinya Adik saya sudah sampai lebih dulu, ya,”

Shan tertegun mendengarnya. Dia mendekat pada Yara, lalu berbisik pelan, bermaksud memperingati Yara. “Anda harus hati-hati dengan orang-orang terdekat Anda, Lady,”

Yara dibuat tertegun lagi. Rupanya masih ada orang normal di dunia ini.

Maksud Yara. Orang yang benar-benar memandang Dellchaira dengan benar. Karena berduaan dengan tunangan Kakaknya adalah tindakan yang tidak beradab. Seharusnya begitu. Tetapi para penggemarnya sama sekali tidak beranggapan seperti itu.

Yara tersenyum hangat padanya. Kali ini tulus tanpa pura-pura. “Terima kasih karena sudah mencemaskan saya, Tuan Shan,”

Shan tampak terpana. Mendadak membeku dalam posisinya.

“Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan,” pamit Yara setelahnya. Segera berlalu begitu cepat tanpa menunggu balasannya.

Di belakangnya, Nini, pelayan yang sengaja Yara bawa, langsung mendekat padanya dan berbisik pelan, “Sepertinya Tuan Shan menyukai Anda, Nona,”

“Jangan berpikir seperti itu. Kita bisa mendapat masalah kalau ada yang mendengarnya. Ibu berpesan untuk menjaga ucapan ketika kita berada di luar,” bisik Yara, pura-pura cemas.

Nini mengangguk. “Baik, Nona,”

“Omong-omong,” Yara menghentikan langkahnya seketika. Menatap Nini dengan tatap yang sengaja dibuat khawatir. “Apa Duke Muda tak akan marah kalau kita datang terlambat?”

Nini tampak berpikir. Mencoba mengingat-ingat lagi bagaimana sikap calon tunangan majikannya itu. “Hmm … Sepertinya tidak akan marah, Nona. Duke Muda orang yang sangat pengertian. Kalau kita menjelaskan—”

Ucapan Nini terhenti karena ada insiden yang datang di luar dugaan mereka.

Bahkan Yara sekalipun, tidak menduga kalau akan ada insiden seperti ini.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 21 - Valantino Delbaranta (6)

    Leticia langsung melirik ke arah Axelane, yang kini tampak tertegun dalam posisinya. Lalu dia kembali menatap Yara dengan tidak percaya.“Kau … sungguh akan merelakan Kakakku—”“—Diam, Tia,” sela Axelane dingin sekali.Yara langsung merasa canggung. Suasana di sini mendadak kurang mengenakan.“Aku …,” Suara Axelane terdengar lagi kemudian. “Aku sungguh minta maaf, tapi aku tidak akan membatalkan pertunanga kita,”“Apa?” Leticia menatap Axelane seketika.Di posisinya, Axelane tampak tidak berniat menanggapinya. Tatapannya masih terpaku pada Yara. Lurus, lekat dan anehnya terasa sendu.“Aku tidak tahu rumor apa yang sudah kau dengar di luar sana, tapi … hubunganku dan Nona Dellchaira benar-benar murni berteman,” Tatapannya langsung teralihkan ke arah Leticia yang tampak hendak memprotesnya. “Leticia bisa menjaminnya,”Dalam posisinya, Yara bisa melihat ada ancaman mendalam yang dikatakan Axelane tanpa suara melalui matanya. Karena itu, Leticia yang tadinya terlihat ingin memprotes, sege

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 20 - Valantino Delbaranta (5)

    Duke Muda Silvernera ingin bertemu.Begitulah permintaan yang Yara dengar pagi ini, setelah semalam dia ketiduran karena berpura-pura mabuk.“Jika Anda tidak ingin bertemu, saya akan melarangnya datang,” Alberto segera buka suara sebelum siapapun berkomentar.“Duke Muda sudah keterlaluan, Nona. Anda tidak perlu menemuinya kalau tidak ingin melihatnya. Kami tidak akan membiarkannya masuk kalau Anda melarang,” Nini menimpali.“Saya setuju dengan mereka, Nona,” Chan ikut menyumbang suara.Yara tersenyum hangat pada ketiganya. “Tidak apa. Biarkan Duke Muda menemuiku,”Kalau Yara membuat Axelane marah, nyawanya bisa saja terncam di masa depan.Meski Brownzier dan Alberto sudah berada di pihaknya, meski sebenarnya Yara sendiri belum sepenuhnya yakin, Yara tidak boleh menyinggung Axelane. Ditambah, bisa saja nanti Brownzier atau Alberto berbalik menyerangnya kalau Yara lengah.Apa yang sudah terlihat saat ini, sama sekali belum membuat Yara merasa yakin kalau dia akan hidup dengan aman di ma

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 19 - Valantino Delbaranta (4)

    Yara menang.Semua orang nyaris tumbang setelah menikmati beberapa gelas wine yang dikeluarkan Aldegara untuk pesta penyambutan Yara, sementara Yara sendiri masih sangat sadar.Ketika Yara bermaksud meneguk segelas wine di tangannya, Alberto dengan cekatan langsung merampasnya dan meletakkannya di atas meja.Dia menatap Yara hangat seraya berkata, “Anda sudah minum cukup banyak, Nona,”“Tapi aku tidak mabuk,”“Anda akan mabuk kalau meminumnya,”“Aku masih sangat sadar,”“Anda tetap tidak boleh meminumnya lagi,”“Sedikit saja,” bujuk Yara. “Aku mohon …,”“Tidak boleh!”Alberto langsung meraih gelas wine milik Yara beserta botol yang isinya setengah.Tanpa kata, dia beranjak dan menjauh dari posisi duduk Yara. Pergi menyembunyikan wine itu dari pandangan Yara.‘Dia memang menyebalkan!’

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 18 - Valantino Delbaranta (3)

    Yara menoleh ketika Elvaro menarik gaunnya pelan beberapa kali.Sebelum muncul pertanyaan, Elvaro lebih dulu berkata, “Ayah lebih kaya dari Paman Axelane, jadi bisa membelikan Ibu banyak gaun mewah dan perhiasan mahal,”Yara menahan tawanya. Lalu mengangguk dengan iringan senyum geli yang tidak bisa ditahan lagi. Tangannya bergerak mengusap puncak kepala Elvaro dengan lembut.Bahkan rambutnya terasa lembut sekali.“Mereka memang suka asal bicara,” komentar Delbaranta kemudian.“Tidak, kok!” Elvira langsung membantah. “Kami berdua memang sangat ingin Ayah menikah dengan Ibu,”***Rasanya canggung sekali.Yara tidak menyangka kalau Brownzier bersedia repot-repot datang ke kediaman Duke Valantino hanya untuk menjemputnya.Tadinya, Yara pikir dia akan dimarahi di perjalanan. Namun sejak mereka memasuki kereta kudanya, yang dilakukannya hanya diam dan menatap lurus tajam ke jendela.“Jika Anda marah pada saya, Anda boleh memarahi saya sampai Anda lega,”Ucapannya membuat Brownzier mengalihk

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 17 - Valantino Delbaranta (2)

    Kejutan.Ini kejadian di luar rencana yang disusunnya.Bahkan belum terpikirkan oleh Yara sama sekali.Padahal Yara baru memikirkan beberapa cara untuk bertemu dengan Duke Valantino. Namun dia malah datang sendiri ke hadapan Yara. Bahkan sampai meminta Yara meluangkan waktu untuk makan bersamanya sebagai permintaan terima kasih sekaligus permintaan maaf.Dari posisi duduknya, Yara bisa melihat kedua anak itu tampak bermain dengan riang di tepi taman. Dengan Elvaro yang terlihat mengejar kupu-kupu yang berterbangan ke sana ke mari, sementara Elvira tampak memetik beberapa bunga di dekatnya. Beberapa pelayan masih berjaga di sisi mereka, bahkan ada pula yang membantu Nona muda memetik bunga.“Mereka berdua sangat merindukan sosok Ibunya,” Suara Delbaranta berhasil menarik kembali perhatian Yara.Dari tempatnya, Yara menatap Delbaranta, yang baru saja menukar piring berisi steak.Yara melirik ke arah piringnya, yang dagingnya sudah dipotong rapi dan siap disantap. Kembali menatap Delbara

  • Cara Penjahat Bertahan Hidup   Chapter 16 - Valantino Delbaranta (1)

    Topik pesta pertunangan Duke Muda Silvernera dengan Lady Roscheana masih hangat diperbincangkan di mana-mana.Ada begitu banyak orang yang teerlihat mengkhawatirkan Yara.Elisa, adalah salah satunya.Dengan dalih persiapan acara pesta minum teh di Istana, yang diadakan seminggu lagi, Elisa mengajaknya keluar. Padahal Yara tahu betapa khawatirnya dia padanya.Tadi, begitu Elisa datang, dengan iringan ekspresi khawatirnya, dia langsung bertanya, “Apa Anda baik-baik saja, Yara?”Tentu saja Yara langsung memasang ekspresi sedih dan mengangguk, berpura-pura lagi terlihat tegar.Karena itu, Elisa meminta izin pada Marchioness untuk membawa Yara keluar dengan alasan mencari gaun dan perhiasan yang cocok untuk datang ke pesta minum teh Istana. Meski awalnya Marchioness menolak dengan dalih akan mengundang pemilik butik dan pemilik toko perhiasan demi keamanan Yara, namun pada akhirnya diizinkan setelah Yara membujuknya.Setelah mengingat Dellchaira yang akan membuat ulah, seperti akan terluka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status