LOGINLibur akhir pekan ditambah dengan libur dua hari membuat Rosemary merasa segar, ditambah cintanya tidak lagi bertepuk sebelah tangan. Permainan petak umpet yang menyenangkan bersama Damian.
Langkah kakinya yang ceria dan penuh percaya diri menjadi terhenti saat banyak mata memandangnya dengan tatapan heran, bahkan sebagian terlihat menggelengkan kepala seakan-akan dia telah melakukan sebuah kejahatan."Rose!"Claudia segera berlari ke arahnya dengan nafas terengah-engah."ApaAngin dingin berhembus membelai pipi Adam Steele. Dia berada di Pinehill, di atas tanah yang seharusnya menjadi proyek kerja samanya bersama Damian Reeves bukan bersama Bertrand Reeves. Tentu saja ada perbedaan di antara ke duanya, Damian selalu mengecek ulang saat pria itu akan membangun hunian mewah di Genobia. Damian akan memastikan kembali siapa yang akan menjadi target pasarnya dan bagaimana caranya menghidupkan hunian tersebut agar layak dihargai mahal. Tidak hanya Damian, tetapi Rosemary juga banyak membantu proses pembangunan hunian mewah tersebut. Sekarang dia berdiri seorang diri, Bertrand dan Rosalia memilih untuk tetap berada di Waterbay. Awalnya dia mencoba memahami, mungkin semua itu karena kehamilan Rosalia, lambat laun dia sadar mengapa Bertrand tidak pernah dapat melampaui Damian, semua karena sikap profesional dan juga kemampuan dalam menyalurkan ide. "Bagaimana keadaannya?" tanya Adam kepada orang kepercayaannya yang membantunya melakukan investigasi. "Ada ju
Adam menatap wajah Rosalia dengan tatapan rumit, dulu dia sangat menyayangi Rosalia hampir sama besarnya dengan rasa sayangnya terhadap Rosemary. Kejadian di saat Rosalia menghilangkan kartu perpustakaan milik Rosemary saat keduanya masih berada di bangku sekolah menengah pertama membuatnya mulai bersikap hati-hati. Dia tidak ingin adik kandungnya sendiri menjadi korban dan yang menyadarkan dirinya tidak lain adalah Damian. Damian mungkin akan mengambil posisinya sebagai kakak jika dia mempercayai sikap lemah lembut dan manis Rosalia. Jika tidak ada Damian mungkin dia akan kehilangan sosok adik yang manja dari Rosemary, mereka akan menjadi asing meskipun mereka adalah saudara sedarah, seayah dan seibu. Kali ini dia menatap perut Rosalia yang mulai tampak buncit, tidak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya hanya tatapan rumit yang dia berikan kepada Rosalia. Dia membantu pekerjaan yang diberikan oleh kakeknya karena membawa reputasi nama Steele yang terkenal di bidang konstruks
Pertemuan Bertrand Reeves dan Charles Steele membuat Bertrand berulang kali mengerutkan keningnya. Dia sudah tidak punya dana untuk modal pembangunan tanah yang dia beli dari Steven Hill. Satu-satunya cara adalah mencari investor, tetapi reputasinya telah hancur sejak merosotnya Grup Reeves di kepemimpinannya. Dia tidak punya cara lain selain mengikuti syarat yang diminta oleh Charles Steele, dia tahu jika pria itu sedang menyelamatkan posisi cucunya, Rosalia dari kerugian dan tentu saja menyelamatkan keluarga Steele sendiri. Pembangunan akan dilakukan oleh pihak keluarga Steele, semua akan diawasi oleh pihak keluarga Steele, pembagian keuntungan bersih penjualan kelak adalah delapan puluh persen untuk untuk keluarga Steele dan dua puluh persen akan menjadi miliknya. Kali ini dia hanya berperan sebagai pemilik tanah yang digarap oleh orang lain saja. Tentu saja permintaan pembagian keuntungan tersebut merugikan dirinya, tetapi demi mengembalikan reputasinya yang dianggap sebagai o
Kacamata hitam yang dikenakan Rosalia merosot hingga ke ujung hidungnya, sepatu boots yang dia kenakan sudah dipenuhi dengan tanah lempung berwarna cokelat kemerahan.Bersama Bertrand mereka mengunjungi lahan yang telah dibeli oleh Bertrand dari Steven. Kali ini pikirannya sedang berpikir buruk, jika Damian sedang menjebak Bertrand dengan memberi kabar jika dia akan membeli tanah milik pria yang telah menyakiti Rosemary.Meskipun bukan orang lapangan seperti kakek dan ayahnya, tetapi dia dapat melihat jika lahan yang dibeli Bertrand akan menghabiskan banyak biaya untuk pembangunan perumahan. Lokasi tanah yang berbukit dan juga memiliki jurang terlihat sangat tidak menguntungkan."Aku bukan orang lapangan, mungkin saja papa bisa membantumu. Aku harus pulang ke Waterbay dan bicara dengan papa."Bertrand mengangguk, dia mengerti jika Rosalia sama sekali tidak paham tentang pekerjaan yang akan dia lakukan. Dia hanya ingin memamerkan tanah miliknya kepada Rosalia.***Hujan deras mengguyur
Hembusan angin kencang bercampur hujan lebat dengan kilat dan gemuruh yang bergantian membuat Rosalia tidak dapat memejamkan matanya. Setelah percakapan seriusnya bersama Bertrand, pria itu kembali berkutat di dalam ruang kerjanya. Entah apa yang dilakukan oleh Bertrand membuatnya tidak peduli, bahkan jika ada wanita yang mengisi waktu pria tersebut.Suara jendela yang bergetar membuat Rosalia hanya bisa berusaha bersikap tenang. Di saat seperti ini yang berada di dalam pikirannnya adalah Mattiash yang akan selalu membuatnya merasa aman dan tenang. Rosalia menggeleng, dia tidak boleh terjebak kembali ke dalam masa lalu dan kali ini dia memang harus benar-benar menata hidupnya kembali, tidak lagi terjebak oleh mulut dan sikap manis Steven maupun tidak percaya sepenuhya terhadap Bertrand.Rosalia memiliki rencananya sendiri dan sekarang dia tidak memiliki Hilda yang akan selalu mendukungnya, Hilda yang akan selalu berusaha membereskan semua masalahnya.Angin kencang, hujan lebat , kilat
Rosalia menatap kabut tebal yang membuat kaca jendela menjadi berembun, rasa takut menyelimuti dirinya kabut kali ini begitu mencekam. Dulu Mattiash akan menenangkan dirinya, menutut tirai jendela untuknya dan memeluknya, mengatakan badai akan berlalu.Tidak ada salju di Pinehill, tetapi kabut dingin diikuti angin kencang adalah hal yang menakutkan.Toko-toko dan rumah warga akan menutup rapat-rapat pintu dan jendela, menunggu suara gemuruh yang datang menjadi reda yang biasanya akan diikuti oleh hujan deras yang mengusir kabut.Di kursi tempatnya duduk, Rosalia masih memandang lurus ke arah jendela, kabut putih berubah menjadi kelabu, hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dan kilatan petir membuat degup jantungnya semakin kencang."Ma-" Rosalia segera menutup mulutnya, dia hampir saja meneriakkan nama Mattiash di antara rasa takutnya hingga dia melihat Bertrand menutup tirai dan menatap ke arahnya."Kamu harus terbiasa meneriakkan namanya, bukan Mama."Rosalia mengangguk lemah s
"Apa ada yang salah?" tanya Damian saat melihat rona merah muda pada pipi Rosemary yang membuat wanitanya itu terlihat semakin menggemaskan."Tidak." jawab Rosemary lembut, kemudian mengulum senyumannya.Pembicaraannya dengan Laura dan Beth pagi ini membuat dirinya merasa sangat
"Sepertinya aku salah waktu." ucap Adam yang duduk santai di sofa abu-abu pada penthouse tempat di mana Damian dan Rosemary tinggal.Matanya melirik ke arah pelayan yang terlihat membawa gaun berwarna merah, tentu saja dia tahu apa yang telah terjadi di penthouse ini semalam atau tadi p
Sensasi dingin segera menjalar pada tubuh Rosemary, berlanjut sensasi hangat saat lidah Damian menyapu dinginnya es krim."Damn- Ah!" desahnya saat Damian kembali mengoleskan ice cream pada pangkal pahanya, sensasi dingin yang dari sendok yang terus bergerak menuju area sensitifnya.
"Dia berada di Brighton?" Steven mengerutkan keningnya saat mendengar laporan dari Giselle yang kembali mengunjunginya di balik jeruji besi. "Apa dia mendekati Damian Reeves?"Giselle mengangkat kedua bahunya memberitahu pria yang ada di hadapannya jika dia tidak tahu. "Damian Reeves mengh







