Home / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / 155. New Trouble Maker

Share

155. New Trouble Maker

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-06-14 22:42:58

'Teteh bantu aku ya,' kata gadis bernama Tamara itu, adik tiri Freya yang tak pernah menganggap Freya sebagai kakaknya.

"Kenapa tiba-tiba? Kamu bukan lagi ada masalah kan?" tebak Freya merasa ada yang tidak beres.

'Aku di kantor polisi. Kubilang kakakku kuliah di Duta Gemilang dan mahasiswi beasiswa yang pinter, Teteh ke sini ya Teh,' pinta Tamara setengah merengek.

"Kamu di Jakarta?" pekik Freya kaget, "Ngapain?"

'Nanti aku jelasin Teh, pokoknya Teteh ke sini dulu. Aku share lokasinya,' uc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 172. Apapun Maumu

    "Ke China juga, di sana ada taman bunga tulip terindah di dunia!" pinta Freya tamak. "Oke, ke Shanghai Flower Port?" tanya Lucas tersenyum penuh kharisma. Freya mengangguk-angguk mantap, "Ke Tonami tulip fair di Jepang juga!" tambahnya tak tahu diri. "Terserah mau ke mana juga, tinggal di sana kalo perlu," balas Lucas pengertian. "Boleh? Nanti di Jepang bisa sambil nikmatin hanami Mas? Ya, ya?" bujuk Freya. "Iya, boleh," Lucas mengangguk tanpa keberatan sama sekali. Senyum Freya makin lebar, ia adalah perempuan paling beruntung di dunia. Jika hanya untuk menikmati bunga, sebenarnya ia bisa saja datang ke Bandung. "Kita keliling Indonesia dulu aja Mas, banyak destinasi wisata indah lokal yang nggak kalah bagusnya dari luar negeri," ucap Freya setelah terdiam sebentar.Memikirkan jadwal kerja Lucas yang pasti padat, tentu ia tidak boleh serakah dengan meminta liburan yang banyak menyita waktu dan tenaga. Lagipula, keliling Indonesia adalah salah satu impiannya yang dulu mustahil

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 171. Mencintaimu Segalaku

    "Cause I love you dangerously," nyanyi Lucas mengikuti suara mp3 player yang diputarnya. "Kupercayain masa depanku sepenuhnya ke kamu," kata Freya pada akhirnya, mencipta senyum bahagia di wajah Lucas. "Pilihan yang tepat, Sugar!" puji Lucas lantas kembali melajukan mobilnya membelah jalanan. "Nenek kamu suka makanan apa Mas? Kita bisa mampir beliin dulu," ujar Freya sambil menata hatinya. "Nanti kukasih tau. Kita mampir sambil jalan. Nenek suka bunga yang paling penting. Dan ajak dia ngobrol soal fashion sama dunia entertain, kalian pasti nyambung.""Entertain?" dahi Freya berkerut ekstrem. Segaul apa nenek Lucas sampai hobinya begitu?"Nenek dulunya model Frey, beliau sangat suka dunia akting, apalagi macam drama musikal, pertunjukan monolog, gitu-gitulah," terang Lucas. "Aku paling nggak tau soal fashion," keluh Freya minder. "Nggak pa-pa. Nggak harus tau semua juga, Frey. Jadilah Freya yang apa adanya, yang dicintai dan disayangi Lucas Alexander Bhaskara, nggak perlu jadi or

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 170. Pulang Ke Rumah Besar

    Di hari lain ketika pulang kantor bersama, Lucas sengaja mengajak Freya mampir ke sebuah tempat. Suasana belum terlalu sore, jalanan masih cukup padat merayap karena memang ada di jam-jam pulang karyawan pabrik. "Kayaknya ini bukan jalan pulang ke rumah kan Mas?" tanya Freya curiga. Lucas mengangguk, "Emang kita nggak pulang dulu, mampir ke tempat lain sebentar," katanya. "Emang ke mana? Mampir makan? Biar aku masak aja. Lagian kan kamu bilang masih kenyang sisa makan di tempat ketemu sama klien tadi," ucap Freya mengingatkan. "Ke rumah," jawab Lucas singkat. "Tapi kok jalannya beda?" Freya tak langsung percaya. "Rumah Burhan sama Sarah Bhaskara," ucap Lucas santai. "Hah?" Freya langsung berubah panik. Ia mengitarkan pandangan gugup, ke rumah keluarga besar Bhaskara? Sekarang? "Kenapa salah tingkah gitu?" tanya Lucas yang melihat Freya nampak kelimpungan dan bingung. "Kamu jangan ngerjain aku ya Mas!" gemas Freya menatap dendam pada lelakinya. "Aku nggak niat ngerjain. Niatk

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 169. Si Tampan Menggemaskan

    "Nunggu Lucas, Frey?" tegur Nino menjadi orang yang terakhir keluar ruangannya. "Iya Mas, Mas Nino mau pulang?" tanya Freya ramah. "Iya. Besok pagi kudu standby sebelum Lucas kan. Saya duluan ya," pamit Nino melambai hangat, membiarkan dua pecinta yang bersatu dengan kontribusinya itu menikmati waktu berdua. Sepeninggal Nino, Freya mematikan komputernya. Ia menunggu Lucas sambil berkirim kabar dengan Dena mengenai Tamara. Beruntung sekali Freya memiliki Dena yang bisa ia andalkan di saat-saat mendesak seperti ini. Kata Dena, Tamara tidak banyak bertingkah, menurut pada Dena apapun yang diperintahnya. "Knock, knock!"Freya hampir menjerit kaget jika saja wajah Lucas tak muncul di depannya lebih cepat. Lelakinya itu tersenyum penuh cinta, menyambutnya. "Ngagetin!" sungut Freya kesal. "Serius amat baca WA-nya. Chat sama siapa sih?" gumam Lucas bernada cemburu. "Dena, nih!" Freya menunjukkan layar ponselnya pada Lucas. "Oh," Lucas nyengir, "ayok pulang," ajaknya langsung meraih je

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 168. Bunga Tuan Muda

    "Makan ya Sayang," ajak Freya telaten membukakan box nasi yang dibawanya untuk sang CEO. "Kenapa kerjaan nggak ada abisnya gini," keluh Lucas untuk pertama kalinya. Freya tersenyum maklum, dipeluknya kepala Lucas dengan lengan kirinya, "Makan dulu aku suapin, ya?" bujuknya. Lucas mengangguk pasrah. Tangannya aktif mengamati layar ponsel yang lagi-lagi memuat grafik aneh dan tidak Freya pahami. Saat suapan Freya datang, Lucas bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. Kesal, Freya langsung merebutnya sengit. "Makan ya makan Mas, kerja ya kerja!" omel Freya galak. "Oke, oke, Bu Bos. Laksanakan," ucap Lucas menurut. "Gitu dong, berasa ngasih tau anak kecil kan akunya," gemas Freya kembali memberi suapan pada lelakinya semulut penuh.Susah-payah Lucas menelan suapan Freya. Meski begitu, Freya masih bernafsu menyuapinya lagi. Otomatis Lucas menolak, sedikit menjauhi gadisnya. "Masih Frey, masih! Sabar! Kejam amat kayak ibu tiri!" protes Lucas memicu tawa renyah khas Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 167. Tempat Paling Nyaman

    "Mau?" tawar Freya memberi suapan pada Lucas tapi langsung ditolak. "Kamu aja, belum makan kan?" ucap Lucas lembut. "Ah iya, kamu kan nggak suka yang manis-manis kecuali aku ya Mas," cengir Freya yang langsung dibalas Lucas dengan anggukan. "Boleh aku kerja dulu, Sugar?" ujar Lucas meminta izin. Giliran Freya yang menggeleng, dipereratnya pelukannya di leher Lucas. Dengan berani, ia duduk di pangkuan lelakinya, manja. "Asmara di ruang CEO," kekeh Freya geli. Lucas ikut tertawa, tapi kepalanya bergerak mengecup bibir gadisnya. Makin lama, mereka berpagut mesra, tak peduli jika tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan dan memergoki keduanya. "Aku ngebersihin sisa kue di sudut bibir kamu tuh," gumam Lucas saat melepas ciumannya. Freya menyeringai curiga, "Jadi niatnya ngasih kue biar bisa begini? Ada aja alasannya Mas Bos nih!" ujarnya lalu mengecup pipi Lucas dan beranjak dari pangkuan lelakinya. “Jelas! Jangan makan kue begini di depan orang lain!” larang Lucas protektif. Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 113. Tempat Ternyaman

    Aku masuk sini itu buat nyuruh kamu makan Mas, bukan buat ngabisin separuh makananmu!" keluh Freya kesal. "Aku udah kenyang Frey, lagian aku nggak enak makan kalo kerjaan belom kelar," jawab Lucas sudah lanjut sibuk mengamati layar laptopnya. Freya menatap kesal tapi tergoda juga untuk menghabisk

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 112. My Only One

    "Pak Bos adalah tipe orang yang suka lupa makan kalo udah serius kerja. Kamu jadi alarm pengingatnya ya Frey," cengir Nino menyematkan gelar baru selain gelar Nyonya Lucas pada Freya. "Bukannya tadi dia juga udah makan siang ya Mas?" tebak Freya mengingat-ingat. Nino menggeleng, "Dia ikut keluar

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 111. A Beautiful Rose

    "Knock, knock, udah makan siang?" tanya Lucas mengetuk meja kerja milik Freya sambil mengembangkan senyum termanisnya. Semua orang di ruangan menoleh keduanya takjub. Lucas tidak pernah begini sebelumnya dengan pegawai perempuan. "Su-sudah Bos," balas Freya tergagap, dan dihadiahi senyuman lagi o

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 110. Seribu Pesona Tuan Muda

    Langkah Freya terasa lebih ringan saat menjejak lantai Bhaskara Group hari ini. Seusai makan siang bersama Dena, ia bergegas naik bus untuk kembali masuk bekerja. Itu artinya, ia akan bertemu lagi dengan lelaki tercintanya. Setelah tahu adalah Lucas yang memiliki perusahaan tempatnya bekerja, hati

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status