LOGINSuamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami. Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya. Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang. Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku. Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut. "Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?" Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata. "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."
View MoreSlap!
A resounding slap landed on Stella Radomil’s face.
"What do you mean you’ve divorced Shawn? Have you forgotten he has been the one helping this family financially. How are you going to pay your father’s medical bills then. Are you giving me all the responsibility now?” Estella threw.
Holding her left cheek, Stella looked at her stepmother angrily. “I told you Shawn was cheating on me and all you can think about is money. Do you even care about me one bit. How will you feel if your daughter had to go through the same thing in her marriage. But I’ve had enough, I’ve divorced him and there’s no way I’m going back to him.”
Estella then gave an ultimatum to her stepdaughter. “You can see that our company is in bankruptcy and because of what you’ve done, we might lose all we’ve worked so hard for over the years. It is now your choice to get married to Clarence Conrad or clear out the debts we’re holding. The choice is yours.”
Stella smiled coldly after hearing that. “You’re pushing me to marry a man who is crippled because you can’t bear the thought of your daughter doing the same? And you’re just doing all this just because you want money? Well, keep dreaming if you think you can threaten me like that.”
“So you’re not going to agree to the marriage then?” Estella raised her voice and pointed at her . “Then I’ll end your father’s treatment. We don’t have much money left, so I might as well save the little we have for your sister’s dowry rather than lavish it on your dying father. And need I remind you that I’m still his wife and has the authority to stop his treatment.”
“How dare you..”
“Hump! If you want to see your father alive, then agree to the arranged marriage between you and Clarence Conrad . Moreover you are divorced now, I don’t see a big deal about that.”
Stella’s expression turned cold almost to tears and she walked without uttering any more words. She knew Estella was a greedy woman who would do anything to make money, and now she was using her as the scapegoat.
Stella knew she had to find a way to make money as soon as possible because she could not agree to the arranged marriage. As she walked upstairs to her room, she took out her cell phone from her bag and called her ex-husband, Shawn, because she felt that he might be able to help her out. Moreover, Shawn was very wealthy.
However she did not expect Shawn’s familiar ringtone to blared from a nearby bedroom. Stella thought she had misheard the ringtone because Shawn could not be here, much less in her step sister’s room.
Stella was still in doubt when she heard Jenna’s voice, “It’s Stella calling Shawn. It might be something urgent, aren’t you going to answer it?”
“Who cares about that fool. She has never allowed me to touch her in our three years of marriage, so I guess she’s a lesbian. Compared to you, you’re very pretty, and satisfy me well. I keep falling all over for you. Now that Stella and I are divorced, I can’t wait to make you mine. I’m going to have lots of fun with you.” Shawn said, kissing Jenna.
“Stop, you’re so naughty.”
“You know I just got married to her so I could get close to you. And that was the biggest mistake I made marrying her. But now, I crave your touch.”
“Am blushing Shawn. I can’t wait to be all yours too.” Jenna said as they continue their romance.
While standing outside, Stella felt a blow to her face. Her head was buzzing and whatever hope she had in Shawn helping her turned around in this instant.
So the person Shawn had been cheating on her with was no other than her stepsister. So she had been a big fool to have believed that Shawn had loved her for three years.
Stella closed her eyes tightly as the loud and lustful echoes of passion intensified from inside the room. Alas, she was unable to stop the tears from sliding down her cheeks.
There were rumors that Clarence Conrad , the first son and young master of the Conrad’ family was a crippled man. He got into an accident and because of this reason, he was render useless. He was unable to find a wife because no woman was ready to settle down with a useless man like him.
However, when Estella heard that the Conrad’ family was looking for a wife for Clarence in exchange of financial gains, she immediately decided her daughter was going to marry him, however it was at that time that Stella came back home. So Estella decided Stella would get married to Clarence instead since she was already divorced.
Stella wiped her tears aggressively. She then opened her tightly shut eyes to reveal an icy cold stare. She had been too naive. For years, she endured bullying from her stepmother and stepsister for her father’s sake. She even believed every single lie that came out of her sweet-talking ex-husband’s mouth.
At that moment, she decided that she would no longer allow anyone take advantage of her again.
She dialed Estella’s number. “I’ll marry Clarence Conrad. However on one condition”
“Which is?” Estella asked.
“We will sign an agreement that states this will be my way of helping dad. Also, I won’t have anything to do with this family anymore after my marriage.”
There were silence on the other end but after a while Estella chuckled and said, “what choice do I have if I don’t agree. Okay fine, accepted.”
After that the call was disconnected.
The wedding ceremony was held two days later.
Stella was alone at the wedding, and as she walked down the aisle with her face covered with a white veil, she swore to become untouchable from that day on. So untouchable that no one could mess with her again.
Irfan berdiri lesu di depan pintu kayu yang tertutup rapat. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa hubungan dia dan Susi bisa sampai tahap ini.Padahal dia menyukai Susi. Dia menyukai senyumnya yang cerah.Tapi mereka bertemu saat dia berada di titik terendah. Setiap kali melihat Susi, dia terus teringat di mana dia dikhianati kekasih, difitnah oleh teman, dan terpaksa pindah ke desa.Dua tahun yang dia habiskan di desa itu adalah pengalaman yang dia selamanya tidak ingin diingat kembali.Itu bagaikan noda dalam hidupnya.Keberadaan Susi justru menjadi pengingat terus-menerus atas masa lalu yang dia coba kubur.Makanya dia memperlakukannya dengan dingin, seolah bisa menutupi hal tersebut.Selama bertahun-tahun, dia berusaha menyiapkan mental untuk berkehidupan yang stabil bersama Susi. Dia sebenarnya hampir berhasil. Tapi saat Citra kembali, dia sadar bahwa kebenciannya pada Citra tidak sedalam dulu.Ketika menyadari hal itu, dia sangat senang karena ini membuktikan dia mulai menerima
"Bukankah Anto selalu ingin aku berada di sisinya?"Mendengar Irfan menyebut nama Anto, tatapanku langsung berubah semakin dingin. Amarahku hampir tak tertahan."Kamu masih berani menyebut Anto?""Kamu tahu sendiri bagaimana kamu memperlakukannya!”“Kamu larang dia memanggilmu 'ayah', kamu tidak pernah dekat dengannya, bahkan kamu tidak pernah berikan hadiah.""Sekarang kamu mana berhak suruh dia mengikuti kamu.” Irfan tampak canggung dengar omelanku, dia bergumam, "Aku bisa berubah, semua ini bisa aku ubah."Aku melihat sekilas penyesalan di matanya dan menghela napas."Sudah terlambat, Irfan. Tidak semua orang bisa terus menunggumu.""Anto berdiri di belakangmu. Tanyalah apakah dia masih mau kembali padamu."Irfan buru-buru menoleh. Dia melihat Anto berdiri diam di jarak yang tak jauh dengan pandangan polos, tanpa rasa rindu. Tidak ada sedikit pun keinginan untuk mendekat. Seolah-olah, yang dia lihat hanyalah orang asing.Khawatirnya semakin dalam. Dia berusaha menurunkan nada suara
Aku melihatnya dengan senang. Yang penting, Anto bahagia.Setelah sebulan kami tinggal di desa, Irfan datang mencari kami.Saat itu aku baru saja pulang dari membantu ibu di sawah. Ketika melihatnya berdiri di depan rumah, aku tidak merasa terkejut. Tempatku untuk pergi tidak banyak, jadi tentu saja dia bisa ke sini untuk mencari kami.Aku menatapnya dengan tenang dan berkata, "Kamu sudah datang? Baiklah, kita cari waktu untuk urus penceraian.""Kamu mau cerai denganku?" Irfan tampak terkejut.Wajahnya yang terperangah hampir membuatku tertawa. Seolah-olah, dia tidak pernah berpikir bahwa aku bisa meninggalkannya."Aku bahkan tak pernah diakui sebagai istrimu, dan tidak mengakui bahwa Anto sebagai anakmu.”“Aku sudah enam tahun hidup di kota tanpa status, dan aku sendiri yang mengurus anak.”“Ada kamu atau tidak sama saja. Jadi kenapa aku tidak boleh minta cerai?"Aku bertanya balik dengan tatapan sinis.Setelah melepaskan bayangan "pria berpendidikan dari kota", baru aku sadar bahwa
Setelah tiba di rumah, aku langsung berkemas. Lalu, aku mengirim pesan singkat pada Irfan:[Irfan, mari kita bercerai.]Tak lama kemudian, ponselku dengan kencang.Irfan baru pulang larut setelah seharian bersenang-senang di taman hiburan bersama Citra dan Santo. Begitu sampai di depan rumah yang gelap gulita, hatinya tidak tenang. Biasanya, seberapa larut pun dia pulang, selalu ada satu lampu menyala menunggunya.Ia membuka pintu dengan kunci dan menyadari bahwa rumahnya begitu sunyi sehingga sedikit menakutkan. Saat ia menyalakan lampu, ruang tamu tidak ada seorang pun. Selembar kertas putih di meja menarik perhatiannya.Ketika membaca isinya, pupil matanya mengecil dan jari-jarinya mulai gemetar.Cerai?Mana mungkin Susi mau cerai sama dia?Susi sangat mencintainya!Irfan menarik napas dalam dan meremas surat itu, lalu melemparkannya dengan kuat.Ia duduk diam di sofa, termenung semalaman. Keesokan harinya, ia pergi bekerja dengan wajah biasa.Dalam hatinya, dia merasa Susi tidak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.