Partager

9. Ada Apa Ini?

Auteur: MyMelody
last update Date de publication: 2024-07-16 23:47:59
Aku mengangkat tubuhku yang terasa remuk setelah perbuatan Gabriel yang buas. Dengan memaksakan diri, aku berjalan dengan tertatih-tatih dan mencoba untuk ke kamar mandi.

Rasa sakit dan perih di antara kedua pangkal pahaku membuatku meringis dan berhenti sebentar sebelum aku meraih pintu kamar mandi.

Bayanganku akan malam pertama yang romantis, penuh cinta, kelembutan, belaian dan gairah, ternyata itu semua hanya mimpi indah belaka.

Apa yang aku rasakan sekarang benar-benar menyakitkan. Seluruh
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (45)
goodnovel comment avatar
Milda Yanti
Nyesek bgt ya Grace, udah di hina habis habisan sama si Gabriel dan Nathalie eh maennya kasar pula
goodnovel comment avatar
Kaizan Ragiel Trate
nyesek bnget Grace nasib yg km alami...rasanya ikutan sedih deh...
goodnovel comment avatar
Anie Nhie
Nyesek banget jadi Grace,sabar ya Grace semoga pengorbanan kamu ini gak sia² ,, aq tau jalan yg kamu tempuh mungkin salah,tapi alasan kamu melakukannya justru karena rasa cinta kamu terhadap orang tua kamu, semoga setelah ini akan ada kebahagiaan buat Grace,,,
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   193. Makanan Kesukaan

    "Loh, ke mana ponsel kecilku?" bisik Natalia sambil mencari benda itu, tapi apa yang dicarinya tidak ditemukannya sampai di sudut tas terdalam. "Astaga! Aku kan ganti tas tadi pagi." Natalia langsung menepuk jidatnya. "Apa aku pulang aja ya?" Natalia berjalan mondar-mandir sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk ke rumah dulu sebelum Gabriel menjemputnya. *** Sementara di kantor Gabriel, pria itu memandang layar komputer dengan tatapan kosong. Dari pagi dia sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Lengannya yang terluka masih berdenyut sakit. Gabriel memutuskan untuk menemui sekretarisnya. "Tolong kirim daftar schedule rapat hari ini?" perintah Gabriel. Entah kenapa, dia ingin pulang lebih cepat hari ini, bukan untuk menjemput Natalia, tapi dia ingin melakukan sesuatu untuk Grace. "Baik, Pak. Saya cek dulu» Sekretaris itu segera memeriksa catatannya. «Dari jadwal yang ada, hanya tersisa dua rapat lagi yang harus Bapak hadiri. Satunya setelah makan siang, dan satunya lagi

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   192. Keluar dari Sini!

    Natalia menyentuh dada Jason yang masih naik-turun memburu, lalu mendorong tubuh pria itu pelan tapi tegas."Bangun, Jason. Sudah cukup," ujar Natalia dengan suara yang mendadak berubah dingin dan tanpa emosi.Jason mengerjap lambat, mendongak menatap Natalia dengan raut wajah kebingungan. Kehangatan yang baru saja mereka bagi seolah menguap dalam hitungan detik."Natalia? Ada apa? Kamu …""Rapikan pakaianmu," potong Natalia singkat. Ia menegakkan tubuhnya, duduk di tepi meja marmer lalu menurunkan roknya yang tersingkap. Jemarinya yang lentik bergerak gesit membenahi blousenya, seolah merapikan kembali topeng kesempurnaan yang sempat terlepas.Jason berdiri kaku di samping meja."Rapikan celanamu," sentak Natalia kesal. "Jangan sampai orang masuk ke sini dan salah sangka.""Hah?" celetuk Jason bingung. Namun, dia melakukan apa yang diucapkan Seleba. Dengan cepat dia membetulkan letak celananya dan menarik risleting dengan raut wajah yang tersinggung."Natalia, aku pikir setelah apa ya

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   191. Hampa

    Pergulatan panas di atas meja itu berlangsung tanpa ampun. Suara gesekan kain, napas yang memburu, dan desahan pasrah Natalia saling bersahutan memecah keheningan ruang kerja yang tertutup rapat."J-Jason ... ahh! Ini terlalu ..." jerit Natalia tertahan, jemarinya beralih mencengkeram kencang bahu jas Jason saat gerakan pria itu kian liar."Nikmati, Natalia. Kamu menyukainya, bukan?" bisik Jason serak. Ia mendongak sejenak, menatap wajah Natalia yang memerah sempurna dengan deru napas yang tak beraturan."Lihat dirimu. Tubuhmu tidak bisa berbohong padaku. Kamu ingin dimanja dan disentuh seperti ini. Diperlakukan seperti Ratu. Aku akan melayanimu kapan saja kamu pengin dimanja, Natalia."Natalia hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, tidak sanggup membalas kata-kata Jason. Rasa nikmat yang membakar menyapu bersih seluruh akal sehatnya, menggantikan ingatannya tentang Gabriel dengan sentuhan nyata pria yang sedang berlutut di hadapannya ini.Jason kembali membenamkan wajahnya, melancar

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   190. Panas

    "A-apa? Maaf, kamu tanya apa tadi, Natalia?" gagap Jason, berusaha keras menutupi detak jantungnya yang berpacu liar dan rona hangat di wajahnya.Natalia menggelengkan kepala, lalu mendesah pelan seraya menunjuk dua sampel kain di atas meja."Aku tuh nanyain pendapatmu dari tadi, Jason. Menurutmu, bahan silk-velvet warna emerald ini lebih cocok dikombinasikan dengan kain polos ini, atau yang bermotif? Kenapa kamu malah melamun sambil menatap tanganku seperti itu?"Jason tertawa kecil yang terdengar sumbang untuk mencairkan ketegangan di dadanya, lalu berdehem merapikan jasnya. "Maaf, aku Cuma ... memikirkan konsep diproduksi nanti. Kombinasi kain polos jauh lebih elegan, Natalia. Cocok dengan selera kelas atas seperti yang kamu inginkan.""Baiklah kalau begitu."Natalia mengangguk-angguk setuju, kembali menyibukkan diri dengan sampel bahan tanpa menyadari betapa liarnya fantasi yang baru saja melintas di pikiran pria di sampingnya. Sementara Jason, ia menarik napas panjang seraya meny

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   189. Pijat dulu

    "Kamu ... serius, Gabriel?" bisik Natalia. Suaranya bergetar antara kebahagiaan yang meluap dan rasa curiga yang mendalam. "Kamu benar-benar meninggalkannya? Bukan cuma akal-akalanmu untuk menyembunyikannya hubunganmu dengannya?" "Aku tidak punya alasan untuk berbohong padamu, Natalia," balas Gabriel tajam, tatapannya tertuju langsung ke mata Natalia."Apa alasannya?" "Natalia, wanita itu hanyalah rahim sewaan. Aku tidak ingin berurusan lagi dengannya. Aku ingin fokus pada rumah tangga kita dan menyembuhkan semua kekacauan ini. Jadi, jangan pernah sebut namanya lagi di rumah ini." Gabriel menegakkan tubuhnya, menunduk menatap Natalia dari ketinggian postur tubuhnya. "Lalu kenapa kamu pulang dengan tangan terluka? Kamu berkelahi sama siapa?” cecar Natalia. “Aku jatuh dan terkena ujung meja yang tajam karena ngantuk setelah lembur semalam.” ‘Bohong!’ Hampir saja kata-kata itu melompat dari bibir Natalia. Untunglah dia mengatup mulutnya rapat-rapat. Kalau tidak, Gabriel past

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   188. Kemenangan

    Melihat Grace yang sudah terlelap akibat pengaruh obat penenang, Gabriel perlahan melepaskan genggaman tangannya dari jemari wanita cantik itu. Gabriel menatap wajah Grace yang lembut, sungguh hatinya meleleh hanya dengan melihatnya tertidur pulas seperti itu. Ia bangkit dari tepi tempat tidur, melangkah pelan menembus temaram kamar menuju jendela kayu yang telah terpaku rapat dari luar. Gabriel menarik napas dalam-dalam. Balutan perban di lengan kirinya mengencang, meletupkan rasa nyeri menusuk dari luka jahitan yang tadi sempat dijahit Dokter Frans setelah kondisi Grace mulai membaik. Baginya, rasa sakit di fisiknya sama sekali tak sebanding dengan emosi yang menggemuruh di dalam dadanya. Dari balik celah gorden, ditatapnya pekatnya malam. Rahangnya mengeras kaku, menahan amarah yang siap meledak. Di saat yang sama, sebuah keputusan pahit berputar tanpa arah di benaknya. Peringatan Dokter Frans semalam terus bergema bagaikan dentang lonceng kematian saat dia berbicara pribadi deng

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   154. Rantai Besi

    Pria itu mendekati dan meraih wajahku. Aroma tubuh dan mulutnya membuat aku ingin muntah. Aku tidak mengenalnya sama sekali. Siapa gerangan pria ini sebenarnya."Diam!! bentaknya kasar.“Kenapa aku harus diam, orang jahat?!” sentakku tak mau kalah."Tutup mulutmu, sebelum aku yang menutupnya."Aku t

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   150. Cap-Cay

    Aku menahan napas, jantungku berdegup kencang. Aku harus menyembunyikan kehamilan ini. Tak boleh ada seorang pun yang tahu, termasuk mama. Biarlah aku sendiri yang menanggung semua ini.Tangan mama semakin dekat, dan aku tak tahu harus berbuat apa. Satu gerakan salah saja, semuanya bisa terbongkar.Kr

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   149. Curiga

    “Aku akan melakukan yang terbaik untuk papa.”“Bagus, Nona. Dalam minggu ini, kami akan memulai terapi saraf, dan memberikan rangsangan otak untuk mengaktifkan kembali jaringan-jaringan otak yang masih berfungsi dari Pak Kristanto.”Aku hanya mengangguk, menahan luapan bahagia yang nyaris pecah. Lalu

  • Cinta dalam Rahim Sang Madu   148. Merespon

    "Tunggu! Apakah Nona Grace baik-baik saja?""Kenapa?" tanyaku sambil berbalik dengan alis bertaut."Nona terlihat pucat dan letih. Apakah Nona sedang sakit?"“A-aku baik-baik saja.” “Nona bisa tunggu di sini sampai Ibu Kristianto selesai terapi.”“Tidak, terima kasih.”Tanpa berkata apa-apa lagi, aku seg

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status