Home / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 116 : KECEWA

Share

BAB 116 : KECEWA

Author: Yoongina
last update publish date: 2026-09-04 13:54:49

Pikiran Moreno benar-benar kacau. Dunia yang selama ini ia bangun atas rasa cinta yang tulus, mendadak hancur berkeping-keping. Pria paruh baya itu berpamitan secara terburu-buru dari restoran, meninggalkan Zheydan dan Kinan tanpa sanggup menghabiskan minumannya.

Sebelum pergi, Zheydan hanya berpesan, agar Pamannya membawa seorang pengacara apabila ingin menemui Sherly untuk membuktikan informasi yang disampaikan olehnya. Karena menurut peraturan di Indonesia, kunjungan langsung di hari pertam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
hbs gemes aku sm nek sihir itu hihh
goodnovel comment avatar
Yoongina
hahhahaa lengkapp benerr
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
om Reno, puk puk hangat utk om Reno... jadikan pelajaran ya om, gak semua yg indah2 itu nyata adanya om. ternyata om ditipu daya Ama jin setan iblis dedengkot kuyang dan kawan2nya. hah kan... ditunggu nextnya kak gin syng... mamacih updatenya:)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 118 : KEHANGATAN MALAM

    Reygan melangkah pelan menuju kamar perawatan Elara. Sudah hampir dua bulan lamanya ia menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah kedua. ​Pascaoperasi pasokan darah golden blood—yang selamat dari maut atas pertolongan donor darah Zheydan waktu itu—kondisi Elara sudah jauh lebih baik. Namun, Reygan tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan istrinya pulang terlalu cepat. ​Hari ini Elara kembali merajuk, mendesaknya agar bisa segera pulang ke rumah. Kekesalan Elara sebenarnya cukup beralasan. Dokter Sekar sudah memberikan izin bagi Elara untuk beristirahat di rumah sejak dua hari lalu. Namun, Reygan tetap bersikeras menunggu sampai kondisi istrinya benar-benar pulih total, mengingat acara pernikahan Lingga dan Vanda sudah makin dekat. Reygan ingin Elara menjaga kesehatannya agar bisa mendampinginya hadir di gereja kelak. ​Pintu kamar VVIP itu terbuka perlahan. Langkah kaki Reygan terdengar jelas membelah keheningan ruangan. Ia menutup pintu, melepaskan jas hitamnya, lalu melempa

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 117 : OBROLAN WANITA

    ​Aroma bunga lili segar menyebar di dalam kamar perawatan VVIP tempat Elara dirawat. Di atas ranjang rumah sakit yang nyaman, Elara bersandar pada tumpukan bantal empuk. Meski selang infus masih menempel di punggung tangannya pasca-pemberkatan pernikahan kilatnya dengan Reygan dan kehamilan kembar yang rentan, binar kebahagiaan di wajahnya sama sekali tidak pudar. ​Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui jendela besar kamar rawat, menerangi belasan majalah fashion, katalog pernikahan, dan sampel kain yang berserakan di atas selimut putih tebal Elara. ​"Apa kau yakin ini bagus?" ujar Vanda menilai gaun pengantin pilihan Elara di booklet pernikahan yang sedang terbuka di tangannya. ​"Kulitmu putih, warna hijau daun terlihat fresh," sahut Elara membolak-balikkan majalah di atas tangannya, mencoba mengalihkan rasa bosannya selama harus diisolasi di atas ranjang rumah sakit. ​"Tidak. Menurutku, warna pink lebih bagus!" ucap Kinan tak mau kalah, duduk di sisi kanan r

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 116 : KECEWA

    Pikiran Moreno benar-benar kacau. Dunia yang selama ini ia bangun atas rasa cinta yang tulus, mendadak hancur berkeping-keping. Pria paruh baya itu berpamitan secara terburu-buru dari restoran, meninggalkan Zheydan dan Kinan tanpa sanggup menghabiskan minumannya. Sebelum pergi, Zheydan hanya berpesan, agar Pamannya membawa seorang pengacara apabila ingin menemui Sherly untuk membuktikan informasi yang disampaikan olehnya. Karena menurut peraturan di Indonesia, kunjungan langsung di hari pertama penangkapan hanya diperbolehkan untuk pihak tim kuasa hukum atau advokat pendamping BAP. ​Di dalam mobil mewah yang dibawanya, jemari Moreno gemetar saat mencengkeram kemudi. Selama ini, Moreno menganggap Sherly adalah sosok wanita yang lembut, penyayang, dan memahami kesepian hidupnya sebagai pria matang yang lama menduda. Ia jatuh hati sepenuhnya pada Sherly, tanpa pernah menyadari sedikit pun bahwa wanita itu ternyata adalah istri mendiang Mario Adolf, ayah kandung Zheydan dan Zhelara, kak

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 115 : KABAR UNTUK MORENO

    Sinar matahari pagi menerobos hangat melalui jendela-jendela kaca restoran brunch bergaya chalet. Suasana sarapan terasa sangat santai diiringi aroma kopi sangrai dan croissant hangat. Wilhelm von Graffenried, yang sengaja datang langsung dari Swiss demi menghadiri serta memberikan restu penuh atas pernikahan Reygan dan Elara, duduk tenang menikmati sarapannya. Di sampingnya, Moreno, menyesap cappuccino dengan gerakan anggun. ​Di hadapan mereka, Zheydan menyandarkan punggung berototnya dengan sangat rileks. Kemeja putih santai dengan lengan tergulung memperlihatkan suasana tenang tanpa sisa beban pertarungan kemarin. Wilhelm menyunggingkan senyum tipis, merasa lega karena urusan pemberkatan cucu perempuannya, Elara, dan Reygan telah berjalan sempurna dengan restunya. Namun, tatapannya kini beralih pada cucu laki-lakinya yang belum juga bersiap kembali ke Bern. "Grandpapa! aku tidak ingin pulang ke Swiss saat ini." Protes Zheydan sambil mengunyah perlahan. ​"Wottisch du dini

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 114 : BADAI BERLALU

    "Lingga," ujar Vanda mendadak menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu ruang perawatan VIP Elara. Sebelum jemari Lingga sempat memutar gagang pintu, Vanda menarik lengan kemeja pria itu dengan cepat dan tubuh yang gemetar. ​"Kenapa, Sayang?" tanya Lingga lembut, memutar tubuhnya dan menatap dalam pada paras Vanda yang masih menyisakan jejak sembab di sekitar matanya. ​"A—aku takut. Aku tidak ingin membebani pikiran Elara dengan kehadiranku di sini," bisik Vanda dengan nada suara cemas. Matanya berkaca-kaca, ada rasa takut yang mendalam dalam hatinya. Ia yakin kalau Elara tidak akan memaafkannya semudah itu. "Kau tahu betul bagaimana buruknya hubunganku dan Mama padanya selama bertahun-tahun Lingga. Aku... aku takut Elara emosi saat melihatku." ​Lingga menatap kekasihnya dengan pandangan penuh pengertian. Ia meraih kedua tangan Vanda yang terasa begitu dingin, lalu membalas genggaman erat jemari gadis itu. ​"Tenang saja, Sayang. Elara memang terluka, tapi dia wanita

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 113 : SENTUHAN HANGAT (18+)

    "Bangun! Sudah sampai," ujar Lingga melempar sekotak tisu ke arah Zheydan yang tertidur lelap di kursi penumpang belakang. ​Merasa telah menumbangkan dua belas anak buah Jackson seorang diri di gudang dermaga, Zheydan tanpa ragu meminta Lingga—pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi kakak iparnya—untuk mengemudikan Maybach hitam miliknya, sementara ia memilih terlelap menghilangkan rasa lelahnya. ​"Aargh! Sudah sampai? Baguslah... perutku sudah protes sejak tadi," sahut Zheydan merenggangkan kedua tangannya dengan santai. ​Di luar, Lingga melangkah terlebih dahulu, merangkul erat bahu Vanda yang masih didera kesedihan mendalam atas penangkapan Sherly Adolf. Namun, tepat saat Zheydan mendorong pintu mobil untuk keluar, tubuh tingginya mendadak terdorong kembali masuk ke dalam mobil. ​BRUK! ​Kinan menubruk tubuhnya dengan kuat, memeluk leher pria itu begitu erat seolah takut Zheydan tidak nyata di matanya. ​"Zheydan! Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Kinan dengan wajah pucat pasi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status