Short
Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Por:  HanuCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
21Capítulos
1visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

"Amelia, apa kau yakin mau menempuh jalan ini?" ujarnya dengan suara serak. "Kakakmu dulu ...." "Aku yakin. Jalan yang dulu nggak sempat diselesaikan kakakku, sekarang bakal aku lanjutkan sampai akhir!"

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

"Lapor! Saya mengajukan permohonan untuk mengaktifkan kembali nomor registrasi pokok dan menjadi seorang polisi penjaga perdamaian!"

Suara Amelia Kanigara bergema di aula rapat yang luas. Di hadapannya berdiri rekan-rekan seperjuangan kakaknya semasa hidup. Mereka mengenakan seragam rapi, sementara bintang di pundak mereka berkilauan di bawah sinar matahari.

Saat ketua tim senior menyerahkan nomor registrasi pokok milik kakaknya, tangannya tampak sedikit gemetar.

"Amelia, apa kau yakin mau menempuh jalan ini?" ujarnya dengan suara serak, "Kakakmu dulu ...."

"Saya yakin. Jalan yang dulu nggak sempat diselesaikan kakak saya, sekarang bakal saya lanjutkan sampai akhir!"

Amelia menatap bendera negara yang tergantung di dinding, lalu tiba-tiba teringat bagaimana kakaknya mengajarkannya memberi hormat saat masih kecil.

Kakaknya selalu berkata, "Amelia, angkat tanganmu sedikit lebih tinggi."

Ketua tim senior membalikkan badan dan diam-diam mengusap air mata. "Baik! Selamat bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian. Setengah bulan lagi ada misi ke Wilayah Tite, kau ikut bersama mereka!"

Amelia mengangguk kuat. Baru saja keluar dari gerbang kantor polisi, ponselnya berdering. Telepon itu berasal dari kepala pelayan Rumah Tua Keluarga Wardana.

"Nyonya Muda, cepat pulang. Tuan muda dipanggil ke aula leluhur sama tuan besar. Katanya ... dia hampir dipukuli sampai setengah mati."

Amelia terdiam sejenak. Pada akhirnya, dia tetap memanggil taksi dan bergegas menuju aula leluhur Keluarga Wardana.

Saat mendorong pintu kayu tebal aula leluhur, dia melihat cambuk di tangan Tuan Besar Simon mencambuk punggung Arnold Wardana dengan keras.

Plak.

Suara kulit yang terkoyak terdengar sangat menusuk di aula leluhur yang sunyi.

Arnold berlutut tegak. Punggungnya sudah berlumuran darah, tetapi dia tetap tidak mengucapkan sepatah kata pun.

"Kau diam-diam membawa Stella pulang dari luar negeri tanpa sepengetahuanku. Apa kau masih pantas menghadapi orang tuamu yang sudah meninggal?" Suara tuan besar bergetar, sementara cambuk di tangannya kembali terangkat. "Sudah bertahun-tahun, apa kau masih belum bisa melupakan dia?"

Arnold tetap diam.

"Aku sedang bicara padamu! Jawab!" Tuan besar murka dan kembali mencambuknya. "Selama bertahun-tahun ini, apa kau benar-benar masih belum bisa melupakan dia?"

Arnold tetap tidak bersuara.

Amelia berdiri kaku di ambang pintu aula leluhur. Ujung jarinya menekan telapak tangannya begitu kuat hingga hampir melukai kulit.

Setiap suara cambuk yang menghantam punggung Arnold terasa seperti menghantam langsung dada Amelia, membuatnya nyaris tidak bisa bernapas karena sakit.

Namun, Arnold tetap tidak mengatakan apa pun.

Keheningan itu justru lebih kejam daripada jawaban apa pun.

Karena tidak menyangkal, itu berarti pengakuan yang paling jelas.

Cambuk terus menghantam tanpa henti, sampai akhirnya tubuh Arnold tidak mampu bertahan lagi. Dia terjatuh ke lantai dan pingsan.

Tuan besar begitu marah hingga tangannya gemetar. Dia menunjuk Arnold yang tergeletak di lantai dan berteriak kepada kepala pelayan, "Bawa dia ke rumah sakit!"

Di rumah sakit, Amelia mengobati lukanya.

Kapas yang dibasahi obat perlahan menyentuh luka di punggung Arnold. Otot tubuhnya menegang karena rasa sakit, tetapi dia tetap belum sadar.

Melihat wajah pucatnya dari samping, Amelia tiba-tiba teringat pada kejadian bertahun-tahun lalu.

Saat itu, kedua orang tuanya telah lama meninggal. Dia dan kakaknya hanya saling bergantung satu sama lain.

Kakaknya adalah seorang polisi penjaga perdamaian yang bertugas di luar negeri sepanjang tahun. Pada hari kepulangannya ke tanah air, Amelia menunggu dengan penuh kegembiraan, tetapi yang datang justru kabar kematian sang kakak.

Semua itu karena kecelakaan mobil yang terjadi di tengah perjalanan. Demi menyelamatkan Tuan Besar Simon, kakaknya kehilangan nyawa.

Dipenuhi rasa bersalah, Tuan Besar Simon membawa Amelia yang saat itu masih bersekolah ke Keluarga Wardana.

Pada masa-masa awal tinggal di Keluarga Wardana, setiap malam dia selalu menangis karena merindukan kakaknya.

Pertama kali dia bertemu Arnold adalah pada suatu larut malam.

Amelia bersembunyi di taman sambil menangis. Kebetulan Arnold baru pulang dari luar. Saat melihat Amelia, dia sempat tertegun, lalu berjongkok dan menyerahkan sapu tangan kepada Amelia.

"Jangan menangis lagi," katanya, "Mulai sekarang, tempat ini adalah rumahmu."

Di bawah cahaya bulan, sorot mata Arnold begitu lembut hingga terasa tidak nyata.

Amelia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Namun, dia tahu bahwa Arnold hanya menganggapnya sebagai adik.

Dia juga tahu bahwa orang yang disukai Arnold adalah Stella, kekasih masa kecilnya.

Arnold memperlakukan Stella dengan sangat baik, begitu baik hingga semua orang mengira mereka pasti akan menikah.

Amelia pun sempat berpikir bahwa dirinya akan menyaksikan mereka menikah dan memiliki anak, sampai kecelakaan itu terjadi ....

Orang tua Arnold dan orang tua Stella pergi berlibur ke resor salju bersama. Namun, di tengah perjalanan, terjadi longsoran salju. Demi menyelamatkan diri, orang tua Stella secara naluriah menarik orang tua Arnold untuk dijadikan tameng di depan mereka, sementara mereka sendiri melarikan diri tanpa jejak.

Orang tua Arnold tertimbun salju. Saat ditemukan, keduanya telah menjadi jasad dingin yang membeku.

Sejak saat itu, tuan besar tidak pernah lagi mengizinkan Arnold berhubungan dengan Stella.

Arnold menuruti perintah itu.

Tidak lama kemudian, tuan besar mengirim keluarga Stella ke luar negeri.

Di permukaan, Arnold berpura-pura tidak terjadi apa-apa, tapi setiap malam dia menenggelamkan kesedihannya dengan minuman keras.

Suatu kali, saat mabuk, dia memanggil nama Stella dan tanpa sadar tidur dengan Amelia.

Tuan Besar murka dan memaksanya menikahi Amelia.

Setelah menikah, setiap malam dia tidur sekamar dengan Amelia, tetapi Amelia tahu, orang yang selalu ada di hatinya tetaplah Stella.

Bukan berarti Amelia tidak pernah mencoba meluluhkan hatinya.

Namun, hatinya perlahan padam sedikit demi sedikit setiap kali melihat Arnold terus mencari jejak Stella.

Termasuk kali ini.

Amelia tahu alasan tuan besar memukuli Arnold.

Karena kehidupan Stella di luar negeri tidak berjalan baik, Arnold diam-diam membawanya kembali dan menempatkannya di sebuah vila.

Bahkan, Amelia mengetahuinya lebih dulu daripada tuan besar.

Suatu hari, setelah merasa ada yang tidak beres, dia diam-diam mengikuti Arnold dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pria itu memasak untuk Stella, juga menanam bunga-bunga kesukaan Stella di taman.

Pada saat itulah dia sadar, mungkin dia tidak akan pernah bisa menunggu sampai Arnold mencintainya.

Karena itu, dia memutuskan untuk pergi.

Amelia ingin melihat tempat kakaknya dulu bekerja semasa hidup. Di sana ada perempuan yang dicintai kakaknya, seorang dokter militer.

Pada hari kakaknya pulang ke tanah air, sebenarnya dia kembali untuk mempersiapkan pernikahan.

Dia pernah berjanji kepada tunangannya bahwa setelah misi penjaga perdamaian kali ini selesai, dia akan menikahinya.

Namun, pada akhirnya, dia tidak pernah kembali.

Amelia ingin melihat perempuan yang pernah dicintai kakaknya, sekaligus menggantikan kakaknya menyelesaikan jalan yang belum sempat dia tuntaskan.

Di ruang rawat, Arnold kembali memanggil nama Stella dalam tidurnya sambil mengernyitkan dahi.

"Stella ...."

Amelia duduk di sisi ranjang. Ujung jarinya sempat menggantung di udara, tetapi akhirnya perlahan menyentuh dahi Arnold dan mengusap lembut kerutan di antara alisnya.

Selama bertahun-tahun ini, hal yang paling sering dia lihat adalah dahi Arnold yang selalu berkerut.

Arnold bukannya tidak baik kepadanya.

Dia mengingat selera makanan Amelia, menutupi telinganya saat badai petir datang, dan membawakan sepotong kue kecil sepulang dari jamuan makan.

Namun, menikah dengannya membuat Arnold tidak bahagia.

Setiap hari, setiap waktu, setiap menit, dia tidak bahagia.

Untungnya, dia akan segera terbebas dari pernikahan ini.

Tiba-tiba pintu ruang rawat didorong terbuka.

Stella berlari masuk sambil menangis, suaranya gemetar. "Arnold!"

Dia terlalu panik sampai tidak menyadari keberadaan Amelia yang berdiri di sisi ranjang.

Dia langsung mendorong Amelia hingga menjauh, lalu menerjang ke sisi Arnold.

Amelia terhuyung mundur. Bagian belakang kepalanya menghantam dinding dengan keras, darah hangat mengalir turun di sela-sela rambutnya.

Namun, Stella sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah, bahkan tidak meliriknya sedikit pun.

Amelia menopang tubuhnya pada dinding hingga berdiri tegak. Melihat Arnold yang masih tertidur di ranjang rumah sakit, tiba-tiba dia berpikir ....

Mungkin, saat membuka mata nanti, orang yang lebih ingin dilihat Arnold adalah Stella.

Amelia pergi dalam diam, lalu menangani lukanya sendiri di meja perawat.

Setelah itu, Amelia berjalan tanpa tujuan di luar cukup lama. Dia membeli sedikit bubur dan beberapa lauk ringan, berpikir Arnold mungkin akan lapar setelah bangun nanti.

Namun, ketika dia perlahan mendorong pintu ruang rawat, yang dilihatnya adalah ....

Stella tertidur di sisi ranjang Arnold.

Sementara itu, Arnold sedikit menegakkan tubuhnya, lalu diam-diam mencium ujung rambut Stella dengan penuh pengekangan dan kehati-hatian.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
21 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status