Beranda / Fantasi / Crowned By The Moon / BAB 24 : Tanda Yang Sama

Share

BAB 24 : Tanda Yang Sama

Penulis: Vernon Gae
last update Tanggal publikasi: 2026-04-23 16:00:00
“Cinta..”

Raja mengulang kata itu pelan, ia memandang Kael cukup lama, terus mengulang kata-kata itu.

“Cinta bukan alasan untuk melanggar aturan kita.” Ucapnya.

Kini pandangan raja beralih pada Arcellia, ia mengatakan kalau memang wanita manusia itu bukanlah ancaman, apa bukti yang bisa membebaskannya dari tuduhan itu, mengingat artefak itu pun milik ayahnya.

Arcellia yang masih terkejut dan termenung sama sekali tak mendengar ucapan raja, ia hanya menatap Kael dan terus bergulat dengan p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Crowned By The Moon   BAB 27 : Antara Benci & Keinginan

    Cahaya pagi masuk melalui celah jendela, Arcellia terbangun. Ia terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat, di dadanya. Refleks ia langsung menyentuhnya, tanda itu masih ada. Hangat. Arcellia bangkit. Yang pertama ia lihat adalah Kael. Ia tenang, seolah tak pernah terjadi apapun. Tak lama pintu terbuka. Lelaki lain yang ia kenal masuk, Yuan. Ia datang dengan membawa nampan berisi makanan. Arcellia diam, pandangannya berubah. Kejadian di aula sebelumnya kembali muncul di kepalanya. Saat lelaki itu menahan amarah Raja, ayah Kael. Yuan pun sempat menatapnya untuk sesaat, tak lama. Tatapannya tak dingin, namun juga tak ramah. Seolah tengah mempertanyakan maksud pandangannya. Yuan meletakkan nampan itu dengan tenang di hadapan Kael. "Apa..." Suaranya pelan, namun cukup jelas. "...kau juga manusia serigala, Yuan?" Sunyi. Pertanyaan itu terdengar sederhana. Meskipun Arcellia sudah tahu jawabannya, namun ia juga ingin tahu, ingin mendengarnya langsung da

  • Crowned By The Moon   BAB 26 : Yang Telah Di Larang

    Prangg! Suara pecahan kaca keras memecah ruangan, serpihan itu jatuh berserakan di lantai. Namun Julia tak berhenti, ia terus membanting setiap barang yang ia lihat. Kamarnya kini nampak bak tempat tak terawat. “Tak masuk akal!!” Suaranya menggema. Ia terus berteriak, tak percaya dengan apa yang telah terjadi, ia tertawa sesaat, namun beberapa detik kemudian kembali berteriak penuh amarah. “Menandai-“ “Seorang manusia!” Hening sesaat. Julia menendang ranjangnya sendiri, membuatnya remuk dalam sesaat. “Ia-“ Kalimatnya terputus. “Dia bodoh sekali.” Air mata jatuh. Di sudut ruangan Rion berdiri, diam mengamati, beberapa detik kemudian ia berjalan, mendekat dan memeluk tubuh Julia yang meringkuk. “Nona-“ Suaranya rendah, berharap Julia lebih tenang. “Aku tak pernah tahu apa ritual penyatuan itu.” Hening. Julia membeku, perlahan ia mengangkat pandangannya. “..kau juga tak tahu ?” “Ya, Nona.” Jawabnya. Sunyi. Untuk pertama kalinya, Julia tak bisa m

  • Crowned By The Moon   BAB 25 : Antara Rahasia & Sentuhan

    Lagi-lagi Arcellia tersadar di tempat yang asing, langit-langit batu yang tinggi menyambutnya, ia tak lagi terbangun di dalam penjara ataupun kamar yang ia tempati sebelumnya, entah kenapa saat ini perasaanya lebih tenang. Tangannya refleks naik ke bagian dada, ia masih bisa merasakannya, rasa nyeri yang aneh. Ingatannya kembali pada saat ia berada di ruang persidangan. Tanda di dadanya. Dan- Kael. Arcellia bangkit dari posisi tidurnya, dan dia menangkap keberadaan pria itu. Kael. Berdiri tak jauh darinya sembari menghisap cerutu. Ia nampak tenang, seolah memang sedang menunggu ia bangun. Sesaat Arcellia masih membeku, Kael pun hanya diam menatapnya. Arcellia kembali menekan dadanya, memastikan kalau ini bukanlah sebuah mimpi, dengan suara yang sedikit bergetar, ia bertanya apa yang sebenarnya telah Kael lakukan padanya. Namun laki-laki itu hanya diam, seperti biasanya. Arcellia marah. “Kau menyelamatkanku berkali-kali.” Ia berhenti dan menarik napas dalam-dal

  • Crowned By The Moon   BAB 24 : Tanda Yang Sama

    “Cinta..” Raja mengulang kata itu pelan, ia memandang Kael cukup lama, terus mengulang kata-kata itu. “Cinta bukan alasan untuk melanggar aturan kita.” Ucapnya. Kini pandangan raja beralih pada Arcellia, ia mengatakan kalau memang wanita manusia itu bukanlah ancaman, apa bukti yang bisa membebaskannya dari tuduhan itu, mengingat artefak itu pun milik ayahnya. Arcellia yang masih terkejut dan termenung sama sekali tak mendengar ucapan raja, ia hanya menatap Kael dan terus bergulat dengan pikirannya sendiri. Julia kembali berbicara, menurutnya tak mungkin hanya ada 1 artefak. “Yang Mulia Raja..sejujurnya panah yang digunakan wanita ini telah melukai Rion.” Ia berhenti sejenak. “Luka itu..belum pulih hingga saat ini.” Beberapa bangsawan pun menegang, ayah Julia pun juga mengiyakan, meskipun Rion hanyalah manusia serigala biasa, harusnya lukanya bisa sembuh cepat, namun sampai saat ini luka itu masih mengeluarkan darah. “Itu karena dia lemah.” Ucap Kael datar. Ucapan i

  • Crowned By The Moon   BAB 23 : Di Hadapan Singgasana

    Aula Vagborn telah di penuhi para bangsawan, tak ada suara dan tak ada bisik terdengar, seolah tengah menunggu sesuatu yang menarik. Di tengah ruangan Kael berdiri, namun tak seperti biasanya, pakaiannya tak lagi rapi, ada jejak darah yang telah mengering, lengan bajunya pun sedikit robek. Namun Kael masih berdiri tegak, masih menatap dengan percaya diri, seolah tubuh yang melemah itu tak pernah ada. Di atas singgasana Raja memandangnya dengan dingin. Terdengar sebuah suara yang menggema, mengatakan kalau Kael kali ini dipanggil bukanlah sebagai seorang putra raja, melainkan sebagai pihak yang harus menjawab. “Anda membawa manusia ke wilayah kita.” “Melindunginya dan menyerang salah satu dari kita sendiri.” Nama itu akhirnya disebut. “Rion.” Para Bangsawan mulai berbisik pelan, namun Raja meminta mereka untuk diam. “Jelaskan.” Ucap Raja dengan tegas. Kael tak langsung menjawab, sudut bibirnya sedikit terangkat. “Karena dia tak mendengar perintahku.” Raja belum ber

  • Crowned By The Moon   BAB 22 : Mereka Yang Menunggu

    Setelah lolongan dan kegaduhan waktu itu, sama sekali tak ada pertumpahan darah, tak ada taring yang mengoyak siapa pun, yang terjadi justru membuat ia semakin kebingungan. Noel dan Yuan yang terlihat santai seolah itu adalah hal yang biasa bagi mereka. Sesungguhnya ia masih sangat ketakutan, meski tubuhnya gemetar dan dadanya sesak, Arcellia memaksa punggungnya untuk tetap tegak. Tak ingin membiarkan ketakutan menjatuhkan lagi martabatnya yang tersisa Kali ini ia dibawa ke ruangan baru, tak seperti sebelumnya, manusia serigala itu membawanya ke tempat yang layak, tak ada rantai, tak ada jeruji, bahkan ruangan itu tak gelap, tak seperti penjara. Hanya kamar hangat, yang bersih meskipun asing. Namun ia tak menganggap hal ini sebagai kebaikan, ia masih teringat bagaimana wajah polos dan cantik Julia telah menipunya. Di luar pun para manusia serigala menjaga kamarnya, yang berarti ia tetap saja dikurung, dadanya kembali menegang. Arcellia kembali memegang belatinya, genggamann

  • Crowned By The Moon   BAB 8 : Pertanda Bahaya

    Kabut malam menyelimuti Vagborn, di lapangan terbuka dengan hamparan salju berdiri beberapa manusia serigala. Suasana tegang sangat terasa. “Kalian dengar bukan, Rion sudah sadar, ia mengatakan Pangeran kita menyelamatkan manusia.” “Sttt..pelankan suaramu, suasana hati Nona Julia sedang buruk.”

  • Crowned By The Moon    BAB 7 : Penjaga Baru

    Arcellia berdiri di lorong, lagi-lagi ia sendirian, semalam sebelum kehilangan kesadaran Kael mengatakan akan pergi untuk mengurus sesuatu, namun waktu itu ia tak bisa menjawab. Sebenarnya semalam Kael kembali mengobatinya dengan darah manusia serigala, kini luka di seluruh tubuhnya sudah sembuh,

  • Crowned By The Moon   BAB 6 : Wilayah Tersembunyi

    Arcellia tak pernah menyangka, bantuan yang diminta oleh Kael ternyata adalah memasak untuk dirinya sendiri. Arcellia mengiyakan, toh makanan itu juga untuk dirinya sendiri, sebenarnya ia tak bisa memasak makanan yang rumit, jadi ia hanya membuat sup sederhana menyesuaikan bahan yang Kael bawakan.

  • Crowned By The Moon   BAB 5 : Di Bawah Perlindungan

    Untuk pertama kalinya, Arcellia terbangun dengan tubuh yang lebih ringan. Ia membuka selimut dan mendapati luka di kakinya sembuh, ia berpikir pasti Kael yang mengobatinya saat ia tertidur. “Lukaku jauh lebih membaik dari sebelumnya, benarkah itu darah manusia serigala ?” Gumamnya seorang diri.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status