Beranda / Fantasi / Crowned By The Moon / BAB 6 : Wilayah Tersembunyi

Share

BAB 6 : Wilayah Tersembunyi

Penulis: Vernon Gae
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 12:38:00

Arcellia sempat mengira Kael akan memintanya melakukan sesuatu yang sulit. Namun ternyata, pria itu hanya menyuruhnya memasak. Permintaan sederhana yang justru membuatnya sedikit lega, toh makanan itu juga untuk dirinya sendiri.

Sebenarnya ia tak bisa memasak makanan yang rumit, jadi ia hanya membuat sup sederhana menyesuaikan bahan yang Kael bawakan.

Arcellia duduk di kursi, ia masih menanyakan apakah Kael benar-benar tak akan makan. Namun laki-laki itu dengan tegas mengatakan kalau ia tak makan, apalagi makanan yang dibuat Arcellia dari tampilannya saja tak menarik

Arcellia akhirnya menyelesaikan makannya, sedangkan Kael sedari tadi masih tetap diam memandangnya dengan dingin.

“Tadi aku melihat sebuah lukisan saat di kamar. Anak kecil itu sangat mirip denganmu.”

Kael tak menjawab.

“Apa wanita itu keluargamu ? Ibumu ?” Tanya Arcellia.

Suasana masih tetap hening tapi sorot mata Kael berubah, tatapannya mendadak menjadi lebih lembut, namun entah kenapa Arcellia menyadari kalau Kael berlagak menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

“Ya.” Jawabnya singkat.

“Dia cantik, rambutnya seperti salju, sangat sempurna untuknya.”

Kael hanya terdiam, tapi tatapannya sangat aneh sekali.

“Lalu dimana ibumu saat ini ?” Tanya Arcellia penasaran.

“Ia tak berada disini.” Jawab Kael singkat.

Mendengar jawaban itu, Arcellia menebak kalau Kael mempunyai hubungan yang tak baik dengan keluarganya, saat membicarakannya Kael seperti tak suka. Arcellia pun mengalihkan pembicaraan.

Ia mengatakan kastil begitu sepi, namun semua seperti terawat dengan baik, ia penasaran apakah Kael yang merawat kastil ini sendiri, mengingat ia tak melihat pelayan ataupun penjaga sama sekali.

“Sesekali ada satu pelayan yang datang untuk membersihkan kastil.” Jawab Kael.

Arcellia terdiam sejenak, membuat suasana menjadi canggung, ia ingin menanyakan sesuatu, namun ia ragu, ia teringat kejadian itu, kejadian dimana Kael mencekiknya, tiba-tiba saja ia juga membayangkan manusia serigala yang ia lihat tadi adalah Kael.

Tatapan matanya mirip manusia serigala itu.

“Apakah kau tahu kabar dari kekaisaran Lunareth ?"

Kael sedikit mendongakkan kepalanya.

Arcellia menghela napas pelan.

“Ayahku pasti mencariku, tak mungkin ia diam saja.”

Kael tak terkejut, tentu saja ia tahu, bahkah kekaisaran Lunareth mengerahkan banyak prajurit untuk mencari Arcellia.

“Aku tahu kau bukan dari keluarga biasa.” Ucap Kael.

Arcellia tersenyum tipis.

“Kalau begitu…kita sebenarnya berada dimana ? Apa ini di dalam hutan utara ? Saat aku melihat keluar aku hanya melihat pepohonan dan….serigala.” Ucap Arcellia hati-hati.

Kael mengangguk pelan, namun ia juga mengatakan tidak.

“Tak banyak orang yang bisa mencapai tempat ini, bahkan pemburu berani dan terbaik dari kekaisaran Lunareth sekalipun akan kesulitan.” Jelas Kael.

“Maksudmu kastil ini tersembunyi ?” Tanya Arcellia.

Kael mengiyakan, bagi manusia wilayah ini memang sangat tersembunyi.

Arcellia memperhatikan sekeliling dapur.

“Sangat sulit ditemukan yaa…”

Ia memandang Kael, matanya bergairah.

“Kalau begitu….apa alasannya kau tinggal disini ? Meskipun tersembunyi..tempat ini tak aman bukan, hutan utara terkenal dengan keberadaan hewan buasnya, belum lagi keberadaan manusia serigala, awalnya aku mengira itu hanya sebuah gosip saja, ternyata keberadaan mereka benar adanya…”

Kael diam sejanak, ia melipat kedua tangannya di dada.

“Tempat ini dibangun sebelum aku lahir, wilayah ini milik keluargaku dan disini tak pernah berbahaya seperti yang kau katakan. Semakin dekat dengan manusia semakin berbahya.” Jelas Kael.

Kening Arcellia berkerut, ia tak paham apa yang dimaksudkan oleh Kael, bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu, disini ada manusia serigala yang bisa membunuh mereka dengan satu kedipan mata.

“Disini ada manusia serigala, Kael…”

“Terlalu dekat dengan manusia hanya akan membawa banyak bahaya, rasa iri dan keserakahan mereka dunia ini tak mampu menampungnya.” Ucap Kael sekali lagi.

Mendengarnya membuat Arcellia mengerti, sepertinya keluarga Kael dan juga Kael sendiri pernah bermasalah dengan seseorang, walaupun begitu baginya tetap saja disini berbahaya karena keberadaan manusia serigala.

“Jadi karena itu kau lebih takut pada manusia daripada manusia serigala ?”

Kael hanya diam tak menjawab.

“Yang paling berbahaya manusia yaa….” gumam Arcellia.

Arcellia menatap Kael dengan serius, ia punya permintaan.

“Bisakah kau mengirim kabar pada keluargaku ? Aku hanya ingin mereka tahu kalau aku masih hidup.”

Keheningan langsung memenuhi ruangan, ekspresi Kael pun juga langsung berubah, ia nampak tak suka dengan permintaan Arcellia.

“Tidak.”

“Kenapa ?” Tanya Arcellia.

Ia pun juga nampak kecewa mendengar jawaban Kael.

Kael pun mengingatkan Arcellia akan perjanjian yang mereka buat, Arcellia harus mengikuti semua perintah dan larangan Kael.

“Kalau kau mengikutiku dengan patuh mungkin saja aku bisa berubah pikiran dan mengabulkan permintaanmu itu, tapi lihat..sudah berapa kali kau melanggarnya ?” Tanya Kael.

Arcellia terdiam, meskipun ia punya alasan tetap saja ia melanggar.

Ia berdiri dan mengatakan ingin melihat-lihat kastil lagi, sedangkan Kael hanya diam di tempatnya, membiarkan Arcellia pergi.

Begitu Arcellia benar-benar pergi, seorang pria yang tak lain adalah Yuan, keluar dari balik bayangan.

“Yang Mulia.” Sapanya.

“Bagaimana dia sekarang ?” Tanya Kael.

Yuan meminta maaf, ia tahu kalau yang dilakukan oleh Noel memang keterlaluan.

“Dia tahu kalau melakukan kesalahan, mendekati dan menakuti nona. Hal seperti itu tak akan terjadi lagi dan dia sudah pergi untuk menghukum dirinya sendiri.” Jelas Yuan.

Kael hanya mengangguk, sebenarnya ia juga bukan orang yang terlalu kejam pada bawahan terdekatnya, namun ia juga harus memberi contoh pada yang lain.

Yuan pun juga menjelaskan kalau kawanan lain mulai menaruh rasa curiga karena penjagaan di kastil Kael yang semakin ketat. Begitu juga tentang keadaan Rion yang semakin membaik.

Hening.

Kael tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi, namun wajahnya tenang.

“Biarkan dia bicara, asal Arcellia tetap disini, ia akan tetap aman dan rencanaku bisa berjalan dengan baik.”

“Namun Yang Mulia…”

Kael meminta Yuan diam, ia tahu apa yang Yuan khawatirkan, namun ia sudah punya rencana sendiri.

“Panggil Noel kembali, hukuman kali ini sepertinya akan lebih menarik untuknya.” Ucap Kael dengan senyum tipis.

Alis Yuan terangkat, ia sangat penasaran hukuman apa yang akan diberikan oleh Kael.

“Buat dia menjadi penjaga Arcellia.” Ucap Kael.

Kedua bola mata Yuan membesar, ia tahu kalau Noel tak akan menolak dan pasti berusaha melakukannya dengan baik untuk menebus kesalahannya. Namun Noel paling membenci manusia, apalagi Noel adalah orang pertama yang menentang pemberian darah Kael.

“Tapi bukankah Nona Arcellia tahu siapa Noel, ini sangat beresiko.” Ungkap Yuan.

Kael menggeleng, Arcellia sama sekali tak tahu siapa Noel sebenarnya, saat kejadian itu ia hanya melihat Noel dalam wujud manusia serigala.

“Wujud manusianya sangat cocok untuk tugas ini.” Ucap Kael.

Ia pun juga meminta Yuan untuk menambah sedikit penjagaan lagi, juga mengawasi gerak-gerik Kekaisaran dalam pencarian Arcellia.

“Setelah itu kita akan pergi ke tempat itu.” Titah Kael.

Yuan mengangguk, ia tahu tempat apa yang dimaksud oleh Kael.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Crowned By The Moon   BAB 27 : Antara Benci & Keinginan

    Cahaya pagi masuk melalui celah jendela, Arcellia terbangun. Ia terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat, di dadanya. Refleks ia langsung menyentuhnya, tanda itu masih ada. Hangat. Arcellia bangkit. Yang pertama ia lihat adalah Kael. Ia tenang, seolah tak pernah terjadi apapun. Tak lama pintu terbuka. Lelaki lain yang ia kenal masuk, Yuan. Ia datang dengan membawa nampan berisi makanan. Arcellia diam, pandangannya berubah. Kejadian di aula sebelumnya kembali muncul di kepalanya. Saat lelaki itu menahan amarah Raja, ayah Kael. Yuan pun sempat menatapnya untuk sesaat, tak lama. Tatapannya tak dingin, namun juga tak ramah. Seolah tengah mempertanyakan maksud pandangannya. Yuan meletakkan nampan itu dengan tenang di hadapan Kael. "Apa..." Suaranya pelan, namun cukup jelas. "...kau juga manusia serigala, Yuan?" Sunyi. Pertanyaan itu terdengar sederhana. Meskipun Arcellia sudah tahu jawabannya, namun ia juga ingin tahu, ingin mendengarnya langsung da

  • Crowned By The Moon   BAB 26 : Yang Telah Di Larang

    Prangg! Suara pecahan kaca keras memecah ruangan, serpihan itu jatuh berserakan di lantai. Namun Julia tak berhenti, ia terus membanting setiap barang yang ia lihat. Kamarnya kini nampak bak tempat tak terawat. “Tak masuk akal!!” Suaranya menggema. Ia terus berteriak, tak percaya dengan apa yang telah terjadi, ia tertawa sesaat, namun beberapa detik kemudian kembali berteriak penuh amarah. “Menandai-“ “Seorang manusia!” Hening sesaat. Julia menendang ranjangnya sendiri, membuatnya remuk dalam sesaat. “Ia-“ Kalimatnya terputus. “Dia bodoh sekali.” Air mata jatuh. Di sudut ruangan Rion berdiri, diam mengamati, beberapa detik kemudian ia berjalan, mendekat dan memeluk tubuh Julia yang meringkuk. “Nona-“ Suaranya rendah, berharap Julia lebih tenang. “Aku tak pernah tahu apa ritual penyatuan itu.” Hening. Julia membeku, perlahan ia mengangkat pandangannya. “..kau juga tak tahu ?” “Ya, Nona.” Jawabnya. Sunyi. Untuk pertama kalinya, Julia tak bisa m

  • Crowned By The Moon   BAB 25 : Antara Rahasia & Sentuhan

    Lagi-lagi Arcellia tersadar di tempat yang asing, langit-langit batu yang tinggi menyambutnya, ia tak lagi terbangun di dalam penjara ataupun kamar yang ia tempati sebelumnya, entah kenapa saat ini perasaanya lebih tenang. Tangannya refleks naik ke bagian dada, ia masih bisa merasakannya, rasa nyeri yang aneh. Ingatannya kembali pada saat ia berada di ruang persidangan. Tanda di dadanya. Dan- Kael. Arcellia bangkit dari posisi tidurnya, dan dia menangkap keberadaan pria itu. Kael. Berdiri tak jauh darinya sembari menghisap cerutu. Ia nampak tenang, seolah memang sedang menunggu ia bangun. Sesaat Arcellia masih membeku, Kael pun hanya diam menatapnya. Arcellia kembali menekan dadanya, memastikan kalau ini bukanlah sebuah mimpi, dengan suara yang sedikit bergetar, ia bertanya apa yang sebenarnya telah Kael lakukan padanya. Namun laki-laki itu hanya diam, seperti biasanya. Arcellia marah. “Kau menyelamatkanku berkali-kali.” Ia berhenti dan menarik napas dalam-dal

  • Crowned By The Moon   BAB 24 : Tanda Yang Sama

    “Cinta..” Raja mengulang kata itu pelan, ia memandang Kael cukup lama, terus mengulang kata-kata itu. “Cinta bukan alasan untuk melanggar aturan kita.” Ucapnya. Kini pandangan raja beralih pada Arcellia, ia mengatakan kalau memang wanita manusia itu bukanlah ancaman, apa bukti yang bisa membebaskannya dari tuduhan itu, mengingat artefak itu pun milik ayahnya. Arcellia yang masih terkejut dan termenung sama sekali tak mendengar ucapan raja, ia hanya menatap Kael dan terus bergulat dengan pikirannya sendiri. Julia kembali berbicara, menurutnya tak mungkin hanya ada 1 artefak. “Yang Mulia Raja..sejujurnya panah yang digunakan wanita ini telah melukai Rion.” Ia berhenti sejenak. “Luka itu..belum pulih hingga saat ini.” Beberapa bangsawan pun menegang, ayah Julia pun juga mengiyakan, meskipun Rion hanyalah manusia serigala biasa, harusnya lukanya bisa sembuh cepat, namun sampai saat ini luka itu masih mengeluarkan darah. “Itu karena dia lemah.” Ucap Kael datar. Ucapan i

  • Crowned By The Moon   BAB 23 : Di Hadapan Singgasana

    Aula Vagborn telah di penuhi para bangsawan, tak ada suara dan tak ada bisik terdengar, seolah tengah menunggu sesuatu yang menarik. Di tengah ruangan Kael berdiri, namun tak seperti biasanya, pakaiannya tak lagi rapi, ada jejak darah yang telah mengering, lengan bajunya pun sedikit robek. Namun Kael masih berdiri tegak, masih menatap dengan percaya diri, seolah tubuh yang melemah itu tak pernah ada. Di atas singgasana Raja memandangnya dengan dingin. Terdengar sebuah suara yang menggema, mengatakan kalau Kael kali ini dipanggil bukanlah sebagai seorang putra raja, melainkan sebagai pihak yang harus menjawab. “Anda membawa manusia ke wilayah kita.” “Melindunginya dan menyerang salah satu dari kita sendiri.” Nama itu akhirnya disebut. “Rion.” Para Bangsawan mulai berbisik pelan, namun Raja meminta mereka untuk diam. “Jelaskan.” Ucap Raja dengan tegas. Kael tak langsung menjawab, sudut bibirnya sedikit terangkat. “Karena dia tak mendengar perintahku.” Raja belum ber

  • Crowned By The Moon   BAB 22 : Mereka Yang Menunggu

    Setelah lolongan dan kegaduhan waktu itu, sama sekali tak ada pertumpahan darah, tak ada taring yang mengoyak siapa pun, yang terjadi justru membuat ia semakin kebingungan. Noel dan Yuan yang terlihat santai seolah itu adalah hal yang biasa bagi mereka. Sesungguhnya ia masih sangat ketakutan, meski tubuhnya gemetar dan dadanya sesak, Arcellia memaksa punggungnya untuk tetap tegak. Tak ingin membiarkan ketakutan menjatuhkan lagi martabatnya yang tersisa Kali ini ia dibawa ke ruangan baru, tak seperti sebelumnya, manusia serigala itu membawanya ke tempat yang layak, tak ada rantai, tak ada jeruji, bahkan ruangan itu tak gelap, tak seperti penjara. Hanya kamar hangat, yang bersih meskipun asing. Namun ia tak menganggap hal ini sebagai kebaikan, ia masih teringat bagaimana wajah polos dan cantik Julia telah menipunya. Di luar pun para manusia serigala menjaga kamarnya, yang berarti ia tetap saja dikurung, dadanya kembali menegang. Arcellia kembali memegang belatinya, genggamann

  • Crowned By The Moon   BAB 8 : Pertanda Bahaya

    Kabut malam menyelimuti Vagborn, di lapangan terbuka dengan hamparan salju berdiri beberapa manusia serigala. Suasana tegang sangat terasa. “Kalian dengar bukan, Rion sudah sadar, ia mengatakan Pangeran kita menyelamatkan manusia.” “Sttt..pelankan suaramu, suasana hati Nona Julia sedang buruk.”

  • Crowned By The Moon    BAB 7 : Penjaga Baru

    Arcellia berdiri di lorong, lagi-lagi ia sendirian, semalam sebelum kehilangan kesadaran Kael mengatakan akan pergi untuk mengurus sesuatu, namun waktu itu ia tak bisa menjawab. Sebenarnya semalam Kael kembali mengobatinya dengan darah manusia serigala, kini luka di seluruh tubuhnya sudah sembuh,

  • Crowned By The Moon   BAB 5 : Di Bawah Perlindungan

    Untuk pertama kalinya, Arcellia terbangun dengan tubuh yang lebih ringan. Ia membuka selimut dan mendapati luka di kakinya sembuh, ia berpikir pasti Kael yang mengobatinya saat ia tertidur. “Lukaku jauh lebih membaik dari sebelumnya, benarkah itu darah manusia serigala ?” Gumamnya seorang diri.

  • Crowned By The Moon   BAB 4 : Bayangan Ancaman

    Arcellia menatap sisi rahang Kael dengan kening berkerut, ia yakin tadi melihat sebuah bulu, namun sekarang bulu itu sudah tak ada. Beberapa kali ia mengedipkan mata memastikan. Namun tetap saja bulu berwarna putih itu tak ada. "Kenapa kau menatapku seperti itu ?" Tanya Kael. Arcellia terdiam se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status