Share

DENDAM CINTA MASA LALU
DENDAM CINTA MASA LALU
Penulis: Jemyadam

BAB 1 ARON LOGHAN

Penulis: Jemyadam
last update Tanggal publikasi: 2025-10-22 19:48:53

BAB 1 ARON LOGHAN

Di puncak salah satu menara kaca yang menjulang tinggi, tepatnya di lantai 87 kantor pusat Denton Global, seorang pria duduk membisu dingin di balik meja onyx besar, matanya tajam mengamati jalanan Manhattan yang penuh kesibukan, isi kepala hening tidak tertebak.

Pukul sembilan tepat, ketukan halus terdengar di pintu.

“Masuk,” suaranya rendah namun tegas, mengandung nada perintah alami.

Catherine melangkah masuk dengan elegan. Sekretaris pribadi Aron selama tiga tahun itu adalah potret sempurna dari kecantikan, kecerdasan, dan kecekatan. Rambut pirang Catherine digulung rapi, setelan jas abu muda melekat sempurna dengan siluet tubuhnya. Bahkan sepatu hak tinggi di tumitnya tidak pernah menimbulkan suara sumbang ketika wanita cantik itu melangkah anggun.

"Selamat pagi, Mr. Loghan,” Chaterine menyapa lembut.

Aron hanya mengangguk. Tatapan tajamnya sama sekali tidak berubah.

“Duduk. Aku perlu bicara!”

Chatrine duduk dengan patuh, meletakkan tablet digitalnya di atas meja kaca.

“Aku membutuhkan seorang wanita,” Aron bicara tanpa ekspresi.

Chatrine mengangkat alis tipisnya sedikit. “Seorang wanita dalam konteks profesional, Sir?”

“Tidak.” Aron menautkan jari-jarinya, lalu menatap lurus ke mata sekretarisnya yang cantik. “Aku ingin seorang wanita. Untuk menjadi ibu pengganti.”

Kejutan itu datang seperti petir tanpa guntur. Chatrine nyaris kehilangan napas dan lupa cara mengerjap. Namun sikap profesional tetap mejaga ekspresi wajahnya dengan ketat.

“Maaf, apakah saya mendengar dengan benar?”

Aron mengangguk pelan.

“Aku ingin memiliki ahli waris. Tanpa keterikatan emosional. Tanpa pernikahan. Tanpa ilusi romansa. Hanya sebuah perjanjian legal, bersih dan terhormat.”

Chatrine menyandarkan punggungnya perlahan, mencoba mencerna keterkejutan di pagi hari. Chaterine bukan wanita naif. Ia tahu dunia pria seperti Aron Loghan tidak pernah bergerak dengan cara konvensional. Tapi tetap saja, permintaan mendadak ini tidak biasa.

“Anda ingin saya mencarikan wanita yang sesuai?” Chatrine bertanya hati-hati.

“Ya, aku tidak mau sembarang wanita.”

Aron mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, suaranya lebih dalam.

“Dia harus cantik, namun bukan tipe yang menjual kecantikan. Cerdas, berpendidikan tinggi. Stabil secara emosional. Tegas, independen, dan tidak haus perhatian.”

Chatrine mencatat dalam benaknya. Semakin banyak kriteria yang diucapkan oleh Aron Loghan, semakin aneh pula perasaannya. Nyaris semua persyaratan yang diminta Aron, menggambarkan karakter Chatrine.

Namun kalimat Aron selanjutnya membuat semuanya berubah.

“Dan satu hal yang tak bisa ditawar!"

"Dia harus berambut hitam dan bermata kelabu.”

Chatrine terpaku. Wanita cantik itu merasa dadanya sedang dihantam oleh fakta yang tidak ia duga akan begitu menyakitkan. Chatrine terlalu pirang. Matanya terlalu biru. Dan ia terlalu berharap.

Chaterine tahu persis kepada siapa Aron sedang mengacu, bahkan jika pria itu sendiri tidak menyadarinya.

Aron menginginkan wanita seperti ibunya yang berambut gelap dengan mata kelabu. Geby, wanita cerdas berdarah bangsawan Inggris, pemilik ketegasan dan pesona klasik yang selama ini diam-diam menjadi poros dalam hidup Aron.

Aron sedang mencari duplikat ibunya. Bukan seorang pasangan. Bukan seorang kekasih. Hanya seorang rahim sempurna yang bisa meneruskan garis keturunan Loghan.

"Aku ingin segera, minggu ini dapatkan wanita itu!"

“Baik, Mr. Loghan.”

Chatrine menjaga suaranya tetap netral.

“Saya akan memulai proses seleksi secara tertutup. Kriteria Anda akan menjadi acuan utama.”

Aron hanya mengangguk. “Gunakan segala sumber daya yang kau perlukan. Tapi pastikan satu hal! Aku tidak ingin komplikasi. Tidak ada motif tersembunyi. Ini murni transaksional.”

“Ya, saya paham.”

Chatrine bangkit, membungkukkan kepala sedikit, lalu melangkah keluar dengan langkah yang tetap anggun meski hatinya retak pelan.

Di balik pintu yang kembali tertutup, Chatrine berhenti sejenak dan memejamkan mata. Untuk pertama kalinya sejak bekerja di sisi Aron Loghan, ia menyadari sesuatu yang pahit.

Dirinya tidak pernah menarik di mata pria seperti Aron Loghan.

******

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (8)
goodnovel comment avatar
via Sulistyowati
keren ini ... lebih hmmmm dari bapaknya,
goodnovel comment avatar
Runituendahsuryani Tau
kak jemy...makasih sebelumnya uda hadir lg di GN,tp kenapa harus judul baru,kenapa ga lanjutin me and prince aja,pliiiis
goodnovel comment avatar
Haniubay
Waah anaknya Geby ternyata mirip sekali dengan Jeremy kelakuannya..dan sepertinya chatrin diam² menyukai Aron
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 170 EXSTRA PART

    BAB 170 EXSTRA PARTMusim semi kembali menyapa Yorkshire dengan kelembutan yang hanya bisa dihadirkan oleh bumi yang tengah bersyukur....Benih yang mati dan kering kembali tumbuh hidup setelah tersiram hujan dari langit.Kuntum-kuntum bunga liar bermekaran di sepanjang lereng bukit, menyemai warna-warni yang lembut... ungu lilac, merah muda pucat, kuning buttercup, dan putih daisy yang bergoyang lembut tertiup angin. Udara membawa aroma tanah basah dan harum bunga liar, dibalut cahaya matahari yang hangat dan tenang. Burung-burung kecil bersahutan dari dahan ke dahan, menciptakan irama pagi yang menggema ke seluruh lembah.Tanah keluarga Loghan, terbentang luas dari kaki hingga puncak perbukitan, terhampar hijau sejauh mata memandang. Kabut tipis pagi perlahan menguap, membuka pandangan akan padang rumput yang tenang, pohon-pohon tua yang rindang, dan kastil tua yang berdiri megah seperti istana. Jendela-jendela besar dibuka lebar, membiarkan angin musim semi ikut masuk membawa serta

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRE

    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRESenja baru saja turun di langit Yorkshire. Cahaya keemasan menimpa dinding batu tua rumah besar keluarga Loghan yang berdiri kokoh di tengah hamparan padang rumput. Atmosfer musim panas membuat sore terlihat masih benderang.Aron Loghan berdiri tegak di ruang utama, ruang tamu dengan langit-langit tinggi, jendela kaca besar, dan lampu gantung kristal yang berkilauan. Eva ada di sampingnya, mengenakan gaun lembut warna pastel yang sedikit agak longgar dan ringan. Kedua tangan mereka saling menggenggam. Meski wajah Eva tampak tegang, matanya berkilat gugup sekaligus bahagia.Di hadapan mereka, Geby sedang tersenyum memberi sambutan hangat dan pelukan."Jangan terlalu erat,Mom." Aron menegur ibunya yang sedang memeluk Eva. "Nanti istriku sesak nafas, kurang oksigen.""Oh, kau bicara apa?!" Geby melotot pada cara bercanda Aron."Di perut Eva sedang ada calon cucumu."Tangan Geby langsung reflek menutup mulut, air matanya nyaris menetes karena terlalu terkejut

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 168

    BAB 168TIGA BULAN BERIKUTNYAPagi di pulau tropis terasa begitu hangat. Matahari baru saja naik dari ujung timur, memantulkan cahaya keemasan di permukaan laut biru yang bergelombang tenang. Angin laut yang lembut mengibaskan tirai tipis kamar resort pribadi itu, membawa aroma asin bercampur wangi bunga tropis.Di dalam kamar, Eva masih bergelung di atas ranjang besar dengan seprai putih kusut. Rambut cokelatnya terurai, pipinya menempel pada bantal, matanya terpejam lelah setelah semalaman bercinta dalam berbagai pelukan, desahan, dan bisikan cinta yang nyaris membuat tubuhnya remuk tapi bahagia.Pagi-pagi Aron sudah segar dengan kemeja putih tipis dan celana santai linen, berjalan menghampiri ranjang. Senyum lembut mengembang di wajah tampannya yang terlalu aristokrat. Ia duduk di tepi ranjang, jemarinya menyibak rambut Eva dengan penuh sayang sebelum mengecup keningnya.“Apa kau tidak ingin berjemur?” suaranya rendah, serak, namun terdengar hangat.Eva hanya menggeliat pelan di ba

  • DENDAM CINTA MASA LALU    167 CHATRINE & LIAM

    167 CHATRINE & LIAMMalam itu kastil megah keluarga Loghan mulai meredup dari hiruk pikuk pesta. Lampu kristal di aula besar sudah dipadamkan, hanya beberapa lilin dan lampu taman yang masih menyala di jalur setapak menuju sayap kastil. Para pelayan, yang sejak pagi sibuk melayani keluarga bangsawan, sudah beristirahat di kamar masing-masing.Udara malam terasa sejuk, langit begitu cerah. Rembulan menggantung tinggi, ditemani taburan bintang yang berkelip di angkasa. Dari kejauhan terdengar suara serangga malam berpadu dengan desir angin yang melewati pepohonan di perbukitan rendah. Kastil keluarga Loghan yang megah dan anggun kini berdiri sunyi, seolah menjadi saksi bisu rahasia keluarga dari generasi ke generasi.Liam, yang tidak bisa tidur, memutuskan keluar dari kamarnya untuk berjalan ke teras samping. Ia hanya ingin menghirup udara segar, menjernihkan kepalanya yang penuh dengan berbagai pikiran. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sudah berdiri di sana.Chatrin

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 166

    BAB 166Eva masih terbaring di dada Aron, matanya setengah terpejam, napasnya masih belum sepenuhnya teratur. Aron menyibakkan helaian rambut basah istrinya, lalu menempelkan kecupan singkat di dahinya.“Kita benar-benar akan terlambat,” gumam Eva sambil meringis kecil, meski senyumnya belum juga hilang.Aron mengangkat wajahnya, menatap istrinya dengan mata berkilat penuh kemenangan. “Kalau mereka tahu alasan kita terlambat, mungkin mereka akan memaklumi.”Eva langsung menepuk pelan pipi suaminya. “Jangan konyol! Mereka semua datang jauh-jauh untuk kita.”Aron menggetarkan tawa rendah, lalu bangkit dari ranjang begitu saja. Berdiri telanjang tanpa canggung, tubuhnya yang masih basah oleh keringat sempat membuat Eva ingin mengelak tak percaya. Mereka berdua benar-benar baru mandi peluh lengket bersama.Dengan santai, Aron membopong tubuh Eva ke kamar mandi sambil terus dia lumat bibirnya.“Cukup, Aron! Satu ciuman lagi, dan kita tidak akan pernah sampai ke meja makan.” Eva mendorong d

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 165

    BAB 165Sementara Eva masih pergi ke makam ibunya... Liam kembali ke kamar tamu. Kamar tamu pun sangat luas dan mewah.Liam menutup pintu kamar perlahan. Aroma kayu tua bercampur wangi bunga segar dari vas di meja kecil memenuhi udara. Tatapannya langsung jatuh pada beberapa stel pakaian baru yang sudah tersusun rapi di atas ranjang... kemeja berwarna lembut, celana formal yang digantung dengan rapi, bahkan dasi yang dilipat sempurna dan satu kotak pakaian dalam pria.Liam merasa sedikit terganggu membayangkan siapa yang telah menyiapkan pakaian seperti itu untuknya.Di atas tiap stel pakaian dalam memo masing-masing. Salah satunya tertulis..."Untuk makan malam."Liam membaca tulisan tangan Chatrine yang sangat cantik dan rapi.Hanya beberapa kata sederhana, namun cukup membuat dada Liam terasa getir. Ia mengambil memo itu, menimangnya sejenak, lalu reflek menyelipkannya di saku kemeja.Liam kembali memperhatikan pakaian barunya yang harum, licin dengan aroma parfum yang sangat masku

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 36 PEMBALASAN

    BAB 36 PEMBALASANAron Loghan sedang menahan rasa keras di pangkal pahanya. Tangannya bergerak mencengkeram gumpalan bokong Eva dengan suara berdesis."Ingat, kau pernah membuatku seperti ini!"Ereksi yang sangat keras, panas membakar. Entah bagaimana dia masih menginginkan tubuh wanita yang pernah

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 35 MALAM PERTAMA

    BAB 35 MALAM PERTAMACahaya lampu gantung berkilau lembut di langit-langit kamar utama keluarga Loghan. Ruangan itu terlalu megah, terlalu hening... dan terlalu asing bagi Eva yang kini duduk kaku di tepi ranjang. Gaun pengantinnya masih melekat, namun warnanya seolah telah kehilangan keindahan. Bu

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAH 34 PERNIKAHAN

    BAH 34 PERNIKAHANSebuah pesta pernikahan sakral digelar di halaman luas rumah bangsawan tua milik keluarga Loghan. Bangunan kastil megah itu dipenuhi gantungan bunga putih yang menjuntai indah dari balkon besi tempa, bendera keluarga berkibar lembut ditiup angin, dan jejeran meja makan tertata den

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 33 EVANA & EVANKA

    BAB 33 EVANA & EVANKAEvanka Collins turun dari mobil hitam mewah dengan langkah elegan dan percaya diri. Tumit sepatunya berderap lembut di atas ubin trotoar jalan, mantel putih gading membungkus tubuh rampingnya dengan keanggunan seorang bangsawan Eropa. Rambut gelapnya disanggul rapi, menyisakan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status