Share

7. Milikku

Penulis: Rafli123
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 09:11:49

"Sayang aku mau shoping, Kamu bisa antar aku kan?" manja Sabrina, tanpa malu di lihat pelayan di rumah Liam.

"Aku tidak bisa sayang, kamu pergi sendiri ya, nanti aku transfer akan aku lebih kan untukmu sayang. Beli apapun yang kamu mau," ucap Liam tanpa berfikir dua kali. Jika apa yang di lakukannya itu akan menjadi boomerang untuknya di masa depan.

"Nah kalau kayak gini aku makin cinta sama kamu Liam. Oh, ya gimana wanita itu? Kenapa kamu selalu mengulur waktu untuk menceraikannya. Kapan aku jadi istri kamu Liam, aku capek harus kayak gini terus!" Kesal Sabrina, siapa yang tidak ingin menjadi istri dari Liam Pratama. Seorang pewaris tunggal dari kekayaan keluarga Pratama yang kini jatuh menjadi miliknya. Kekayaan yang begitu banyak hingga tidak akan habis jika untuk memanjakan kekasihnya.

"Sayang kamu tahu pengacara keluargaku itu gimana hum? Dia orang kepercayaan ibu, kalau sekarang aku ceraikan Kemuning maka semua harta ini akan menjadi milik Kemuning, apa kamu mau aku miskin?" kata Liam, yang langsung mendapat gelengan kepala dari Sabrina.

"Sampai kapan? Aku lelah mas. Aku juga mau di akui, kamu sudah janji kan sama aku. Ingat waktu kita pesta merayakan kebebasanku kamu bilang,"

"Aku tidak akan pernah lupa hal itu sayang. Kamu adalah segalanya dan apa yang aku katakan itu yang menjadi kenyataan, jika kamu takut bagaimana kalau kita menikah secara siri? Dengan begitu kamu tidak perlu takut lagi untuk tidak di akui," ujar Liam, memberikan tawaran pada Sabrina.

"Baiklah, apa boleh buat. Hanya ini cara kita bisa bersama, lihat pelayan setia wanita itu, dia menatapku tidak suka."

"Kamu bisa memecatnya jika perlu, tapi aku tetap memeliharanya di sini. Kamu tahu kan dia adalah orang yang mengasuhku waktu masih kecil. Biarkan dia di sini ya, abaikan dia."

Getar di saku celana Liam, mengalihkan perhatiannya dari Sabrina. "Sayang kamu turun dulu sebentar," ucap Liam, Sabrina menurut tanpa membantah.

[Tuan muda Liam, berapa hari ini ada pencairan yang tidak lazim. Saya harap ini bukan Sabrina perilakunya, anda tahu resikonya bukan?] Tubuh Liam bergetar, melihat barisan huruf indah di sana. Namun penuh ancaman

"Liam kamu mau ke mana?"

"Aku pergi dulu, sudah aku transfer sayang."

Liam mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi, bukan hanya satu pesan tetapi berapa panggilan dari orang kepercayaan ibunya.

"Awas aja kamu Kemuning, aku tahu ini pasti ulah kamu kan?" gumam Liam.

Mobilnya berhenti di pinggir jalan, langkahnya tergesa menuju rumah Ardan.

Semetara itu suasana rumah menjadi tegang ketika Liam sudah sampai, berdiri di depan pintu. Kemuning sedang menyiram bunga di kebunnya ketika mendengar suara pintu diketuk keras. Ia tidak tahu siapa yang datang, tetapi firasatnya mengatakan bahwa itu bukan kabar baik.

Ketika ia melangkah ke ruang tamu, ia melihat Liam berdiri di sana dengan senyum liciknya yang membuat perutnya mual. Ardan berdiri di dekatnya, menatap pria itu dengan ekspresi dingin.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ardan dengan nada rendah tapi penuh ancaman.

Liam tersenyum, lalu melirik ke arah Kemuning. "Aku hanya ingin memastikan istriku baik-baik saja."

Kemuning merasakan darahnya mendidih. Istri? Pria ini tidak pernah memperlakukannya seperti seorang istri. Ia ingin berteriak, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan.

"Kalau kamu benar-benar peduli, kamu tidak akan meninggalkannya begitu saja," balas Ardan dengan nada tajam.

Liam tertawa kecil. "Ah, jadi sekarang kamu peduli pada istriku, Ardan? Jangan bilang kamu mulai jatuh cinta padanya."

Ardan mengepalkan tangannya, tetapi ia tidak menjawab. Kemuning melihat ketegangan di wajah pria itu, tetapi ia tidak bisa membaca apa yang sebenarnya Ardan rasakan.

"Aku tidak punya waktu untuk omong kosongmu, Liam," kata Ardan akhirnya. "Kalau kamu tidak punya urusan penting, sebaiknya kamu pergi."

Liam melangkah mendekat, kali ini menatap langsung ke mata Ardan. "Oh, aku punya urusan penting, Ardan. Aku ingin memastikan kamu tidak lupa siapa sebenarnya musuhmu."

Kemuning merasa udara di ruangan itu semakin berat. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Liam dan Ardan, tetapi jelas ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar dirinya di antara mereka.

"Aku tidak pernah lupa," balas Ardan pelan, tetapi nada suaranya penuh ancaman. "Dan aku akan memastikan kamu membayar untuk semuanya."

Liam tersenyum puas. "Bagus. Karena aku juga tidak akan membiarkanmu menang, Ardan."

Setelah mengatakan itu, Liam berbalik dan berjalan keluar, meninggalkan suasana tegang di belakangnya. Kemuning berdiri di sudut ruangan, merasa bingung dan takut pada saat yang bersamaan.

Ardan menghela napas panjang, lalu menatap Kemuning. "Kamu tidak perlu takut padanya. Selama kamu di sini, dia tidak akan bisa menyentuhmu."

Kemuning ingin percaya pada kata-kata itu, tetapi ia tahu semuanya tidak semudah itu. Liam adalah pria yang licik dan manipulatif, dan ia tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang ia inginkan.

Malam itu, Kemuning duduk di kamarnya, memikirkan semua yang terjadi hari ini. Ia merasa lelah, tetapi pikirannya terus berputar. Kata-kata Ardan tadi siang masih terngiang di kepalanya. "Kamu tidak perlu takut," katanya. Tapi bagaimana mungkin ia tidak takut? Hidupnya penuh dengan orang-orang yang hanya ingin memanfaatkannya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    7. Milikku

    "Sayang aku mau shoping, Kamu bisa antar aku kan?" manja Sabrina, tanpa malu di lihat pelayan di rumah Liam."Aku tidak bisa sayang, kamu pergi sendiri ya, nanti aku transfer akan aku lebih kan untukmu sayang. Beli apapun yang kamu mau," ucap Liam tanpa berfikir dua kali. Jika apa yang di lakukannya itu akan menjadi boomerang untuknya di masa depan."Nah kalau kayak gini aku makin cinta sama kamu Liam. Oh, ya gimana wanita itu? Kenapa kamu selalu mengulur waktu untuk menceraikannya. Kapan aku jadi istri kamu Liam, aku capek harus kayak gini terus!" Kesal Sabrina, siapa yang tidak ingin menjadi istri dari Liam Pratama. Seorang pewaris tunggal dari kekayaan keluarga Pratama yang kini jatuh menjadi miliknya. Kekayaan yang begitu banyak hingga tidak akan habis jika untuk memanjakan kekasihnya."Sayang kamu tahu pengacara keluargaku itu gimana hum? Dia orang kepercayaan ibu, kalau sekarang aku ceraikan Kemuning maka semua harta ini akan menjadi milik Kemuning, apa kamu mau aku miskin?" kat

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    6. Melawan

    Keesokan harinya matahari bersinar lembut, tapi suasana di rumah Ardan tetap terasa dingin, seperti pemiliknya. Kemuning duduk di meja makan, memainkan sendok di atas piringnya yang hampir kosong. Sarapan sudah disiapkan oleh pembantu rumah tangga, tetapi nafsu makannya hilang sejak kejadian semalam. Suara langkah kaki terdengar mendekat dari arah tangga. Tanpa perlu menoleh, Kemuning tahu itu Ardan."Lambat sekali makannya," suara dingin Ardan langsung memecah keheningan. Ia berdiri di ambang pintu ruang makan, menatap tajam ke arah Kemuning. "Kalau tidak mau makan, jangan buang-buang makanan. Peliharaan ku masih membutuhkan makanan itu." Kemuning mengangkat wajahnya pelan, menatap pria itu hanya sedetik lalu kembali menunduk. "Maaf. Kalau Anda tidak suka, jangan lihat, maksudku, Anda tidak akan melihat ini lagi," balasnya bergetar. Namun sarat akan keberanian di dalamnya.Ardan terdiam sesaat, lalu bibirnya melengkungkan senyum tipis yang sinis. "Oh, jadi sekarang kamu punya nyali

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    5. Barang

    Pertanyaan Liam meluncur tiba-tiba, disertai lirikan tajam ke arah dapur. Dari sudut matanya, ia menangkap bayangan Kemuning yang sempat bergerak sebelum kembali bersembunyi di balik dinding. Senyum tipis terbit di sudut bibirnya senyum yang selalu membuat Kemuning merinding.Namun sebelum Liam sempat melangkah lebih jauh, suara Ardan menghantam udara dengan dingin.“Dia lebih aman di sini daripada bersamamu.”Ardan berdiri tegak, sorot matanya mengeras. “Dan satu hal lagi. Apa pun yang aku lakukan padanya adalah urusanku. Bukan urusanmu lagi. Jangan pernah bertanya tentang dirinya. Mengerti?”Liam terdiam sesaat, lalu tertawa ringan, seolah ucapan itu hanya lelucon.“Bagus kalau begitu,” katanya santai. “Pastikan kau menjaganya baik-baik, ya.”Ia menyipitkan mata, menatap Ardan penuh selidik. “Tapi jujur saja, aku heran, Tuan Muda. Sejak kapan kau tertarik pada perempuan seperti dia? Jangan-jangan… kau jatuh cinta?”Sabrina ikut terkikik, kukunya mencengkeram lengan Liam.“Kau tahu

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    4. Kotak Kecil

    Hari-hari berlalu sejak kejadian beberapa hari lalu saat makan malam. Tidak ada komunikasi berarti di antara mereka. Jika pun ada, hanya satu dua kata itu pun sebatas hal penting.Kemuning perlahan mulai terbiasa dengan kehidupan barunya di rumah Ardan. Pria irit bicara itu hampir selalu menghilang sepanjang hari. Namun, ada sesuatu tentang dirinya yang membuat Kemuning diam-diam merasa penasaran. Ia sering melihat Ardan membawa sebuah kotak kecil benda yang selalu ia jaga dengan sangat hati-hati, seolah menyimpan sesuatu yang berharga.Suatu malam, saat Kemuning sedang duduk di ruang tamu, ia mendengar suara langkah kaki di luar. Ia mendekat ke jendela dan melihat Ardan berdiri di taman, berbicara dengan seseorang. Jarak yang terlalu jauh membuatnya tak mampu menangkap satu pun kata dari percakapan itu.Rasa penasaran mendorongnya membuka pintu dan melangkah keluar. Namun belum sempat ia mendekat, Ardan tiba-tiba menoleh. Tatapannyatajam, seperti elang yang menangkap mangsanya.“Kem

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    3. Menyusahkan

    “Kamu benar sekali, Mas. Kita akhirnya mendapatkan apa yang kita inginkan,” ujar Sabrina sambil tertawa kecil. “Tidak sia-sia aku jadi simpananmu. Huff, enak sekali rasanya.” Ia mendengus kesal. “Aku iri padanya. Wanita itu bisa tinggal di rumahmu hanya karena ibumu yang menyebalkan. Coba saja sejak awal ibumu merestui hubungan kita.” Liam terkekeh, menarik Sabrina ke dalam pelukannya. “Sudahlah, Sayang. Jangan diingat lagi,” ucapnya ringan. “Sekarang kita sudah bersama. Sebentar lagi kita akan mengadakan pesta besar. Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa kamulah istriku.” Ia mengangkat gelas minumannya tinggi-tinggi. “Malam ini pesta untukmu. Menyambut kembalinya Sabrina, wanita yang paling aku cintai!” ujarnya lembut."Liam, kau yakin tidak menaruh hati padanya? Aku takut. Takut, kau memiliki rasa saat tinggal bersama, aku tahu bagaimana ibumu yang menginginkan dia menjadi istrimu," rengek Sabrina manja. Terbesit rasa takut jika diam-diam Liam menyukai Kemuning, mengingat merek

  • DIKHIANATI SUAMI DINIKAHI TUAN MUDA    2. Tangis Dalam Diam

    “Sampai kapan pun aku tidak akan peduli,” ucap Liam dingin. “Justru tempat ini yang paling pantas untukmu. Supaya kamu tahu rasanya hidup tersiksa. Itulah yang aku rasakan saat harus menerima perempuan sepertimu menjadi istriku.”Hati Kemuning terasa seperti diremas. Dadanya sesak.“Dia akan menjadi milikmu,” lanjut Liam tanpa ragu. “Aku tidak peduli bagaimana kau memperlakukannya di sini. Ingat satu hal—dia masih bersegel.”Kalimat itu seperti cambukan. Liam bahkan tidak menganggapnya manusia.“Sekarang tidak ada lagi urusan di antara kita,” sambungnya santai. “Hari ini semuanya selesai. Dia milikmu. Kau bahkan bisa menjualnya. Percayalah, dia wanita cantik meskipun aku tidak pernah melihat wajahnya.”Air mata Kemuning jatuh tanpa bisa ditahan.Suaminya, pria yang seharusnya melindunginya, justru dengan ringan menyuruh orang lain menjual dirinya. Tak ada lagi yang perlu dipertahankan.Perlahan, jemarinya gemetar saat tali cadar itu terlepas. Runtuh sudah seluruh kehidupannya.Apa yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status