Home / Zaman Kuno / Dalam Dekapan Panas Tuan Duke / Bab 12: Rasakan Aku Kembali!

Share

Bab 12: Rasakan Aku Kembali!

last update publish date: 2026-04-04 11:50:27

Begitu pintu kayu ek itu tertutup dengan debuman keras, Arthur langsung memutar kunci, mengurung mereka dalam kesunyian yang mencekam.

Tanpa membuang waktu, Arthur melangkah mendekat. Wajahnya tetap datar, namun matanya memancarkan kilat amarah yang tertahan.

Dengan gerakan kasar, ia mulai menarik kerah seragam Helena, mencoba menanggalkan kain kaku itu dari tubuh gadis tersebut.

“Tunggu, Yang Mulia, kumohon,” rintih Helena, mencoba menahan tangan Arthur dengan jemarinya yang gemetar.

“Tubuh sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 209: Akhir Cerita Kita

    Fajar berikutnya menyingsing dengan warna keemasan yang paling megah di atas langit wilayah barat. Sinar matahari pagi menembus jendela kaca besar kamar tidur utama, menyiram ranjang sutra tempat Helena bersandar dengan kehangatan yang murni.Di dalam dekapannya, sang bayi mungil telah terlelap dengan tenang setelah tangisan pertamanya yang memecah malam.Arthur duduk di tepi ranjang, mengenakan kemeja linen longgar tanpa lencana militer yang kaku. Tatapan mata kelabunya tidak lagi memancarkan kegilaan otoritas perang, melainkan kedamaian sejati yang begitu penuh. Tangannya yang besar bergerak perlahan, mengelus jemari mungil anaknya yang menggenggam erat ujung kain selimut."Kael Alexander Grosvenor," bisik Arthur rendah. "Itu adalah nama yang kuat untuk seorang penerus tanah barat. Kael, sang pejuang yang murni, dan Alexander, sang pelindung umat manusia."Helena menyunggingkan senyuman manisnya yang teramat tulus, mengecup puncak kepala bayinya yang mulai ditumbuhi rambut hitam hal

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 208: Kelahiran sang Buah Hati

    Malam pun jatuh dengan keheningan yang teramat mencekam di atas langit wilayah barat, bintang-bintang bertaburan dengan sangat indah tanpa terhalang awan sedikit pun.Tepat pada jam dua dini hari, sebuah erangan keras dan sarat akan rasa sakit yang nyata memecah kesunyian kamar tidur utama Kastil Grosvenor. Helena terbangun dengan sentakan hebat, cairan ketuban yang hangat seketika pecah membasahi permukaan ranjang sutra hitam mereka."Arthur... ahh! Sakit... ini waktunya! Bayinya... bayinya akan keluar!" jerit Helena dengan tangan yang mencengkeram erat lengan baju seragam Arthur hingga kainnya robek beberapa inci.Arthur seketika melompat dari tempat tidur dengan aksi taktis yang teramat cepat laksana kilat badai, deg-degan di dadanya bergemuruh hebat namun fokus kepemimpinannya tetap terjaga kokoh di tempatnya.Dia membuka pintu kamar dengan bantingan keras, berteriak lantang memecah keheningan koridor sepi untuk memanggil seluruh tim bidan dan pengawal yang telah bersiap selama be

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 207: Menghitung Hari Menuju Altar Kehidupan

    Bulan demi bulan berlalu dengan kesibukan domestik yang kian masif di dalam Kastil Grosvenor. Usia kandungan Helena kini telah menginjak angka sembilan bulan penuh, perutnya sudah tampak sangat besar dan bulat sempurna, menandakan waktu kelahiran sang pewaris takhta sudah berada di ambang pintu fajar.Seluruh aktivitas klinik kota bawah terpaksa dihentikan total oleh Arthur; dia memindahkan seluruh peralatan medis terbaik dan tiga bidan senior paling berpengalaman di kerajaan untuk tinggal menetap di paviliun sayap timur kastil.Bella memimpin barisan pelayan baru dengan kesibukan yang teramat luar biasa setiap harinya, menyiapkan kain-kain linen bersih, air hangat, dan pakaian bayi berbahan sutra lembut yang disulam khusus dengan lambang singa emas Grosvenor."Pastikan semua lampu minyak di koridor sayap barat tetap menyala sepanjang malam!" perintah Bella dengan berkacak pinggang di depan para pelayan di selasar tengah."Kita tidak boleh membiarkan ada satu pun jalur yang gelap jika

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 206: Kabar yang Mengejutkan

    Dua bulan telah berlalu sejak badai pemberontakan di perbatasan utara berhasil dipadamkan dengan tangan besi. Kastil Grosvenor kini dilingkupi oleh kedamaian industri yang stabil, namun pagi itu, sebuah riak domestik yang jauh lebih dahsyat mengguncang ketenangan sang Duke.Di dalam kamar tidur utama yang masih remang-remang, Helena terbangun dengan rasa mual yang teramat hebat menekan dadanya. Dia bergegas bangkit dari ranjang sutra, berlari kecil menuju wastafel porselen di sudut kamar untuk memuntahkan cairan bening dari perutnya yang mendadak bergolak.Arthur seketika terjaga dari tidurnya dengan aksi taktis yang sigap. Dia melompat dari tempat tidur, menghampiri istrinya dengan raut wajah penuh kepanikan, lalu menangkup bahu mungil Helena sembari memijat tengkuk lehernya yang sensitif dengan sisa-sisa kelembutan malam mereka."Helena, ada apa? Apakah kau keracunan obat dari klinik?" tanya Arthur, suaranya bariton rendah penuh kecemasan protektif saat menyeka sudut bibir istrinya

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 205: Konfrontasi di Garis Depan

    Fajar keesokan harinya menyingsing dengan warna merah darah di langit perbatasan utara.Arthur memimpin langsung pasukan kavalerinya menembus kabut tebal, mengabaikan draf saran dari Henry agar sang Duke tetap berada di balik tembok kastil yang aman demi keselamatan pengantin barunya.Di depan barikade jalur kereta api yang rusak, ratusan milisi pemberontak telah bersiap dengan senapan laras panjang dan obor api di tangan mereka.Seorang pemimpin pemberontak, mantan perwira militer faksi Vane bernama kapten Miller, melangkah maju menunggangi kudanya dengan aksi yang menantang di hadapan Arthur."Duke Arthur! Kebijakan barumu mengenai penyitaan aset bangsawan dan kontrol mutlak atas tambang adalah bentuk tirani yang tidak akan kami terima! Jika kau tidak memulihkan hak komoditas kami, jalur utara ini akan menjadi kuburan bagi pasukan Grosvenor!"Arthur menatap Miller dari atas kuda hitam besarnya dengan pandangan meremehkan, tidak ada sedikit pun gurat ketakutan atau keraguan di wajahn

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 204: Singa yang Mengambil Alih Kemudi

    Ketegangan di ruang dewan distrik mencapai puncaknya ketika Arthur mengambil alih draf kepemimpinan proyek secara sepihak, memotong seluruh jalur birokrasi aristokrat kuno yang lambat dan memuakkan.Dia lalu berdiri di depan papan dewan, mencoret nama-nama bangsawan faksi Vane yang tidak kompeten dengan goresan arang hitam yang kasar, lalu menggantinya dengan nama-nama insinyur muda yang dia pilih berdasarkan efisiensi kerja nyata di lapangan tambang."Mulai hari ini, manajemen operasional proyek kereta utara berada di bawah pengawasan langsung kantor Duke Grosvenor," tegas Arthur, dengan jemarinya mengetuk meja dengan ritme konstan yang intimidatif."Tidak ada lagi komisi untuk para Lord, tidak ada lagi potongan pajak ilegal untuk faksi wilayah. Setiap buruh tambang akan dibayar penuh langsung dari kas pusat."Mendengar kebijakan baru tersebut, beberapa Lord berbisik-bisik dengan raut wajah penuh penolakan, menganggap tindakan Arthur terlalu radikal dan mengancam hak istimewa kaum ba

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 4: Tawaran Mendadak sang Duke

    Gagang pintu kuningan itu berputar dengan suara klik yang tajam. Selene kemudian melangkah masuk ke dalam ruang pemandian yang masih dipenuhi kepulan uap putih tebal.Sepatu hak tingginya berdenting ritmis di atas lantai marmer, memecah keheningan yang sejak tadi mencekik Helena. Di balik lemari ha

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 3: Tidak akan Puas hanya dengan Diam

    “Jangan hanya berdiri di sana, Helena. Kemari.”Helena yang sedang berdiri kaku di sana lantas tersentak usai mendengar perintah sang Duke untuk mendekat.Pria itu sudah berada di dalam air, menyandarkan punggung kokohnya pada tepian bak. Bahunya yang lebar terpampang jelas, kecokelatan dan berkila

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 2: Tugas Pertama

    “Kemari,” panggil Arthur lagi.Pria itu kini duduk di tepi meja mahoninya yang besar. Satu kakinya yang panjang berpijak di lantai, sementara yang lain menggantung santai, memberikan kesan dominan yang tak terbantahkan.Kemeja putihnya yang terbuka di bagian kerah memperlihatkan pangkal leher yang

  • Dalam Dekapan Panas Tuan Duke   Bab 1: Pelayan itu Tampak Seksi

    “Selamat pagi, Tuan Duke. Saya Helena, pelayan baru di kastil ini dan atas perintah Duchess, saya diminta untuk memenuhi semua keperluan Tuan.”Suara Helena terdengar sedikit bergetar, namun ia berusaha menjaga punggungnya tetap tegak di tengah aula utama yang megah dan mencekam. Di hadapannya, Du

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status