Share

08.

Author: silent-arl
last update publish date: 2026-04-24 16:52:40

Mobil Kaliel terparkir di pekarangan rumah, rumah itu indah dan memiliki kesan sangat nyaman. Tatiana menuliskan rumah itu persis seperti apa yang ia harapkan. Rumah di tengah kota yang asri. Gadis itu tersenyum ketika Kaliel mendorong pintu kayu dengan mudah. 

Kaliel melirik Tatiana yang tersenyum karena merasa begitu familiar dengan suasanya.

"Kaliel! Kau pulang l

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   108.

    Tatiana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, tangisnya pecah seketika. Tubuhnya gemetar hebat di bawah tekanan rasa bersalah. "Kukira aku tidak akan pernah goyah... aku mengaku aku salah, Kaliel!" seru Tatiana di balik tangannya, suaranya parau dan tersedat. "Tapi sampai detik ini... demi Tuhan, aku tidak mencintainya! Hanya kau, Kaliel. Hanya kau."Kaliel menyeringai, sebuah senyuman pahit dan penuh sarkasme yang memperlihatkan betapa hancur harga dirinya saat ini. "Kau pikir mudah bagiku untuk tidak cemburu pada pria itu?!" cetus Kaliel, matanya menatap Tatiana dengan amarah yang belum reda. "Kau membelanya, kau menyimpan kuncinya, kau memberinya peluang untuk masuk terlalu jauh, Tatiana! Tapi kau bertingkah seolah kau korban dan pura-pura tidak bersalah di sini. Kau egois!"Tatiana tidak bisa menjawab tuduhan itu, ia sadar dia telah melu

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   107.

    Edward memaksakan sebuah senyuman tipis, menatap wajah Tatiana yang tampak begitu kuyu di bawah pendar lampu kamar. "Kau kelihatan lelah," bisiknya parau.Tatiana menggigit bibirnya kuat-kuat, berusaha menahan gelombang kesedihan yang mendesak di dadanya. "Kau kelihatan payah. Apa yang sebenarnya terjadi, Ed?" tuntutnya dengan suara bergetar.Edward langsung mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar, menghindari kontak mata dengan Tatiana. "Aku sakit," jawabnya singkat, seolah kata itu cukup untuk menjelaskan segalanya.Mendengar jawaban yang begitu enteng, Tatiana memukul lengan Edward pelan, frustrasi karena pria itu selalu menutup diri. "Jelaskan apa penyakitmu!"Edward meringis pelan, karena rasa sakit yang kembali menusuk dadanya. "Sesu

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   106.

    Kaliel tidak langsung menyambut uluran tangan Joe. Alih-alih terharu, ia justru menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai. Sebuah senyuman tipis, setengah sinis, terukir di sudut bibirnya. Sebagai pria yang sudah kenyang dengan intrik, Kaliel tidak akan sebodoh itu langsung memercayai loyalitas instan dari seorang anak buah Laura."Apa motifmu, Joe?" tanya Kaliel dingin, matanya menyipit, mengunci pergerakan pria di hadapannya. "Kau rela membuang karier mapan di firma hukum sebesar ini hanya demi membela sepasang kekasih yang sedang diburu masalah? Jangan bercanda."Kedua alis Joe terangkat, sedikit terkejut dengan skeptisisme Kaliel, namun sedetik kemudian ekspresinya melembut, menyiratkan luka lama. "Entahlah," sahut Joe lirih, tatapannya menerawang ke arah tumpukan berkas. "Mungkin karena saya melihat diri saya yang dulu pada posisi Anda. D

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   105.

    Perjalanan menuju Sektor Onyx terasa berbeda dari biasanya. Di dalam kendaraan diselimuti keheningan yang agak tegang, meski kehadiran Tatiana di kursi sebelah kemudi sedikit banyak meredam kecemasan Kaliel. Pemandangan luar jendela perlahan berubah, dari pembatas sektor yang dijaga ketat hingga deretan bangunan tinggi khas Onyx yang mulai terlihat di cakrawala.Di tengah keheningan itu, Tatiana tiba-tiba teringat sesuatu. Ia menoleh ke arah Kaliel yang fokus menatap jalanan di depan. “Kaliel, kenapa Edward tidak ada kabar seharian ya?" tanya Tatiana, keningnya sedikit berkerut cemas. "Biasanya dia selalu memberi kabar.”Mendengar nama Edward disebut,mood Kaliel seketia rusak. Kaliel mengangkat satu tangannya dari kemudi, menggosok hidungnya sekali dengan gerakan refleks yang menunjukkan rasa tidak nyaman sekaligus jengkel. "Tidak tahu," sahut

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   104.

    Kaliel memutar tubuhnya menjadi tengkurap dan membenamkan sebagian wajahnya di bantal. Namun, matanya tetap melirik tajam ke arah Tatiana. "Mandilah, Sayang, sebelum aku berubah pikiran untuk tidak membuatmu hamil sekarang juga," ancam Kaliel dengan suara tertahan yang justru terdengar sangat seksi dan penuh penekanan.Tatiana tertawa mendengarnya. Ia mencondongkan kepalanya ke belakang, menatap Kaliel dari atas bahunya dengan senyum kemenangan yang menghiasi bibirnya. "Baiklah, pikirkan saja itu sesukamu," sahut Tatiana santai sembari melangkah mundur menuju kamar mandi. "Tapi setelah itu kita harus sarapan. Kau butuh banyak energi untuk menghadapi apa pun yang menunggumu di luar sana hari ini."Pintu kamar mandi pun tertutup, menyisakan Kaliel yang perlahan memudarkan senyumnya di atas kasur. Begitu sendirian, bayangan tentang pria misterius yang

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   103.

    Malam menyelimuti rumah dengan kegelapan dan keheningan yang mencekam. Namun di dalam kamar, Kaliel memastikan di sekitar mereka terasa sehangat mungkin. Ia menyalakan lampu tidur, mengunci semua celah rumah dengan pengamanan, dan tidak membiarkan Tatiana lepas dari jangkauan pandangannya bahkan untuk sedetik pun.Kaliel merebahkan tubuhnya di sebelah Tatiana, menarik selimut tebal untuk membungkus tubuh wanita itu yang masih sesekali berjengit kecil karena sisa takut siang tadi.Tanpa suara, Kaliel membawa Tatiana ke dalam dekapan dadanya, membiarkan wanita itu mendengarkan detak jantungnya."Tidurlah, Sayang. Aku menjaga sepanjang malam," bisik Kaliel lembut di telinga Tatiana, sambil mengecup pelan pelipisnya.Jemari kekar Kaliel bergerak perlahan, m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status