Share

Bab 15. Sakit

Author: Mami
last update Huling Na-update: 2026-01-04 15:16:50
Saat knalpot harley mendebur gagah di tengah jalanan Los Angeles, membelah udara bercampur rinai yang telah mengguyur bumi. Setiap butirannya menampar wajah Dante yang tak dihalangi kaca helm, suara dentingan di setiap permukaan yang dijamah adalah alunan dari perjalanan mereka.

Meskipun hujan telah menghancurkan momen indah mereka di atas Los Angeles 6th bridge, perasaan Liv tetap konsisten—bahagia. Dan karena hujan, dia merasa tengah berperan dalam bingkai film. Nuansa menjadi romantis kala dia dengan Dante duduk satu jok di atas motor harley, menembus derasnya hujan tanpa melipir ke tempat teduh.

Liv sendiri terkejut hujan tiba-tiba datang, padahal langit membentang cerah sebelum mereka tiba di Los Angeles 6th bridge, bahkan sempat melihat bintang yang bersinar terang malam ini, tak luput bulatnya bulan mereka saksikan.

Gaungan knalpot harley mereda begitu Dante menghentikan putaran rodanya saat mereka akhirnya tiba di mansion. Liv turun, membuka helm bersama senyum senantiasa te
Mami

bisa banget ye si Dante. bilang aja pengen ciuman. yuk gengs tinggalin komentar kalian💖

| Like
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 24. Bebas

    Peraduan keyboard dengan ujung jari menderu membelah senyap, denting jarum jam tersampaikan ke dalam rungu dalam satu ruangan dipenuhi warna abu-abu terang. Sebuah meja membentang di sudut bagian tengah, berdiri sebuah komputer yang kini membantu Liv mengerjakan anggaran mansion. Beruntungnya Allison tidak lagi meminta membuat laporan keuangan manual.Sebuah berkas bersampul hijau tua bertahun Biaya Operasional Dapur Liv mulai baca, perhatikan detail setiap angka yang tertera. Selama membaca tidak ada kesalahan, lagi-lagi semuanya sempurna.Dari laporan memang sempurna, tapi Liv belum diperbolehkan mengecek gudang oleh Allison. Entah apa alasannya, tapi Liv percaya penuh pada Allison yang memegang tugas pengecekan gudang.Tuas pintu bersuara dari titik di mana pintu menjulang. Kacamata yang Liv kenakan pun diturunkan guna melihat gerangan yang datang ke dalam ruang kerjanya tanpa ketukan pintu."Kau terlihat sangat sibuk, Lady." Dante muncul dari balik pintu, masing-masing tangan ber

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 23. Kepulangannya

    Di sore hari, seperti yang Allison sampaikan, Dante pulang membayar harapan yang telah hilang saat paginya. Liv menyambut penuh riang, mendekap sang suami yang akhirnya dapat ia lihat."Merindukanku? Hmm?" Lelakinya melabuhkan kecupan di ujung hidung, begitu manis, dilakukan di ambang pintu utama mansion.Persembahan manis untuk para pelayan yang berlalu lalang. Seharusnya mereka melihat betapa pantasnya Liv menjadi Nyonya Greyson, dan tidak lagi merendahkannya."Everytime," sahut Liv, kakinya sampai menjingkat agar dapat menjangkau ketampanan suaminya.Rengkuhan mereka terurai, memulai langkah menuju ruang santai. Liv mengaitkan lengan di lekukan lengan Dante selama langkah mereka beriringan ke satu tujuan."Bagaimana pekerjaan Dante?" Kepala perempuan itu selalu harus mendongak karena tingginya Dante melebihi tinggi badannya."Sempurna," sahut Dante, tanpa harus memberitahukan Liv apa yang telah ia lakukan hari ini adalah tindakan di luar norma sebagai manusia.Membunuh manusia lain

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 22. Kecewa

    Kecewa itu kembali menyapa, seperti sunrise di bentangkan cakrawala barat. Harapan semula tertanam dalam benak pun melayu mendapati kekosongan di sisinya.Sang pria lagi-lagi tak bertempat dalam rengkuhannya di pagi hari, walau semalam Liv telah memastikan Dante ada di dekapannya agar tidak pergi saat pagi mendatang.Sayang, Dante lagi-lagi pergi, menjejaki kecewa di hati kecil perempuan malang itu."Apa benar yang dikatakan pelayan?" Dia bergumam, kepala ditundukkan menatap ujung slippers.Lamunannya meluruh begitu suara engsel pintu dibuka kasar. Liv mendongak, mendapati pelayan berambut pirang yang berkonfrontasi kemarin datang.Perempuan itu membuang napas jengah. "Ini sarapanmu, Nyonya Greyson."Penekanan di gelar 'Nyonya Greyson' mengandung ejekan untuk Liv. Dia serahkan begitu kasar semangkuk sup tanpa air minum atau bahkan roti."Selamat menikmati." Perempuan itu berkacak pinggang. "Dan jangan lupa. Hari ini Nyonya Allison menyuruhmu untuk membersihkan taman belakang. Jika kau

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 21. Di Kolam Renang

    Rembulan menggantung di atas kegelapan bentala, cahayanya bertabur menyebar menjadi pendaran di atas permukaan air di tengah-tengah kotak kolam renang. Kecipak air beradu dengan objek menderu di tengah senyapnya malam. Suhu dingin dari sentuhan air di kolam membelai setiap sel kulit, menyurutkan lengket berikut gerah semuka dirasakan.Dari dalam volume air setinggi dada orang dewasa, menyembul kepala seorang wanita. Rambut basahnya disapu ke belakang, menyingkirkan air yang menghalangi pandangan.Udara lega mengembus melalui mulut. Berat di pundak terasa meluruh bersama air yang menyapu tubuhnya yang hanya dilapisi bikini.Terlalu asyik menyelam menari-narikan tubuh di dalam air, rungunya tak dapat merespons kedatangan seseorang.Jauh dari tepi kolam, Dante Greyson rekam sang istri melalui matanya. Liukan tubuhnya begitu elok di pandang. Kulit tubuh halus itu mengkilapkan bayangan yang diterpa cahaya bulan dan lampu.Pundak mungil sang istri tertangkap matanya, bulatan yang ditampung

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 20. Serangan

    Meja persegi panjang dengan dasar hijau membentang, tumpukan chip dari berbagai warna berderak menyuarakan pertaruhan di sisi setiap pemain. Dan chip berwarna hitam paling menonjolkan kekuasaan dari pemilik kasino tersebut—Dante Greyson memberi getar ancaman sekaligus tantangan dari deretan pemain.Punggung kokoh dijatuhi setelan hitamnya berpostur tegak, duduk di atas kursi kulit mahal. Wajahnya tak mampu dibaca lawan—terlalu menyeramkan sebagai lawan yang selalu melumpuhkan musuh dengan kombinasi kartu di genggamannya.Dealer telah menghamparkan river di atas meja hijau yang dijatuhi pendaran lampu kristal di atas kepala mereka. River—momen paling mendebarkan bagi para pemain, terlebih lawan main mereka adalah Dante Greyson—penguasa meja judi dengan lima kombinasi kartu andalannya."Taruhan berakhir." Saat Dealer berbicara—menyuarakan showdown agar semua pemain menunjukkan kartu-kartunya, suasana terasa menghimpit dada.Di seberang Dante, seorang pria telah dipenuhi keringat dingin

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 19. Xavier

    "Nanti malam kita pergi ke party. Aku ingin sekali memamerkan dress baruku. Semua orang pasti melirikku." Alexa dengan antusiasnya mengangkat paper yang ia bawa, sementara paper bag lain Liv yang membawa. "Untuk apa kita membeli dress kalau tidak dipamerkan?" sahut Hailey, pundaknya berkedik. "Sayang sekali Emily pergi." Bibir Alexa melengkung ke bawah, tak begitu peduli pada sahabatnya itu. "Perempuan itu sulit sekali ditebak. Lagipula dia tidak menyukai pesta." Saat keduanya asyik bercengkrama, membicarakan betapa indahnya tubuh mereka dibaluti dress mahal serta pakaian mahal lainnya, Liv memperhatikan. Gurat di wajahnya sendu bercampur nelangsa melihat keadaannya. Selalu saja dipermainkan, seolah dia hidup dijadikan pion di atas bidak dengan mereka sebagai pengendali. Setelah memuaskan adrenalin mereka di pusat perbelanjaan, Liv dijadikan sebagai pengawal untuk membawakan semua barang-barang yang mereka beli. "Ey, Jalang! Cepat!" Hailey menyerukan panggilannya, alis menukik m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status