共有

Bab 95. Rayuan Maut

作者: Mami
last update 公開日: 2026-02-24 18:45:30

"Karena hari ini kita akan pergi kencan. Aku memiliki sesuatu untukmu."

Dante dan rahasianya, selalu berhasil menumbuhkan harapan dibaluri bunga-bunga bermekaran dalam benak istrinya.

Terulas cantik bagai mekarnya mawar sebuah senyum di rupa sang istri. "Hmm, kencan hari ini pasti sangat spesial."

"Seseorang yang spesial, harus memiliki yang spesial juga."

Terkekeh kecil, kilauan di mata hijaunya begitu jernih terlihat, sedikit menyipit tatkala tarikan sudut bibir masih mempertahankan senyumnya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   113. Pendarahan.

    "Tuan tolong ke rumah sakit, Nyonya mengalami pendarahan hebat!!"Bagai palu godam menghantam telak dadanya, kalimat itu hancurkan seluruh imajinasi semulanya terangkai indah.Liv? Pendarahan? Benaknya penuh keterkejutan menanyakan hal tersebut, menepis untuk percaya saat ia sendiri telah berekspektasi kebahagiaan rumah tangga mereka.Setiap langkah menapak di ubin, tak begitu ia rasakan pijakannya kala kalut dalam kepala begitu ricuh. Dadanya berdegup jauh lebih kencang, rona di wajah surut oleh ketegangan.Begitu jauh suara-suara di sekitar, nyaris tak dapat didengar saat fokusnya telah pecah berkeping-keping. Ketakutan yang tidak pernah datang bahkan dalam bentuk bayangan sekalipun, terasa begitu sangat nyata.Napasnya terputus-putus, dadanya berat untuk menampung lebih banyak oksigen. Nyaris tubuh gagah itu runtuh begitu tiba di depan ruang emergency room."Tuan!" Allison menyeru, ia hampiri Tuannya yang sedang menyetabilkan aliran napas."Bagaimana bisa terjadi—" Bahkan untuk ber

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 112. Khayalan Indah

    Sementara waktu Hailey melipir dari keramaian pesta menuju kamar mandi. Baru saja ia mencicipi kek dengan krim penuh sampai mengotori riasannya berujung harus memperbaiki riasan dengan harga ribuan dollar.Di dalam cermin, sosoknya begitu sempurna. Gaun malam jatuh sempurna membentuk siluet indah pada tubuhnya, kilauan dari kalungnya menyimpan kesan kemewahan yang sangat cocok untuknya.Dari dalam tas, ponsel ia raih. Aplikasi kamera pun ia kunjungi sebelum mengabadikan dirinya pada sebuah foto untuk ia kirim pada Liv."Mari kita lihat, siapa yang akan hancur di sini." Terkekeh puas usai mengirim foto dirinya disertai kalimat provokatif.Sentuhan terakhir adalah tatanan rambutnya, selepas semuanya beres Hailey bersiap pergi dari kamar mandi."Akh!"Jeritannya mengalun sebab kejutan berupa kedua pistol yang saat ini menempel di pelipisnya."A-apa yang kalian lakukan?" Tubuhnya bergetar mengetahui posisinya sangat tidak am

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 111. Jebakan

    "Nyonya tolong hentikan!"Sesungguhnya tidak ada hal mengejutkan yang membuat dada Anna ingin mengeluarkan jantungnya dari apa yang ia lihat saat ini."Berikan itu! Liv sangat membutuhkan alkohol!"Melihat Liv hendak meminum alkohol, wajar jika jantung Anna terasa meloncat. Untung saja ia segera datang dan mencegah hal buruk terjadi."Mohon maaf Nyonya, untuk ini saya melarang. Tidak peduli jika nanti Tuan memecat saya, setidaknya saya bisa menyelamatkan nyawa bayi di kandungan anda." Anna mengoceh, sebotol wine berusaha ia jauhkan dari jangkauan Liv."Hanya satu teguk saja. Itu tidak akan membuat bayi Liv mati." Sementara perempuan itu memohon dengan wajah telah dibanjiri air mata."Ayolah Anna ... Liv sangat membutuhkan alkohol.""Ada cara lain untuk menghilangkan rasa sedih anda." Perlahan, nada suara Anna stabil kembali, jauh lebih lembut saat teringat besarnya luka yang terlihat di wajah basah Liv Greyson.

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 110. Berbohong

    Matahari belum menempati singgasananya, tetapi alam bawah sadar Dante telah datang memenuhi raga.Teringat rencana mereka untuk berjalan-jalan di pagi hari, sontak Dante periksa sosok yang seharusnya ada mendekapnya.Sayang, yang ia dapat lagi-lagi kekosongan. Hampa dalam benak pun tumbuh, berikut ngilu tak terukur akan adanya kecewa."Pergi lagi?" Suara seraknya bertanya culas. "Sebenarnya apa yang dia pikirkan?"Berdasarkan penyelidikan dari Ace, tidak ada hal mencurigakan dari Liv. Isi ponselnya bersih, tidak ada satupun riwayat mencurigakan seperti perselingkuhan yang sebelumnya Dante curigakan.Tanpa sadar, lidahnya membunyikan decakan keras—bunyikan kemarahan usai dikecewakan yang kedua kalinya oleh orang yang sama.***"Kau tahu ke mana istriku pergi?"Sebab tidak ada satupun orang yang bisa Dante tanyai selain Allison mengenai kepergian Liv, buat Allison terdampar di ruangan suram miliknya."Pag

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 109. Berubah

    Matahari dari Timur menyingsing sebelum cahaya merebak penuhi bentala Los Angeles. Karena cahayanya yang terang dari balik jendela, seseorang terbangun.Perlahan tapi pasti, kelopak matanya terbuka. Samar terlihat olehnya kekosongan di sisi, hal aneh yang ia temukan saat bangun tidur.Di hari kemarin dan sebelum-sebelumnya, paginya selalu disambut oleh manis dari senyuman sang istri. Sayangnya hari ini ia tidak diberikan seulas pun senyum dari Liv, justru kekosongan ia dapatkan yang kemudian menjalari benak.Saat hendak turun kemudian menghampiri sang istri yang kemungkinan di luar kamar, matanya lebih dulu menangkap post it di atas nakas.[Liv berangkat kuliah karena ada kelas pagi. Maaf tidak bisa bangun bersama. Liv cinta Dante semuka bumi"Tumben sekali," gumam Dante sebab ini kali pertama ia ditinggalkan.Sekelibat ingatan kemarin malam datang. Saat matanya temukan kejanggalan pada sang istri, membuat

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 108. Permainan

    Cklek.Terdengar engsel pintu dari sudut kanan kamar, yang kemudian menampilkan sesosok insan hanya berbalut kaos abu-abu kebesaran yang menenggelamkan tubuh mungilnya.Sebuah handuk bertengger di atas kepala, belum ia singkirkan sebelum mengenakan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.Ting.Bersamaan hairdryer hendak ia ambil, denting notifikasi menyeret atensi, membuatnya beralih pada benda pipih yang tergeletak di sisi nakas."Hailey?" Bibirnya gumamkan nama tersebut.Terbesit perasaan tak enak—mengingat kemarin ia mendapatkan pesan provokatif dari Hailey—untuk saat ini, dia ingin menghindarinya.Awalnya demikian. Namun, sebuah foto yang Hailey kirimkan akhirnya menuntun ibu jari Liv 'tuk membuka pesan tersebut."Bukankah ini—"Dan rasa penasarannya tersebut menjatuhkan Liv pada jurang paling dalam.Tepat di depan matanya, sosok Hailey begitu cantik mengenakan gaun rumbai dengan kalung emerald persis seperti yang ia kenakan sewaktu kencan dengan Dante.Tidak hanya kalung emerald,

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 96. Akhir Yang Sesungguhnya

    Entah apa yang terjadi, Dante membatalkan janjinya. Itupun melalui Allison, bukan menghubungi Liv secara langsung, entah itu melalui telepon maupun pesan.Dia menghilang begitu saja.Membiarkan Liv akhirnya pergi seorang diri ke rumah sakit.Bahkan hadiah yang dijanjika

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 91. Bucin

    Limousine bentley membelah kepadatan kota, jatuhnya matahari dari atas mengkilapkan kemewahan dari setiap inci body-nya.Bising deruan kendaraan lain di balik jendela mobil tak begitu tersampaikan, terlepas saat ini pandangannya jatuh pada kesibukan kota."James," panggil Dante

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 90. Aku Di Sini. Bersamamu

    "Punggungku belum disikat, tolong kau sikat." Serahkan sikat punggung pada sang istri, bergantian setelah ia membersihkan punggung Liv.Memutar tubuh usai menerima sikat dari Dante, mengkerutkan kening tatkala Dante tidak menandakan membalikan posisi agar memudahkan Liv menjangkau punggungnya."Ken

  • Dalam Rengkuhan Tuan Mafia   Bab 89

    "Kenapa Dante mengikuti Liv?"Setinggi apapun gengsi untuk mendekati sang istri, kemudian menghidu panjang aroma yang keluar dari tubuh Liv, nyatanya terkalahkan oleh keinginannya itu."Kakiku sendiri yang mengikutimu." Pria itu menyangkal, saat kakinya sendiri digerakkan oleh keinginannya.Jelas L

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status