Inicio / Romansa / Dari Facebook Jadi Suami Istri / BAB 18 Jaring di Balik Layar

Compartir

BAB 18 Jaring di Balik Layar

Autor: Maulll
last update Fecha de publicación: 2026-04-29 11:15:56

Lampu neon di ruang kerja darurat kediaman Menteng berderit pelan, menciptakan irama monoton yang menemani kesunyian dini hari. Maya duduk mematung di depan layar monitor, matanya terpaku pada baris kode yang baru saja ia pecahkan dari server ruko Tangerang. Di sampingnya, segelas kopi yang sudah dingin tak tersentuh.

Arlan masuk membawa dua helai selimut, wajahnya tampak lelah setelah berjam-jam berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan Gunawan. "Maya, istirahatl
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 20 Rahasia Sang Mandor

    Hujan di Singapura telah reda, meninggalkan aspal yang mengilap di bawah lampu jalanan Clarke Quay. Namun, di dalam mobil yang melaju menuju pelabuhan udara, keheningan yang tercipta jauh lebih dingin daripada udara malam. Maya masih memegang ponselnya, menatap layar yang kini gelap setelah panggilan video dari ibunya berakhir. Arlan, di sampingnya, tampak seolah baru saja dihantam oleh godam besar."Lima puluh tahun," gumam Arlan, suaranya hampir tidak terdengar di antara deru mesin mobil. "Jika akta itu valid, maka seluruh fondasi Dirgantara Group... pusat perbelanjaan itu, kompleks perkantoran Sudirman, hingga proyek Green Oasis... semuanya berdiri di atas tanah pinjaman."Maya menarik napas panjang, mencoba menstabilkan logikanya yang mulai goyah. Sebagai auditor, ia terbiasa dengan angka-angka yang hilang, tapi ia tidak pernah menyangka akan menemukan bahwa seluruh "kerajaan" pria yang dicintainya adalah sebuah pinjaman sejarah. "Kakekku adalah seorang mandor, Arla

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 19 Dansa di Atas Bara

    Singapura menyambut mereka dengan kemilau lampu neon yang memantul di atas permukaan Marina Bay yang tenang. Namun, bagi Maya dan Arlan, keindahan kota singa ini terasa seperti labirin yang penuh dengan jebakan tak kasat mata. Mereka tidak lagi tinggal di apartemen mewah yang disediakan perusahaan, melainkan di sebuah hotel butik kecil di kawasan Heritage yang tidak terdaftar dalam radar protokol Dirgantara maupun Mahakarya.Target mereka malam ini adalah *The Grand Zenith Gala*, sebuah pesta eksklusif yang diadakan oleh firma hukum *Vanguard & Co.*—firma yang sama yang telah memanipulasi karier Maya selama tiga bulan terakhir. Firma ini bukan sekadar penyedia jasa hukum; mereka adalah arsitek keuangan di balik pencucian uang internasional yang digunakan Clarissa untuk menyokong ambisi Hendra Dirgantara yang gagal."Ingat, Maya," bisik Arlan sambil merapikan simpul dasi kupu-kupunya di depan cermin. "Tujuan kita bukan untuk berkonfrontasi. Kita butuh kunci enkripsi fisi

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 18 Jaring di Balik Layar

    Lampu neon di ruang kerja darurat kediaman Menteng berderit pelan, menciptakan irama monoton yang menemani kesunyian dini hari. Maya duduk mematung di depan layar monitor, matanya terpaku pada baris kode yang baru saja ia pecahkan dari server ruko Tangerang. Di sampingnya, segelas kopi yang sudah dingin tak tersentuh. Arlan masuk membawa dua helai selimut, wajahnya tampak lelah setelah berjam-jam berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan Gunawan. "Maya, istirahatlah. Gunawan sudah di sel, Ibu sudah dalam pengawalan ketat di desa. Tidak ada lagi yang perlu kamu cemaskan malam ini." Maya tidak menoleh. Jemarinya menunjuk ke sebuah folder tersembunyi yang diberi nama sandi *'Project Glass'*. "Ada satu hal yang terlewat, Arlan. Gunawan memang yang menarik pelatuk ancaman itu, tapi dia tidak bekerja sendiri di sisi administratif. Dia butuh seseorang yang tahu persis jadwal auditku, lokasi ibuku, dan bahkan detail terkecil tentang akun bank pribadiku

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 17 Operasi Tengah Malam

    Hujan deras mengguyur Jakarta, menciptakan tabir air yang mengaburkan pandangan. Di sebuah ruko tua yang terletak di sudut terpencil kawasan industri Tangerang, sebuah lampu neon yang rusak berkedip-kedip, menerangi papan nama kusam bertuliskan *PT Sentosa Logistik Utama*. Ini adalah salah satu dari lima vendor fiktif yang ditemukan Maya dalam auditnya—perusahaan yang secara administratif menyerap miliaran rupiah dari Dirgantara Group, namun secara fisik hanya berupa bangunan kosong yang dikelilingi ilalang. Arlan mematikan mesin SUV hitamnya sekitar lima puluh meter dari lokasi. Di dalam kabin yang gelap, cahaya dari tablet Maya menyinari wajah mereka yang tegang. Di kursi belakang, dua pria tegap dari tim keamanan profesional yang disewa Arlan memeriksa peralatan komunikasi mereka. "Berdasarkan pelacakan GPS dari ponsel Pak Lukman sebelum disita, dia melakukan panggilan terakhir ke menara seluler di area ini," bisik Maya. "Dan menurut data penggunaan

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 16 Pembersihan Massal

    Gedung Dirgantara Group yang menjulang tinggi di kawasan Sudirman biasanya tampak seperti benteng kekuasaan yang tak tergoyahkan. Namun pagi itu, suasananya lebih mirip dengan sarang lebah yang baru saja disodok dengan galah besi. Kabar tentang kembalinya Arlan Dirgantara sebagai pimpinan tim restrukturisasi khusus telah menyebar ke setiap lantai, dari lobi hingga ruang dewan direksi yang eksklusif.Arlan melangkah masuk melalui pintu kaca utama dengan langkah yang tidak lagi ragu. Ia mengenakan setelan jas abu-abu gelap, namun ia sengaja tidak mengenakan dasi—sebuah pernyataan simbolis bahwa ia bukan lagi "anak manis" perusahaan yang patuh pada tradisi kolot. Di sampingnya, Maya berjalan dengan tas kerja berisi dokumen-dokumen yang bisa meledakkan karier siapa pun di gedung itu."Siap, Maya?" tanya Arlan pelan saat mereka berada di dalam lift eksekutif."Aku lahir untuk hari seperti ini, Arlan," jawab Maya dengan senyum tipis yang mematikan. "Ingat, mereka akan men

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 15 Kepulangan ke Sarang Srigala

    Suasana di Bandar Udara Internasional Changi pagi itu sangat kontras dengan ketenangan yang Maya rasakan di Kalimantan. Suara pengumuman penerbangan dalam berbagai bahasa, deru koper yang ditarik di atas lantai marmer, dan aroma kopi mahal yang tajam menyambut kepulangannya dari masa cuti singkat sekaligus tugas audit lapangannya. Maya berdiri di depan dinding kaca besar, menatap pesawat-pesawat yang lepas landas menuju cakrawala biru. Di sampingnya, Arlan berdiri dengan kemeja yang lebih rapi, meski bekas terbakar matahari di wajahnya masih sangat kentara."Kamu yakin ingin melakukan ini sekarang?" tanya Arlan, suaranya rendah namun penuh kekhawatiran. "Begitu kita mendarat di Jakarta, semua kamera dan mata-mata ayahku akan langsung tertuju padamu. Kamu tidak lagi berada di bawah perlindungan hukum firma Singapura jika kita keluar dari zona aman ini."Maya membetulkan letak kacamatanya, menatap pantulan dirinya di kaca. "Kita tidak bisa selamanya bersembunyi di balik h

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 7 Jejak Digital yang Mematikan

    Pagi itu, kantor PT Mahakarya Bangun Nusantara tidak lagi terasa seperti tempat kerja bagi Maya. Atmosfernya lebih menyerupai ruang interogasi. Belum sempat Maya meletakkan tasnya di meja, dua orang petugas keamanan perusahaan sudah berdiri di depan kubikelnya.​"Mbak Maya, Anda diminta segera ke r

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 3 Rahasia di Balik Sertifikat Tua

    Malam itu, gerimis tipis membasahi kaca jendela kafe kecil yang terletak jauh dari pusat bisnis kota. Maya sengaja memilih tempat yang terpencil, sebuah kedai kopi tua dengan penerangan remang-remang yang biasanya hanya dikunjungi oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Ia tidak ingin ada s

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 2 Antara Profesionalisme dan Perasaan

    Malam setelah pertemuan di kafe itu, Maya tidak bisa tidur nyenyak. Langit-langit kamarnya seolah berubah menjadi layar raksasa yang memutar ulang setiap detik percakapannya dengan Arlan. Suara bariton pria itu, caranya menyesap kopi, hingga bagaimana matanya menyipit saat tertawa, semuanya terekam

  • Dari Facebook Jadi Suami Istri   BAB 1 Notifikasi yang Mengubah Takdir

    Pagi itu, cahaya matahari menyelinap malu-malu melalui celah gorden kamar Maya. Gadis berusia dua puluh enam tahun itu masih bergelung di balik selimut tebalnya, mengabaikan bunyi alarm yang sudah berteriak tiga kali sejak pukul enam pagi. Maya bukan pemalas, ia hanya lelah setelah lembur menyelesa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status