로그인Zicola mundur meninggalkan keramaian di ballroom. dia tidak bisa tenang jika belum mendapatkan keterangan jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga Calestine bisa dicari oleh polisi.Selama ini Celestine tidak pernah terlibat dalam kejahatan apapun. Bisa jadi kan, Celestine dicari kepolisian untuk keperluan social?“Jane, ada apa sebenarnya?” tanya Zicola begitu telephone tersambung kepada sang isteri yang telah lama menunggu untuk bicara.“Aku juga tidak tahu pasti. Kau tahu perempuan bernama Shopie kan? Perempuan yang sering bersama putri kita.. polisi mengatakan jika dia menghilang sejak kemarin, keluarganya mencarinya.”Zicola lihat kesekitar memastikan tidak ada siapapun yang bisa dengarkan percakapan. “Lalu, apa hubungannya dengan Celestine?”“Sore ini, polisi menemukan ponsel dan tas Shopie di ruang produser di lokasi syuting film. Direktur kreatif tempatnya bekerja dan seluruh anggota tim yang terakhir kali bersamanya memberikan kesaksian bahwa Celestine-lah yang memint
Senja perlahan surut, membiarkan langit kehilangan warna dan cahayanya, sementara gemerlap lampu mulai menghiasi berbagai bangunan di sekitarnya. Di tengah lanskap yang berangsur gelap, mansion keluarga Hemilton berdiri megah dengan pencahayaan yang menonjolkan kemewahan arsitekturnya. Malam ini kediaman keluarga berpengaruh tersebut menjadi pusat pertemuan kalangan elite yang berkumpul untuk menghadiri pesta.Cahaya lampu menyebar di sepanjang sudut tempat itu, berpendar hingga pantulannya di permukaan danau menyerupai kunang-kunang yang menari di antara gelapnya malam.Para perempuan tampil dalam balutan gaun eksklusif dengan potongan yang dirancang sempurna untuk masing-masing pemakainya. Di antara begitu banyak orang yang berkumpul, nyaris tidak ada satu pun yang mengenakan pakaian sama, semuanya tidak dapat ditemukan dengan mudah di kalangan masyarakat pada umumnya. Setiap detail mencerminkan selera, kemewahan, dan status sosial yang tidak perlu dipamerkan secara berlebihan.Eks
Jika dilihat dari potongan jass yang Mante kenakan, Lilian menyadari bahwa itu bukan stelan formal kerja, melainkan pesta.Pesta?Sekarang Lilian ingat, ini adalah malam yang disebutkan Celestine maupun Cassius bahwa keluarga besar Mante mengadakan pesta. Lantas, apa yang membawa Mante datang menemuinya?Apakah Mante datang untuk memberitahu Lilian, atau mengajaknya pergi bersama meski itu basa-basi karena kenyataanya Lilian tidak bisa pergi kemanapun..Tapi, bagaimana jika ternyata Mante sama sekali tidak berniat memberitahu apapun, sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya… dia biarkan Lilian tampak seperti orang bodoh ditengah orang-orang yang memperhatikannya.Mante melangkah tanpa suara, ada kehati-hatian disetiap geraknya yang semakin mendekatkan dia pada Lilian.Menyaksikannya berpakaian pasien tengah duduk lemah diranjang, rasa sakit yang Mante terima masih sama besarnya seperti kemarin malam. Sulit untuk Mante terima kebenaran bahwa dia gagal menjaga Lilian..Sama halnya den
Lilian menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, dia perhatikan perawat yang kembali datang untuk memeriksa kondisinya setelah beberapa jam lamanya sadar.Kelopak matanya terlihat merah bengkak, bulu matanya yang lentik itu masih basah karena sempat menangis di kamar mandi memandangi cermin dengan wajah yang babak belur akibat kekerasan yang sempat diterima.Selama ini.. Lilian selalu berpikir bahwa tamparan adalah kekerasan yang paling ekstrim ia terima.Namun kejadian kemarin telah mengubah cara pandangnya, ternyata ada kekerasan yang jauh lebih mengerikan sampai melampaui batas-batas logikanya.Tak pernah terlintas dalam benak Lilian bahwa seseorang akan meracuninya dengan begitu kejam, memperlakukannya layaknya hama yang harus dimusnahkan agar tak lagi mengganggu. Akan tetapi, tragedi itu tidak berhenti pada upaya merenggut nyawanya. Kini, ketika ia masih harus menanggung akibat dari perbuatan tersebut, orang yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban justru telah meninggal den
Setelah sekian lama berada dalam hutan, satu persatu kuda keluar di bawah langit yang mulai bercahaya keemasan menandakan bahwa sore akan segera tiba.Semua orang masih tampak sangat berantusias meski sudah kelelahan dan beristirahat di tempat peristirahatan.Disaat orang-orang yang ikut berburu tengah menghitung poin pecapaian mereka, Mante yang datang hanya membawa peluru kosong, memutuskan duduk sejenak di kursi untuk melepas lelahnya yang sejak kemarin sore tidak memiliki waktu untuk beristirahat.Sepanjang acara berlangsung Mante tampil seperti biasa, dia singkirkan sejenak segala hal yang bergelut dalam pikiran dan perasaannya. Dengan sopan Mante tanggapi setiap tamunya yang mengajak bicara, dia pertimbangkan setiap hal yang memiliki urusan bisnis dengan keluarganya.Ditengah istirahatnya, Shwan bergerak cepat menghampiri, pria itu membungkuk sopan dan membisikan sesuatu di telinga Mante. “Lima belas menit yang lalu, Nick memberi saya kabar, nona Lilian telah sadarkan diri.”Ket
Perihnya napas yang memenuhi dada sedikit demi sedikit membangunkan Lilian dari ketidak sadaran, tubuhnya yang lain mulai merasakan sakit dan bibirnya yang pucat mulai mengeluarkan racauan diantara rintihan.Bulu mata Lilian gemetar tidak mampu terbuka, tangannya kaku membeku tidak mampu digerakan sedikitpun, namun.. pendengarannya bergemuruh dibayang-bayangi suara mengerikan tembakan dan kata-kata buruk yang terakhir kali dia dengar sebelum kesadarannya menghilang.Sakit itu terus mendera dalam waktu yang panjang, perih didada mulai menjalar ke dalam perut sampai buatnya seperti sedang disayat-sayat.Kerasnya jantung Lilian yang berdetak berkejaran dengan napasnya yang tersendat-sendat kesulitan mengendalikan kecemasan.Saat Napas Lilian akhirnya mulai setabil, gadis itu akhirnya membuka mata dan melihat keadaan sekitar berkali-kali, menyaksaikan beberapa orang berpakaian dokter tengah mengajaknya bicara.. namun suara mereka tidak bisa Lilian dengar akibat bayang-bayang suara tembaka
Lilian menelan salivanya dengan kesulitan, kulitnya menggigil merasakan intimidasi hebat yang menekan. Ada kilatan liar seperti hewan pemburu dimata pria itu asing itu.. Apa ada yang salah dengan jam tangan yang Lilian bawa hingga pria itu bertanya berkali-kali? Apa jangan-jangan.. justru jam ta
Jarak yang begitu dekat menyisakan sedikit celah, hangat deru napas Lilian menyapu dinginnya kulit Mante.Pria itu menahan diri untuk tidak bergerak, diam-diam menarik napas ingin mengulang kembali sensasi pertama yang menyapa indranya saat sadar dari pingsan, yaitu aroma lembut milik Lilian. Aroma
“Dipertemuan tadi, semua orang membicarakan hal penting yang bahkan tidak aku tahu.” Seorang pria paruh baya melepaskan setelan jassnya, dengan sigap sang isteri menerimanya dan mengikuti langkah suaminya. “Memangnya apa yang sedang dibicarakan mereka?” tanya Katty penasaran. Dengan wajah muram
Lilian mundur seketika, dengan wajah pucat pasinya gadis itu mundar-mandir menggigit ujung jari, tidak dapat mengendalikan kepanikan yang semakin berkeacamuk dalam kepala. Jika pria asing itu tidak ingat apapun, apa itu artinya dia mengalami lupa ingatan akibat benturan? Jika hal itu benar, ini







