Teilen

Neraka di Dataran Hitam

last update Zuletzt aktualisiert: 21.12.2025 14:38:16

Beberapa anak panah menembus kepala, dari dahi hingga belakang tengkorak para penyerang.

Jleb! Bunyi anak panah saat menusuk organ-organ pemanah.

Otak berhamburan, darah dan serpihan tulang beterbangan, membasahi udara dengan cairan kental. Yang terkena bahkan tidak sempat berteriak, hanya suara uhuk singkat.

Mereka langsung ambruk dengan mata terbelalak, pandangan kosong menatap langit. Seolah tak percaya apa yang baru saja terjadi di tengah kabut.

Panah-panah lain, seolah memiliki kehendak sendiri, menembus dada. Krak! Tulang rusuk hancur, merobek jantung dan paru-paru.

Darah segar menyembur dari mulut dan hidung, sebuah semburan merah pekat. Tubuh kejang sebentar sebelum lemas, lalu jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk.

Jatuhnya tubuh itu meninggalkan genangan merah di bebatuan dingin. Ada pula panah yang menembus perut, merobek usus. Ces!

Organ dalam berhamburan keluar. Jeritan kesakitan memenuhi udara, suara mengerikan penuh penderitaan tak tertahankan.

"Aarrgghh! Perutku!" teriak
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Titah Sang Raja Pedang

    Madam Lan mengangkat kepala lebih tinggi. Mata menatap Rong Tian dengan tatapan yang masih gemetar."Kamu tahu siapa saja pemimpin sekte iblis terdepan yang tewas di tanganku," lanjut Rong Tian dengan nada yang sedikit lebih tegas.Aula bergetar secara psikologis. Tidak ada gempa fisik, tetapi setiap orang merasakan tekanan yang tidak terlihat."Sebagai orang yang menguasai informasi Jianghu, kamu pasti tahu."Madam Lan menarik napas yang terputus-putus. Ia tahu. Ia sangat tahu.Xu Ying Ming, pemimpin Sekte Iblis Teratai Bulan Perak, mati. Hei Zongyuan, pemimpin Sekte Bayangan Yin, mati. Persekutuan Bulan Hitam, organisasi pembunuh bayaran terbesar di ibu kota, dihancurkan.Semua oleh satu orang. Tuan Berjubah Putih.Rong Tian melangkah maju satu langkah. "Jika aku ingin, Paviliun Harta Karun Langit bisa aku rata tanahkan hanya sekali jentikan jari!"Suaranya tidak keras. Tidak ada teriakan, tidak ada ancaman dramatis. Hanya pernyataan fakta yang dingin.Tetapi setiap orang di aula it

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Ritual Penyerahan Diri (Kedua)

    Jubah sutra hijau giok Madam Lan yang sangat mahal terseret di lantai, kusut dan kotor oleh debu. Ujung jubah basah oleh air mata dan darah yang menetes tanpa henti."Mohon ampun untuk ponakan hamba yang bodoh," suaranya keluar sangat gemetar dari bibir yang masih menempel di lantai dingin. "Ia layak mati seribu kali dengan cara paling menyakitkan untuk penghinaan yang dilakukannya kepada Tuan Yang Mulia."Napasnya tersengal sangat hebat, terdengar sangat jelas di aula yang sunyi total. Punggung naik turun tidak teratur seperti orang sekarat, menunjukkan betapa sulitnya bernapas dalam posisi kowtow yang sangat hina itu."Tetapi hamba memohon... hamba mohon dengan sangat pada belas kasihan Tuan... mohon belas kasihan Tuan yang Mulia dan Agung."Tubuhnya bergetar sangat hebat dalam posisi menyembah itu. Gemetar seperti daun kering di badai dahsyat, tidak bisa dikendalikan sama sekali oleh kehendak.Air mata terus mengalir tanpa henti, bercampur dengan darah dari dahi yang pecah parah. G

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Ritual Penyerahan Diri

    Madam Lan berteriak dengan suara yang pecah total tanpa kontrol. Tidak ada ketenangan yang biasa, tidak ada kontrol sama sekali atas emosi, hanya ketakutan murni yang meledak keluar tanpa bisa ditahan.Ia melangkah maju dengan tubuh gemetar hebat, menempatkan dirinya di antara Lin Xuan dan Rong Tian. Gerakan itu bukan perlindungan berani dari bibi yang sayang, tetapi tindakan sangat putus asa dari orang yang sudah kehilangan akal sehat sepenuhnya.Tangannya gemetar sangat hebat di samping tubuh yang kaku. Jari-jari bergetar tidak terkendali seperti daun kering, keringat mengalir sangat deras di pelipis meski udara tidak panas sama sekali, membasahi leher putih dan punggung yang basah."Tuan Berjubah Putih," katanya dengan suara yang bergetar sangat tidak terkendali seperti gemetar kedinginan. Setiap kata keluar dengan sangat susah payah, seperti tenggorokan yang tertutup rapat oleh ketakutan yang melumpuhkan seluruh tubuh."Mohon... mohon maafkan ketidaksopanan ponakan hamba yang sang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang yang Berbalik Arah

    Pedang itu berhenti tepat di depan tenggorokan Lin Xuan dengan presisi sempurna. Jarak hanya satu inci yang sangat tipis, cukup dekat untuk merasakan hawa dingin dari logam tajam.Keringat dingin mengalir sangat deras di pelipis Lin Xuan. Matanya melebar penuh ketakutan yang sangat nyata dan melumpuhkan.Napasnya terputus-putus tidak teratur seperti orang tenggelam. Kaki gemetar hebat, hampir ambruk ke lantai, tetapi tubuh terlalu takut untuk bergerak sama sekali.Kerumunan tidak berani bernapas terlalu keras. Semua mata tertuju pada ujung pedang yang bergetar kecil di udara seperti ular berbisa.Rong Tian tetap diam tanpa ekspresi apapun. Ia tidak mengangkat tangan untuk bertindak, tidak mengeluarkan suara ancaman, hanya berdiri di sana dengan tatapan dingin yang kosong.Semua orang di aula yang ramai itu kini mengerti dengan sangat jelas. Orang berpakaian putih kasar ini sama sekali bukan orang biasa yang bisa diremehkan.Ujung pedang itu bergetar kecil di depan tenggorokan Lin Xuan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Penghinaan di Aula Megah (Kedua)

    Lin Xuan mendengar bisikan itu dan senyumnya melebar sangat puas. Ia merasa didukung penuh oleh massa yang memihaknya. "Dengar itu?" katanya dengan nada sangat puas seperti pemenang pertandingan."Semua orang tahu Anda bukan siapa-siapa yang penting. Keluar sebelum saya panggil penjaga untuk menyeret Anda," ancamnya sambil mengangkat dagu tinggi dengan sikap angkuh maksimal.Rong Tian masih tidak menjawab sama sekali. Tatapannya tidak berubah walau sedikit, tubuhnya tidak bergerak seperti patung giok.Lin Xuan tersinggung sangat berat karena diabaikan. Diabaikan di depan umum membuatnya merasa dipermalukan parah. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus, tangan terkepal erat sampai buku-buku jari memutih."Baik. Kalau Anda tidak mau pergi dengan baik-baik," katanya sambil berbalik ke arah lorong dengan gerakan dramatis. "Penjaga!"Lima pria berbaju seragam coklat tua dari kain katun tebal muncul dari pintu samping. Mereka adalah penjaga keamanan paviliun, petugas yang ditugaskan menjag

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Penghinaan di Aula Megah

    Aula utama Paviliun Harta Karun Langit dipenuhi keramaian yang teratur seperti pasar istana. Kultivator berjubah sutra berwarna-warni dan pedagang kaya berkeliling di antara etalase jade putih dan gulungan kuno yang disegel lilin merah.Lampion sutra merah berjajar rapi di sepanjang pilar kayu cendana tua. Cahaya kuning hangat memantul di lantai batu giok putih yang dipoles halus, menciptakan kilauan yang menenangkan mata seperti permukaan danau.Lonceng angin kecil dari perunggu berbunyi halus di sudut-sudut aula. Suaranya lembut, berirama seperti air mengalir, seperti musik yang mengalir tanpa henti dari instrumen guqin.Di meja-meja transaksi yang terbuat dari kayu rosewood tua, pedagang dan pembeli berbicara dengan nada rendah penuh kehati-hatian. Uang Batu Energi berkualitas tinggi berpindah tangan, gulungan informasi rahasia diserahkan dalam amplop sutra tertutup rapat.Suasana tertib seperti upacara istana. Tidak ada keributan yang mengganggu, tidak ada teriakan kasar, hanya bi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status