Compartir

Bab 104 Sebuah Pilihan

last update Fecha de publicación: 2026-08-11 21:01:48

"Kau pikir rasa cinta ini bisa membusuk hanya karena kau tidak bisa melihat, Alina? Aku mencintaimu meski saat ini kau masih belum bisa melihat," bisik Marvin tepat di telinga istrinya, napas hangatnya menyapu kulit leher Alina yang meremang.

"Entah mengapa, kebutaan ini membuatku putus asa, Marvin," ungkap Alina penuh putus asa.

Keheningan melingkupi kamar perawatan itu selama beberapa saat. Alina

mengepalkan tangannya di kemeja Marvin, menghirup aroma maskulin suaminya yang selalu memberikan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 108 Terpukul

    "Tuan Vance... Tolong tenangkan dirimu," bujuk dokter berusaha memegang bahu Marvin yang gemetar hebat di atas lantai dingin."Bagaimana bisa aku tenang?! Hah? Aku baru kehilangan anakku!" bentak Marvin histeris, matanya merah padam digenangi air mata yang luruh tanpa kendali. Ia mencengkeram jas dokter itu dengan penuh keputusasaan."Saya tahu perasaan Tuan, tapi Tuan harus tenang," kata dokter mencoba untuk menenangkan."Aku baru saja berjanji padanya! Aku baru saja mengelus perutnya beberapa jam yang lalu! Kenapa harus anakku yang mengorbankan nyawanya, Dok? Kenapa dia harus pergi meninggalkan aku secepat ini?!""Benturan di tangga batu itu merusak plasenta secara permanen, Tuan... Kami harus segera mengeluarkan janinnya untuk menyelamatkan nyawa Nyonya Alina, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan janin itu," bisik dokter dengan suara penuh simpati. "Nyonya Alina saat ini sudah sadar di dalam, tapi kondisinya sangat lemah dan terguncang. Sebaiknya jangan kataka

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 107 Keguguran

    "papa janji, Jagoan... Papa akan selalu ada untuk kalian berdua," bisik Marvin lembut, mengecup perut Alina sekali lagi sebelum bangkit berdiri dari ayunan.Ponsel di saku jasnya bergetar pelan. Marvin merogohnya dan melihat nama dokter spesialis kandungan yang menangani Alina di layar."Alina, aku harus mengambil resep dan vitamin tambahan untukmu di rumah sakit pusat, aku tidak akan lama dan akan segera kembali.""Kenapa kau tidak meminta Leo saja?" kata Marvin seraya mengelus lembut pipi Alina. "Aku hanya sebentar. Leo akan menemanimu di sini. Jangan takut, di sini aman."Alina tersenyum manis, memegang jemari Marvin. "Baiklah, Marvin. Pergilah, jangan terlalu lama. Aku dan anak kita menunggu di rumah.""Aku janji," balas Marvin seraya mendaratkan ciuman hangat di kening Alina.***Satu jam kemudian, di Rumah Sakit Pusat.Marvin melangkah tegap menyusuri lorong farmasi lantai tiga dengan raut wajah tenang. Namun, saat hendak berbelok menuju lift khusus, langkah kaki pria itu menda

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 106 Kesempatan Kedua

    "Melvin... aku tidak mau menggugurkan buah hatiku?! Aku tidak mau! Aku tidak akan pernah menggugurkannya, Melvin!" jerit Alina histeris, kedua tangannya seketika memeluk erat perut ratanya.Udara di dalam kamar mewah itu mendadak membeku. Marvin yang sempat terkejut luar biasa kini mengepalkan tangannya kencang, matanya memerah menatap Leo dengan penuh penderitaan."Leo... keluar sekarang!" perintah Marvin parau namun tajam."Tapi Tuan Vance, keputusan ini harus segera...""Aku bilang keluar, Leo!" bentak Marvin rendah, membuat Leo membungkuk dalam dan segera mundur perlahan menyisakan keheningan di antara pasangan suami istri itu.Marvin menghembuskan napas panjang, berlutut di tepi ranjang dan langsung menggenggam kedua tangan Alina yang gemetar hebat."Alina, dengarkan aku dulu, Sayang..." bujuk Marvin lembut, berusaha menenangkan napas istrinya yang memburu."Tidak, Marvin! Aku tahu apa yang ada di pikiranmu! Aku tahu apa yang ada dalam pikiran mu saat ini, Marvin," potong Alina s

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 105 sebuah pilihan buruk

    "Menggugurkan buah hati kita...? Tidak! Aku tidak akan pernah mengizinkannya, Marvin! Aku tidak mau menggugurkan bayi ini meski itu adalah taruhan nyawaku," jerit Alina histeris, kedua tangannya seketika meremas perutnya erat-erat seolah melindungi janin di dalam rahimnya. Air mata Alina pecah tak terbendung. Suasana di dalam kamar utama yang megah itu berubah menjadi emosional dan penuh kesedihan. Marvin yang berdiri kaku segera melangkah cepat, merengkuh tubuh gemetar istrinya ke dalam pelukan erat. "Alina, tenanglah, Sayang... Dengarkan aku dulu, tidak akan terjadi itu. Aku akan mencarikan pengobatan yang terbaik untuk melindungi nyawa kalian berdua," bisik Marvin dengan suara bergetar parau, menahan gejolak emosi yang meremukkan dadanya. "Bagaimana aku bisa tenang, Marvin? Baru saja aku menerima kabar baik ini, tiba-tiba aku dihadapkan dengan kabar buruk seperti ini," potong Alina seraya terisak parah di dada suaminya. "Ini anak kita! Buah cinta kita! Aku tidak peduli jika

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 104 Sebuah Pilihan

    "Kau pikir rasa cinta ini bisa membusuk hanya karena kau tidak bisa melihat, Alina? Aku mencintaimu meski saat ini kau masih belum bisa melihat," bisik Marvin tepat di telinga istrinya, napas hangatnya menyapu kulit leher Alina yang meremang."Entah mengapa, kebutaan ini membuatku putus asa, Marvin," ungkap Alina penuh putus asa.Keheningan melingkupi kamar perawatan itu selama beberapa saat. Alina mengepalkan tangannya di kemeja Marvin, menghirup aroma maskulin suaminya yang selalu memberikan rasa aman."Aku hanya takut, Marvin... Aku takut kalau kau akan bosan dengan orang buta seperti aku," bisik Alina lirih, air matanya menetes pelan menembus kain kemeja Marvin. "Aku takut suatu hari nanti saat kau lelah menuntun langkahku, kau akan menatapku dengan rasa benci, bukan cinta lagi, Marvi. Aku takut jika itu sampai terjadi."Marvin mengurai pelukannya pelan. Tangan besarnya menangkup kedua pipi Alina, mengusap lelehan air mata di wajah pucat istrinya dengan ibu jari secara lembut."D

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    bab 103 Meyakinkanmu

    "Bercerai? Kau bicara apa, Alina? Jangan bicara sembarangan," protes Marvin, wajahnya terlihat panik."Aku tidak berguna untukmu, Marvin. Aku tidak mau menyusahkan hidupmu karena aku buta, Marvin," balas Alina, wajahnya terlihat putus asa."Jangan katakan itu lagi, Alina. Kau pikir pernikahan kita ini mainan, Alina?!" desis Marvin, suaranya bergetar menahan luapan emosi yang meremukkan dadanya.Ruang perawatan yang sunyi itu terasa makin mencekam. Udara dingin seolah membeku di antara mereka. Alina memalingkan wajahnya yang pucat, menolak menatap ke arah sumber suara Marvin meski matanya sendiri tak mampu melihat apa-apa selain kegelapan pekat."Aku serius, Marvin," sahut Alina dingin, suaranya datar tanpa nada. "Untuk apa kita mempertahankan pernikahan ini? Aku hanya menjadi beban untukmu. Wanita buta dan cacat seperti diriku hanya akan merusak masa depanmu.""Cukup, Alina! Berhenti merendahkan dirimu sendiri! Aku tak pernah berpikir seperti itu tentang dirimu, Alina. Aku mencintaimu

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 38

    "Marvin! Kau baik-baik saja, kan? Tolong jawaba aku, Marvin! Bangun, Marvin! Aku mohon jangan tinggalkan aku!" tangis Alina pecah, ia meraih kepala Marvin dan mendekapnya ke dadanya. Marvin melenguh pelan, kelopak matanya terbuka sedikit, menatap Alina dengan senyuman lemah yang dipaksakan. "Aku...

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 3

    Marvin mencoba mengatur napasnya yang mulai berat. Darah yang merembes di punggungnya membuat kesadarannya perlahan menipis, namun ia berusaha untuk tidak tumbang di depan Alina. "Dengarkan aku, Nona Sterling," bisik Marvin, suaranya kembali sedingin es meski wajahnya pucat pasi. Alina memusatka

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 2

    Alina merasa dunianya runtuh seketika. Menikah? Di gudang kotor ini? Dengan pria yang selama ini ia anggap sebagai sipir penjara? "Tidak! Kau gila! Aku tidak mau menikah dengannya!" teriak Alina histeris, meronta hingga kursi kayunya berderit keras. "Aku hanya ingin menikah dengan Julian!" Pr

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 1

    "Putuskan hubunganmu dengan pria brengsek itu, Alina! Keluarga Sterling tidak menerima menantu dari putra musuhnya sendiri!"Suara Arthur Sterling menggelegar di ruang kerja mansion yang mewah. Alina hanya bisa menggigit bibir, menatap ayahnya dengan sorot mata penuh pemberontakan."Aku tidak akan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status