Share

Bab 9

Author: Rose_roshella
last update publish date: 2026-04-02 11:22:12

Alina menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata ayahnya terasa seperti vonis mati yang tergantung tepat di atas leher Marvin.

Di balik perban matanya, Alina memejamkan mata rapat-rapat, berusaha menyembunyikan getaran hebat di kelopak matanya.

"Ayah... Siapa yang mengatakan fitnah itu? Dari mana ayah bisa berpikir aku menikah dengan Marvin? Mereka nanya ingin mengadu domba kita saja," suara Alina bergetar, ia meraba-raba mencari tangan Arthur dan menggenggamnya erat.

"Benarkah? Apa kau tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 68

    "Leo? Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?" tanya Marvin setengah berbisik, matanya tetap waspada memindai halaman depan rumah yang gelap."Maaf, aku mengejutkanmu, Marvin."Marvin menghela napas lega saat tahu siapa yang datang adalah Leo. Ia segera menyarungkan kembali senjatanya dan membuka selot pintu dengan cepat.Leo masuk dengan terburu-buru, wajahnya tampak tegang dan dipenuhi peluh. "Aku melacak sinyal ponselmu sebelum kau mematikannya. Richard sudah gila, Marvin! Dia membakar paviliun itu sampai rata dengan tanah dan sekarang anak buahnya sedang menyisir area pinggiran kota ini. Beruntung kau cepat pergi dari sana dan menyelamatkan Nona Alina."Marvin mengertakkan gigi, rahangnya mengeras. "Bajingan itu tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan Alina. Ia pasti sedang melakukan aksi balas dendam.""Rumah siapa ini, Marvin? Aku baru tahu kau punya rumah di sini," tanya Leo sambil melirik ke arah lorong kamar."Milik sepupuku," jawab Marvin singkat, datar, dan dingin.

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 67

    Marvin berdiri mematung di ambang pintu, napasnya memburu dengan peluh dingin yang membasahi kening. Di gendongannya, Alina tampak pucat pasi dengan noda darah yang mulai mengering di pelipisnya. "Siapa wanita ini?" tanya wanita cantik yang senyumannya langsung memudar setelah melihat sosok wanita yang dibawa Marvin. "Dia sedang terluka, aku harus segera mengobatinya," katanya, dingin. Wanita cantik itu, Sarah, ia tertegun saat Marvin tiba-tiba membawa wanita pulang ke rumah. Matanya beralih dari wajah suaminya, lalu ke arah wanita buta yang didekap erat oleh Marvin. Ada kilatan rasa sakit dan cemburu yang menyambar di dadanya saat melihat cara Marvin memeluk Alina, seolah wanita itu adalah permata paling berharga di dunia. "Marvin, siapa dia? Dan kenapa kau membawanya ke rumah kita dalam keadaan seperti ini?" suara Lenika bergetar, mencoba menahan sesak. Marvin tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, melewati Lenika begitu saja, dan membaringkan Alina di sofa usang ruan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 66

    jantungnya semakin berdegup kencang. “Maaf, Nona. Aku tak bisa menahan perasaanku. Apa kau marah padaku?” Marvin menatapnya, berusaha meraba isi hatinya sendiri. Alina merasakan sesuatu, meski ia sulit mengungkapkannya. Namun, Kata-katanya berhenti di bibir. “Tidak, aku tidak marah padamu, hanya saja…” Alina menggigit bibir bawah, mencoba memahami gemuruh di dadanya yang bercampur dengan ketakutan. “Apa kau tidak memiliki perasaan yang sama sedikit pun denganku?” suara Marvin yang lembut kembali menyentuh, membuat Alina terpaku dalam kebingungan. "Aku… aku takut dengan ayahku, Marvin.” Alina tak bisa menyembunyikan perasaan cemas yang mencengkeram hatinya. “Aku takut kalau dia akan melukaimu, jika dia tahu perasaan yang kita rasakan saat ini." Suara Marvin tiba-tiba mengisi ruang yang hening. “Jadi kau merasa hal yang sama denganku? Kau memiliki perasaan kepadaku?" Raut wajah Alina mulai berubah, ia mulai gelisah, dadanya berdebar tak menentu. Bibirnya membuka mulu

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 65

    Marvin mengepalkan tangannya di samping tubuh, menatap lurus ke dalam manik mata Arthur yang sedingin es."Saya tidak pernah takut mati untuk Nona Alina, Tuan. Tapi saya takut gagal melindunginya. Richard bukan hanya ingin membunuh, dia ingin menyiksa Nona melalui rasa takut dan saya tidak mau Nona Alina trauma."Arthur mengembuskan asap cerutunya ke udara, menciptakan tirai abu-abu di antara mereka."Lalu kau ingin aku menyembunyikan putriku seperti pengecut? Di mana harga diri keluarga Sterling jika kita terus berlari? Atau ini hanya alasanmu untuk lari dari mereka?" Arthur menatap tajam ke arah Marvin."Ini bukan tentang harga diri, Tuan, ini tentang strategi. Tuan tahu kerjaku selama jadi pengawal Nona Alina. Namun, demi menjaga mental Nona Alina, sementara dia bersembunyi dulu," sahut Marvin cepat, mencoba menjelaskan kepada Arthur."Nona Alina baru saja mulai pulih secara psikis. Jika Richard menyerang sekarang, mentalnya akan hancur sebelum matanya benar-benar sembuh. Pertimban

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 64

    Marvin tertegun, matanya menatap lekat map hitam di atas meja. Keheningan di ruangan itu terasa begitu mencekam, hanya menyisakan suara detak jantungnya yang berdegup kencang melawan rasa perih di bahunya."Ayah! Apa maksudnya ini? Kenapa Ayah memberikan pilihan seperti itu?" suara Alina pecah, tangannya meraba udara mencari tangan Marvin, seolah takut pria itu akan menghilang detik itu juga."Marvin. Kau tak akan pergi kemana-mana. Dan kau tak perlu melindungiku dengan mengorbankan nyawamu." Alina memegang erat tangan Marvin, seolah tak mau melepaskannya."Ayah... Bisakah kau tidak membuat pilihan yang sulit untuknya? Dia sudah banyak berkorban untukku." Entah mengapa Alina terlihat takut, jika Marvin akhirnya mengambil pilihan yang pertama.Arthur tidak menjawab putrinya. Matanya yang tajam tetap terkunci pada Marvin. "Aku tidak butuh jawaban dari seorang wanita yang sedang jatuh cinta, Alina. Aku butuh jawaban dari seorang pria yang siap mati. Bagaimana, Marvin? Kebebasan di luar n

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 63

    Bram mulai menghitung, terlihat ia tersenyum saat melihat kepanikan Marvin di sana."Satu!""Jangan lakukan itu, Bram! Kau sudah gila!" teriak Marvin, suaranya parau tertelan deru angin di area parkir yang sunyi. Dekapannya pada Alina semakin mengerat, seolah tubuhnya adalah satu-satunya benteng yang tersisa.Bram tertawa, sebuah tawa kering yang terdengar seperti suara kematian. "Dua!""Marvin... Apa dia kan berbuat nekat? Aku tidak ingin melihat dia hilang kendali," bisik Alina dengan bibir bergetar, jemarinya mencengkeram kemeja Marvin yang kini basah oleh darah."Sst, diamlah Nona. Jangan dengarkan dia," sahut Marvin lembut, meski matanya menatap tajam ke arah jempol Bram yang berada di atas tombol detonator."Kau hanya memiliki satu hitungan lagi, Marvin!" Bram kembali berteriak, wajahnya dipenuhi kegilaan yang tak terbendung. "Serahkan dia sekarang, atau detenator ini akan mengirim kita semua ke neraka bersama-sama!""Kau takkan berani, Bram! Kau juga akan mati di sini!" gertak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status