Share

BAB 153

Author: Langit Parama
last update publish date: 2026-06-14 00:03:48

Taksi yang membawa Mahendra pulang dari perusahaan hampir tiba di depan rumah ketika pandangannya menangkap sosok yang sangat ia kenal.

Sasqia.

Putrinya itu berjalan sendirian di tepi jalan kompleks, memeluk sebuah kardus kecil berisi barang-barang pribadinya.

Langkahnya pelan, kepalanya sedikit menunduk, seolah sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Berhenti di sini, Pak,” ujar Mahendra.

Begitu taksi berhenti, ia segera membayar ongkos lalu turun.

“Sasqia.”

Wanita itu tersentak. Ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 166

    “Selamat siang, Pak.” Jevier melangkah masuk ke ruang rawat VIP sambil membawa tablet medis di tangannya. Mahendra yang sedang bersandar di atas brankar perlahan menoleh. Wajahnya masih terlihat pucat, namun kondisinya jauh lebih baik dibandingkan kemarin. “Siang, Dok,” sahutnya pelan. “Bagaimana kondisi hari ini? Masih pusing?” tanya Jevier ramah. “Sedikit lebih enakan.” “Syukurlah.” Jevier tersenyum tipis sebelum mendekat ke sisi ranjang dan memeriksa beberapa data medis yang tergantung di ujung tempat tidur. “Bapak sudah bertemu dengan pendonor ginjal Bapak?” Mahendra mengangguk. “Sudah. Barusan beliau keluar.” “Bagus.” Jevier mengangguk pelan. “Beliau memang sempat meminta izin pada saya untuk menjenguk.” Pria itu lalu menutup tabletnya. “Sasqia ke mana, Pak?” Mahendra melirik ke arah pintu. “Tadi keluar sebentar. Katanya mau kembali lagi nanti.” “Begitu, ya.” Ada jeda singkat. Jevier tampak berpikir sesuatu, lalu ia kembali menatap Mahendra. “Kalau boleh tahu, Pak.”

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 165

    “Kenapa tiba-tiba seperti ini, Sasqia?” desis Tristan dengan nada rendah. Satu tangannya mencengkeram ponsel erat, sementara tangan satunya menggenggam setir kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Belum sempat Sasqia menjawab, Tristan kembali membuka suara. “Di mana kamu sekarang? Di rumah sakit, kan? Saya akan ke sana.” “Nggak tiba-tiba, Mas,” balas Sasqia cepat sebelum Tristan benar-benar mengakhiri panggilan. “Saya udah mikirin ini berhari-hari.” “Sasqia ....” “Jadi saya minta maaf karena baru berani ngomong sekarang.” Napas Tristan terdengar berat. “Mas laki-laki yang baik,” lanjut Sasqia dengan suara bergetar. “Dan pantas mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari saya.” “Saya nggak mau dengar omong kosong seperti itu.” “Tapi itu kenyataannya.” Air mata mengalir di pipi Sasqia. “Saya cuma perempuan dari keluarga yang berantakan. Keluarga saya jadi bahan omongan orang. Dan saya juga bukan wanita yang seutuhnya, tidak pantas untuk Mas yang masih ....” Rahang Trist

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 164

    “Papa sama Mama kenapa berantem?” Suara kecil Sherly membuat Raka yang sedang terduduk di ruang tengah perlahan mengangkat kepalanya. Bocah itu berdiri beberapa langkah darinya sambil memeluk boneka kesayangannya erat-erat. Matanya sembab. Sejak semalam ia ikut menangis karena melihat ibunya terus menangis. “Kenapa Mama nangis?” tanya Sherly lagi lirih. “Apa yang Papa lakuin ke Mama?” Dada Raka terasa seperti diremas. Ia menatap wajah putrinya lama. Wajah kecil yang selama ini selalu menyambutnya dengan tawa dan pelukan. Kini hanya ada kebingungan di sana. Raka mengulurkan tangannya. “Sini sama Papa.” Sherly ragu sejenak, lalu berjalan mendekat. Raka langsung memeluk tubuh kecil putrinya erat. Sangat erat. Seolah takut kehilangan satu-satunya hal baik yang masih tersisa dalam hidupnya. “Papa bikin kesalahan, Nak.” “Kesalahan apa?” Raka memejamkan mata, tenggorokannya terasa tercekat. “Kesalahan yang bikin Mama sedih.” “Kalau salah kan tinggal minta maaf.” Kalimat polos it

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 163

    Malam telah larut ketika Sasqia berdiri di depan ruang pemulihan ayahnya. Dari balik kaca, ia dapat melihat Mahendra terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Jarum infus menancap di punggung tangannya, sementara berbagai alat medis terus memantau kondisinya. Sejak operasi selesai, Sasqia hampir tidak beranjak dari sana. Di belakangnya, Tristan masih setia menemani. Pria itu hanya pulang sebentar untuk mandi, berganti pakaian, dan makan. Setelah itu, ia kembali lagi ke rumah sakit tanpa banyak bicara. “Saya tahu penyebab lain yang membuat Papa kamu drop.” Suara Tristan yang tiba-tiba terdengar memecah keheningan. Tubuh Sasqia sedikit menegang, perlahan ia membalikkan badan dan menatap pria itu. “Mas tahu dari mana?” tanyanya pelan. Tristan menghembuskan napas panjang. Tatapannya jatuh pada lantai beberapa saat sebelum kembali menatap Sasqia. “Ibu saya yang memberitahu.” Seketika rahang Sasqia mengeras. Ia sudah bisa menebak arah pembicaraan ini. “Mas ....” “Saya tidak b

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 162

    “Tuan Kaelix?” “Benar.” Pria itu mengalihkan pandangannya ke jendela kamar. “Sebenarnya pertemuan itu memang sudah direncanakan sejak awal. Saya dipersiapkan sebagai kandidat pendonor ginjal untuk Pak Mahendra.” Napas Sasqia tercekat. “Jadi ... sejak dulu?” “Ya.” “Tuan Kaelix yang mengurus semuanya?” Pria itu tersenyum kecil. “Saya tidak tahu sampai sejauh mana yang beliau lakukan. Tapi yang saya tahu, sejak awal beliau memang sangat serius memikirkan kondisi kesehatan Pak Mahendra.” Sasqia terdiam. Jemarinya perlahan saling menggenggam. Entah kenapa, dadanya terasa sesak. “Pak ....” panggil Sasqia pelan. “Hm?” “Terima kasih.” Pria itu tersenyum hangat. “Kamu tidak perlu berterima kasih pada saya.” Sasqia mengernyit. “Kalau memang ingin berterima kasih ...,” lanjut pria itu pelan, “Orang yan

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 161

    Sasqia baru saja tiba di rumah sakit. Dengan langkah tergesa, ia memasuki lobby sambil menggenggam erat tas di tangannya. Wajahnya masih terlihat pucat setelah pergi menemui seseorang yang diharapkannya dapat menyelamatkan sang ayah. “Sasqia.” Suara yang memanggil namanya membuat wanita itu tersentak pelan. Ia segera menoleh. “Mas Tristan?” Tristan berjalan menghampirinya dengan langkah cepat. Raut wajah pria itu terlihat tegang. “Kamu dari mana saja?” tanyanya. “Nomor kamu saya hubungi terus tidak aktif.” Sasqia menundukkan pandangan sesaat. “Sa-saya tadi menemui seseorang yang memiliki donor ginjal untuk Papa, Mas,” jawabnya lirih, sengaja tidak menyebut nama orang tersebut. Tristan menghembuskan napas panjang, seolah beban besar baru saja terangkat dari pundaknya. “Kamu tidak perlu memikirkan itu lagi.” Kening Sasqia langsung berker

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 43

    “Jangan bilang kamu belum punya jawabannya,” ujar Tristan pelan, matanya menyipit tipis. “Sudah hampir satu minggu, kan? Besok tepat hari ketujuh sejak saya menyatakan perasaan.” Jantung Sasqia berdegup keras. Tujuh hari. Ternyata Tristan menghitungnya

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 44

    Mobil Tristan akhirnya berhenti di depan kost putri milik Sasqia, wanita yang malam ini resmi menjadi kekasihnya. “Terima kasih, Kapten. Sudah mengantar saya, dan mentraktir makan malam juga,” ucap Sasqia tulus. “Kapten?” gumam Tristan rendah. “Saya kekasih kamu mulai malam ini, tidak ada pangg

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 39

    Sejenak, Jevier hanya mampu menatap Mahendra tanpa suara. Dadanya bergetar halus, detak jantungnya terasa lebih cepat dari biasanya. Ia tidak menyangka pertanyaan itu akan datang secepat ini. Dan yang lebih mengejutkan, ia tak benar-benar ingin mengelak.

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status