Home / Fantasi / Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa / Bab 2 — Itu Tidak Akan Masuk!

Share

Bab 2 — Itu Tidak Akan Masuk!

Author: Onigiri
last update Last Updated: 2026-03-10 10:07:13

"Jenderal Leo Reign, jangan mendekat," ucap Violet dengan suara bergetar. Ia mencoba menyentuh kening pria itu lagi, tapi Leo tampak tidak tenang sedikit pun.

Leo mengabaikan apa pun yang dikatakan Violet. Atau mungkin mendengar tapi tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia melangkah maju, bayangan tubuh tingginya bahkan menutupi seluruh tubuh Violet.

"Aku tidak bisa menahannya lagi. Kamu sangat harum," gumam Leo dengan suara serak.

Violet menyadari bahaya pada pria itu. Apalagi, menggila karena musim kawin berbeda dengan Loss of Reason. Leo hanya bisa dihentikan saat hasratnya dituntaskan. Tapi Violet tidak bisa melakukan itu.

Baru dua langkah Violet berbalik, Leo sudah meraih pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukan. Violet menjerit kaget, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak.

"Apa yang—lepaskan!"

Tapi Leo sudah seperti kesetanan. Indranya hanya dipenuhi oleh aroma Violet yang memabukkan. Semua nalurinya sebagai jantan yang telah melewati musim kawin tanpa pasangan selama bertahun-tahun meledak sekaligus.

Violet berusaha melepaskan diri, tapi semakin ia meronta, semakin erat Leo memeluknya. Tubuhnya yang telanjang menekan Violet, membuatnya sulit bernapas.

Violet bisa merasakan panas tubuh Leo, detak jantungnya yang berdegup kencang, dan sesuatu yang keras di antara kaki pria itu mulai menekan perutnya.

"Bobo! Lakukan sesuatu!" teriak Violet panik.

Bobo hanya menguap dari kejauhan. "Hoam... Aku hanya sistem pendamping. Kamu harus menyelesaikan masalah ini sendiri. Selamat berjuang."

Setelah mengatakan itu, Bobo menghilang di udara.

Violet menggeram kesal pada koala gendut itu. "Bobo sialan! Lihat saja kamu na—"

Ucapan Violet terpotong oleh ciuman kasar Leo. Semua protesnya hilang ditelan naluri Beastmen itu.

Ciuman Leo terasa brutal, penuh hasrat yang tak terbendung. Violet merasa sesak napas, tubuhnya terangkat saat Leo membawanya pergi.

Mereka menuju sebuah bangunan tua di dekat hutan, penjara tempat Leo selama ini dikurung. Di dalamnya ada sebuah tikar usang di sudut ruangan. Terdapat rantai-rantai besar yang sudah rusak, sepertinya Leo membebaskan diri secara paksa.

Leo melemparkan Violet ke atas tikar itu dengan lembut tapi tegas. Tubuhnya yang besar mengungkung tubuh Violet sepenuhnya.

"Kamu sangat mungil, tapi aromamu sangat manis," gumam Leo dengan napas berat. Matanya yang emas bersinar liar di tengah kegelapan. Keringat membasahi tubuhnya yang kekar.

Violet mencoba menggeser tubuhnya menjauh. Tapi Leo menarik kakinya dengan cepat. Kekuatannya terlalu besar untuk dilawan.

Satu tangan Leo mencengkram pergelangan Violet di atas kepala, membuatnya tak bisa bergerak. Leo menunduk, mencium leher Violet dengan rakus. Bau tubuh wanita itu semakin memabukkannya.

"Tunggu, hm!" Violet mengerang pelan. Nafasnya tersengal.

Leo merobek pakaian Violet dengan sekali tarikan. Kemeja tipis itu robek dengan mudah, memperlihatkan kulit putih mulus di bawahnya.

Leo menciumi dada Violet, seperti bayi kelaparan. Lidahnya yang kasar menjilati kulit lembut di sana, membuat Violet menggeliat tak karuan.

Violet meronta, tubuhnya semakin panas oleh sentuhan Leo. Sensasi aneh menjalar di sekujur tubuhnya—perpaduan antara rasa takut, malu, dan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. Tubuhnya mulai merespons meski pikirannya menolak.

"Leo, hentikan..." Violet masih mencoba melepaskan diri.

Tapi tangan Leo yang lain mulai menjelajah, menyusup ke bagian bawah tubuh Violet. Sentuhan jari-jarinya membuat Violet tersentak dan menahan napas.

"Ah!" Violet tak kuasa menahan desahan yang lolos dari bibirnya.

Leo semakin bergairah mendengar suara itu. Nafasnya semakin berat, gerakannya semakin liar.

"Kamu mengenalku. Kamu pasti betina yang dikirimkan Ayah untukku," bisik Leo di telinganya.

Violet menggeleng, sedikit geli. Tenaganya hampir habis karena melawan manusia setengah singa itu. "Tidak. Aku bukan—"

Belum selesai bicara, Leo menciumnya lagi, kali ini lebih dalam. Ciuman yang panjang dan dalam, seolah ingin menelan seluruh keberadaan Violet.

"Hm!" Violet tak bisa bernapas.

Setelah melepas ciuman, Leo menatap Violet dengan mata terhalang kabut gairah.

"Bunga," panggilnya penuh gairah yang anehnya terdengar manis. "Kamu terasa manis dan harum seperti bunga. Mulai sekarang kamu milikku."

Violet tak menjawab. Napasnya terengah-engah, tubuhnya lemas tak berdaya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang besar dan keras menyentuh bagian bawahnya.

Leo mendekatkan tubuh kekarnya perlahan, menekan-nekan mencari jalan masuk.

Violet tersentak hebat, tubuhnya menegang. Matanya menunduk dan seketika menelan ludah.

"Tunggu. Itu tidak akan masuk, Leo!"

Leo tidak mendengarkan. Ia dikendalikan oleh nafsu yang membara, tak mampu lagi menahan diri.

Dengan sekali hentakan, Leo memasukkan seluruh miliknya ke dalam Violet.

"Akh!"

Violet mendesah keras. Tubuhnya menegang merasakan invasi yang begitu besar dan dalam. Matanya berkaca-kaca.

Tapi di saat yang sama, sensasi aneh menjalar di seluruh tubuh Violet, sakit bercampur kenikmatan yang membingungkan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 10 — Bermuka Dua

    Pesta masih berlangsung. Tapi Violet memilih untuk pergi lebih dulu dari aula karena lelah. Yang tersisa hanya orang-orang dari empat klan besar yang masih menikmati pesta.Suasana masih cukup kondusif di antara para Beastmen itu.Violet pergi menuju satu ruangan yang pernah ia gunakan untuk berganti pakaian di istana Raja Targos. Namun, ia heran dengan ketiga suaminya tadi yang pergi.'Mereka ke mana, ya? Sampai sekarang belum kembali,' pikirnya penasaran.Di lorong, Violet bertemu salah satu pelayan dan langsung bertanya."Hei, em..." Sejenak, Violet agak ragu mengatakannya. "Apa kamu lihat suamiku?"Pelayan itu membungkuk sopan."Suami-suami Nona Violet sedang di ruang kerja Raja. Ada di lantai dua," jawabnya, lalu menawarkan. "Mau saya antar?"Violet tersenyum tipis dan menggeleng. "Tidak perlu. Aku tahu tempatnya."Pelayan itu berlalu, sambil menunduk untuk yang terakhir kali sebelum pergi.Violet pun melanjutkan langkah, menuju anak tangga di depan sana. Baru mencapai pertengaha

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 9 — Pernikahan Empat Suami Binatang

    "Tentu saja hari ini. Tidak ada alasan untuk menunda," ucap Raja Targos dengan santai. Ia berdiri lalu memerintah pada para pelayannya. "Ayo, semua persiapkan secepatnya. Kita pergi ke kuil Dewa Binatang!"Violet menepuk jidatnya, frustrasi setengah mati.'Aku benar-benar akan menikah dengan empat Beastmen hari ini juga? Astaga, bagaimana bisa hidupku berubah secepat ini?' batinnya masih tak percaya.Para pelayan dan prajurit Klan Gajah bergerak cepat, mempersiapkan prosesi pernikahan.**Kuil itu megah, dikelilingi pepohonan raksasa dengan bunga-bunga bercahaya. Di dalamnya, patung Dewa Binatang menjulang tinggi dari batu giok putih.Violet berdiri di depan patung itu, gaun putih sederhana bersulam emas membalut tubuhnya. Rambutnya dihiasi mutiara dan bunga-bunga kecil.'Astaga, aku belum pernah menikah,' gumam Violet dalam hati, gugup. 'Kenapa sekalinya menikah malah dengan empat pria sekaligus?'Di hadapannya, empat Beastmen berdiri tegap, rapi dengan pakaian formal. Violet merasa

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 8 — Pernikahan Atau Perang

    "Benar, Nona Violet. Dengan menjadi suamimu, mereka bisa leluasa melindungimu dari ancaman." Targos menegaskan.Begitu Targos mengumumkan keputusan itu, aula yang tadinya hening seketika bergemuruh. Para Beastmen dari berbagai klan mulai ribut.Seekor Beastmen Harimau dengan loreng tebal di wajahnya berdiri."Kenapa harus dari empat klan itu saja? Manusia dengan Living Pheromone langka seharusnya milik yang terkuat!"Yang lain ikut berseru setuju. "Benar! Kami juga berhak. Kita harus bertarung mendapatkannya! Hanya satu yang terkuat yang pantas!"Dari kerumunan, Kael yang sejak tadi hanya diam ikut menghasut. Wajah rubahnya tampak menyeringai licik."Mereka pikir mereka siapa? Hanya karena mereka klan besar, mereka bisa seenaknya mengambil manusia murni? Ini tidak adil!"Suasana semakin memanas. Beberapa Beastmen mulai mengeluarkan cakar mereka, siap bertarung.Para pemimpin keempat klan yang terpilih dengan berani menerima tantangan. Namun, sebelum itu terjadi, Targos segera menghent

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 7 — Empat Suami

    'Apa aku akan mati?' pikir Violet penuh kepasrahan yang tak rela. Tubuhnya terjun bebas ke bawah.Dari bawah, Leo melompat tinggi. Tangannya yang kekar meraih tubuh Violet tepat sebelum ia menyentuh tanah.Violet memejamkan mata rapat-rapat, tubuhnya gemetar ketakutan. Saat ia membuka mata, di depannya adalah pria pertama yang ia lihat di dunia ini."Bunga, kamu tidak apa-apa?" suara Leo berat namun penuh kecemasan. "Apakah elang itu melukaimu?"Violet terdiam. Bayangan saat Leo menidurinya secara paksa terlintas dalam kepalanya."Lepaskan aku!"Refleks, Violet mendorong Leo. Ia turun secara paksa dari pangkuan Leo, hampir jatuh karena kakinya lemas."Bunga—" Leo hendak meraih Violet, tapi Violet langsung menyela dengan suara lantang."Jangan mendekat!"Leo terdiam, terkejut dengan reaksi Violet. Matanya menangkap sesuatu di lengan Violet—tetesan darah dan anak panah kecil masih menancap di sana.'Itu, panah dari klan Singa,' pikirnya."Bunga, kamu terluka. Sepertinya anak buahku tida

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 6 — Diperebutkan

    "Kamu pikir aku akan percaya dengan rubah licik sepertimu? Kamu dirancang tak punya empati atau kepedulian pada orang lain, Kael Veyron," gumam Violet dalam hati sambil terus berlari.Ingatan Violet sebagai tester game bekerja cepat. Peta Beastmen Dominion terlintas jelas di benaknya. Sungai yang baru saja ia lewati adalah sungai Mant.'Kalau dari sini, aku bisa keluar dari wilayah Benua Shartia,' pikirnya pantang menyerah.Ada satu tempat yang ingin Violet datangi, yakni Pulau Edrin. Pulau yang tak pernah terjadi kekacauan antar klan dan hanya ada ketenangan. Dan yang paling terkenal dengan sikap netralnya adalah Klan Gajah.Violet bergegas melanjutkan perjalanan, meski tubuhnya sudah lelah. Klan Gajah terkenal dengan sikap netralnya, berbeda dengan klan lain yang selalu berseteru satu sama lain. Tempat yang paling aman untuk bersembunyi, setidaknya untuk sementara.Tiba-tiba, langkah Violet terhenti. Suara auman singa bergema di kejauhan, dalam dan menggetarkan tanah. Violet langsun

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 5 — Tipu Muslihat

    "Kamu mengenalku, ya. Kamu berasal dari mana?" celetuk Kael bertanya.Violet tersadar dari lamunannya dan langsung menghindari tatapan licik Kael. Kepalanya sedikit menunduk."Aku, tidak ingat," jawabnya dengan suara pelan.Violet memilih pura-pura bodoh di depan Kael. Ia menggerutu dalam hati."Kamu tidak ingat, tapi kamu tahu namaku?" Kael menyipitkan mata, sedikit curiga. "Padahal aku baru melihatmu di sini. Aneh, kan?"Violet memalingkan wajah, berusaha menghindari tatapan tajam itu. "Entahlah. Aku tidak tahu kenapa bisa di sini. Tapi aku tahu orang-orang terkenal sepertimu.""Oh, ya? Memangnya menurutmu aku siapa?" balas Kael, nada bicaranya ringan, tapi tatapannya terus mengamati setiap reaksi Violet."Pemimpin Klan Rubah."Kael tersenyum lebar, matanya ikut menyipit puas. Ia mengulurkan tangan, berniat membantu Violet bangkit.Tapi Violet menepis pelan. Ia bangkit sendiri, meski tubuhnya masih lemas dan kakinya gemetar hebat."Terima kasih sudah menolongku."Kael hanya tertawa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status