مشاركة

Bab 27 — Ritual Kedewasaan

مؤلف: Onigiri
last update تاريخ النشر: 2026-03-19 07:02:59

"Dia harus menangani klan Panther yang menyerang lagi. Dan mungkin akan memakan waktu cukup lama," jelas Luke memberitahu.

Sunyi sesaat. Violet kemudian mengangguk pelan.

"Oh, begitu ya."

Suara Violet tetap tenang, tetapi pandangannya turun ke bawah. Sedikit kecewa Leo tak bisa hadir, tapi juga lega karena masih ada waktu untuk mempersiapkan diri. Hubungannya dengan Leo masih rumit, penuh trauma dan rasa takut.

Luke melihat ekspresi Violet dan tersenyum bijak. "Jan

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 197 — Bisikan dari Dalam

    Violet berjalan di samping Zero meninggalkan taman istana. Perkataan Mona masih terngiang di telinganya.Violet baru teringat dengan sosok Mona saking diamnya ia selama ini.Mona hanya menjadi pemimpin klan naga biru seperti bayangan di bawah instruksi Zero. Tapi dia tidak akan bertindak tanpa alasan. Jika dia sampai turun tangan, itu berarti sesuatu yang sangat besar akan terjadi."Zero," panggil Violet. "Mona pasti melihat sesuatu dalam kekuatan forcENya."Zero tetap diam. Ia terus melangkah hingga meninggalkan istana."Mempercayai ramalan keluarga Faithly hanya berakhir tragis," Zero bergumam pelan, tatapannya lurus datar ke depan.Violet hanya bisa mengerutkan alis, heran sekaligus bingung.'Keluarga Faithly itu nama belakang Mona, keluarga turun-temurun memimpin klan naga biru. Kenapa dia beranggapan seperti itu?' batinnya.Namun seakan Zero paham maksud dari ekspresi Violet, dia buru-buru merangkul dan membuka sayapnya."Sudah," katanya dengan tegas. "Jangan dipikirkan. Dia hany

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 196 — Pelaku Sebenarnya

    Dylan masih terdiam mendengar ucapan Ignis. Matanya beralih dari bola kristal di tangan Ignis ke wajah Alan yang polos, lalu kembali ke Ignis."Apa kau yakin?" tanyanya memastikan.Ignis mendengus. "Untuk apa aku berbohong? Vio juga melihatnya sendiri."Dylan kembali terdiam, masih tak percaya. Dari belakang Ignis, muncul sosok bocah bersayap elang yang sebelumnya mendengar obrolan mereka."Raja, boleh kulihat bola itu?" tanya Vian.Mereka menoleh. Dylan sedikit lega, memang dia berniat menemui Vian sebelumnya.Ignis menyodorkan bola di tangannya pada Vian. "Periksa benda ini."Vian mengerjap. Ia mengambil bola itu, membolak-balikkannya, lalu mengeluarkan kaca pembesar yang selalu ia bawa dari sakunya. Matanya menyipit."Ada sesuatu di dalamnya.""Apa?" tanya Dylan penasaran.Vian menoleh dan menatap Ignis. "Sepertinya saya butuh tongkat Unory. Ratu menyimpannya, apa saya bisa pinjam sebentar?"Tanpa membuang waktu, Ignis mengangguk dan melesat pergi ke lantai dua.Tak lama kemudian,

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 195 — Mata-mata?

    Violet merasakan tatapan para tetua berubah. Bukan lagi curiga biasa. Kini ada kebencian di sana. Kebencian yang tumbuh subur dari tuduhan Sylvia yang terus disiram oleh amarah dan dendam.Beberapa dari mereka yang tadinya diam, kini mulai bergumam setuju dengan Gory. Beberapa yang lain hanya menunduk, tidak ingin terlibat, tapi tidak juga membela Violet."Kita harus menyelidiki ini lebih lanjut," kata Gory, suaranya masih tegas. "Raja tidak bisa mati begitu saja tanpa keadilan."Zero hendak melangkah maju, tapi Violet menarik tangannya."Zero," bisik Violet. "Ayo kita pergi. Tidak ada gunanya."Zero menatap Violet. Matanya masih menyala, tapi ia mengangguk.Mereka berbalik hendak melangkah keluar."Tunggu."Gory melangkah ke depan, menghadang jalan. Wajahnya tidak ramah. "Tuan Zero, maksudku tadi serius. Kita harus menyelidiki ini. Raja tidak bisa—""Kau menghadangku?" potong Zero. Suaranya rendah, tapi dinginnya menusuk tulang.Gory menelan ludah. Tangannya gemetar. Tapi ia tetap be

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 194 — Pemakaman Raja

    "Kenapa jadi membahas soal Zero?" desis Violet mulai jengkel dengan tuduhan Sylvia.Sylvia menggeram pelan, dia tertawa hambar."Lalu alasan apa lagi? kau pasti dendam padaku karena hal itu, kan?" Satu tangan Sylvia menunjuk pada Violet dan Zero. "Saat aku terluka di retakan dimensi, kau juga sama sekali tak mau menolongku!"Ruangan yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh rendah. Para tetua mulai berbisik-bisik. Beberapa mengerutkan kening, beberapa menggeleng tidak percaya, tapi tidak sedikit pula yang mulai menatap Violet dengan curiga.Sedangkan Zero mulai kehabisan kesabaran berada di situasi ini. Padahal dia tak ingin ada keributan tak perlu di ritual pemakaman raja naga."Aku sudah memperingatkan sejak awal," kata Gory, tetua tertua dari klan naga hitam. Suaranya menggema di ruangan itu, memotong bisik-bisik yang mulai memanas."Manusia ini tidak bisa dipercaya. Dari saat pertama dia datang ke istana, aku sudah merasa ada yang tidak beres."Gory melangkah maju, lebih percaya diri

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 193 — Pembunuh Ayahku

    Namun lamunan Violet soal anak tiba-tiba buyar ketika terdengar pintu utama mansion terbuka dengan kencang.BrakSemua menoleh. Zero berdiri di ambang pintu dengan wajah datar seperti biasa, tapi suasana cukup tegang."Zero?" Violet berdiri menghampirinya. "Ada apa?"Zero menatap Violet, lalu menatap Becca dan Becky. Ia menggigit bibirnya."Raja Arven... meninggal."Ruangan itu tiba-tiba hening, semua tatapan tertuju pada Zero, terutama dua gadis kembar di samping Alan."Apa?" Violet tidak percaya. "Tapi aku baru saja mengobatinya kemarin. Dia seharusnya mulai pulih sekarang.""Aku juga tidak tahu kenapa," jawab Zero. "Para tabib juga tidak bisa menjelaskan. Satu jam yang lalu, jantungnya berhenti berdetak."Becca dan Becky berdiri bersamaan. Wajah mereka pucat. Becky menggenggam erat lengan Becca."Ayah..." bisik Becky. Air matanya langsung jatuh.Becca menggigit bawah bibirnya. Ia hanya menatap Zero dengan mata kosong."Ayah benar-benar meninggal?" tanyanya masih tak menyangka.Zero

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 192 — Bagaimana Rasanya Punya Anak?

    Dylan masih berdiri di balik dinding, menatap punggung Becca yang berjalan kembali ke mansion. Pikirannya berputar cepat. Ia ingin mengejar gadis itu, memastikan apa yang baru saja ia lihat.Tapi langkahnya baru saja hendak melangkah ketika dari pintu belakang mansion, sesosok Beastmen kecil muncul."Tuan Dylan."Dylan menoleh. Vian berdiri di ambang pintu dengan wajah lelah namun matanya berbinar. Di tangannya, ia memegang sebuah tongkat panjang yang terbungkus kain hitam."Aku sudah selesai," kata Vian. "Tongkat Unory sudah kuperbaiki. Sekarang bisa mengembalikan ingatan Tuan Leo."Dylan terdiam. Ia menatap ke arah Becca yang sudah tak terlihat, lalu ke arah Vian. Dua hal penting dalam waktu bersamaan. Ia menghela napas."Baiklah. Ayo kita temui Violet."Dylan berjalan ke dalam mansion, diikuti Vian dari belakang. Mereka menaiki tangga menuju lantai dua, melewati lorong panjang, sampai di depan kamar Leo.Violet baru saja selesai mengganti pakaian Leo. Bocah singa itu sekarang mengen

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 150 — Berpengalaman Menangani Dua Suami

    "Saat di sana kamu ternyata bisa tersenyum selebar itu." Kalimat Violet terdengar seperti sindiran bagi Zero. Walau sebenarnya Violet tidak bermaksud seperti itu. Tatapan Zero perlahan turun. Dia akhirnya bersuara. "Maaf. Aku masih belum bisa melupakannya." Violet menghela napas panjang. "Aku ti

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 147 — Aku Istrimu yang Asli!

    Violet masih di sana menatap Zero yang tertawa bahagia bersama Fate. Dadanya terasa sesak, tapi ia tidak mundur. Ia menarik napas panjang, lalu melangkah mendekat."Zero."Zero tidak menoleh, masih fokus pada wanita berambut biru di depannya.Violet berjalan lebih dekat. "Zero." Suaranya lebih kera

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 7 — Empat Suami

    "Memangnya Klan Gajah bisa melawan kami para predator?!" Salah satu Beastmen dari klan Panther berani protes. "Kami tidak terima! Manusia murni dengan Living Pheromone langka tidak akan mudah ditemukan lagi!"Yang lain ikut bergemuruh setuju.Targos mengangkat tangannya dan kembali berkata lantang.

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 6 — Diperebutkan

    'Suara ini, Leo?' Violet mengenali suara itu, dengan cepat dia menoleh ke sumber suara.Di bawah, pasukan Klan Singa sedang berlarian, mengacungkan senjata ke arah mereka. Mereka pasti sudah melacak aromanya.Dan dari depan, sekelompok Beastmen Burung Hantu ikut menyerang ke arah Ignis. Sayap mereka

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status