Short
Demi Kehormatan, Nyawa Anakku Dikorbankan

Demi Kehormatan, Nyawa Anakku Dikorbankan

Oleh:  Serein MTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
0Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Saat aku hampir keguguran akibat terjatuh, suamiku, bos mafia paling berkuasa di New York, justru sedang menggelar pesta ulang tahun mewah untuk sahabat masa kecilnya, Camilla. Aku meneleponnya, memohon agar dia datang menolongku, tetapi dia menganggap itu hanya sandiwara murahan untuk mencari perhatian, lalu menutup telepon tanpa ragu. Sebagai istrinya, aku menyandang kehormatan sebagai Nyonya Besar. Namun, tak seorang pun tahu bahwa bahkan uang 15 juta pun aku tidak punya. Semua itu karena, demi "membentukku" menjadi istri bos mafia yang pantas. Dia menyerahkan seluruh kendali atas hidup dan keuanganku kepada Camilla. Dalam keputusasaan, aku memohon bantuan kepada siapa pun yang bersedia mendengarkan. Namun, saat akhirnya aku berhasil mengumpulkan uang, detak jantung bayiku telah berhenti untuk selamanya. Setelah sadar di ranjang rumah sakit, aku memaksakan diri kembali ke rumah miliknya untuk mengemasi barang-barangku. Di sanalah aku tanpa sengaja menemukan kuitansi lelang hadiah ulang tahun untuk Camilla. Sebuah vila senilai sepuluh 150 miliar di Beverly Hills, ditambah perhiasan-perhiasan eksklusif yang dibuat khusus tanpa batas. Saat itu juga, suara berat dan seraknya terdengar dari ruang kerja di sebelah. Dia sedang berbicara lewat telepon dengan para tangan kanan organisasinya. "Bos, apa benar Scarlett tadi menelepon dari rumah sakit dan minta 15 juta?" Cassius mendengus. "Scarlett adalah istriku. Anak buahku menjaganya dua puluh empat jam sehari. Mana mungkin sesuatu terjadi padanya? Dia cuma mencari perhatian dengan sandiwara murahan. Camilla benar. Belakangan ini aku terlalu memanjakannya. Kalau Camilla nggak bersikap tegas padanya, gimana seorang yatim piatu bisa mendapatkan rasa hormat dari keluarga besar? Nanti dia juga bakal mengerti niat baikku." Air mata mengalir di pipiku. Persetan dengan semua aturannya. Persetan dengan gelar Nyonya Besar itu. Sejak dokter menyatakan waktu kematian bayiku, saat itulah aku memutuskan keluar dari hidupnya. Kali ini, aku tidak akan pernah kembali lagi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Aku baru saja menyelipkan kembali kuitansi itu ke dalam laci ketika terdengar bunyi pintu depan terbuka.

"Scarlett. Akhirnya kamu pulang juga."

Cassius masuk, lalu menjatuhkan diri ke sofa. Dasi di lehernya sudah longgar. Mata abu-abunya yang tajam dipenuhi ketidaksabaran. Saat berbicara, nadanya seperti sedang memarahi anak kecil yang membangkang.

"Kamu masih ngambek gara-gara 15 juta itu? Dewasalah, Scarlett. Belajar dari Camilla. Kamu akan menjadi Nyonya Besar Keluarga Gandara, bukan anak jalanan cengeng."

Nadanya terdengar seperti merasa paling benar, seolah semua yang dia lakukan hanyalah bentuk kasih sayang yang tegas demi kebaikanku. Padahal maksud sebenarnya sangat jelas. Aku harus menjadi boneka yang sempurna, patuh tanpa syarat, barulah aku pantas berdiri di sisinya dan memerintah kerajaan mafianya.

Dia mengulurkan tangan, berniat menarikku ke pangkuannya.

Aku spontan melangkah mundur, menghindari sentuhannya yang penuh tuntutan.

Cassius membeku. Dia menatap telapak tangannya yang kosong, lalu menyipitkan mata ke arahku dengan tatapan berbahaya. Di matanya, aku hanya sedang merajuk karena drama kecilku di rumah sakit.

Dia mengembuskan napas pelan, lalu berjalan mendekat dan dengan santai mengusap pipiku menggunakan ibu jarinya.

"Sudahlah, jangan ngambek lagi," bujuknya lembut. "Jadi anak baik, nanti aku kasih apa pun yang kamu mau. Cuma 15 juta, 'kan? Besok aku suruh orang kirimin satu set perhiasan yang jauh lebih mahal buat kamu."

Kedua tangannya menangkup wajahku. Sesaat, dia menatapku sama seperti lima tahun yang lalu, seolah aku adalah satu-satunya wanita di dunianya.

"Tapi kamu juga harus mengerti," gumamnya. "Kamu bukan lagi gadis liar seperti dulu. Kamu calon Nyonya Besar Keluarga Gandara. Mulai sekarang, belajarlah bersikap seperti itu dan lihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih besar."

Lagi-lagi kalimat yang sama. Selama lima tahun terakhir, aku sudah mendengar kata-kata itu entah berapa ribu kali.

Pikiranku tiba-tiba melayang ke masa lalu. Ke masa sebelum aku mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.

Saat pertama kali bertemu, dia hanyalah seorang bartender di sebuah bar tua di Brooklyn. Setiap larut malam, dia akan mengusap rambutku, mengecup wajahku, lalu memelukku seolah akulah seluruh dunianya.

"Scarlett, aku nggak punya apa-apa. Aku nggak bisa memberimu kehidupan yang layak," katanya waktu itu dengan tatapan yang begitu tulus. "Tapi kita bisa membangunnya bersama. Kita akan menciptakannya dengan tangan kita sendiri."

Aku memercayai semua omong kosongnya dan menerima lamarannya.

Kemudian, kenyataan yang sebenarnya terungkap. Aku melihatnya turun dari SUV antipeluru, dikawal banyak pria bersenjata lengkap, lalu berjalan memasuki sebuah klub eksklusif.

"Pernikahan kita harus dirahasiakan," katanya saat itu.

Karena aku tidak memiliki keluarga berpengaruh maupun siapa pun yang bisa melindungiku. Jika hubungan kami diketahui publik, aku bisa menjadi sasaran musuh-musuhnya.

Karena itulah aku harus bertahan. Aku harus menerima semua penghinaan dan perlakuan semena-mena dari Camilla atas nama "pelatihan menjadi Nyonya Besar" di perusahaan keluarga.

Namun, dia selalu menutup mata terhadap penderitaanku.

Karena setiap kali terjadi sesuatu, Camilla selalu lebih dulu memutarbalikkan cerita di hadapannya.

Suara Cassius menarikku kembali ke kenyataan.

"Kalau memang nggak enak badan, ya sudah istirahat saja di rumah. Tapi jangan menguji kesabaranku dengan sandiwara semacam ini," katanya sambil menghela napas, terdengar meremehkan sekaligus lelah. "Kalau anggota keluarga besar melihatmu menangis dan mengamuk begini, mereka cuma akan semakin meremehkanmu."

Ucapan itu terdengar seperti lelucon yang begitu kejam.

Yang terus terngiang di kepalaku hanyalah rasa sakit yang seakan merobek perutku, serta suara dingin dokter yang mengatakan, "Nggak ada lagi detak jantung."

Aku bahkan tidak ingin menjelaskan apa pun. Melihat wajahnya saja sudah membuatku muak.

Aku berdiri, berniat meninggalkan ruangan yang terasa begitu menyesakkan itu.

Namun, tepat saat itu, pintu depan kembali terbuka.

Camilla masuk begitu saja, menekan kode akses seolah apartemen ini adalah miliknya. Dia mengenakan pakaian bermerek dari ujung kepala sampai kaki.

Saat melihatku, dia langsung mengembuskan napas kaget secara dramatis, lalu bergegas menghampiri Cassius.

"Scarlett? Kamu ternyata di rumah? Kukira setelah kamu bolos kelas etiket, meninggalkan rapat, dan melempar laporan keuangan ke arah para eksekutif, kamu bakal kabur dan nggak balik lagi."

Aku menatap Cassius dengan dingin.

"Kalau aku nggak salah, ini rumah kita. Kenapa dia punya kode akses? Dan kenapa dia bisa keluar masuk sesuka hati seperti ini?"

Camilla seketika memasang wajah korban.

Dia duduk rapat di samping Cassius sambil menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya "tanpa sengaja" menyenggol berkas laporan keuangan yang semalaman kususun. Kertas-kertas itu langsung berhamburan memenuhi lantai.

"Cassius, lihat dia. Aku datang dengan niat baik buat mengantarkan berkas merger untuk besok. Aku tahu, karena latar belakangnya, dia nggak suka dengan orang-orang yang sejak kecil dibesarkan di dunia bisnis seperti kita. Tapi aku cuma ingin membantumu. Aku ingin dia bisa mandiri. Kenapa dia malah menuduhku seperti ini?"

Entah sudah berapa banyak racun yang dia bisikkan ke telinga Cassius selama bertahun-tahun.

Yang jelas, Cassius sama sekali tidak melihat ada yang salah.

Di matanya, semua ucapan Camilla terdengar masuk akal.

"Camilla benar. Scarlett, dia datang untuk membantumu. Berhentilah bersikap penuh curiga dan iri hati. Kalau kamu bahkan nggak bisa menunjukkan sedikit saja kebesaran hati, gimana mungkin suatu hari nanti kamu memimpin keluarga besar ini?"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status