LOGINReruntuhan delapan patung penjaga masih berserakan di lantai alun-alun bawah tanah ketika suasana mendadak berubah. Jalur-jalur energi yang semula mengalir kacau akibat putusnya beberapa simpul formasi perlahan kembali stabil, tetapi bukan menuju Long Tian. Seluruh aliran itu justru berpusat pada satu titik yang sama. Tatapan Wang Tianhe yang sejak tadi tertuju kepada Long Tian kini bergeser sepenuhnya kepada Qin Rou. Tidak ada lagi keraguan di wajahnya. Setelah menyaksikan bagaimana darah Pe
Gerbang pertama tertutup di belakang Long Tian.Suara langkahnya menggema di lorong baru yang jauh lebih sempit daripada sebelumnya. Tidak ada cahaya di sepanjang dinding. Hanya garis merah tipis yang bergerak mengikuti langkahnya, seolah-olah Pengadilan Pedang Darah sedang membaca setiap jejak yang ia tinggalkan.Jimat suara Qin Rou masih berada di dekat dadanya.Long Tian menyentuhnya sebentar.Ia tidak mengaktifkannya.Suara Qin Rou telah membantunya keluar dari lapisan pertama. Namun setelah melewati ujian itu, Long Tian menyadari bahwa ia tidak bisa selamanya bergantung pada suara orang lain.Jika ingin mengetahui kebenaran tentang Bai Jian, ia harus melihatnya sendiri.Di ujung lorong, sebuah cahaya putih munc
Ruangan itu kembali sunyi.Bayangan Su Yan telah menghilang.Namun kata-katanya masih tertinggal di dalam pikiran Long Tian.“Niat baik tidak selalu menghapus akibat buruk.”Long Tian berdiri tanpa bergerak.Untuk pertama kalinya, ia tidak tahu apakah harus membantah atau menerima.Pengadilan Pedang Darah telah memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari apa yang selama ini ia yakini.Ia memang pernah menjadi korban.Bai Jian mungkin dijebak.Su Yan mungkin menyimpan rahasia.Para Dewa Agung mungkin telah memainkan peran yang jauh lebih besar dalam kehan
Su Yan berdiri di hadapan Long Tian.Tidak ada pedang di tangannya.Tidak ada aura pembunuh.Ia hanya mengenakan jubah putih yang sederhana, sama seperti sosok yang tersimpan dalam ingatan Long Tian dari masa lalu.Namun justru kesederhanaan itu membuat Long Tian semakin waspada.Ia telah melihat terlalu banyak hal di Pengadilan Pedang Darah.Korban yang menuntut jawaban.Perang yang selama ini hanya ia ingat dari sudut pandangnya sendiri.Dan sekarang...Su Yan.Perempuan yang namanya selalu terhubung dengan luka terdalam dalam kehidupannya.“Su Yan.”Long Tian menyebut namanya perlahan.Perempuan itu menatapnya.Tatapannya tidak menunjukkan kebencian.Tidak pula kasih sayang.Hanya ketenangan yang aneh.“Aku dipanggil sebagai saksi,” katanya.Suara itu sama.Terlalu sama.Long Tian tidak segera menjawab.“Kalau begitu katakan.”Su Yan berjalan perlahan mendekati kursi saksi.Setiap langkahnya meninggalkan riak cahaya putih di lantai hitam.“Apa yang ingin kau dengar?”“Kebenaran.”S
Pertanyaan itu terus bergema.“Long Tian... jawab kami.”Long Tian berdiri di tengah lautan bayangan.Tidak ada satu pun pedang yang diarahkan kepadanya.Tidak ada serangan.Namun tekanan yang ia rasakan jauh lebih berat daripada tekanan dari ribuan pendekar.Karena untuk pertama kalinya, ia tidak sedang berhadapan dengan musuh.Ia sedang berhadapan dengan akibat dari dirinya sendiri.Sebuah bayangan bergerak.Pengadilan Pedang Darah kembali memperlihatkan masa lalu.Long Tian melihat dirinya dalam kehidupan sebelumnya.
Langkah Long Tian berhenti.Lorong di dalam Pengadilan Pedang Darah tiba-tiba berubah.Dinding yang sebelumnya dipenuhi ukiran wajah perlahan menghilang, digantikan oleh ruang luas tanpa batas. Lantainya berwarna hitam, tetapi di bawah permukaannya mengalir garis-garis merah seperti urat yang dipenuhi darah.Long Tian berdiri sendirian di tengahnya.Tidak ada Cang Xuan.Tidak ada Shen Luo.Tidak ada Yue Ran.Bahkan suara Qin Rou yang sebelumnya masih terasa jauh di dalam kesadarannya pun menghilang.Yang tersisa hanya kesunyian.Kemudian sebuah suara terdengar.
Malam telah turun di atas Sekte Pedang Abadi.Aula utama sekte yang biasanya dipenuhi aura para penatua kini justru berada dalam keheningan yang aneh.Tidak ada yang mengetahui bahwa di bawah bangunan itu, sesuatu yang telah tertidur selama ratusan tahun sedang bergerak.Awalnya hanya sebuah getaran kecil.Meja-meja batu bergetar.Cangkir teh di hadapan beberapa penatua bergeser perlahan.Kemudian, dari bawah lantai aula utama, terdengar suara seperti pedang tua yang diseret di atas batu.Srrrkkk...Semua orang terdiam.Seorang penatua yang sedang membahas urusan sekte langsung mengangkat kepala.&ldq
Long Cheng tertawa terbahak-bahak, tawa yang dipaksakan untuk menutupi rasa ngerinya melihat ketenangan Long Tian. Di matanya, pemuda di depannya ini tetaplah "sampah" yang entah bagaimana mendapatkan sedikit keberanian. Bagi seorang kultivator tingkat ketujuh ranah Penguatan Tubuh seperti dirinya,
Long Tian kembali ke gubuknya saat senja mulai memudar. Di tangannya, tas berisi seratus keping batu energi tingkat menengah terasa berat sebuah beban yang akan menjadi kunci kebangkitannya. Namun, prioritas utamanya bukan dirinya sendiri. Ia segera mendekati pembaringan ibunya, Qin Rou, yang napas
Di dalam Paviliun Seratus Obat yang megah, suasana sedang sangat tegang. Aroma hangus yang tajam bercampur dengan hawa panas dari tungku perunggu raksasa di tengah aula pemurnian. Master Lin, seorang alkemis senior berjubah biru tua, nampak mondar-mandir dengan wajah basah oleh keringat dingin. Di
Long Tian menyibak tirai kain usang yang sudah tipis dan berlubang. Bau obat-obatan murah yang sudah basi bercampur aroma lembap kayu lapuk langsung menyergap indranya. Di atas ranjang kayu yang berderit ringkih, seorang wanita paruh baya terbaring dengan napas yang terdengar pendek dan berat.Itu







