Partager

300. Amarah

Auteur: Keke Chris
last update Date de publication: 2026-05-07 22:51:57

Ketika Binar sampai rumah, Bhaga masih belum pulang. “Tadi katanya sudah mau pulang?” tanya Binar pada diri sendiri.

Dia duduk di sofa ruang keluarga, membuka tas dan mengeluarkan ponselnya. Ternyata ada beberapa pesan singkat dari Bhaga.

[Aku mendadak ada meeting, mungkin sampai agak malam.]

[Ardan ke rumah mami sama Maryam.]

[Kamu baik-baik saja.]

Binar menatap pesan itu. Dia mendesah berat sekaligus lega. Setidaknya dia bisa menyendiri untuk beberapa saat. Jarinya gegas bergerak untuk membal
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Rosantirosa
knpa tk kabur aja dasar emang bdh padahal kmrn ad cwok yg tak klh tampqn sm bjga teman skolah lg tk mau pula slh sndiri mkn lah cntamu dg setiap hari liat wjh masam nurma hehebe
goodnovel comment avatar
galerikimikimi18
Kasihan banget jadi binar menderita terus sedangkan bhaga cuman pengen tidur sama binar aja tapi gak berani nikahin binar... Dari pada menderita terus mending binar pergi ka..
goodnovel comment avatar
Erly Nandha Setyowati
sebenarnya capek sekali jadi binar. dia selalu berjuang sendiri untuk terus berusaha layak disamping baga. tapi baga hanya diam disisinya, tanpa ada tindakan yang benar2 membuat binar jadi kuat
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Di Ranjang Majikanku   355. Gagal Melamar

    "Ardan, kalau menangis lagi, Papa tinggal di sini sendiri ya!""Tinggal saja!" balas Ardan tanpa takut. "Aku bisa pulang naik taksi!"Bhaga memejamkan mata dramatis. Tangannya terangkat dan memijat pelipis sambil berulang kali mengatur napasnya agar bisa kembali tenang.Satu pemain biola langsung berhenti memainkan nada romantis karena terkejut mendengar teriakan bocah itu dan dua pelayan di dekat mereka saling melirik.Sementara itu, Bhaga merasa harga dirinya baru saja dijatuhkan dari lantai dua puluh tujuh di salah satu gedung tertinggi kota. Padahal tiga jam sebelumnya semuanya terlihat sempurna.Rendi berdiri di tengah restoran La the Le Château yang malam itu disewa penuh oleh Bhaga. Lampu kristal berkilau lembut. Rangkaian bunga putih menghiasi setiap sudut. Lilin-lilin kecil menyala di sepanjang lorong menuju meja utama. Empat pemain biola terlatih dengan seragam siap memainkan lagu. Pemandangan kota terlihat indah dari balik dinding kaca raksasa.Rendi memeriksa semuanya seka

  • Di Ranjang Majikanku   354. Rencana Lamaran

    "Aku jamin kau bakal ditertawakan semua orang kalau melamar Binar di restoran mewah." Bhaga yang sedang menyeruput kopi langsung menurunkan cangkirnya. Dia menatap Rendi—teman yang sudah lama tak dia temui, dan hari ini pria itu terpaksa datang untuk membantunya mencari solusi untuk melamar—dari balik meja kerja dengan sorot mata tidak percaya. "Apa maksudmu ditertawakan? Itu cara yang keren." "Maksudku sederhana." Rendi bersandar santai di kursi. "Kau terlalu lama jadi CEO sampai lupa cara menyenangkan perempuan jaman sekarang." Bhaga mengembuskan napas panjang. Pagi itu ruang kerjanya berubah menjadi markas darurat lamaran. Berkas laporan perusahaan tersingkir ke sudut meja. Laptop terbuka menampilkan berbagai model cincin berlian. Beberapa gambar restoran mewah juga bergantian memenuhi layar. "Coba lihat yang ini." Bhaga menunjuk salah satu foto. "Menurutmu bagaimana?" "Cantik." "Nah, keren bukan pilihanku?" "Terlalu mahal." Rendi menggelengkan kepala. Bhaga mendecak kesal

  • Di Ranjang Majikanku   353. Tekad Menikah

    "Mi, Papi akan menggantikan Bhaga menjaga Mami. Bhaga pulang ya?""Pulang saja sana! Mami enggak suka anak laki-laki yang enggak bisa serius dengan hidupnya. Masa depan enggak dipikirkan. Kasihan Binar, cuma buat mainanmu!" Nurma bahkan tak mau menengok pada wajah Bhaga. Bhaga baru hendak menjawab, tapi kalimat Nurma membuat bibirnya tertutup rapat.“Kalau kamu enggak mau menikahi Binar, biar mami nikahkan dia dengan anak teman arisan mami yang enggak kalah tampan dan kaya.” Nurma melirik kesal sekilas ke Bhaga. “Dan mami pastikan, Binar akan menyetujui."Tak ada lagi obrolan, karena Djati langsung mendorong Bhaga untuk keluar dari kamar itu.Langkah Bhaga terasa berat saat melintasi koridor sepi rumah sakit malam menjelang pagi itu. Djati yang tak bisa tidur memutuskan tidur di rumah sakit lalu menyuruh Bhaga pulang di jam dua pagi. Setelah meninggalkan diskusi panas di rumah sakit, rasa bersalah karena kemarahan Nurma masih menggerogoti dadanya saat dia tiba di rumah.Suara langka

  • Di Ranjang Majikanku   352. Ultimatum Nurma

    Hari dijalani dengan begitu tenang, Bhaga kembali merasakan kedamaian yang belakangan tak dia miliki karena kecemasan yang berlebihan. Tak hanya Ardan, Binar pun menjadwalkan Bhaga untuk bertemu juga dengan psikolog dan hal itu membuat semua menjadi jauh lebih baik.Hingga, siang itu ada telepon yang berulang kali masuk dari nomor rumah orang tua Bhaga. Awalnya Bhaga mengira kedua orang tuanya pasti menanyakan kabar karena dia sudah lama tidak pulang kesana. Tapi ketika suara asisten Djati yang terdengar, hatinya mulai kuatir.Benar saja.“Pak Bhaga, Nyonya Nurma masuk rumah sakit.” “Apa?!” Bhaga yang baru saja memulai rapat langsung membeku. Dia bingung, rasanya baru semalam dia mendengar maminya telepon dengan Binar dalam keadaan sehat, kenapa tiba-tiba masuk rumah sakit?Panggilan itu masih berlangsung, tapi pikiran Bhaga mendadak blank. Sampai telinganya menangkap suara Rudi yang sedikit panik saat mencoba menyadarkannya. “Kami baru dapat kabar dari Pak Djati. Tekanan darah be

  • Di Ranjang Majikanku   351. Kamu Sudah Hadir

    Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Bhaga benar-benar menepati janjinya. Dia perlahan berubah dan perubahan itu juga terjadi secara pelan dan bertahan. Hal itu membuat semua berubah lebih baik dan menjadi lebih menyenangkan.Awalnya, Bhaga hanya pulang lebih cepat dari biasanya. Bukan karena rapat batal, tapi karena dia sadar bahwa waktu yang dimiliki dengan anaknya tidak pernah cukup.Sekarang, dia mulai pulang sebelum malam benar-benar turun.Binar tidak pernah banyak bertanya. Dia hanya menatap Bhaga, tersenyum bangga, lalu kembali ke apa yang sedang dia kerjakan. Bhaga tidak menjelaskan. Dia hanya meletakkan jas di sofa, mencuci tangan, lalu duduk di ruang keluarga, menemani Ardan bermain.Di hari-hari berikutnya, pola itu mulai terulang. Bhaga pulang lebih awal. Dia tidak langsung ke kamar atau ruang kerja, tapi memilih duduk di ruang keluarga, atau ke dapur.Ardan awalnya tidak langsung percaya dan ragu. Minggu pertama, dia masih kikuk. Kadang dia menatap Bhaga dengan ek

  • Di Ranjang Majikanku   350. Terombang-ambing Kenikmatan

    Bhaga beralih menciumi sepanjang kaki Binar, naik perlahan dari betis sampai ke paha. Tanpa banyak bicara, dia mencengkeram dan membuka paha Binar lebar-lebar dengan gerakan yang agak kasar. Tangannya tak berhenti mengelus dan menggoda setiap inci kulit kaki Binar. Sentuhan dan ciuman Bhaga yang mulai menyusuri bagian dalam pahanya membuat napas Binar makin memburu.Sesaat kemudian, Bhaga menarik lepas celana dalam dan pakaian tidur Binar dengan satu tarikan cepat. Dia melanjutkan ciumannya, kali ini lebih dalam dan intens langsung pada titik sensitif. Sengaja menggoda dengan lidahnya yang menjilat panjang dari bawah ke atas, lalu berputar dan menyedot inti kewanitaan Binar dengan rakus.Binar refleks melengkungkan tubuhnya, membusung ke atas dengan kepala mendongak. Satu tangannya menahan tubuhnya, dan satu lagi sudah masuk ke sela rambut Bhaga dan sesekali menjambaknya. Mulutnya setengah terbuka, menikmati sensasi yang menjalar di seluruh tubuhnya. Lidah Bhaga begitu lihai menari, m

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status