首頁 / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 324. Mulai Tak Nyaman

分享

324. Mulai Tak Nyaman

作者: Keke Chris
last update publish date: 2026-05-29 22:49:11

“Berarti proyek kamu sebenarnya enggak benar-benar mulai dari nol, dong?”

Sendok di tangan Binar berhenti tepat di atas piring demi mendengar kalimat yang meluncur dari Melissa.

Suasana restoran masih ramai. Musik piano pelan mengalun dari sudut ruangan. Pelayan berlalu-lalang membawa makanan mahal yang ditata cantik. Namun kalimat Melissa barusan membuat semuanya terdengar sedikit menjauh.

Binar mengangkat kepala dan matanya berkedip. “Maksudnya?”

Melissa terlihat santai sambil mengaduk es. “A
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (5)
goodnovel comment avatar
Maharaniputri Maharani
tapi binar sama bhaga kan belum nikah
goodnovel comment avatar
Maharaniputri Maharani
ah sirkel nya penuh dgn sarkas jir
goodnovel comment avatar
galerikimikimi18
sebenarnya bukan kewajiban binar ngurusin bhaga sama Ardan karena statusnya bukan suami istri... Kasian binar hidup nya menderita terus selalu di usik² coba ka bikin hidup binar bahagia dia berhak bahagia juga ka...
查看全部評論

最新章節

  • Di Ranjang Majikanku   335. Trauma Dan Ardan

    Pagi itu di meja makan, Binar duduk dengan posisi yang tidak nyaman. Berulang kali dia merubah posisi duduknya dengan sangat perlahan sambil meringis dalam hati.Dia berusaha duduk tegak seperti biasa, tapi punggungnya bahkan tidak bisa menyentuh sandaran kursi dengan bahu yang rileks. Tangannya di atas meja, tapi setiap kali dia bergerak, ada saja bagian tubuhnya yang terasa perih.Binar tidak bisa protes, karena toh dia juga menikmatinya. Ada kepuasan di sana, di sela-sela rasa sakit yang membuatnya merasa malu jika harus mengakuinya. Tapi malam tadi berbeda. Bhaga semalam bukan seperti Bhaga yang biasanya.Biasanya, Bhaga sangat pengertian. Dia membaca bahasa tubuh Binar, tahu kapan harus melambat, mengencang, atau berhenti. Semalam tidak. Justru sangat kasar. Tangannya di mana-mana dengan cara yang meninggalkan bekas karena terlalu kuat, dalam, dan penuh emosi. Ada kemarahan di setiap sentuhan. Kekecewaan di setiap gerakan.Binar membiarkannya. Tidak melawan atau memintanya berhen

  • Di Ranjang Majikanku   334. Panas Dan Kasar

    Binar mengangguk pelan. Raut wajahnya belum menampakkan kelegaan, tapi setidaknya beban itu sedikit terangkat. Dia tersenyum kecil. "Aku tahu ini tidak mudah untukmu. Kau melakukannya hanya agar percakapan ini lekas selesai, kan.”Bhaga membuang muka. Diam diam membenarkan.Suara kekehan kecil keluar dari bibir Binar. Dia mengangguk dan menghela napas."Tidak apa-apa." Binar berdiri. "Tapi mulailah dari tidak melampiaskan pada kami."Bhaga menatapnya berdiri, berjalan ke ke arah tangga ."Binar.""Hm,” Binar menjawab tanpa menoleh."Aku akan tidur di kamar." Jeda singkat. "Bersiaplah.”Binar menoleh. Tatapan mereka bertemu. "Aku tunggu di kamar," kata Binar. Bhaga mengangguk.Binar kembali berjalan. Langkah kakinya pelan menyusuri koridor menuju kamar utama. Begitu masuk, dia sempat berbaring beberapa saat, kemudian bangkit lagi untuk dandan di depan cermin.Dia memakai liptint, menyisir rambut, dan menyemprotkan parfum di lingerienya. Setelah itu, dia kembali ke kasur, berbaring mi

  • Di Ranjang Majikanku   333. Aku Minta Maaf

    Binar berulang kali menarik napas pelan, mencoba menenangkan tumpukan emosi karena diabaikan Bhaga beberapa waktu belakangan. Dadanya naik, turun. Wajahnya sedikit memerah karena menahan kesal.Pria itu sudah pulang sejak kemarin, tapi tak ada penjelasan atau pelukan minta maaf. Bhaga ada di rumah, tapi suaranya tak terdengar sedikit pun, bahkan pada Ardan.Kini, Binar tak tahan lagi. Dia menerobos masuk ke ruang kerja Bhaga. Melihat bagaimana pria itu tersentak kaget, tapi kembali sibuk dengan dokumen di tangannya.Binar berdecak keras. Dia melangkah sambil mengentakkan kaki, berusaha menganggu konsentrasi Bhaga yang diyakininya sudah buyar sejak tadi.Begitu jarak mereka tak jauh lagi, Binar bukannya mendekat, tapi dia kembali memilih duduk di sofa panjang agar bisa tetap melihat Bhaga dengan jelas."Bhaga.""Hm.""Aku tidak punya sesuatu yang tersembunyi." Suara Binar tenang, tidak bergetar. "Tidak punya utang yang perlu dilunasi dengan cara apa pun, atau alasan untuk menyakiti kam

  • Di Ranjang Majikanku   332. Pelampiasan Rindu

    Malam itu Binar menunggu Bhaga di ruang kerja.Duduk di sofa pojok dengan lampu kecil yang menyala. Matanya terus tertuju ke pintu, sesekali ke jam dinding. Jarum bergerak lambat, seperti sengaja memperlambat waktu. Dia mulai jenuh, tapi bersikeras tetap menunggu.Akhirnya Bhaga masuk jam sepuluh lewat. Setelan kerja masih melekat, tapi dasi sudah longgar. Rambut sedikit berantakan, menandakan hari yang panjang. Dia melihat Binar di sana. Ekspresinya tidak berubah banyak, tapi ada sesuatu yang bersiaga di balik matanya. Bahunya yang biasa turun setelah pulang kantor, kali ini tetap tegang."Kenapa di sini?""Mau bicara."Bhaga menutup pintu. Dia tidak duduk di sofa dekat Binar, tapi memilih kursi kerjanya. Melihat Binar dengan tajam dari balik meja, di seberang Binar. Menciptakan jarak yang disengaja. Binar melihat itu, tapi dia tidak berkomentar."Belakangan ini," mulai Binar, "kamu semakin menjauh."Bhaga tidak langsung menjawab. Jarinya mengetuk pelan di atas meja, menggenggam pena

  • Di Ranjang Majikanku   331. Luapan Emosi Terdalam

    Malam itu kamar terasa lebih dingin dari biasanya. Binar lagi-lagi bertanya dengan suara lembut tapi penuh kekhawatiran, “Kamu kenapa, sih, akhir-akhir ini berubah? Kamu menjauh, marah-marah kecil, lebih banyak diam, dan kayak ada yang kamu pendam.”Bhaga merasa dadanya sesak. Pertanyaan itu seperti pisau yang terus menusuk luka trauma pengkhianatan yang belum sepenuhnya bisa dia terima. Dia lelah. Karena terus ditanyai, berpura-pura kuat, dan kehilangan energi setiap kali Binar mendekat. Hal itu membuatnya terus mengingat, bahwa orang terdekat justru yang paling mengecewakan.“Aku nggak apa-apa,” jawab Bhaga pendek, suaranya datar. Tapi matanya berubah gelap ketika menatap Binar. Tanpa banyak kata, dia menarik tangan Binar kasar dan membawanya ke ranjang.Aku nggak mau dipertanyakan lagi. Kalau aku cerita, kamu pasti kuatir. Lebih baik aku lepaskan semua ini lewat tubuh kamu. Maaf, Bin… tapi malam ini aku butuh kamu dengan keras.Binar sempat kaget dengan tarikan Bhaga, tapi dia meng

  • Di Ranjang Majikanku   330. Guncangan Hebat

    “Lepaskan saja emosimu itu. Jika memang ingin marah, marahlah.” Suara Binar pecah lebih dulu di tengah kamar yang terlalu sunyi. Sejak kemarin mereka tidak bisa mengobrol dengan santai karena Bhaga masih tegang dan seperti menghindar karena tak ingin salah kata. Bhaga baru saja masuk lima menit lalu. Jasnya masih tergeletak di kursi. Jam tangannya diletakkan sembarangan di meja nakas, sesuatu yang hampir tidak pernah dia lakukan. Pria itu berdiri di dekat jendela dengan tangan di saku celana. Punggungnya membelakangi ranjang. “Aku tidak apa-apa.” Jawabannya cepat dengan nada datar. Justru itu yang membuat dada Binar makin sesak. Binar menatap punggung laki-laki itu lama. Biasanya Bhaga akan memeluknya begitu masuk kamar. Minimal menyentuh pundaknya atau menariknya mendekat walau cuma sebentar. Namun sejak pulang kerja kemarin, tidak ada semua itu. Bhaga terasa berada di pikirannya sendiri. “Aku tahu kamu capek,” kata Binar pelan. “Tapi kenapa sikapmu beda begini?” Bhaga menge

  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yan

    last update最後更新 : 2026-03-29
  • Di Ranjang Majikanku   243. Ulang Tahun Ardan

    Pesta ulang tahun Ardan yang ke-6 berlangsung meriah.Ruang tamu rumah utama disulap menjadi lautan biru. Balon-balon berbentuk dinosaurus bergelantungan di setiap sudut, ada yang berbentuk T-rex, ada yang brontosaurus panjang melingkar di tiang teras. Spanduk kecil bertuliskan "HAPPY BIRTHDAY ARDA

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   244. Aku Butuh Pelepasan

    Binar menghela napas lega dengan senyum puas. Akhirnya acara selesai dengan baik, walaupun tak begitu lama, tapi Ardan terlihat begitu bahagia. Begitu juga dengan anak-anak yang lain. Dia bersyukur bisa memberikan kenangan baru untuk Ardan.Dia berbalik, setelah mengantar tamu terakhir untuk pulang

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Di Ranjang Majikanku   246. Memendam Kecewa

    Makan malam selesai tak begitu lama setelah obrolan mereka berakhir. Djati benar-benar tak memberikan jeda Binar untuk menolak bahkan untuk berpikir pun tidak ada.Dia hanya terus melontarkan kalimat motivasi, dan Binar lebih terbuka pandangannya.Sopir Djati mengantar Binar pulang.Sepanjang perja

    last update最後更新 : 2026-04-05
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status