Short
Dia Nggak Pernah Tahu Aku Mengandung Anaknya

Dia Nggak Pernah Tahu Aku Mengandung Anaknya

By:  EternityCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
3.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Damian Rahadi sudah mulai sadar kalau aku sudah berhenti ceritakan hari-hariku ke dia. Saat beli perhiasan baru, aku nggak minta pendapatnya lagi. Ketika gala tahunan Keluarga Rahadi tiba, aku datang seorang diri. Saat butuh lakukan operasi di rumah sakit pribadi milik Keluarga Rahadi, aku urus semuanya sendiri. Nggak ada telepon, nggak ada pesan. Aku bahkan nggak tinggalkan secarik catatan pun untuk dia. Ketika akhirnya Damian tahu semuanya, dia mengernyit. “Kenapa kamu nggak kasih tahu aku? Mana berkasmu, sini kasih ke aku. Aku akan suruh orang untuk urus semuanya.” Jawabanku datang bahkan sebelum aku sempat berpikir. “Nggak usah. Aku bisa urus sendiri. Aku nggak mau ngerepotin kamu. Makasih.” Kata-kata itu menggantung di antara kita. Untuk sesaat, nggak satu pun dari kita bicara. Karena baru dua minggu sebelumnya, aku bahkan nggak mampu pilih kalung mana yang akan aku kenakan ke acara keluarga tanpa minta pendapat Damian. Aku akan kirimi dia pesan saat makan siang. Aku akan telepon dia hanya untuk tanya kapan dia akan pulang. Setiap keputusan kecil dalam hidupku selalu berpusat pada Damian. Namun sekarang, aku bahkan nggak ingin kasih tahu dia tentang perasaanku ketika dia terlalu sibuk dengarkan Clara, sama sekali abaikan kenyataan kalau aku lagi sakit dan butuh kehadirannya di sisiku. Aku nggak akan kasih tahu dia kalau aku lagi hamil. Dan sebentar lagi, aku juga nggak akan kasih tahu dia kalau aku akan pergi.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Besok?” Dokter keluarga kita angkat wajahnya dari berkas rekam medis di tangannya, tampak terkejut.

“Kok cepat banget? Apa Anda yakin nggak mau tunggu beberapa hari lagi?”

Dia terdiam sejenak sebelum tambahkan, “Besok Pak Damian sudah balik. Saya rasa dia pasti mau ada di sini temani Anda.”

Aku tutup map itu perlahan.

“Ini keputusanku. Ini cuma operasi lutut. Aku bisa jalani sendiri.”

Dokter itu menatapku lekat-lekat.

Semua orang di organisasi Rahadi tahu seperti apa diriku dulu. Jika aku terserang flu, aku mau Damian Rahadi ada di sisiku. Pernah sekali, aku nangis hanya karena jariku terluka oleh selembar kertas saat buka salah satu berkas miliknya. Selama ini, aku selalu bergantung padanya.

Jadi, dengar aku bilang kalau aku bisa lakukan itu sendiri rasanya nyaris mustahil untuk dipercaya. Namun, begitu melangkah keluar dari ruangannya, aku mendadak terpaku.

Damian Rahadi baru saja masuk melalui pintu utama rumah sakit, satu tangannya bertumpu pada koper. Sementara tangan yang lain secara naluriah terulur ke belakang, bantu Clara Sutrisno naiki anak tangga marmer.

Clara kenakan mantel kasmir hitam. Hadiah dari aku untuk Damian. Mantel yang aku cari ke sana-sini selama berbulan-bulan sebelum hari jadi kita yang ketiga.

Tatapan Damian jatuh ke aku. Keningnya berkerut.

“Kamu ngapain ada di sini?”

Dia terdiam sesaat.

“Kamu sakit lagi?”

Lagi.

Seolah aku hanyalah satu masalah lain yang menunggu di atas mejanya. Dia ambil map dari tanganku sebelum aku sempat cegah dia. Matanya telusuri isi laporan itu sekilas.

“Besok aku sibuk. Jadwal operasinya diubah saja. Kita ganti minggu depan.”

Kata-kata itu meluncur dari bibirku bahkan sebelum sempat aku pikirkan.

“Nggak apa-apa. Aku urus sendiri saja. Makasih.”

Sunyi. Damian benar-benar terlihat terkejut.

Dua minggu lalu, aku bahkan nggak bisa putuskan gaun mana yang akan aku pakai tanpa kirim pesan ke dia. Sekarang, aku jadwalkan operasi tanpa kasih tahu dia. Jika kita nggak secara kebetulan ketemu, dia bahkan nggak akan pernah tahu. Saat aku hendak ambil kembali berkas itu, sesuatu terjatuh dari saku Damian.

Obat hormonal. Jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan atau tekan gejala kehamilan.

Damian langsung membungkuk dan ambil itu.

“Jangan salah paham.” Suaranya tetap tenang.

“Clara lagi nggak enak badan. Aku yang ambilkan obat itu untuk dia.”

Clara segera tundukkan kepalanya.

“Maaf, Elena. Seharusnya dia pulang lebih dulu. Tapi aku benar-benar nggak enak badan, nggak bisa datang sendiri.”

Lalu dia tersenyum malu-malu.

“Coba aku bisa semandiri kamu, pasti Damian nggak perlu terus-terusan jagain aku.”

Mandiri. Kata itu nyaris buat aku tertawa. Sebulan lalu, sakit perut yang begitu hebat buat aku nggak bisa tidur sepanjang malam. Aku telepon Damian. Aku pikir, setidaknya dia akan khawatirkan aku. Namun pertanyaan pertamanya justru, “Memangnya separah itu?”

Aku katakan kalau aku nggak tahu. Aku ketakutan. Aku hanya ingin dia pulang. Namun Damian hanya berkata, “Elena, hubungi salah satu dokter. Kamu nggak butuh aku untuk setiap hal kecil.”

Ketika aku bilang sikapnya terlalu dingin, dia jawab, “Elena, kamu sudah besar. Apa kamu nggak bisa selesaikan hal sesederhana ini sendiri? Kamu bergantung ke aku untuk segala hal. Aku ini pacarmu, bukan pengasuhmu.”

Lucu. Pria paling berkuasa di Nevala bisa selesaikan masalah siapa pun. Kecuali masalah pacarnya sendiri.

Namun adikku hanya perlu berbisik bahwa lagi nggak enak badan, ketua mafia dari Keluarga Rahadi yang begitu ditakuti itu akan langsung antar dia sendiri ke rumah sakit.

Siapa pun yang lihat dari luar pasti akan kira Clara-lah yang pacaran dengan dia.

Beberapa bulan lalu, aku pasti sudah bertengkar dengan dia, minta penjelasan, lalu nangis sampai dia bersedia tinggal. Namun sekarang, aku hanya mengangguk.

“Oke.”

Nggak marah. Nggak cemburu. Nggak ada air mata. Hanya satu kata yang terucap dengan tenang. Karena ada satu hal yang masih belum Damian ketahui. Aku tundukkan pandangan, lalu tanpa sadar letakkan satu tangan di atas perutku, di balik mantel.

Kehidupan kecil yang sedang tumbuh di dalam diriku ini nggak akan pernah dengar aku panggil Damian untuk minta pertolongan.

Anak ini hanya akan tumbuh bersamaku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status