MasukAyahku datang jauh-jauh dari Itahera untuk hadiri acara pernikahanku yang pertama. Dan dengan mata kepalanya sendiri, dia saksikan Lukas Wongso lepaskan tanganku hanya sepuluh menit sebelum sumpah pernikahan diucapkan, hanya karena Citra Lestari telepon dan bilang kalau dia sesak napas. Hari itu, Ketua Mafia Markus Mastani nggak tinggikan suaranya. "Ambillah waktu sebanyak yang kamu perlu. Tetapi ketika suatu hari nanti kamu benar-benar sudah ngerti kalau dia nggak akan pilih kamu di altar, pulang saja." Saat itu aku pikir ayahku nggak ngerti apa itu cinta. Karena itu aku tetap tinggal di Nevala. Aku kasih Lukas tujuh kali kesempatan acara pernikahan. Setiap kali, dia selalu kembali sambil bawa bunga, permintaan maaf, dan tanggal pernikahan yang baru. "Elena." Dia selalu bilang. "Ini yang terakhir kalinya." Bahkan teman-temannya pun akhirnya berhenti pura-pura nggak tertawakan aku. "Elena nggak akan pergi," kata salah satu dari mereka. "Dia cuma mau Lukas minta maaf dengan lebih sungguh-sungguh." Aku mungkin akan tetap bertahan demi cinta yang sejati. Tetapi aku nggak akan bertahan untuk seorang pria yang hanya ingat keberadaanku setelah lebih dulu pilih orang lain. Dan pada saat itulah akhirnya aku ngerti. Lukas kira cintaku adalah tempat di mana dia bisa selalu pulang kembali. Pada pagi hari acara pernikahan kita yang ke delapan, aku masukkan cincin pertunanganku ke dalam sebuah kotak beludru putih. Tepat pada saat itu, telepon dari ayahku masuk. "Helikopternya sudah siap," katanya. Lukas tunggu aku di altar sambil genggam cincin pernikahan di tangannya. Dan kali ini, aku biarkan dia menunggu.
Lihat lebih banyakSaat itu Adrian melangkah maju.Dia nggak sentuh aku, juga nggak berusaha tarik aku ke sisinya. Dia hanya berdiri di antara aku dan Lukas dengan ketenangan yang sangat alami."Lukas," katanya tenang. "Elena sudah sampaikan keputusannya dengan jelas."Barulah saat itu Lukas benar-benar sadar dengan keberadaan Adrian.Tatapannya berpindah dari Adrian kembali ke aku, dipenuhi rasa sakit dan rasa nggak percaya."Apa hakmu berdiri di sisinya?"Adrian nggak terpancing."Dia yang izinkan."Jawaban itu menghantam jauh lebih keras daripada perdebatan apa pun.Lukas tundukkan kepala sambil keluarkan tawa pendek yang sangat rapuh. Kemudian dia sentuh bekas luka tipis di dekat alisnya."Kamu masih ingat ini?" tanyanya ke aku."Setelah acara pernikahan pertama kita gagal, aku kejar kamu ke luar dan berlutut di depan mobil ayahmu, pecahan kaca melukaiku di sini. Aku nggak pernah menyesal. Aku pikir setidaknya itu cukup buktikan kalau aku cinta kamu."Aku menatap bekas luka itu, tapi sudah nggak mera
Malam berikutnya, aku kembali ketemu dengan Lukas di sebuah resepsi pribadi antar keluarga di Molasa. Pertemuan Komisi memang telah berakhir, tetapi beberapa keluarga masih tetap tinggal di sana untuk selesaikan berbagai kesepakatan pribadi.Di teras yang menghadap laut, Keluarga Mastani dan Keluarga Bengawan lagi bahas kerja sama akses jalur pelabuhan selatan. Adrian Bengawan duduk di hadapanku. Dia adalah pewaris Keluarga Bengawan, sekaligus kandidat tunangan yang dipilih oleh ayahku.Beda dengan Lukas, Adrian nggak pernah tanya tentang detail tujuh acara pernikahanku yang gagal itu. Dia juga nggak pernah gunakan masa laluku untuk uji aku. Dia hanya tunggu hingga pembicaraan selesai, lalu dorong sebuah kotak kulit berwarna biru tua ke hadapanku."Ini bukan tekanan," katanya. "Cuma sebuah pilihan."Aku buka kotak itu. Di dalamnya ada sebuah simbol terbuat perak tua yang diukir dengan lambang Keluarga Bengawan.Adrian dorong itu sedikit lebih dekat ke arahku."Kalau kamu mau terima, Ke
Sudut Pandang Elena.Pesawat itu mendarat di landasan udara pribadi di Palermo sesaat setelah fajar menyingsing. Ketika aku turuni tangga pesawat, ayahku telah berdiri tunggu aku di ujung landasan. Tiga tahun telah tambahkan semburat abu-abu di pelipisnya, tetapi punggungnya masih tegak seperti dulu.Iring-iringan mobil Keluarga Mastani berjajar di belakangnya, sementara beberapa kapten berdiri dengan kepala tertunduk. Nggak ada seorang pun bicara. Aku berhenti tepat di hadapannya."Ayah," sapaku pelan.Tatapannya jatuh pada lambang Keluarga Mastani yang tersemat di dadaku untuk waktu yang cukup lama. Kemudian dia angkat tangannya dan singkirkan helaian rambut yang diterbangkan angin dari wajahku."Kamu sudah pulang," katanya. "Nggak usah tunggu di depan pintu rumah orang lain."Dadaku terasa sesak.Demi Lukas, aku pernah pilih tetap tinggal di Nevala.Aku pernah menentang ayahku. Aku bahkan biarkan nama Keluarga Mastani dipermalukan berulang kali di depan gereja Keluarga Wongso.Dulu,
Ketika Lukas kembali ke kediaman Keluarga Wongso, Citra sudah tunggu dia di kamar utama. Dia kenakan jubah milik Elena. Di pergelangan tangannya melingkar gelang berlian yang pernah dipinjamnya pada hari acara pernikahan mereka yang keempat.Lukas berhenti tepat di ambang pintu."Siapa yang izinkan kamu masuk ke sini?"Citra tundukkan kepalanya, tampak terkejut dengan nada suara Lukas."Aku khawatir sama kamu. Setelah semua yang terjadi hari ini, aku pikir mendingan kamu jangan sendirian."Tatapan Lukas tetap tertuju pada jubah itu dan pada gelang berlian di pergelangan tangannya."Lepaskan barang-barangnya Elena."Seketika itu wajah Citra jadi pucat. Dengan tergesa-gesa dia raih pengait gelang itu, tetapi jari-jarinya gemetar."Maafkan aku. Aku cuma lihat itu ada di sini dan tiba-tiba teringat hari pernikahan itu. Bukannya waktu itu kamu bilang Elena nggak akan marah?"Citra berhenti, seolah baru sadar dirinya sudah terlalu banyak bicara, namun Lukas sudah teringat semuanya.Hari itu,












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.